Mar 232014
 
Delegasi Lapan saat mengunjungi CAST

Delegasi Lapan saat mengunjungi CAST

Delegasi Lapan yang dipimpin Deputi Bidang Teknologi Dirgantara, Prof. Dr. Ing. Soewarto Hardhienata, berkunjung ke China pada 11 hingga 15 Maret 2014. Kunjungan ini untuk menindaklanjuti kerja sama di bidang keantariksaan antara Pemerintah RI dan Pemerintah China.

Selama berada di China, delegasi Lapan mengunjungi berbagai institusi yang bergerak dalam kegiatan keantariksaan, yaitu China National Space Administration (CNSA), China Academy of Launch Vehicle Technology (CALT), China Academy of Space Technology (CAST) dan China Center for Resources Satellite Data and Application (CRESDA).

Pada kunjungan tersebut kedua negara merundingkan berbagai kemungkinan kerja sama di bidang keantariksaan. Perundingan menghasilkan kesepakatan kerja sama antara Indonesia (Lapan) dengan China (CNSA).

Roket Peluncur Satelit Chang'e I, China

Roket Peluncur Satelit Chang’e I, China

Kesepakatan tersebut mencakup antara lain kerja sama di bidangΒ pengoperasian kapal TT&C China di perairan Indonesia, roket sonda, peluncuran satelit, dan pemanfaatan data penginderaan jauh. Dalam perundingan tersebut juga disepakati pembentukan working group dan joint committee guna menindaklanjuti dan implementasi butir-butir kesepakatan kerja sama tersebut.

Kedua negara berharap agar kerja sama ini dapat terlaksana dengan baik dan menguntungkan kedua belah pihak.Β Saat di China, delegasi Lapan juga berkunjung ke kantor pusat Asia-Pacific Space Cooperation Organization (APSCO) di Beijing.

Sekretaris Jenderal APSCO, Mr. Celal Unver, ketika bertemu dengan delegasi Lapan berharap agar Indonesia, yang termasuk salah satu negara yang menandatangani berdirinya APSCO, segera menjadi anggota (member state) dengan melakukan ratifikasi. (Lapan.go.id/ Jalo).

  156 Responses to “Lapan Kunjungi Proyek Antariksa China”

  1. pertamaxx

  2. Bissmillah….
    Pertama πŸ˜€

  3. Berita ini membuat saya berpikir bahwa protes ZEE-9 dash line itu hanya lip service bagi tetangga atas rencana pembangunan pangkalan militerdi Natuna

    • Siiip..! Sepertinya anda telah menangkap signal itu bung..!

      • kepingan puzzle dari para narasumber mulai memperlihatkan big ficture-nya bung @yayan. kadang memang seperti kontradiktif, tapi mungkin memang begitu cara mainnya. beda koq sikap pemerintah juga sekarang terlihat lebih ‘tegas’ dan percaya diri dalam politik luar negeri walau baru di lingkup kawasan

        • hehe.. numpang coment. kmbali ke awal mula saya ikuti perkembangan alusista, dΓ n rilis2 resmi pemerintah&menhan ada yg ditutupi. jdi waktu saya bca coment2 yg mupeng yaah. hnya tersenyum saja..:D..wkwk.

        • Pagi om Nowy, om Yayan..nampaknya bos2 kita sedang mainkan kartu truf sm ko panda ya? mengingat no free lunch, smakin trasa ya aroma menu makan siangnya makin komplit aja melampaui hot dog dll

        • Kerana masa jabatannya akan berakhir bung, kita tunggu aja jin keluar dari kotak suara besok, mudah-mudahan bukan jin lebay yang nongol..

    • Ada yg suka Dong Feng, rencana ada pembuatan bersama. Kalau pembangunannya rencana di daerah timur… Biak, Maluku, dan Maluku Utara…

      • Kerjasama TT&C juga sudah jalan. Dan stasiun bersama dibangun di pare2…

      • waduh.. DF type berapa bung @Jalo? info mantap lagi nih, jika sudah jadi TNI akan bisa menerapkan strategi a2/ad ke arah Pasifik utara dan selatan πŸ˜‰

        • Nah, kemarin itu ada pembicaraan antara Tim Pustekroket dengan CNSA… Pembicaraannya salah satunya tentang DF… Nah pembicaraan juga soal sistem guidance, dan tim kita sudah lama belajar di Xian, China… Kalau tipe berapa belum ada bocoran bung Nowy…

          Target 2015, insyallah ada 4 pabrik yaitu propelant ukuran besa, Laboratorium pembakaran, dan 2-nya saya lupa kalau gak salah soal telemetri akan dibangun di tanah air… CMIIWW..

