Sep 022013
 
Ujicoba Roket RX1210 di Balai Produksi dan Pengujian Roket Pameungpeuk, Garut, Kamis (29/8).(photo:kenyot10/kaskus.co.id)

Ujicoba Roket RX1210 di Pameungpeuk, Garut – Jawa Barat, 29/8/2013.(photo:kenyot10/kaskus.co.id)

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) sedang menyiapkan pengembangan peralatan produksi Propelan, sebagai bahan baku roket. Lapan menargetkan pada  tahun 2015  telah mampu mengembangkan fasilitas produksi dan uji teknologi roket, di antaranya peralatan produksi Propelan berdiameter besar, autoclve, filament winding dan laboraturium combustion.

Deputi Bidang Teknologi Dirgantara Lapan Soewarto Hardhienata mengakui ada hambatan dalam produksi Propelan dalam negeri yakni metode penguasaan teknologi produksi. Untuk memproduksi Propelan diperlukan penguasaan metode pembuatan berstandar tinggi baik kualitas maupun sistem pengamanan. Dan untuk kemampuan itu membutuhkan investasi yang cukup tinggi.

“Ada penawaran kerja sama dari Korea untuk membantu alih teknologi pembuatan peralatan produksi Propelan,” kata Soewarto.

Dia merinci penawaran tersebut berupa formulasi Propelan, sistem insulasi thermal, desain konfigurasi Propelan dan sistem propulsi, dasar engineering fasilitas gedung laboraturium, serta pemberian pengetahuan SOP. Diharapkan dengan adanya kerjasama ini, teknologi roket Indonesia diharapkan dapat meningkat.

Ujicoba Roket RX2020 di Balai Produksi dan Pengujian Roket Pameungpeuk, Garut, Kamis (29/8).(photo:kenyot10/kaskus.co.id)

Ujicoba Roket RX2020 di Balai Produksi dan Pengujian Roket Pameungpeuk, Garut, 29/8/2013.(photo:kenyot10/kaskus.co.id)

Petugas Lapan pasang stiker roket RX1210 di lapangan Balai Produksi dan Pengujian Roket Pameungpeuk, Garut  (29/8) (photo:kenyot10/kaskus.co.id)

Petugas Lapan pasang stiker roket RX1210 di lapangan Balai Produksi dan Pengujian Roket Pameungpeuk, Garut 29/8/2013 (photo:kenyot10/kaskus.co.id)

Soewarto menyebutkan sejak 2010 Lapan telah menghasilkan beberapa prototipe yang terus dikembangkan. Pada 2010, LAPAN membuat RX 1210, RX 3227, dan RX 420. Tahun berikutnya ada Rhan 122 A berdaya jangkau 15 km, RX 2020 dan RX 550. Pada tahun lalu RX 1220, sementara pada tahun ini dikembangkan Rhan 122 B berdaya jangkau 25 km, Rhan 200 untuk 35 km, RX 3240, RX 450, dan RX 550.

Pada 2014, LAPAN menargetkan pengembangan Rhan 320 untuk 70 km dan roket pertahanan 3 digit untuk daya jangkau 100 km dan 200 km. Pada 2015 hingga 2016 LAPAN menargetkan mampu melakukan uji terbang RX 550.(bisnis.com).

  41 Responses to “Lapan: From Korea with Love”

  1. Korea Mana nih ..?? selatan atau utara ..? atau keduanya.. ?

  2. Jet tempur..status ga jelas… KS kecebong status juga gajelas juga TOT nya..?? Udah berapa x kita d kibulin korsel nih…,masa ga kapok kapok juga c…

  3. KOrea lagi..Korea lagi,,kalu selatan kan dah 2x berulah pada KS & KFX/IFX.. jangan sampai diakali lg,,mau bantu berbagi teknologi tapi ntar ujung – ujungnya mereka minta jatah bahan baku propelan dr kita dengan jml yang gak masuk akal..hati2 laa..mana ada “makan siang” gratis..kalu Korea nya Selatan kan sekutu amrik..apa iya mereka ikhlas RI menguasai Tekn Roket..kalu koreanya dr Utara sii bagus kita support..cm apa petinggi RI berani…

  4. kl begini br gw demen.. hasil riset dalam negri dikembangin, kl msh ada yg kurang pas bisa nyari bantuan luar buat perbaiki. lagian tu roket kl jd tar bisa jadi rudal apa aja, asal sanggup n mau riset guidance-nya.

    tp ini ini rasanya lebih condong ke Korea lg sales mesin produksi propelen dari pada bantuin pengembangan..

