Sep 082013
 
Satelit A2 Lapan yang akan diluncurkan tahun 2014. Tahun 2019 Lapan siap Luncurkan satelit yang jauh lebih modern (photo:Lapan)

Satelit A2 Lapan yang akan diluncurkan tahun 2014. Tahun 2019 Lapan siap Luncurkan satelit yang jauh lebih modern (photo:Lapan)

Indonesia terus mengembangkan satelit buatan dalam negeri dan berencana mengembangkan satelit senilai Rp 2 triliun. Satelit ini akan siap tahun 2019, ujar Kepala Lapan, Bambang S Tejasukmana dalam konferensi internasional “Integrated Technology Application to Climate Change”, di Jakarta.

Satelit Lapan itu akan memiliki berat 1 ton, melibatkan berbagai pihak dan jauh lebih baik  dari satelit-satelit Lapan saat ini. Untuk itu dananya pun mencapai Rp 2 triliun, sementara satelit  yang  ada saat ini berbiaya Rp 500 miliar.

“Nanti yang memproduksi adalah industri, yang potensial adalah PT LEN,” ujar Bambang.

Pengembangan satelit saat ini masih pada tahap sangat awal, yakni mission requirement. Direncanakan, satelit mampu mendukung program ketahanan pangan, energi, serta dampak perubahan iklim. Lapan nantinya akan berperan dalam memberikan dasar pengetahuan pengembangan satelit.

lapan-satelit

Pengembangan satelit ini juga dimaksudkan untuk menguatkan peran serta Indonesia dalam keanggotaan Global Earth Observation System of Systems. Saat ini hanya ada beberapa negara yang memiliki satelit canggih pemantau perubahan iklim, antara lain Amerika Serikat, Jepang, Cina, India, Brasil, dan Korea Selatan.

Indonesia terus melakukan berbagai upaya untuk mengantisipasi perubahan iklim, termasuk pengembangan satelit penginderaan jarak jauh.

Deputi Penginderaan Jauh LAPAN Taufik Maulana mengatakan, Indonesia tengah mengembangkan satelit LAPAN A-2 dan LAPAN A-3. Untuk satelit LAPAN A-2 sudah selesai dibuat dan akan segera diluncurkan tahun depan. Peluncurannya akan bekerja sama dengan India karena roket yang dimiliki Indonesia belum sanggup meluncur jarak jauh.

“Ini kan jaraknya 600 kilometer. Diluncurkan sekitar Januari-Juni tahun depan,” kata Taufik. Satelit LAPAN A-2 berbobot 75-100 kilogram.

Sementara itu, satelit LAPAN A-3 sedang dirancang oleh LAPAN bersama IPB. Sama seperti pendahulunya, satelit LAPAN A-3 juga akan diluncurkan dengan menumpang roket peluncuran satelit lain milik negara lain yang lebih besar.

  14 Responses to “Lapan dan LEN Siapkan Satelit Mutakhir”

  1. wuiiiiiiiiiiiiiiiiiiiicccccchhhhhh..

    satelite gauL..
    Cb aja negeri kita sudah menguasai roket sepenuh hati..
    Pasti lebih bangga lagi bila di luncurkan dari roket kita sendiri..
    Padahal dulu indonesia sudah berjaya buat roket kartika.. Tp gk di lanjutin sampai mlempem lagi ilmu peroketan kita..

    • Anda gak pernah baca berita tentang ROKET Lapan yang saat ini sudah bisa meluncur 100 KM vertikal dengan nama RX420 dan awal tahun 2014 akan di luncurkan lagi uji coba ROKET lebih besar dengan jangkauan 200 KM vertikal dengan Nama RX550 … cari saja di google atau youtube Uji Coba Roket LAPAN RX420 pasti banyak dijumpai

    • Kita harus sabar gan,,, coba yang presidenya pak Sby waaah indonesia sudah memiliki,teknologi yang canggih

  2. “satelit LAPAN A-3 sedang dirancang oleh LAPAN bersama IPB.”
    Nggak salah ketik ni bang Diego? Bukannya IPB itu penelitian lebih mengarah ke bidang Pertanian dan Perkebunan…

  3. Kenapa g’ di buat satelit pengintai seperti punya USA,indonesia harus punya pertahanan yg Ok,indonesia ini luas apalagi di kelilingi lautan setiap hari indonesia di lewati baik kapal atau pesawat asing.coba kalau di lewati roket atau nuklir.

