May 082014
 
Disain Roket Lapan

Disain Roket Lapan

Jakarta – Lapan menggandeng 7 universitas untuk mengembangkan riset tentang satelit dan roket, demi mewujudkan mimpi teknologi satelit dan roket yang tidak perlu lagi bergantung pada negara lain.

“Satelit umurnya tidak lama, hanya 5-10 tahun. Maka kita tidak boleh tergantung dengan negara lain. Industri satelit adalah industri yang terus menerus, dan perlu dikembangkan terus. Saya yakin kita bisa membangun sendiri,” tutur Kepala Lapan Thomas Djamaluddin, saat penandatanganan kerjasama riset dengan 7 universitas di Kantor Lapan, Jakarta.

“Saat ini kita masih merancang pesawat N219, direncanakan 60 persen merupakan komponen lokal. Dan harapannya semoga bisa terwujud,” imbuh profesor riset astronomi-astrofisika ini.

UU keantariksaan yang disahkan 6 Agustus 2013 menjadi kerangka pengembangan keantariksaan yang kuat. Dalam 25 tahun ke depan ditargetkan Indonesia memiliki satelit penginderaan jauh sendiri, satelit komunikasi yang diluncurkan dengan roket sendiri dan dari bandar antariksa sendiri. Ada beberapa tempat yang telah disurvei untuk menjadi tempat bandar antariksa sendiri. Seperti di Biak dan Morotai.

Untuk teknologi satelit, Lapan sudah menyiapkan 2 satelit, yakni Lapan A2 dan Lapan A3. Kedua satelit itu akan diluncurkan dari Pusat Stasiun Luar Angkasa Sriharikota, India di tahun 2015. Komponen kedua satelit yang dibuat di Indonesia oleh orang Indonesia ini, separuhnya masih impor.

“Sebagian dari dalam negeri, dan sebagian impor, perbandingan 50:50. Industri kita masih beluim mampu membuat komponen satelit, yang tahan dengan kondisi ekstrem,” tuturnya.

Kerjasama dengan 7 universitas ini, adalah dalam pengembangan 4 bidang, yakni: sains antariksa dan atmosfer, pemanfaatan keantariksaan, teknologi kedirgantaraan, dan kajian kebijakan kedirgantaraan.

Dalam membangun 4 kompetensi tersebut, Lapan dan 7 universitas itu menjadi center of excellence, dengan 4 aspek besar yakni Pengembangan kompetensi, pengembangan layanan publik, memperkuat kerjasama nasional-internasional serta pengembangan SDM.

Satelit A2 Lapan yang akan diluncurkan tahun 2014. Tahun 2019 Lapan siap Luncurkan satelit yang jauh lebih modern (photo:Lapan)

Satelit A2 Lapan yang akan diluncurkan tahun 2014. Tahun 2019 Lapan siap Luncurkan satelit yang jauh lebih modern (photo:Lapan)

Anggaran riset berasal dari swadaya universitas dan Lapan. Lapan sendiri memiliki anggaran Rp 800 miliar, yang diperuntukkan operasional Rp 500 miliar dan sisanya untuk riset pembuatan pesawat N219 yang bekerja sama dengan PT Dirgantara Indonesia (DI).

Kerja sama riset ini nantinya hanya akan menciptakan dan mengembangkan prototipe teknologi. Kemudian untuk produksi prototipe itu, barulah bekerja sama dengan pihak industri.

“Seperti contoh untuk bahan bakar roket, ketika digunakan dalam jumlah banyak, karena Kementerian Pertahanan perlu roket untuk pertahanan, tentu Lapan tidak bisa menanganinya sendiri. Maka, kerjasama Lapan dengan PT Bahana untuk pengembangan pembuatan roket tersebut. Di mana kita akan membuat prototipe dan nantinya industri yang akan mengembangkan,” tuturnya.

Selain Kepala Lapan, 7 perwakilan universitas yang meneken kerjasama itu: Rektor Telkom University Mochamad Azhari, Rektor Surya University Yohanes Surya, Direktur PENS Zainal Arief, Wakil Rektor Unpad Med Setiawan, Dekan Fakultas Tekni Universitas Nusa Cendana ML Gaol, Dekan Fakultas Sains dan Matematika Undip Muhammad Nur dan Kepala Bidang Hubungan Internasional UGM Rahmat Sriwijaya. (detik.com).

  70 Responses to “Lapan dan 7 Universitas Kembangkan Satelit dan Roket”

  1. pertamax

  2. semoga kedepannya pemerintah mau meningkatkan anggaran buat riset teknologi!