  5. Lebih baek jangan terperdaya dengan “angin sorga” dari korea itu.
    Jangan buru-buru percaya. !!!

    Untuk segala teknologi yang sedang kita kembangkan, ada baiknya jangan hanya berasal dari satu sumber, dengan menutup keran sumber-sumber yang lain. Belajar dari pengalaman kita sekarang, lebih baik dipelajari dari berbagai sumber.

    PT DI —> dalam proses panjang yang berliku-liku
    PT PAL —> juga tak kalah panjang dan tak kalah berliku-liku
    LAPAN —> akan kita lihat apakah terjerumus ke dalam lumpur yang sama.

    Petinggi-petinggi LAPAN jangan terpedaya oleh agen-agen proyek……
    Jangan hanya gara2 beberapa M, menjadi seperti kerbau yang dicucuk hidungnya….

  6. Kalau soal ks changbogo kayaknya tidak ada masalah. Korsel sudah operasikan 12 ks changbogo. Untuk tahap awal learning by seeing. Masih wajarlah. Kalaupun ikut terjun langsung bikin ks, belum tentu juga kita bisa. Nah utk pembuatan ks kedua yg diharapkan kita terjun langsung, ya kayaknya perlu sowan ke ibu angela merkel. Kita harus hargai karya intelektual negara lain. Presiden kita perlu duduk dan makan siang dulu dengan ibu angela merkel. Toh hubungan kita dengan jerman bagus

  7. jika itu kualitas kendaraan roda 4 dan hp smartphone negeri ginseng ini tidk diragukan.Tapi jika kualitas alat tempur perlu dicerna lebih baik,Ini si korsel belagu nya aja sok hebat dalam militer. terbukti TOT lontong kampung gak jelas, kerja sama KFX/IFX diragukan. Apalagi kualitas roket, mendingan kerja sama dgn Iran yg udh bisa ngembang kan Roket2 canggih radius ribuan kilo,ini roket puluhan km paling tinggi ya boleh lah 200km keatas. Andai roket kita mampu smpe diatas 600km efek menakutkan untuk negara tetangga itu jadi lebih menyeramkan lebih berotot. Kalau sama korsel,bagusnya operasi plastik, nyanyi k-pop atau film korea yg mewek2. Yang jelas kemampuan mereka dlm pengembangan roket dan alutsista sejenis masih jauh dibawah Iran.jadi tidak ada alasan kuat untuk kerja sama pengembangan roket dgn korsel.

    • Mudah2an Iran tidak merasa ditusuk dari belakang oleh RI gara2 dukungan terhadap Resolusi DK PBB no 1747/2007.

      “Sikap kita tidak berubah. Kita mendukung solusi damai. Memang Resolusi 1747 mengandung unsur sanksi namun itu bersifat persuasif dan mudah-mudahan apresiasi itu juga yang ada di pihak Iran,” katanya.
      Saat ditanya mengenai kemungkinan dilakukannya pertemuan antara kedua negara untuk membahas hal itu, Hassan Wirajuda mengatakan hingga kini belum ada rencana untuk mengadakan pertemuan semacam itu (gatra.com).