        • Kan untuk antariksa bung, kalau pertahanan tergantung pengembangannya nanti… Hihihihi, maaf cuman pendapat saya yg ngawur aja…

      • yang ini juga Dongfeng lho bung, DF-21 πŸ˜€ 1700km 10 Mach

        dan ada yang lebih gede lagi DF-41. kabar baiknya, DF-1 saja punya jarak 550km, jadi yang manapun akan meningkatkan kemampuan a2/ad hingga ZEE terluar

      • Bung Jalo, sepertinya china setengah hati dalam hal TOT dengan Indonesia. Kita lihat betapa alotnya TOT C-705. terkesan mengulur-ulur waktu memanfaatkan kita dalam kasus LCS. saya harap yang kerja sama dengan ukraina segera cepat terwujud sehingga akan menambah nilai tawar tersendiri..

        • Bung @IB, menurut mainstream media memang ToT sangat alot, tapi menurut ‘backdoor’ media yang muncul di JKGR, ternyata e’ ternyata team sudah 2 tahun ini berada di China. masalahnya tinggal sumber informasi mana yang akan kita ambil sbagai referensi πŸ™‚

          note: saya bukan kanpanye lho ya πŸ˜†

          • Tq bung now, agak adem juga hati ini. mudah-mudahan sudah berjalan dan cepet kelar.. DF nya?! DF-1 juda sah oke..

    • Bung Now, Bung Jalo dan para sesepuh lain, maaf mau nanya neh. Utk Asia Tenggara, apakah Kang China juga mengadakan kerjasama bidang antariksa (mungkin jg rudal) dgn negara lain selain Indonesia?

      Thanks sebelumnya nggeh…

      • jika tidak salah ingat, menurut rekan2 di sini ada juga dengan China, Russia dan Ukraina. mana yang jadi, atau siapa sejauh mana saya juga menanti pencerahannya πŸ™‚

        • Brasil, Chili, Perancis, Jerman, India, Mamarika, Rusia, Inggris, dll.. Itu untuk bidang antariksa, kalau rudal ada korea utara, Rusia dll

          • @bung now
            Klw sampai terealisasi nanti ntu ICBM di thun 2020 an….ane nitip pesen bung untuk jarak jangkauan , klw bisa harus nyampe mamarika sama mama ely …..
            Biar ngeri-ngeri sedap gtu…..

          • Terima kasih jawabannya bun Jalo.

            Bung wedus..apakah pertanyaan anda sudah terjawab?

            Hadeuh..knp gw jd kayak moderator gini

          • bung AI, menurut info dari bung Nara tadi target 2019 jarak bisa mencapai 15000.. 5 digit πŸ™‚ lewat kerjasama dengan negara lain

        • Bung now, maksud pertanyaan bung wedus itu apakah cina mengadakan kerjasama Roket atau rudal selain dengan indonesia (untuk asia tenggara)? Bukan nanya, selain dengan cina, indonesia mengadakan kerja sama dengan negara mana saja

          • Mungkin saya bisa bantu, kita kerjasama dengan China, Rusia, Ukraina dan lain2…

            Untuk Asia Tenggara perkembangan roket kita yang paling maju… Insyallah

          • kayaknya belum terjawab πŸ™‚

          • Pertanyaannya menjebak, hahahahaha…
            bercanda bung MJ…

          • Bung Jalo juga salah nangkep ni..maksud bung wedus itu..selain dengan indonesia, apakah cina ada kerjasama di bidang antariksa/ rudal/ roket dengan negar2 asia tenggara lainnya?

          • Hahahahahaha, kayaknya otak saya oot…

            Setahu saya ama Indonesia aja.

          • Ada, Pakistan………………

            Pakistan selalu merapat ke China
            Produknya selain JF-17, Tank -90 versi China, ATGM, SAM, dan juga Roket Balistik juga kerjasama dengan China.

            Kabarnya C-705 juga ditawarkan ke Malaysia teknologinya.