  3. kedua

  4. ni yg di tunggu

  5. Semoga terwujud
    Jayalah NKRI

  6. Riset, riset, pengembangan… dll, dst, dsb.
    Sedangkan riset yang sudah berhasil tidak di publikasikan dengan bijak… miris.

  7. smoga cpt terealisasi cita2 bangsa ini. agar tdk klh dgn negara maju..

  8. kerjasama dengan 7 universitas sudah bagus..terus ditingkatkan dengan menggandeng universitas2 lainnya…

  9. Salam kenal sesepuh warjag, mohon maaf karena ane masih nubie, mohon spesifikasi Satelit Lapan A2 dan Lapan A3 sekalian dibabar dan mohon pencerahan, kenapa peluncur satelit seperti dalam gambar pertama ditempatkan dalam truk seperti rudal balistik?
    Sepengetahuan saya tidak ada sistem peluncuran satelit dengan cara seperti itu, mohon koreksi apabila keliru.

    Terima kasih.

    • bung@badai..lapan punya dua projek roket..sebut saja roket RHAN dan Roket rx..
      Roket RHAN buat di pergunakan TNI,sedangkan roket rx buat peluncur satelit..salah satu roket RHAN sebut saja RHAN 320..berdaya jangkau 150km… sedangkan roket rx 550 untuk peluncur satelit dengan jangkaun diatas 1.000-5000 km..
      nah jika yg di pergunakan peluncur truk,,tentu sudah ketebak buat dipakai untuk apa..
      secara garis besar Roket RHAN 320/350 dan Rx 550/5510 adalah adalah dua barang mainan yang sama..tingal di gunakan untuk keperluan apa πŸ™‚
      jika roket RX 550 di gunakan militer, tentu saja kita ga akan bilang ” Indonesia akan melakukan uji coba roket berjarak 5.000km….karena bisa bisa “tetangga” sebelah nangis darah ga bisa tidur…maka mungkin saja oleh LAPAN di bilang Indonesia akan uji coba roket peluncur satelit πŸ™‚

      maaf oot,..pendapat pribadi dari ofice boy

      • Benar bung@TS kita ga seperti tetangga alay itu yg selalu gembar-gembor kenyataanya nol besar, biar negara” alay tuh berfikiran kita lagi uji coba JANWE bukanya roket.!!!

      • Terima kasih infonya Bung TS, Salam Kenal. Tentu kemungkinan seperti itu bisa juga, namun tidak akan efektif kalau melihat pengalaman Korut dengan strategi concealment serupa, karena analoginya tentu berbeda dengan menempatkan roket berdaya jangkau jauh diatas kendaraan dengan roket yg memang dibuat untuk tujuan antariksa, karena roket yg ditempatkan diatas kendaraan pasti ditujukan agar memiliki mobilitas, bukan sebuah roket dengan payload spesifik sebagaimana RPS pada umumnya yg selalu dipersiapkan di area peluncuran khusus.

        Saya kira pemerintah kita tidak sebegitu mudahnya mengambil strategi yg terbukti sudah tidak efektif.

  10. Semoga jadi amin

  11. Assalamualaikum wr.wb
    kamu tahu alat Rekpro?

    kalau salah ya maaf πŸ˜€
    maaf oot πŸ˜€

  12. Kalau diterbangkan dengan roket yang diangkut truk kemungkinan kok satelit orbit rendah ya… jika demikian, sebenarnya bisa juga diterbangkan melalui F-15. Maaf kalo salah….

  13. Yng untuk pertahanan progresnya udah nyampe mana ya?

    • bung@kezmanov.. sudah maju,..kita masih blom 100% menguasai teknologi guide dan kendali kontrol …masih belajar di 4 negara besar πŸ™‚ untuk jangkaun..sudah bisa diatas tiga digit πŸ™‚ nanti akan ada uji coba lagi untuk RHAN diatas 100-300km…

  14. saya lebih suka sattelite A1 nya bung NARA dan Bung Jalo hihihihih

  15. Sdh benar dg menggandeng 7 universitas, kalau bisa semua universitas di Indonesia agar tumbuh anak2 bangsa mencintai ruang angkasa dan akan tumbuh para Prof2 Indonesia utk pengembangan pengetahuan ruang angkasa serta akan menguak pengetahuan yg akan membuka cakrawala pengetahuan ruang angkasa universil Indonesia. Indonesia bisa…………………………

  16. sinergi yg bagus,karena bangsa yg besar dan maju adalah bangsa yg menguasai teknologi di segala bidang…

  17. Sayang tidak didukung dana yang besar, apa bila didukung dengan dana yg besar kemungkinan bs cepat terwujud. Salam my bro..