      Pada kesempatan sebelumnya, sejumlah anggota DPR RI, khususnya di Komisi I yang membidangi politik luar negeri mengibaratkan sikap delegasi RI seperti menjilat ludahnya sendiri, yang terwujud pada berubah 180 derajatnya sikap mereka terhadap resolusi yang berisi pemberian sanksi (tambahan) kepada Iran, terkait pengembangan nuklir.
      Mereka sama-sama juga mempertanyakan mengapa delegasi RI bukannya mempertahankan sikap semula yang menolak, tetapi justru pada saat voting, memberikan dukungan atas keluarnya resolusi untuk menjatuhkan sanksi tambahan kepada Iran.

      Tanggapan Iran bisa dibaca sebagai ditujukan kepada negara2 pendukung Resolusi tsb (incl. RI):
      Pressure and intimidation would not change Iranian policy. If certain countries had pinned their hopes that repeated resolutions would “dent the resolve of the great Iranian nation”, they should have no doubt that they had “once again faced catastrophic intelligence and analytical failure vis-à-vis the Iranian people’s Islamic revolution”. Even the harshest political and economic sanctions were too weak to coerce the Iranian nation to retreat from their legal and legitimate demands.

    • setuju om, rudal jelajah supersonik terakhir Iran memiliki kemampuan hingga 2000 km..
      Bayngkan jika indonesia memiliki kemampuan seperti itu,…..

  8. korsel memang sudah mampu membuat rudal dengan jangkauan 300 km tapi itu dari jenis rudal jelajah jadi menurut pendapat ane nggak terlalu ‘nyambung’ dengan roket balistik yang dikembangkan LAPAN. Satu hal lagi, pastinya rudal itu bagus hanya di atas kertas karena belum battle proven

  9. Indo dukung resolusi thp iran….karena papua mau dipertegas tni…tentara di pulau cocos…hanya tempat pasukan saja bukan kapal tempur…klo ks tni nembak ks negara di laut nkri….asu jgn koar2

  10. pesan saya , hati2 untuk kerjasama dgn negara lain klo masalah roket/rudal. Kemampuan indonesia membuat roket (lapan) dgn target th 2014 dgn jarak jangkau 75 km, 100 km dan 200 km pasti negara2 di kawasan asteng dan asu pasti panas dingin.

    Siapa tau ada operasi inteljen untuk menggagalkannya program roket jarak 3 digit tsb.

    Litbang dlm negeri jg terus serius mematangkan program roket/roket kendali/rudal seperti Pertengahan Th. 2013 : Kemhan, PT. DI , LAPAN, PT. Pindad, PT. PAL , BPPT dan para Pejabat terkait, bekerjasama PT. Infoglobal Teknologi Semesta membahas pembuatan Missile Guidance bertujuan untuk pengendalian RHAN dan pengendalian ground to ground. Keunggulan dari aplikasi tersebuat antara lain : aplikasi mempunyai peta Indonesia beserta contour, dapat menghitung kemampuan daya dorong Missile untuk mencapai target dan membuat simulasi perjalanan Missile

    • Kalau maksudnya sistem navigasi mirip Tercom (Terrain contour matching) seperti yang digunakan Tomahawk, lebih penting adalah data kontur jiran dan Oz yang harus masuk dalam memori si rudal, karena kontur kedua negara itu yang akan dibaca rudal (dan dibandingkan dengan memori) selama terbang menuju sasaran.

      Mantap kalau penguasaan teknologinya sudah mencapai tahap ini…

  11. Sama korea lagi???, gak kapok tuh di bohongin mulu, doyan banget sih pejabat kita sama produk KW, gak abis fikir gw, mulai kfx/ifx, cangbloon, masih mau nambah lagi? Koplo

  12. Mending diMatengin dulu sama PT. infoglobal, sama korea mah jangan lagi, tapi apa ya pejabat2 itu denger suara kita2, kayanya tetep seneng dengan kesandung bolak balik asal dapat fee, ra urus

  13. Lahh temen temen ini yang diamaksut kan kerjasama pengembangan Propelantnya
    Karena kita belum mempunyai pabrik propelant dan kita masih pengembangan dengan propelant yang diteliti dan diproduksi terbatas oleh LAPAN.
    Kita belum fix betul komposisi propelant untuk kebutuhan Rhan dan RX kita dan masih perlu pengembangan.

