Oct 122016
 
Ariane 5 rocket. CNES

Ariane 5 rocket. CNES

LAPAN melakukan penjajakan kerja sama Indonesia-Perancis, sebagai tindak lanjut hasil pemaparan hari pertama workshop Indonesia-Perancis bidang teknologi antariksa. Kegiatan ini merupakan upaya identifikasi kebutuhan kerja sama kedua pihak, berdasarkan bidang-bidang kerja sama yang telah dipaparkan sebelumnya, sekaligus untuk mengidentifikasi mitra kerja sama yang cocok.

Dalam pertemuan ini Lapan dipimpin oleh Deputi Bidang Teknologi Penerbangan dan Antariksa, Dr. Rika Andiarti, yang juga dihadiri jajaran pejabat LAPAN, Kementerian Luar Negeri, dan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi.

Pertemuan dua pihak diawali dengan membandingkan kerangka kerja sama. LAPAN menyampaikan tabel kebutuhan kerja sama masing-masing satuan kerja (satker) yang ada di LAPAN. Sedangkan Perancis memaparkan kebutuhan berdasarkan sudut pandang tematis bidang kerja sama.

indonesia-france-joint-development-programme

Usai menyampaikan kebutuhan masing-masing, dilakukan perincian garis besar kebutuhan dari kedua konsep, baik dari LAPAN maupun Centre National d’Etudes Spatiales (CNES), untuk melakukan identifikasi mitra-mitra yang akan terlibat dalam rencana kerja sama.

Kepala Bagian Kerja Sama LAPAN, Leo Rijadi, mengatakan garis besar pertemuan dikelompokkan ke dalam dua kegiatan, yakni capacity building dan bantuan teknis, juga tenaga profesional pengoperasian alat maupun sistem. Untuk peningkatan kapasitas sumber daya manusia, LAPAN akan memperoleh dukungan dari pihak Perancis seperti IAS, ISAE-SUPAERO, CNES, dan universitas. Kemudian untuk mendukung kegiatan teknis operasional LAPAN didukung oleh TAS dan Airbus.

Tahap selanjutnya akan dilakukan komunikasi yang lebih erat antar mitra yang telah teridentifikasi, untuk merumuskan kegiatan kerja sama. LAPAN segera menyusun dokumen Perjanjian Kerja Sama, termasuk hal-hal mengenai mobilitas personil, penjadwalan, identifikasi milestone, dan sumber pendanaan.

cnes-france

Menariknya, di dalam rancangan kerja sama kedua negara ini, ada perbedaan skala teknologi antara LAPAN dan CNES. Perbedaan tersebut antara lain : LAPAN ingin mengembangkan mikro dan small satellite, sementara CNES berpengalaman di satelit besar, LAPAN ingin mendalami UAV, sedangkan Airbus telah mengoperasikan pesawat penumpang komersil. LAPAN ingin meningkatkan penguasaan sounding roket, sedangkan roket CNES sudah sangat jauh daya jangkaunya.

Untuk pelaksanaan kegiatan bidang pendidikan atau edukasi bergelar, personil LAPAN wajib mengikuti seleksi atau kompetisi proposal, sama dengan peserta lain. Artinya, kegiatan tersebut tetap berjalan tanpa adanya payung atau kerangka kerja sama.

Penjajakan kali ini merupakan pengalaman baru bagi LAPAN untuk menyatukan persepsi kedua pihak, agar ditemukan sinergitas kerja sama yang baik yang saling menguntungkan.

Sumber : LAPAN

https://web.facebook.com/JakartaGreater

  28 Responses to “Lapan Jakaki Kerjasama dengan CNES Prancis”

  1. belajar bikin roket besar…. setidaknya untuk mengangkut satelit sebelum mengangkut muatan lain…

    • Kalo pemerintah memang ada niat serius dan konsisten tentunya hari ini Indonesia sudah berhasil mencapai itu dengan lokasi peluncuran di Pulau Biak ataupun Pulau Morotai, karena masalah persatelitan sudah ditekuni sejak PTDI masih IPTN. Bahkan ujicoba roket sudah dimulai sejak jaman Bung Karno, pada jaman yang sama dengan India dan Cina memulainya.
      Sekarang kita lihat capaian teknologi antariksa Cina dan India sudah seperti apa. Sedangkan kita masih saja sibuk dengan kajian dan penjajakan kerjasama.
      Apakah kita kekurangan orang jenius? TIDAK.
      Persoalannya kembali lagi ke niat serius dan konsistensi Negara.

      • “Negeri ini tidak kekurangan orang pintar tapi kekurangan orang jujur”.. (Kasino Warkop)

      • @patih pragota

        Jangan di morotai bang, takutnya kalo pas lg apes roketnya jatuh di mindanao…tar bisa disandra sama abu sayaf

      • kita ribut politik saja. di lingkaran ini saja berputarnya

      • beginilah nasib negara jika lulusan perguruan tingginya terbanyak dari jurusan hukum dan politik. sedangkan yg dari jurusan tekniknya minatnya sedikit, sekalinya ada spt archandra di kabing hitamkan sbg antek. sayang sekalikan.

        dulu uda bikin roket kartika setelah itu mati suri.