  18. Bung diego,kisah awak hiu kencana jilid 4,saya tidak bisa buka lewat hp,kenapa ya,,

  19. Selamat pagi teman2, maaf baru hadir sekarang…
    Lagi galau, HP saya dicolong jadi beberapa hari gak bisa mantau deh… πŸ˜€

    Ok untuk roket itu ada RX, RKX, RKN dan R-HAN…
    Untuk satelit ada macam2 mulai Tipe A (Eksperiment), B (National Security) dan C (Comunnication)…

    • Waduh. kok bisa bung Jalo? Sabar ya bung, mungkin ini artinya bung Jalo harus make HP baru lagi yang lebih gahar bung.

      • Hehehehehe, yg streess kontak2 dan data2nya…
        T_T

        • Itu yg ngambil den karung he he he

          • Kalau yg ngambil den karung gak apa2 deh saya ikhlasin… πŸ˜€

          • turut prihatin Bung, semoga Bung Jalo dilimpahkan banyak rezeki buat cari penggantinya…. amiiin ya Rob…. :mrgreen:

            nganu itu tread true story nyang jilid 4 kenapa susah banget dibuka ya Bung Gue? hehehe… :mrgreen:

          • Iya bener bung PS, kali aja dapat versi yg lebih bagus termasuk, hehehehe…. Alhamdulillah, datanya bisa dihapus dari jarak jauh…

            Iya, saya strees gak bisa buka artikel “cantik” dari bung PS. Mungkin ada yg iseng kali ya, πŸ˜€

          • nganu sekarang kan lagi ada kompetisi cyber defense nya Kemenhan, apa jangan-jangan JKGR ini dijadikan salah satu …… :rool:

            hehehe…. kebanyakan bocor alusnya ya mungkin :mrgreen:

          • sama bung PS, sy buka (pake android) juga nggak bisa, mungkin yg pengin koment banyak banget sampe overload, klo sy liat nggak ke kunci, coba sy email ke komandan warjag Bung diego, thanks

          • bung PS sementara ngobrolnya di terusin di lapaknya bung Jalo aja gimana he he he…..
            Biasa klo masalah per lontongan kadang sering trouble he he he….

          • hehehe… saya sih monggo-monggo aja Bung hehehe… :mrgreen:

          • Nah, sekarang saya juga sdh gak bisa lagi buka tuh hehehehehe…… memory nya kayaknya yang overload untuk threat nya bung PS. :mrgreen:

          • jangan2 intel mblayu…

        • artikely bung ps kok gak bisa dbuka yaa..dmarahin pakdeh kali yaa..

        • @bung jalo sabar nggih,, dan ternyata dari pukul 12.30-16.43 saya coba buka berkali-kali untuk yg lontong gak bisa juga.

  20. Nah, ada yg lucu dengan pengembangan bersama 7 universitas ini… “Clue”nya ingat kerjasama TNI AD dengan Lapan beberapa bulan yg lalu, waktu ngobrol dengan Bung Lare di artikel sebelumnya itu clue-nya, :mrgreen:

    Yoook Jumatan dulu,

  21. assalamualaikum.
    numpang komen bung diego…
    artikel “TRUE STORY Secuil Kisah Awak Hiu Kencana
    Jilid 4”. kok gak bisa dibuka lewat hp bung…tolong bantuannya..

  22. ass. true story awak hiu kencana jilid 4 nggak bisa dibuka lewat laptop

    • podo kita, saya gak bisa buka juga…

      • Bung PS@ , Tidak bisa dibuka tuh barang…Tolong di delete dan reload lagi kali baru bisa he..he..he…

        makin penasaran baca true storinya…jangan jangan di acak sama Den karung..xi..xi.xi,,xi…

    • Sudah 179 respon yang masuk bung, ini yang bikin berat halamannya πŸ™‚ koment koment di samping kanan aja ampe gak bisa muncul bung, mungkin yang lagi pada mau koment banyak banget, jadinya gitu deh, terkadang error malah hehehehehehe jadi mohon sabar ya bung πŸ™‚

    • alhamdulillah saya ga ada halangan mengakses bab 4 itu.