          • Terima kasih Bung @Sempak udah meluruskan dan menegaskan pertanyaan saya. Bung @Now jg akhirnya sdh memberi jawaban bhw utk Asia Tenggara, China hanya krjsm antariksa/rudal dgn Indonesia.
            Pertanyaan saya di atas akan menjawab asumsi saya bhw China tlh benar2 ingin membantu Alutsista Indonesia agar lbh GAHAR. Tentu saja niat Ko China itu didasari sbgai pagar agar Indonesia memihak (setdknya diam) trkait klaim Ko China (sengketa LCS). Dari krjsms antariksa/rudal China dgn Indonesia itu pula (tdk dgn negara lain di Asia Tenggara khususnya) membuktikan betapa strategisnya posisi geografis Indonesia, khususnya terkait sengketa LCS. Dan, NYATA pulalah kepentingan China & Amerika hingga ngebet MERANGKUL Indonesia.
            Dari sini Indonesia mulai memainkan bergainingnya (klo tdk dikatakan perselingkuhan rapi) dgn negara2 besar China, Rusia, Amerika, Barat (NATO) yg memiliki kepentingan besar di Asia Tenggara, khususnya.
            Membayangkan, Indonesia berjalan dirangkul China (dari kiri), Rusia (dari kanan) sementara kedua tangan Indonesia di belakang bergendengan MESRA juga dgn Amerika dan NATO. klo itu yg terjadi, negara2 tetangga tak akan lg berani macam2 dgn kita (klo ga mau dikatakan bukan lg lawan sebanding Indonesia).
            SUPER SEKALI …..

            maaf hanya opini awam saya.
            Berharap pencerahan para sesepuh.

            Ini forum,
            MENCERDASKAN SEKALI….

          • untuk pengembangan roket emang kita paling maju
            R-Han 122 saja angka km-nya sudah 34
            kata keluarga di baranahan, klo diparkir di Makoramil Baloi, Batam
            sudah bisa milih jatuhkan warheadnya di paya lebar,
            changi ato sembawang air base

        • Terimakasih bung Nara..

          Mau nanya nih bung, yang target 2019 itu, apakah produk murni Russia, China atau hasil kolaborasi antara Indonesia dengan salah satu negara tersebut?

        • Maaf, baru mudeng.. pertanyaannya saya tarik kembali bung Nara.

        • 15000 …
          Amin 3x. Memang jika dibandingkan dengan negara lain seperti Iran atau Pakistan, Indonesia bisa dianggap tertinggal dalam hal ini. menguasainya adalah kewajaran mengingat potensi dan nilai strategis Indonesia. Thanks again bung, nanti setelah terwujud pengambil kebijakan Australia di Canberra harus lebih hati-hati lagi dalam bertetangga dengan kita πŸ˜€

        • Sengaja dibuat tertinggal oleh pak To bung Now

          Kalau Roket Kartika diteruskan dulu pasti Indonesia Mak Nyos……

          Kalau Kerjasama, rata-rata dari Pecahan Uni-Soviet, macam Ukraina, Kazakhstan dst, karena rata-rata mereka mahir dalam hal peroketan dan Militer.

          Mereka butuh uang, dan sangat murah

          Kalau dari Barat yaitu Jerman, kita berhutang banyak dengan negeri satu ini, salah satunya Satelit Micro dan mesin Cetak

          • sepertinya begitu bung @Melektech, di masa Orba bantuan segala macam dengan syarat ekonomi dan ‘pelemahan’ strategis

        • Bung Kerjasama dg Rusia di Papua sdh lama kt dengar, katanya sih utk mengorbitkan satelit.
          15000 km? ehmmmm… jujur sy kurang percaya krn RHan aja jangkauannya br 12km. Tapi kalo menganalisa ucapan pak syafrie dan beberapa petinggi kemenhan mereka sangat optimis akan membuat roket 3 digit ditambah lagi akan segera dibangunnya pabrik propelan. Dari situ sy berkesimpulan jangkauan roket bukan msl besar bg ahli indonesia sepanjang sudah ditemukan ramuan propelan yg tepat. Herannya lagi meski sudah tuduh hoax dlm kasus rafale, Bung Nara bukannya berhenti malah menggelontori kita dengan timbunan berita lain yg lebih “hoax”. Meskipun terkesan sangat wah tp sy memberi ruang di otak sy utk percaya… IMHO

    • sama dgn pernyataan Pak Marty tentang ukraina, antara media dan undertable berbeda 180 derajat..hehe

      • Bung Donnie, mohon di share infonya. maaf saya belum tau sama sekali apa maksudnya berbeda 180 derajat. apakah ada program atau sesuatu yang tersembunyi??

    • @nowyoudont : sebentar bung now, saya yang masih telmi ini belum nangkep sampai kesana…maksudnya seperti apa??