    Hayo……..?

  4. ssst,,,,jgn bilang2 ya..kan iklan nya doank bilang buat satelit pertanian hahahaha..ntr juga di pasangin buat join ama militer,,,biar tetanga ga ribut…kan buat mandu rudal yakhont atau s300 klo jd beli s300 nya..sekalian ntr di pasangin sensor panas dan buat melacak hantu siluman raptor yg sering lewat udara kita,,,klo di atas dbilang INDONESIA BIKIN SATELIT MILITER,, Bisa2 tetanga ribut kan

  5. Selain oleh Lapan dan len, pengembangan satelit secara mandiri di Indonesia juga dilakukan oleh gabungan beberapa Universitas di Indonesia yang tergabung dalam proyek bernama IiNUSAT (Indonesian Inter-University Satellite). Universitas yang terlibat yaitu UGM Yogyakarta,UI, ITS Surabaya, ITB Bandung, IT Telkom Bandung, dan PENS Surabaya.
    Memang kita sudah berhasil membuat satelit sendiri, namun itu masih dalam tahap riset/rekayasa belum masuk ke tahap komersial. Untuk tingkat militer yang mengharuskan kemampuan diatas kemampuan rata-rata satelit komersial, kemampuan kita belum mencapai level tersebut.
    Sedangkan untuk kerjasama dgn negara2 pembuat satelit pertahanan/inteljen/intai yg canggih dgn tot hampir mustahil seperti amerika, rusia, eropa, israel dll. Mungkin tinggal india dan china, tapi china ujung2nya juga minta duit yg byk sekali.
    Klo membeli kayak singapura jg membutuhkan sekitar 1 milyar dollars untuk 1 satelit mata2/intelgen dari israel.
    Solusi kerjasama dgn india, soal sdm insyaallah kita byk. Anggaran litbang hrs diperbanyak krn selait satelit, program litbang : rudal, suv, dll hrs trs tetap berjalan.
    (diolah dari beberapa sumber)

    • tambahan : mungkin sama dgn kerjasama yg saling menguntungkan, tdk terlalu mahal masih standard seperti kerjasama yg akan dirintis lapan dgn korsel soal roket/roket kendali.
      Mungkin lapan+len+universitas dll dgn india kerjasama satelit……..
      Mohon pencerahan teman2…….

    • Umumnya spy satellite tidak dalam orbit geostasioner/geosinkron seperti Palapa (satelit komunikasi harus GSO, jika tidak komunikasi antar titik di bumi yang dihubungkan satelit akan terputus) melainkan sun-synchronous atau polar/equatorial orbit. Satelit Lapan-TUBsat dengan orbit polarnya melintasi wilayah RI 3x sehari. Lumayan untuk update penginderaan sumberdaya alam walau lebar permukaan bumi yang teramati (swath) sekali melintas terbatas (swath Lapan A3 hanya 100 km ), tapi belum cukup bagi petinggi militer yang butuh pengamatan realtime pada saat konflik.

      http://apollo.lsc.vsc.edu/classes/met130/notes/chapter5/graphics/polar_orbit_schem.jpg

      Singapura dengan wilayah yang secuil dapat membuat spy satellite GSO, dengan diam di atas satu titik seluruh wilayah hingga ZEE ter-cover.

  6. andai dulu indonesia tdk putus blajar sm unisoviet mungkin skrg sudah sprti cina india yg dulu sm2 blajar membuat roket.

  7. Wow kayaknya indonesia ketinggalan jaman nih jaman roket atau jaman modern

 Leave a Reply