  23. make android ya bung? coba masuk dulu ke daftar isinya bung, tar dari situ baru klik linknya bung πŸ™‚ cuman kayaknya emang berat bung soalnya komentnya banyak banget. mungkin lag kali bung

  24. sama bung saya dari tadi juga ngak bisa buka,apa karena tenktop pinjeman ya? hehe…

  25. Bung jALO Bung Satrio selamat SIANG,,,,,,,kami sangat senang dgn topik kemajuan teknologi per roketan indonesia,,,,,,,,,,dalam topik yang lalu ada kekurangan atau kelemahan dari dash ; NOSSEL apapun istilahnya KEPALA KOMPOR pembuang pembakaran roket yang mudah cair atau kalah dalam proses pembakaran selama peluncuran; ,,,,,,,,teringat problem masa lalu saya tergerak untuk mengangkat cerita yang mungkin sebagai acuang bagi pakar pakar kita untuk lebih giat lagi karna tak ada ilmu yang sulit jika kita mau terus menerus melakukan uji coba tanpa henti henti , .1,bila dilihat dari proses tsb artinya kalori pembakaran menghasilkan panas 0-1000 drajat celsius /detik sampai memasuki titik cair.,,,,,,2, bahan yang digunakan apa itu maliabel fcmb 28-30 dgn sistim pres/pons atau gray chas iron sistim tuang,,,,, ini yang masih menjadi rabaan saya ……kalau sistim tuang dari peleburan maka saya punya pengalaman yang didapat saat saya menjadi tqc/qc dalam menangani kasus mesin pembersih /shotblas dgn tembakan rotasi stilshot 550 -660 dgn speet 3500 rpm,…… maka tabung dalam akan cepat kalah atau aus dari gesekan besi maupun tembakan stilshot [pasir besi] tsb,,,,,, Bahan bahan lokaL yang coba dipakai tidak memenuhi syarat,,,,,,,, pesan,import tidak tidak memenuhi kuantitas maka satu satu nya jalan kami melakukan uji coba uji coba yang akhir nya . berhasil…… Cairan besi tuang 20 kg komposisi standart ditambahkan Ni [haiq Ferro Nikel] yang didapat dari bering[lager] bekas ……10 % . hasil yang di dapat /kekerasan barang yang kami inginkan ,….tercapai,,,, perlu diperhatikan molding/mall harus pesisi sehingga barang diinginkam akan sama /paas dgn media.tabung pendukung karna Barang tsb akan sulit dibentuk lagi, baik potong las maupun bubut,…..BAGI INDUSTRI LOGAM YANG MEMPUYAI MESIN ATAU ALAT BANTU YANG DI SEBUT SELAMAT MENCOBA UNTUK KETAHANAN GESEKAN BESI FCMB MAUPUN GRAYCHAS IRON . BUNG JALLO BUNG SATRIO MAU TANYA ? KALORI PEMBAKARAN ROKET LAPAN SAMPAI BERAPA DRAJAT CELSIUS……. TAMBAH WAWASAN SAJA!!!!!!!!!!!……… SLAM NKRI

    • Untuk bahan baku kita menggunakan lokal, nah saya kasih sedikit aja hitung2nya maaf karena ini terlalu teknis. Namanya pengukuran Impuls spesifik (PIS), ini untuk mengetahui gaya dorong lalu dibagi dengan massa. Sekarang kita sudah bisa membuat beberapa bahan lokal seperti Amonium Perklorat (AP), HTPB, atau Aluminium. Nah dari sini nanti di reformulasi agar bisa diketahui nilai komposisinya. Untuk parameternya menggunakan PIS.

      kasus contoh, saat menguji pada ukuran 70 mm, sebelumnya kita menguji CFD…
      Hasilnya untuk tekanan exit nossel yg terbagi 2, bilangan mach pada exit nosel, konstanta gas dan konstanta panas spesifik. Seperti untuk tekanan exit nosel sekitar 1559.81 Kelvin.

      Nah lalu menguji reformulasi dengan bahan yg ada, nanti dicari PIS. Nah dari reformulasi kemarin kita mendapat hasil yg baik, untuk PSI naik 10 detik, solid content >85% itu ada tambahan formula lain salah satunya magnesium. hasil untuk kecepatan pembakaran dikisaran 0,6-0,8 mm.det-1. nanti itu diuji lagi uji kuat dan ujis statik dengan skala K-Round. Nanti diukur gaya dorong, waktu pembakaran dan tekanan pembakaran.