      • Saya coba jelaskan pemahaman versi saya, tapi harus agak panjang dikit πŸ™‚

        kemarin ketika ada berita Natuna diklaim China saya agak heran, sebab reaksi pemerintah itu terkesan sangat telat. Klaim 9 dash line yang garis imajinernya mengancam ZEE utara Natuna itu sudah berlangsung puluhan taun, dan sudah semakin memanas bertahun -tahun ketika China mulai menggunakan kekuatan militer dalam mendukung klaim mereka dan mencantumkan peta klaim LCS dalam passport. lalu mengapa pemerintah RI baru mengeluarkan statemen sekarang ini? bahkan ketka terjadi gesekan antara kapal TNI dan pengawas perikanan China pemerintah kita tidak bereaksi.

        Jika kita memang bersebrangan dengan China dalam urusan LCS, maka tidak akan seperti sekarang ini yang banyak kerja sama militer dll, tapi harusnya seperti Pilipina atau Vietnam vs China. Panglima datang ke China sementara presiden Pilipina pernah ditolak kedatangannya. Tidak akan ada kerjasama ToT dengan Indonesia jika masing masing menganggap dua negara sedang berada dalam jalur yang akhirnya akan bertubrukan di masa depan.

        IMHO-Statement pemerintah mengenai pencaplokan ZEE Natuna oleh China, adalah alasan agar negara tetangga tidak gelisah oleh kebangkitan TNI. Yang dipertontokan adalah Indonesia akan menghadapi China (dan memang potensi ada), tapi pada kenyataannya hubungan Indonesia – CHina sendiri baik-baik saja malah semakin erat.

        cmiiw

        • ijin nimbrung bung now..

          gimana jika nantinya LCS itu bukan lagi menjadi perairan internasional, tapi menjadi kawasan strategis asean-china? sehingga nantinya menghadirkan semacam pakta pertahanan semacam NATO, dengan episentrum kekuatannya berada di china-indonesia+korsel.

          • Jika saja ASEAN bersatu daya tawarnya teRhadap China akan lebih besar, potensi tersebut ada. tapi faktanya ASEAN sendiri terpecah. ada yang ke blok China, ada yang ke blok barat dan ada yang netral. Tapi jangankan ASEAN, bahkan Uni Eropa sendiri terpecah ketika menghadapi China atau Russia karena konflik kepentingan negara-negara anggota.

            Jika ekonomi dan politik satu kata baru ada harapan aliansi, tapi kondisi seperti sekarang aliansi militer asean hanya angan2. Bahkan FPDA-pun tumpul karena yang heboh hanya Aus dan Sg πŸ˜€

        • Hmm… jadi insiden patroli dishub kita sama patroli maritim cina kemaren di LCS cuman sandiwara ya.???

          Hahahaa…. cerdas bener tuh sutradara nya…. siiipppp…. πŸ™‚

          Mana mbah bewok???

          • Kalaupun insiden itu bukan sandiwara, tapi tidak cukup besar untuk menghentikan kerjasama militer hingga tingkat ToT. IMHO- sudah ada saling pengertian atara 2 pemerintah mengenai isu LCS, dan pembangunan pangkalan militer di Natuna bahkan tidak mendapat kecaman apapun dari pihak China. Padahal nelayan Pilipina ditembak meriam air tidak boleh melaut masuk LCS dan James shoal dipasangi plat logam sebagai tanda batas wilayah kedaulatan China

            ini juga menjelaskan mengapa Indonesia tetap mengambil produk alutsista barat/US, agar tetap berimbang dan netral atas kedekatan dengan China saat ini, karena memang walau bagaimana China tetap harus diwaspadai

        • baru dong saya…makasih bung now, ada kredit plus tersendiri kepada ahli strategi dan diplomat ulung negara ini.. πŸ™‚

          • Terima kasih Bung @Sempak udah meluruskan dan menegaskan pertanyaan saya. Bung @Now jg akhirnya sdh memberi jawaban bhw utk Asia Tenggara, China hanya krjsm antariksa/rudal dgn Indonesia.
            Pertanyaan saya di atas akan menjawab asumsi saya bhw China tlh benar2 ingin membantu Alutsista Indonesia agar lbh GAHAR. Tentu saja niat Ko China itu didasari sbgai pagar agar Indonesia memihak (setdknya diam) trkait klaim Ko China (sengketa LCS). Dari krjsms antariksa/rudal China dgn Indonesia itu pula (tdk dgn negara lain di Asia Tenggara khususnya) membuktikan betapa strategisnya posisi geografis Indonesia, khususnya terkait sengketa LCS. Dan, NYATA pulalah kepentingan China & Amerika hingga ngebet MERANGKUL Indonesia.
            Dari sini Indonesia mulai memainkan bergainingnya (klo tdk dikatakan perselingkuhan rapi) dgn negara2 besar China, Rusia, Amerika, Barat (NATO) yg memiliki kepentingan besar di Asia Tenggara, khususnya.
            Membayangkan, Indonesia berjalan dirangkul China (dari kiri), Rusia (dari kanan) sementara kedua tangan Indonesia di belakang bergendengan MESRA juga dgn Amerika dan NATO. Maka apapun Alutsista yg diminta Indonesia, pasti akan dikasi.
            klo itu yg terjadi, negara2 tetangga tak akan lg berani macam2 dgn kita (klo ga mau dikatakan bukan lg lawan sebanding Indonesia).
            SUPER SEKALI …..