    Makanya disebutkan kita memerlukan INVESTASI agar bisa mendapatkan komposisi jitu dan BISA memproduksi masal misal melalui PT Dahana..atau membeli teknologi propelant dinegara negara pecahan soviet.dll
    Dana untuk investasi dibutuhkan agar kita bisa mandiri memproduksi propelantnya agar bila nanti produksi R han dan RX secara masal tersedia selalu propelantnya.
    Selain itu rudal rudal kita yang sudah expired dan afkir macam seacat,strelaa,exocet ,harpont dll bisa kita refurbish dan aktifkan lagi bila kita menguasai dan mempunyai pabrik propelant.

    Nggak lucu kita bisa bikin roket tapi propelantnya gak bisa bikin dan harus import terus,,bila diembarho susah kan macet tu Rhan dan RX.
    mungkin maksut artikel diatas gitu broooo

    • Sebenarnya Indonesia sudah punya alternatif Komposisis propelan , sudah uji coba, bahan bakunya asli dalam negeri, teknologi dikuasai oleh SDM dalam negeri, kurang apalagi?
      yaa kurang Investasi hehehehe

      Komposisi Propelant tergantung bahan dan banyak faktor
      Bisa dari bahan Proses pemurnian aspal alam bisa yang menghasilkan “Bitumen”
      Bitumen kemudian di campur dg beberapa zat kimia yang lain dan dari proses tersebut menghasilkan “Propelant Padat”.
      Propelant Padat dapat dimanfaatkan untuk pendorong roket atau rudal dg nama “Booster” dan apabila dikehendaki terbang lebih jauh maka pada roket atau rudal tersebut harus ditambah bahan bakarnya yang disebut “Sustainer”.

      Pada prinsipnya propelant ada yang memakai istilah Single Base ada juga yang Double Base, dan untuk menghasilkan daya dorong yang maksimum
      ada yang berprinsip pada burning time atau waktu bakarnya di tentukan oleh bentuk propelan itu sendiri, baik bentuk Cigarette burning seperti terbakarnya batang rokok ada juga yang Hollow Burning, dimana terdapat lubang di tengah propelant.

      Dalam hal ini sesuai hasil empiris dari aspek penelitian propelant tersebut dapat disimpulkan bahwa aspal alam yang dimurnikan dapat dmanfaatkan sebagai bahan baku propelan.
      Bahkan secara tidak sengaja, propelant yg dibakar dapat terus menyala walau dibenamkan di dalam air.
      Sehingga menimbulkan ide dari seorang anggota Kopaska bagaimana kalau propelant tersebut dapat dimanfaatkan untuk pekerjaan demolisi di dalam air
      maaf kalau salah

      • Sip Bung. Sejauh ini baru Bung yg komentarnya bagus & informatif+relevan dgn artikel di atas. Gak ada kesan menghakimi.

        Btw, bukannya LPD kita contoh sukses ToT dgn Korsel?
        Dan apa bener LPD PT PAL menang tender di Filipina?

      • Sedikit menguraikan maksud Mas Satrio dalam “bahan bakar yg disebut sustainer” di atas. “Sustainer” terdiri dari komponen: bahan bakar, turbo-jet/fans, air intake, dan sayap. Untuk bisa terbang lebih jauh secara ekonomis, roket memang perlu ditambahkan “sustainer” (penambah durasi terbang).

        Skenario paling mudah adalah, pertama roket diluncurkan dengan booster hingga speed beberapa Mach (kecepatan suara). Setelah fuel booster habis, dan speed roket turun dibawah 0,9 Mach (sekitar 900km/jam tergantung altitude), motor booster kemudian dimatikan dan dilepas, sayap direntangkan, saluran air intake dijulurkan keluar body, dan mesin turbojet dinyalakan. Dikatakan ekonomis/efisien karena untuk menghantarkan roket selama terabang jelajah ini menggunakan 3 unsur: fuel (costly) + gaya aero sayap (gratis) + oksigen dari luar (gratis). (Pada fase ini, roket dikatakan terbang jelajah (cruise), karena sikapnya “mendatar” & gaya beratnya dipertahankan oleh gaya aero dari sayap dan sirip ekor kecil.)