      • bung patih, hambatan untuk kita bisa maju kira kira selain berasal dari dalam apakah juga ada hambatan/tekanan dari luar…saya ingat kasus mobnas kita hingga kasus texmaco betapa banyak pihak dari dalam maupun luar yang tidak ingin bangsa ini menjadi mandiri

        • Hambatan/tekanan luar/dalam tentunya ada bung aboed.
          Tapi lihatlah Korea Utara, tekanan dari banyak negara tidak kurang-kurangnya mereka dapatkan. Tapi semua itu justru makin membuat mereka terlecut untuk melawan tekanan.

    • Entah Kapan Lapan ini Berkembang sperti BUMN lain

  2. Serahkan pada orang2 jenius di negeri ini.

  3. kx kliatane ribet bgt acarane

  4. bagian awal dari terciptanya rudal antar benua..

  5. Moga bukan omdo..

  6. semoga dengan adanya kerjasama ini NKRI bisa membuat roket pengangkut satelite dan icbm.
    amiiiiiin

  7. semoga lancar jaya

  8. trus gmn kabar roket dan rudal lapan?..kok sepi pemberitaan??udah sejauh mana pencapainya??mangkrak ataukah sudh sukses??

  9. Kira-kira apa sih yg diingini pihak perancis dlm kerjasama ini? Dan apa saja yg bisa ditawarkan pihak LAPAN atau Indonesia? Setahu ane, dulu lembaga antariksa Rusia sangat berkeinginan membangun kerjasama dg pihak Indonesia untuk membangun fasilitas stasiun peluncuran roket besar atau semacam bandara untuk penerbangan pesawat besar yg menggendong wahana antariksa, di Biak Irian jaya, entah sekarang rencana tersebut kesampaian atau tidak.

    Di eropa barat perancis populer dg roket Ariane yg mampu mengirimkan satelit ke ruang angkasa, dg pangkalan di Guyana Perancis, yg terletak di samudra atlantik, namun untuk teknologi rudal balistik sepertinya Perancis cukup mendapat jatah dari Paman Sam, karena kedua negara msh dlm satu gang, NATO. Sementara teknologi satelit mikro, Jerman lah ahlinya..

  10. ayo semangat LApan, fokus untuk pengembangan roket dan satelite, ingat lho roket dan satelite, jgn trlalu fokus sama yg lain, progam lapan utamanya adalah program antariksa nasional, yg kelak bisa meluncurkan satelit atau kendaraan berawak ke luar angkasa secara mandiri di masa depan

  11. Dalam hal antariksa dan penerbangan pada zaman Pak Harto (Indonesia – Prancis) sudah ada kerjasamanya.
    Hal tersebut dikarenakan kontak Satelit Palapa.
    Semoga saja yang sekarang tidak stagnan seperti zaman baheula…

  12. dari dulu sprtnya jalan ditempat ya..
    tdk ada perkembangan yg signifikan dan membanggakan sprt halnya Pindad dgn Anoa nya, PT.PAL dgn light fregat dan kapal selamnya…
    miris..

  13. Malon makin iri Wkwkwk

  14. Pemerintah harus lebih serius lagi mendanai Lapan, beri anggaran dua kali lipat dari saat ini, beri target penguasaan teknologi, fokus, dan berkelanjutan , saya yakin lima tahun kemudian akan ada hasilnya, ingat ini sangat amat strategis utk sipil dan terutama militer

    • Akan ada perbedaan jika di ambil daei sudut pandang berbeda.
      Contohnya seperti ini : Mengenai penerbangan pihak Indonesia memilih PT DI untuk bersentuhan langsung dengan bidang penerbangan tersebut.
      Mulai dari ToT hingga finishing.
      Lalu untuk roket atau pun rudal hal yang sama terjadi kembali.
      PT Pindad sebagai plat merah yang mewakili Imdonesia untuk ToT hingga finishing.
      Dalam dua bidang tersebut kita mungkin dapat menafsirkan bahwa LAPAN hanya menjadi backup untuk bidang yang saya sebutka tadi.
      Ada satu yang menarik tentang LAPAN, yaitu ketika ada salah satu ilmuannya mempublish mengenai unsur logam baja untuk kapal laut.
      Mungkin srcara teoritis sangatlah bersebrangan dengan arti LAPAN dan fungsinya yaitu dikhuauskan untuk antariksa dan penerbangan.
      Menurut pemikitan saya pribadi mung?in harus ada legalitas pasti untuk LAPAN dan SOP yang propesional untuk lembaga LAPAN maupun para pekerjanya.
      Dan untuk mengurangi efek tumpang tindih dengan BUMN ada baiknya LAPAN lebih berfokus untuk bidang antariksa dan angksa (pengidentifikasi obyek angksa)
      Untuk para pekerja ahli dapat di lebur menjadi pekerja BUMN kita.
      Saya pikir jika penydahanaan ini dapat mempercepat sistem alutisa militer Indonesia.

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)