            Maaf hanya opini awam saya.
            Berharap pencerahan Bung @Now, Bung @Jalo, Bung @Nara, Bung @Satrio dan para sesepuh lainya…

            Forum ini, mencerdaskan dan SUPER SEKALI…

  4. Lumayan 10 besar
    Nyimak sambil nyerap ilmu para sesepuh

  5. Telat maneh…….

  6. Bagaimana dengan tot c705 para sesepuh warjager mohon pencerahannya. Sebenarnya saya hanya silent reader aja selama ini tapi saya masih penasaran dengan tot ini. Dari dulu kok kayaknya mbulet terus. Kalo udah ada prototipnya punya kita kan jadi adem rasanya.Maaf oot.

    • Nah ToT ini sampai sekarang masih jalan ditempat bung kez alias masih ngobrol2… Yg dicari dari rudal C705 adalah sistem guidancenya. Tapi yg anehnya Tim Pindad dan PT Di sudah dari tahun lalu di China, apakah sudah mulai belajar atau belum itu saya kurang tahu. πŸ™‚

      Nah untuk pengembangan rudal kapal dalam negeri itu juga sudah jalan sejak 2005 antara lapan dan TNI AL, pengembangnya bentar lagi kelar…

      • bisa juga begini, “lha wong wes dilakoni kok ngomonge telat”.: D..hehe

        • PT DI bisa belajar tentang system guidancenya dan Pindad belajar warhead-nya… IMHO

          • loh kok PT.DI bung yanh bikin guidance, bukanya pindad yang bikin guidance trus pt.dahana yang bkin warheadnya

          • PT DI punya ahli dibindang contol sistem di pesawat, apalagi mereka sudah punya dasar mengembangkan N250 yang fly by wire. sedangkan PINDAD punya ahli dibidang bahan peledak

          • ralat control system

          • Cak Wie saya pesen ……………….sistem nya 1 karung………….he…he…

          • by the way, bung ” cak wie “… nama yg hampir mirip…jadi teringat klo sy manggil bung wie yg dulu ya…. just kidding

          • @ bung Melektech WANI PIRO……wk..wk.. maklumlah wis buyuten jd sering salah pencet.
            @ bung gue….. sip

        • wis dilakoni ket mbiyen…. πŸ™‚

          semua sudah berjalan, tetapi media lokal ini memberitakan bahwa proyek ini jalan ditempat/ banyak kendala…yang bingung makin bingung deh wong “hura ono potone” πŸ™‚

        • klo dari 2005 ampe sekarang belum jadi juga, perlu ada pertanyaan bung. soalnya ini TOT, kecuali kalo R&D bersama mungkin bisa dimaklumi karena harus segala sesuatunya dimulai dari nol. menurut saya pribadi china memang sengaja mengulur waktu..

      • Ditunggu Infonya Bung Jalo, terutama info rudal kapal permukaan karena selama ini semua ujicoba roket selalu roket buta yang belum punya mata.

        • Namanya produk roket kendali nasional (RKN)…
          pengembangannya di ukuran 300 mm, untuk system guidancenya itu salah satunya hasil belajar di china, nah pengembangannya tertutup.. rencana tahun ini uji terbangnya,

          • ternyata ukuran 300 mm itu untuk kapal permukaan ya, saya pikir dulu itu untuk AD karena mirip semacam pengganti grad-120 atau jiplakan dari smerch atau astros

      • @nara : berarti sebenarnya projek ini sebenarnya sudah berjalan kan bung..cuma dikamuflase saja dengan berita2 di media yang dibuat simpang siur…apalagi kalau ga ada fotonya, makin hoax bin ngedbruss dehh πŸ™‚

  7. Biasa trik high class…!!! Yg penting baik untuk negara ini kedepannya & rakyatpun senang demi NKRI tuk menyongsong kebangkitan TEKNOLOGI bangsa ini.yg memang sudah ditakdirkan untuk menjadi negara super power INSYA ALLAH..!!! Amiiiin.!!!