      • Brarti bs dibuat torpedo-roket berkecepatan tinggi ala Rusia dong??

    • IMHO
      memang benar artikel bung S…untuk produksi masal bs lewat PT dahana dan utk TOT guidance hanya salah satu negara pecahan soviet yg mau memberikannya. China dan korea hanya omong saja…
      secara teknologi roket kita masih mampu, hanya materialnya kita masih import ke negara tersebut

  14. Sebaiknya langsung buat rudal nuklir saja…mungkin sekitar 1-2 juta rudal nuklir sudah bisa menggentarkan setiap makhluk di muka bumi ini, tidak apa2 menghabiskan seluruh kekayaan Indonesia untuk membangun kekuatan rudal nuklir, agar negara Indonesia tercinta ini menjadi negara terkuat di dunia dan luar angkasa. Hidup indonesia !!!

  15. Ya, kolea ini cuman ganggu2 indonesia supaya tellambat menguasai teknologi. talik ulul talik ulul supaya indonesia belhalap besal,

    padahal kita mampu, cuman kulang yakin sama dili sendili…

  16. udah ga usah blajar sama korea. yakinlah dengan kemampuan diri sendiri, – LAPAN.
    jangan mau dikacangin mulu, korea itu ga memberi bukti hanya janji doang…,
    coba blajar tentang:
    – Pemberian Hibah LVT7 A ada katanya ada tambahan dari 10 biji yang dihibahkan tapi mana buktinya? bekas lagi…
    – Hibah F 5 tiger, sbagai hadiah atas RI beli T50i golden Eagle, tapi buktinya TNI AU nolak Hibah F5 Tiger itu, karena spesifikasinya beda n jadul dengan F 5 punya RI yang sudah beberapa kali di Upgrade.
    – Pengembangan KFX/IFX ga jelas juntrungan nya, alasannya ditunda karna mau ngejar tekno setara dengan F 35.
    – Pembelian n Kerjasama Pembuatan kapal selam dengan embel-embel ToT, Indonesia dikacangin lagi, dengan alasan Korsel punya seabreg target pembuatan, sehingga ditakutkan RI menggangu proses produksi kapal selamnya. RI hanya boleh lihat2 doang ga boleh ikut buat …
    – Ni yang baru nongol lagi, Kerjasama pembuatan propelan

    Ni Petinggi Indonesia cobalah berfikir ulang, jgan tergiur dengan janji2 PALSU, yang jelas Korsel itu dekat dengan negara mana coba?, Ente kan udah punya pengalaman yang pahit bergaul dengan mereka itu. sekarang cobalah mandiri. mana ada sih mereka itu rela RI maju dengan kemandiriannya ?

    YAKIN INDONESIA BISA !!!!

    think about that !!!

    • Bro, dalam bahasa Inggris rocket scientist udah sinonim dengan pinter, ‘it doesn’t take a rocket scientist to understand something’ -gak perlu pandai untuk memahami hal tertentu.

      Nah, Lapan ‘kan kumpulan rocket scientists RI, sebaiknya kita percayakan dan support aja keputusan mereka, pasti itu yang terbaik untuk kemajuan peroketan nasional…

      (Lagian segala ‘kekisruhan’ CBG sebenarnya lebih merupakan disinformasi…)

      • Saya Masih ingat moto bpk teknologi, Indonesia, Habibie, lompatan teknologi, artinya lompatan jauh kedepan, mengejar kemampuan teknologi, yang kita ngebayangin aja belum tentu bisa, tapi kita harus memulai dan berusaha dan belajar keras. dari sekarang, misal kita kls 1 SD dalam peroketan tapi kita hrs bisa belajar lalu membuat paling tidak sama dengan kelas 10. Klu hanya untuk mencapai kelas 2 dan kls 3 ngg usah belajar tinggal tidur juga ntar naik kelas.