      Contoh Uji Statik Skala K-Round, buat teman2 warjager yg mau nyate sini saya bantu :mrgreen:

      Lalu akan diuji lagi dengan thermometer infra merah ini untuk mengetahui temperature kulit luar tabung roket. Nah kemarin diperoleh hasil 250det. Dan hasil yg baru ini berhasil, bisa dibayangin panasnya kayak gimana?? πŸ˜€

      Nah penggunaan motor roket ada beberapa macam, ada EDF, Turbojet, dan propelan. Ini hitung2nya agak beda2 dikit sih, Maaf ya gak bisa spesifik, πŸ˜€

      • Pasti dijamin sate ama tusuknya hancur bung hehehehehe :mrgreen:

      • TRIMS BUNG JALLO ,,,,,atas tanggapa dan infonya….,,,sangat membangunkan naluri belajar terus eeee,,,,, sedikit tangkapan bahwa bahwa alluminium alloy yang menjadi dasar kompon nossel ……arti nya bahan lokal yang terbaik untuk tahan panas dan gesek dari bahan baku ,,,,,,,kategori rosokan sheher atau piston kendaraan yang titik didih 350 -450 pakai thermometer digital …….maaf memancing suasana RHS dapur industri ,,,,,,,,salam nkri

        • Bung EET, Alluminium alloy atau bahan baku lainnya itu ada tambahan berbagai aditif dan bahan energetik. Penggunaan sensor temperature itu untuk mencari nilai yg akurat. Maaf gak bisa terlalu mendetail karena berkaitan dengan penelitian πŸ˜€

          Intinya prinsip pada rancang bangun sensor temperature ruang bakar motor roket akan memanfaatkan igniter atau memodifikasi igniter agar dapat ditempatkan sensor di dalamnya, pada saat penyala mula diaktifkan maka igniter case akan terbakar selanjutnya bearing as igniter yang sudah dimodifikasi akan berfungsi sebagai sensor temperature ruang bakar motor roket

          Saya balesnya dengan foto aja ya, ini contoh Tube Sekunder Motor Roket bahannya salah satu yg disebutin itu…

          Maaf baru bales sekarang…

  26. knapa true story awak hiu dari siang ga bisa dbuka ya,hmm..

    lam knal wat semua warjager..

  27. gk bisa masuk true story lontong …..hiks

  28. Bung jallo bung satrio mau tambah wawasan ini tentang propolen ! apa boleh ? saat masa pertumbuhan slalu dongeng dgn ortu tentang senjata jengel tradisional peluru 12 mm sehingga !!!!!!!! saat penasaran mencari di goglle bahwa komposisi tsb obat mercon pesta rakyak saat tahun baru di tiongkok,,,, padahal racikan ini bila di isi peluru TIMAH mengenai sapi atau kerbau langsung ambruk!!!!!!!!……’ Arang [ karbon actif ] rotan/ tempurun kelapa ,,,,,,,,,,,,terbaik!!!!!!! karna ini merupa uu yang melarang !!!!! saya sensitif untuk mengangkatnya masalah ini. tapi kalau di konversikan ke..roket aapa boleh masih ada 3 komposis yang saya tidak bicarakan untuk melenkapi hal tsb diatas,,,,,,,,,,TRIMS

    • Nah kalau ini ranah PT Dahana atau perusahaan swasta lainnya karena berhubungan dengan Energetic Material… Kalau propelan itu 3 komposisi diatas Amonium Perklorat (AP), HTPB, dan Aluminium…

  29. Semua itu berawal dari pemerintah. Kalau LAPAN belum mendapat dukungan penuh dari pemerintah akan sulit untuk berkembang. Kita lihat BUMN seperti PAL, PINDAD, ama DI setelah mendapat dukungan penuh pemerintah ke-3 perusahaan ini menjadi lebih maju bahkan dunia pun mulai melihat mereka. Setelah ada UU pertahanan sudah saatnya UU keantariksaan !!! πŸ™‚ Just IMHO

  30. ukuran satelit A2 nya sudah besar…ntah berapa kali lipatnya dari lapan A1 (yg hanya sebesar kompor).
    tapi roket yang disajaikan dalam gambar diatas….itu roket ukuran sedang…kayaknya tidak muat tuh satelit bila dimasukkan ke roket tsb.

    roket yang diatas truk itu kyaknya panats untuk roket balistik sekelas SCUD.

    bukan untuk wahana pengirim satelit A2….lagian juga di forum sebelah kabarmya satelit A2 dan A3 katanya mau diterbangkan dg roket buatan INDIA ?

    • Iya bener bung, itu A1-A4 itu roket eksperiment. Nantinya yg akan diluncurkan kita untuk satelit tipe B atau C, dan itu sudah ada dalam road map. Tapi tidak menutup kemungkinan dalam uji coba peluncuran roket akan disertai roket tipe A. Kalau roket A2 dan A3 yg akan diluncurkan India itu sudah jelas dan beritanya sudah tersebar di berbagai media. πŸ˜€

  31. saya rasa SDM indonesia sudah cukup kuat hanya saja masalah pendanaan yang belum mencukupi dalam pembelian peralatan,Lokasi,Pusat Controling, dan alat lain untuk dapat mewujudkan peluncuran roket sendiri

 Leave a Reply