  8. M’f para sesepuh sblmny, mslh akuisisi su 35 apakah qt emang sdh punya??? Krn saya curiga, katanya qt menganut konaep low profile alutsista utk saat ini, apakah mngkn saat ini su 35 sdh ada??? Krn scra su 35 mirip dgn su skm yg qt punya, mhn para sesepuh warjag bs kasi info prbedaan yg tampak dr body su35 dgn su 27skm yg qt punya, ada ga bedanya??? Mf,monggo sesepuh sila jwb…

  9. Wuiih, ajian angin-angin nya kurang manjur bung Nowy..
    coba pake ajian jaran goyang, siapa tau bisa pertamax..
    hehehee πŸ˜€

  10. SayA mengikuti forum warjag ini sdh lama & saya tertarik utk gabung & menimba ilmu dr para sesepuh di warjag

  11. Saya jg mw brtanya pd sesepuh d warjag tntng labud soewondo d mdn yg jd sangat ketat pnjagaannya saat ini, dahlan iskan menyebutkan lanud soewondo mdn akan mnjadi tmpat strategis rahasia tp ia enggan membeberkannya ke wartawan, tp keesokan hr nya lngsung d klarifikasi oleh danlanud soewondo klo lanud hanya akan jd basis pswt pngintai, tp prtanyaannya napa msk k lanud soewondo skrg sngt sulit & d jaga ketat??? Krn saya prnh liat latihan pswt hawk dr pknbaru dtng utk latihan rutin k lanud medan & terbang d atas kota medan dgn pswt tmpur yg blm prnh saya liat dgn mata kpla saya sndiri yg dimiliki tni au, pespur itu brsayap panjang & body panjang dgn 2 engine dibelakang di kawal 4 hawk, yg jd prtanyaan pswt apa itu??? Apakah ada kaitannya dgn proyek rahasia tni au di lanud mdn sprti yg d ungkap dahlAn iskan??? Mhn para sesepuh warjag beri info & komentar beri pencerahan…

  12. semoga kejayaan antariksa indonesia terulang kembali dimasa lampau dengan kemajuan dimasa sekarang…….

    majulah nkri
    kuasai antariksa
    perkokoh kedaulatan antariksa..

    postingnya malam2 terus nih….

    πŸ˜€ emang para janda belum pada tidur πŸ˜€

    cuma canda

    maaf cucu lancang

  13. Mantap

  14. Sekedar mengingatkan,,
    Istilah China/Cina/Chines di ganti dgn Tiongkok untuk sebutan negara dan Tionghoa untuk orangnya.

    so..jgn sebut china lagi, skrg sebut Tiongkok

    • Jadi orang tionghoa di indo adalah bagian tiongkok? Bagaimana?

    • Iya nih malah jd ribet tidak ada kesamaan, kalau di luar/negara lain masih nyebut republik china di indonesia mesti menyebut republik rakyat tionghoa/tiongkok, kalau etnisnya nggak masalah di sebut tionghoa, maklumlah pemimpin cari muka dekat2 pemilu…maaf kalau sara, kembali jd SR

      • china ya china, orang china aja ngerti, nah kalo yg etnis keturunan cina dipanggil tionghoa itu ada baiknya untuk membedakan dgn orang china daratan.

        • orang cina indonesia malu dipanggil cina, “kasar” katanya. enakan tionghoa katanya. entah apa alasannya. padahal tionghoa itu berasal dari nama gunung dan kurang dikenal di cina daratan sendiri.

          kalo mau ganti cina dengan tionghoa boleh, tetapi ada syaratnya:
          1. Ganti dulu nama “People’s Republic of China” dengan “People’s Republik of Tiongkok”
          2. Ganti juga sebutan “South China Sea” dengan “South Tiongkok Sea”
          DUnia internasional aja nyebut kata cina kok, ngapain kita repot2 ganti dengan tiongkok. sampe dibikin pula lagi inpres nya… hadddoh…
          Engga ada ngaruhnya di akar rumput….
          apa beda nya cina dengan chinese???
          kenapa musti malu nyandang kata cina? malu ya sama leluhurnya………

          tapi ada positifnya juga, cina2 turunan di RI sebagian kecil sudah berasimilasi dengan penduduk setempat, menghasilkan “China Hybrid” yang secara fisik mirip dengan penduduk cina daratan, dan sudah merasa terikat dengan kebudayaan setempat.