        Begitu juga teknologi propelan, klu hanya belajar dari korsel, mending tinngal tidur aja, ntar juga kita nyamain,

        Kalau mengenai orang lapan dan mereka yg selama ini terlibat, bukan berarti mereka lebih hebat, terutama dalam hal philosofi, mereka lebih mengerti teknis dari kita, karena itu kerjaan mereka puluhan tahun, ya itulah hidup mereka,

        Tapi pekerja yg langsung terlibat, mereka biasanya enggan mengambil resiko, alias mau mudahnya aja, atau takut gagal.
        Oleh sebab itu pihak luar atau rakyat terutama wakil rakyat harus mempecut mereka.

        Masak dalam hal roket/propelan kita kerja sama dengan negara yg sama-sama masih belajar.

        Sedangkan tetangga Kita sudah belajar rudal antar benua dgn Rusia.

      • Belajar ada banyak cara, salah satunya kepada asisten dosen, status masih sama2 belajar, hanya lebih senior beberapa tahun. Belajarnya Lapan ke Korea mungkin seperti ini.

        Target jangka pendek Lapan al. ; mampu mengembangkan fasilitas produksi propelan berdiameter besar (saat ini masih berkutat di diameter 550mm, target uji terbang 2015/2016), awal tahun ini Korsel sukses meluncurkan roket berbahan bakar padat diameter 3,000mm (Naro-1).
        Target 2014, daya jangkau max R-Han 200 km. Korsel telah diijinkan AS untuk membuat rudal balistik 800 km, hululedak 500kg (2012), cukup untuk menjangkau semua titik di Korut, tapi belum cukup untuk mengancam Cina dan Jepang (masalah sensitif). Teknologi harusnya sudah siap, hanya terganjal ijin, sementara jangkauan rudal jelajah Hyunmoo-3 1,500 km.

  17. Benarkah demikian ????
    lalu dengan siapa ????

    Dalam kurun waktu kurang dari 10 tahun kita udah menguasai Kapal perang tonase besar LPD, sebentar lagi kapal selam dan teknologi Roket serta Pesawat Tempur, SUPER Hi-Tech yang dapat kita kuasai “Dalam Waktu Sesingkat-Singkatnya” dan biaya “Super Murah” semuanya dari tangan manis KORSEL

    Belum lagi faktor EKONOMI, Raksasa Elektronik HiTech KORSEL berbondong-bondong mendirikan pabrik di Indonesia. Negara lain malah mendirikan perusahaan sampah yang mengotori
    tanah Indonesia (Kimia, Tambang, dll)

    Contohnya, Bl*ckb*rry malah mendirikan pabrik di Malingsia, padahal kitalah pemakai terbesar didunia, syukuuur akhirnya mampus !!!

    sebaiknya anda 2x semua keluar dari Zona Aman di Newbie, masak udah lama “kuliah” di Warjag ngak lulus lulus…..

    • Coba google ‘HDW DSME legal issues legal disputes’ gak ketemu apa2, artinya gak ada masalah hukum antara kedua perusahaan tsb, everything’s OK…

      Gak mungkin DSME nekad mempertaruhkan reputasi dunianya dan nyolong intellectual property orang lain…

    • Itulah bedanya sampean, hanya menelan mentah-mentah…….

      Warjag hanya menyediakan topik dari info yang ada, sedang para komentator (tentunya yang bagus) misal cak dan, cak sat, cak wh, dan lainnya, mencoba me MATANG kan info yang ada…..

      Semua hal itu dimulai dari MIMPI dan pemerintah berusaha mewujudkannya dengan BIAYA serendah-rendahnya dan sesingkat-singkatnya.

      Alhamdulillah, KORSEL dengan tangan terbuka menyambutnya, ditambah INVESTASI BISNIS Hi-Tech dan BELI PESAWAT PT.DI padahal negara lain macam AS, Rusia, China Mbuuuleeet Ria ToT nya

    • Ada teka teki: pintu surga dan neraka dijaga bergantian oleh 2 malaikat kembar identik, gak bisa dibedakan wajahnya. Bedanya yang satu kalau ditanya selalu menjawab jujur yang satu lagi selalu memberi info yang salah / kebalikannya (pertanyaan: bagaimana cara memastikan agar dapat info yang benar tentang pintu surga?)

      Info seputar KS RI yang penuh misteri agak mirip situasinya…

  18. korea lg..sebenarnya korea ini obyek penderita aja strategi tni untuk menyesatkan info keluar, kasus cbg katanya ahli dr kita cuma nonton aja…berita tersebar ke blog etc sampe2 korea membantah kenyataannya gak gitu brayyy….sumpeh, ternyata tni borong kilo sama burger kill * typhoon*, roket juga ma korea…sumpah asli brayyy…..gw kasih tot, said korea….eh tni beli icbm……liat saja

  19. kalo kerjasama dengan korut mgkin bisa di percya.
    Sedangkan korut pernah menawarkan krjasam joint production untk ks mini,,tp indonesia blm menanggapi..
    Kenapa justru di pemerintahan sekarang bnyak negara dari empu”nya yg nawarkan kerja sama misal, ks dr jerman/turki,mlah ambil dr korsel
    roket. Iran pernah nawarin tp skrg ke korsel
    pespur jg ke korsel
    apa pemerintah masih demam K-Pop gun’gnam style…
    Kog ora bosen tho..

    Mohon penjelasanya dari bapak Diego..
    Atau agan yg lebih mengerti..
    Ohon pencerahanya…

    Salam 1jiwa NkrI

  20. wabah demam korea begitu hebatnya merasuki orang indonesia

  21. Saya akan mencoba menjawabnya mas and akang diatas….

    Kalau kita beli mobil dengan uang PAS-PAS an, selain kita minta yang serba hebat, kita juga memikirkan ketersediaan suku cadangnya, purna jualnya, nyervisnya mudah ndak dan tak lupa dengan efek yang TIDAK KETARA, misalnya keuangan kita nanti mencukupi ndak, Pajaknya gimana, nanti tetangga gimana ? nanti adik dan kakak gimana ya?

    itu hanya beli MOBIL keluarga….
    sekarang Konteks nya NEGARA yang SEGEDE INDONESIA….namun uangnya juga pas-pasan

    kenapa khok KOREA SELATAN ???
    Kita beli Persenjataan yang sangat mahal, juga harus membawa faktor POSITIF yang lainnya bagi negara tercinta kita…., bukan malah membawa Indonesia kejurang kehancuran yang lain

    ToT, saya bisa bilang hanya Korsel dan Jerman-lah yang mudah ToT dan tanpa syarat aneh-aneh, Cepat dan SANGAT MURAH, bandingkan sama AS, China, Rusia

    Hi-Tech, ngak ada yang meragukan kepiawaian Technologi Korea Sel, memang masalah Antariksa dan Pesawat tempur Korsel masih baru, namun LIHATLAH kecepatan penguasaan teknologi Korsel yang sangat luar biasa, Indonesia WAJIB menjadi asisten mereka, LPD, Fregat, T-50, Roket, MBT, SAM, SSM, ICBM,Handphone,Tablet, Vehicle, Chips, Dst….

    POLITIK, kalau kita mengekor pada mereka pasti sangat aman dimata SEMUA PIHAK (AS, Rusia, China), sehingga Faham politik bebas aktif kita masih berjalan

    EKONOMI, Investasi mereka di Indonesia cukup besar, hampir semua pabrik Hi-Tech berinvestasi disini, bandingkan dengan AS, China, Rusia, yang investasi hanya perusahaan sampah yang mengotori dan mengerogoti alam Indonesia.