          • mungkin dulu malu bung dibilang cina,karena dulu cina daratan tuh miskin,terkekang, sama orang hongkong aja orang dari cina daratan yg masuk dianggap warga kelas dua, tapi itu dulu,sekarang cina udah maju. mereka sekarang bangga dengan kecinaanya. coba liat formil sebelah anything about PLA disanjung sanjung,kalo indihe malah dibully.indonesia yah begitu deh πŸ™‚

    • lho bukannya pemerintah resmi mainland disebut “PRC” ? People Republic of China ? jika dalam bahasa indonesia adalah Republik Rakyat China. dengan penggunaan tiongkok, apakah pihak pemerintah mainland telah merubah sebutan PRC ?

  15. salam persatuan dan kesatuan …………….. ………….. SEMOGA SEGERA TEKNOLOGI RUDAL BISA SEGERA DIKUASAI , TERUTAMA UNTUK JARAK MENENGAH DAN JAUH ………… Mengingat selama ini pengamanan area laut dan pulau pulau terluar masih Blm maximal ………

  16. CUMA MAU PELESIR AJA BANYAK ALESAN

  17. kerja sama okelah…..yg trpntng jgn sampai merugikan nkri apalagi mengorbankan wilayah nkri.
    NKRI harga mati bro……..

  18. Reaktornya sudah lama jadi itu. PLTN ada di Serpong, bandung dan jogja

  19. ngakakakakakkkakak………

  20. OOhh yang ini, saya pernah kesana…
    Ini masih pengembangan ya Bung LI…

  21. Target lapan 2015 adalah mampu mengembangkan fasilitas produksi dan uji teknologi roket, di antaranya peralatan produksi Propelan berdiameter besar, filament winding dan autoclve, dan laboraturium combustion. Semoga tercapai biar bisa mengantisipasi embargo, pelan2 pembuatan komponen dalam negeri akan tercapai.. Bismillah

    • Bung Jalo : ditunggu Info uji coba rudal kapal permukaan dalam negeri, minimal perkembangan terkininya. Salam

    • Proyek pengembangan teknologi rudal balistik dan kendali paling saya tunggu2, kalau bisa kita harus buat 1000 peluru kendali baik untuk air defence maupun untuk missile penyerangan terhadap kapal permukaan dan daratan. Tidak ada negara yang sanggup menahan gempuran 1000 roket pasti salah satunya ada yang miss, oleh karena saya cocok dikembangkan teknologi rudal ini di era sekarang karena lebih efisien apalagi bila bisa dikendalikan smp jarak jauh selain untuk air defence.

    • bung Jalo tolong dibantu untuk spesifikasi teknis yang agak detail untuk projek RKN ?
      berat ? panjang ? diameter ? kira-kira berapa berat hulu ledak ? pakai sayap model apa ? mesin peluncurnya apa ? kira-kira daya jelajah berapa ? dengan ketinggian berapa ? kecepatan roket maksimalnya berapa ? matanya ditunutun pakai apa ?

      terima kasih.
      Agak penasaran soalnya

      • Maaf baru bales Mbah Moel. Dan maaf juga gak bisa jawab semua, banyak banget pertanyaannya… hehehehehehe, cuman bercanda. Untuk dasarnya dulu ya, sisanya maaf rahasia, hehehehehe, bercanda. Untuk modeling sayapnya berisfat homogen dan dibuat berdasarkan NACA 0009 dengan tebal 3mm, tapi tetap sampai sekarang masih disimulasikan pembebanan struktur sayap agar dapat yang terbaik dan efisien.

        RKN ini diluncurkan dari launcher dengan roket booster. Saat motor roket burn out, dilakukan separasi untuk memisahkan RKN dari boosternya (Double Stages). Lalu kemudian roket ini akan lepas lalu meluncur didalamnya roket lainnya dengan menggunakan mesin turbojet.

        Nah untuk pengembangan lanjtan itu ada High Speed Flying Test Bed (HSFTB V2) yang dirancang untuk auto pilot roket ini. Program yang digunakan menggunakan Misdat (Missile Data Computation). Nah untuk hulu ledak itu tinggal pengaplikasiannya aja, kalau uji terbang sudah berhasil saya yakin Pindad dan Dahana bisa membuat warheadnya. Kalau pengembangan jaraknya masih dibawah 100 km. Tapi kalau roket2 balistik lain seperti RX-320, 450, 520 sudah selesai tinggal diaplikasikan aja.