    TKI, yang membanggakan adalah TKI disana masih dihargai, dan kebanyakan FORMAL, bandingkan di Malaysia dan Arab, sedangkan Rusia, China, AS maukah mereka MENAMPUNG TKI ????

    yang lainnya silahkan menambahi……………

    COBALAH BERFIKIRAN SELUAS LUASNYA, JANGAN BERFIKIRAN NEGATIF DULU, JANGAN BERSIFAT “PENGECUT” SEPERTI ANGGOTA DPR YANG SANGAT TIDAK SAYA HORMATI

    • sebegitu ringkasnya Pak de Melektech menjelaskan,,
      untuk para murid” di jKgR..
      Beri tepuk tangan yg meriah buat pak de Melektech..

      Makasih pak de..Meelektech.

    • Sip Bung!

      Saya sempat heran knapa bnyk komentator2 yg memaki berlebihan kerjasama dgn Korsel tp kmudian gk heran lg krn sebetulnya ini hnya soal kurangnya pengetahuan+pemahaman+wawasan (fenomena umum Indonesia: suka asal komentar & gemar bergunjing). Saya yakin kawan2 sebangsa yg brsinggungan langsung dgn dunia penelitian, industri militer, & kajian hubungan internasional+pertahanan gk bakal memaki bahkan malah mensyukuri kerjasama dgn Korsel. Ada kisah sukses LPD, lalu 2 kapal selem kita yg blum ada komplain dr TNI-AL stelah di-‘gres’-kan di sana. Korsel jg menaruh kepercayaan penuh trhadap produk PT DI, yg kalo gk salah gk cuma jd coast guard tp ada yg dijadikan pesawat kpresidenan (mohon koreksi kalo salah). Korsel slain invest hitech di tmpat kita, konon jg ‘welcome’ ngajari gimana ngembangin industri kreatif. Dan pernahkah Korsel ikut campur urusan dalam negri kita? Bahkan mereka pun tetap menghormati Indonesia bersahabat dgn Korut.

      Btw, katanya Tarantula udah mau jd ya? PT Pindad katanya juga dpt bagian, bener gak? Trus gimana soal howitzer dari sono?

    • Setuju sekali Bung!
      Sangatlah logis kalau kita belajar dari Korea. Secara kita tidak pernah punya konflik apapun dengan negara ini. Selain itu investasi Korea sangatlah besar di Indonesia. Tidaklah aneh kalau Korea juga ingin menanamkan pengaruh kuat di Indonesia dengan cara melakukan TOT, investasi, juga membangun bisnis dan mengembangkan pasar di Indonesia.

      Mereka ingin menyaingi China dan Jepang di negeri tercinta ini. Jepang dan China hampir tidak pernah memberikan teknologi apapun kepada Indonesia. Lihat saja semua kendaraan Jepang yang ada disini, apakah ada alih teknologi? Kita hanya jadi pasar dan kuli perusahaan Jepang.

      Korea, disisi lain memberi kita banyak teknologi. Bukan tidak mungkin dimasa mendatang kita akan mengalahkan mereka dalam teknologi. Seperti PT. PAL menang tender di Filipina mengalahkan perusahaan Korea. Tinggal kecerdasan kita untuk menarik manfaat sebesar-besarnya. Korea tentu punya kepentingan dan ingin mendapat keuntungan dari ini. Entah kepentingan jangka pendek seperti jualan mesin, jualan bahan baku atau kepentingan lain yang lebih besar.

      Secara pribadi saya beberapa kali berinteraksi dengan para ilmuwan dan pejabat Lapan, saya bisa pastikan kesan pertama yang saya peroleh adalah bahwa mereka sekumpulan orang-orang cerdas di negri ini. Rasanya, mengatakan bahwa kita akan dibodohi orang Korea adalah seperti merendahkan kecerdasan orang-orang ini. Dengan kata lain, ilmuwan-ilmuwan dan pejabat-pejabat kita jauh lebih cerdas dari itu.

  22. lanjutkan…..!!!!

 Leave a Reply