        Nah untuk kecepatannya nanti setelah dianalisa saat uji terbang dengan gaya terbang cruise lalu akan terlihat variasi mach numbernya menggunakan simulasi numerik. Semoga bermanfaat dan maafkan segala kekurangannya.

    • laboratorium “combution” itu baru dibangun atau sudah dari dulu bung jalo ? jika baru dibangun berarti risetnya memang terarah dan terukur tidak seperti berita di media.

  22. Di Kompas hari jumat apa sabtu kemarin, Ada berita bahwa PLTN 10 MW Akan dibangun di Bangka, dengan teknologi gen4 (paling aman n efisien)…sedangkan yg Ada saat ini di dunia rata2 gen 3, … PLTN kecil begini Menurut saya sangat cocok di negara kepulauan spt kita

  23. ijin tanya gan.. Kerjasama indonesia dgn tiongkok cuma di bidang rudal/roket doank..atau ada lagi dibidang yg lain?

  24. wiihhh sekarang sudah pakai mantera2 ajian bung πŸ™‚ kira2 ajian apa yang didapat dari turun gunungnya Lapan ke China ya..

    • mantra tanpa puasa tumpul, ToT tanpa R&D lumpuh πŸ˜€ nyambung ga ya?

      • bung nowy… mantranya:

        “Gliyak-gliyak tumindak, sareh pikoleh = senajan alon-alon anggone tumindak nanging bisa kelakon”

        walaupun pelan2 waktunya mengerjakan tapi bisa terlaksana semuanya….. kira2 gitu ya……

        • he he.. jangan lupa syarat mahar-nya bung gue, imho dukungan dana riset dalam negeri, ini untuk menjaga agar ilmu yang didapat awet dan berkembang

        • bung nowy ….. klo itu butuh Ilmu tuwo….
          Kira2 gini……………….

          ” WANI PIRO’ ha ha ha ha ……. nggak janji dech ha ha ha ha…..

          Tp yg penting Lanjutkan !!! ha ha ha ha….

        • Bung Gue……….

          Itu Jin nya keluar dari mana ya ?

          Dari Botol, Kendhi atawa dari ROKET ya ?…..he…he…..

        • bung melektech…..

          Klo yg khusus ini …. jin nya keluar dari kotak suara he he he he…

          kata bung nowy… agar “dukungan dana riset dalam negeri, ini untuk menjaga agar ilmu yang didapat awet dan berkembang”….

          yg tunggu dulu pemimpin yg akan datang he he he he…

          nunggu ji yg keluar dari kotak suara ” WANI PIRO”?? he he he

        • Malah …. siapa tau yg keluar siapa tau “Jin Rafa” he he he … amin.

        • Asal jangan ikut-ikutan nyemplung kali yo……………
          Kayak para Caleg di Tipi itu……..he…he…

          Rafa emang mak nyosss…apalagi ada embel-embel ToT kayak Anoa dan apalagi AESA radar included…wah, Kalau masih PESA nanggung

          Pengalaman pertama TNI-AU pakai sayap Delta dan Canard

      • nyambung sekali bung now…ibarat “berdoa tetapi tanpa usaha”..sama saja dengan kita mengemis dari orang lain.. πŸ™‚

  25. mantap.com

  26. Gabung my bro…..ane pnya info mdah2 an bener sebenarnya nkri pnya area 51 sama kayak paman sam….bagi yg pernah denger tolong di koreksi .

  27. @sempak bukan bung itu reaktor riset… dia cuma di manfaatin neutronnya

    @senopati iya benar rata2 gen 3-4 tp udah ada gen 5 di AS… yg di bangka bukan 10MW tp 1100 MW dan ratusan MW (rencana 2 reaktor)
    nah yg 10 MW ini di serpong jadi total ada 2 reaktor, reaktor daya eksperimen sama reaktor riset

    @bung jalo ini belum di bangun bang… entah ini mau di bangun di sektro brp tp yg jelas perpustakaan puspitek itu pondasinya pondasi reaktor nuklir yg rencana mau di bngun thn 90an dulu… to karna terbengkalai jadi di buat perpus… secara gk langsung itu perpus teraman di dunia wong pondasinya pondasi reaktor… hehe

    @bung naray… sebenernya itu sama dengan jenis PWR tp yg bung naray sebut ku blm pernah baca
    hehe

  28. Semakin gahar……

  29. hadiiiiiiir…. walau telat πŸ˜€

 Leave a Reply