Lapan Kunjungi Proyek Antariksa China

152
143
Delegasi Lapan saat mengunjungi CAST
Delegasi Lapan saat mengunjungi CAST

Delegasi Lapan yang dipimpin Deputi Bidang Teknologi Dirgantara, Prof. Dr. Ing. Soewarto Hardhienata, berkunjung ke China pada 11 hingga 15 Maret 2014. Kunjungan ini untuk menindaklanjuti kerja sama di bidang keantariksaan antara Pemerintah RI dan Pemerintah China.

Selama berada di China, delegasi Lapan mengunjungi berbagai institusi yang bergerak dalam kegiatan keantariksaan, yaitu China National Space Administration (CNSA), China Academy of Launch Vehicle Technology (CALT), China Academy of Space Technology (CAST) dan China Center for Resources Satellite Data and Application (CRESDA).

Pada kunjungan tersebut kedua negara merundingkan berbagai kemungkinan kerja sama di bidang keantariksaan. Perundingan menghasilkan kesepakatan kerja sama antara Indonesia (Lapan) dengan China (CNSA).

Roket Peluncur Satelit Chang'e I, China
Roket Peluncur Satelit Chang’e I, China

Kesepakatan tersebut mencakup antara lain kerja sama di bidangΒ pengoperasian kapal TT&C China di perairan Indonesia, roket sonda, peluncuran satelit, dan pemanfaatan data penginderaan jauh. Dalam perundingan tersebut juga disepakati pembentukan working group dan joint committee guna menindaklanjuti dan implementasi butir-butir kesepakatan kerja sama tersebut.

Kedua negara berharap agar kerja sama ini dapat terlaksana dengan baik dan menguntungkan kedua belah pihak.Β Saat di China, delegasi Lapan juga berkunjung ke kantor pusat Asia-Pacific Space Cooperation Organization (APSCO) di Beijing.

Sekretaris Jenderal APSCO, Mr. Celal Unver, ketika bertemu dengan delegasi Lapan berharap agar Indonesia, yang termasuk salah satu negara yang menandatangani berdirinya APSCO, segera menjadi anggota (member state) dengan melakukan ratifikasi. (Lapan.go.id/ Jalo).

152 KOMENTAR

          • @bung now
            Klw sampai terealisasi nanti ntu ICBM di thun 2020 an….ane nitip pesen bung untuk jarak jangkauan , klw bisa harus nyampe mamarika sama mama ely …..
            Biar ngeri-ngeri sedap gtu…..

          • Terima kasih jawabannya bun Jalo.

            Bung wedus..apakah pertanyaan anda sudah terjawab?

            Hadeuh..knp gw jd kayak moderator gini

          • bung AI, menurut info dari bung Nara tadi target 2019 jarak bisa mencapai 15000.. 5 digit πŸ™‚ lewat kerjasama dengan negara lain

          • Mungkin saya bisa bantu, kita kerjasama dengan China, Rusia, Ukraina dan lain2…

            Untuk Asia Tenggara perkembangan roket kita yang paling maju… Insyallah

          • Bung Jalo juga salah nangkep ni..maksud bung wedus itu..selain dengan indonesia, apakah cina ada kerjasama di bidang antariksa/ rudal/ roket dengan negar2 asia tenggara lainnya?

          • Ada, Pakistan………………

            Pakistan selalu merapat ke China
            Produknya selain JF-17, Tank -90 versi China, ATGM, SAM, dan juga Roket Balistik juga kerjasama dengan China.

            Kabarnya C-705 juga ditawarkan ke Malaysia teknologinya.

          • Terima kasih Bung @Sempak udah meluruskan dan menegaskan pertanyaan saya. Bung @Now jg akhirnya sdh memberi jawaban bhw utk Asia Tenggara, China hanya krjsm antariksa/rudal dgn Indonesia.
            Pertanyaan saya di atas akan menjawab asumsi saya bhw China tlh benar2 ingin membantu Alutsista Indonesia agar lbh GAHAR. Tentu saja niat Ko China itu didasari sbgai pagar agar Indonesia memihak (setdknya diam) trkait klaim Ko China (sengketa LCS). Dari krjsms antariksa/rudal China dgn Indonesia itu pula (tdk dgn negara lain di Asia Tenggara khususnya) membuktikan betapa strategisnya posisi geografis Indonesia, khususnya terkait sengketa LCS. Dan, NYATA pulalah kepentingan China & Amerika hingga ngebet MERANGKUL Indonesia.
            Dari sini Indonesia mulai memainkan bergainingnya (klo tdk dikatakan perselingkuhan rapi) dgn negara2 besar China, Rusia, Amerika, Barat (NATO) yg memiliki kepentingan besar di Asia Tenggara, khususnya.
            Membayangkan, Indonesia berjalan dirangkul China (dari kiri), Rusia (dari kanan) sementara kedua tangan Indonesia di belakang bergendengan MESRA juga dgn Amerika dan NATO. klo itu yg terjadi, negara2 tetangga tak akan lg berani macam2 dgn kita (klo ga mau dikatakan bukan lg lawan sebanding Indonesia).
            SUPER SEKALI …..

            maaf hanya opini awam saya.
            Berharap pencerahan para sesepuh.

            Ini forum,
            MENCERDASKAN SEKALI….

          • untuk pengembangan roket emang kita paling maju
            R-Han 122 saja angka km-nya sudah 34
            kata keluarga di baranahan, klo diparkir di Makoramil Baloi, Batam
            sudah bisa milih jatuhkan warheadnya di paya lebar,
            changi ato sembawang air base

        • 15000 …
          Amin 3x. Memang jika dibandingkan dengan negara lain seperti Iran atau Pakistan, Indonesia bisa dianggap tertinggal dalam hal ini. menguasainya adalah kewajaran mengingat potensi dan nilai strategis Indonesia. Thanks again bung, nanti setelah terwujud pengambil kebijakan Australia di Canberra harus lebih hati-hati lagi dalam bertetangga dengan kita πŸ˜€

        • Sengaja dibuat tertinggal oleh pak To bung Now

          Kalau Roket Kartika diteruskan dulu pasti Indonesia Mak Nyos……

          Kalau Kerjasama, rata-rata dari Pecahan Uni-Soviet, macam Ukraina, Kazakhstan dst, karena rata-rata mereka mahir dalam hal peroketan dan Militer.

          Mereka butuh uang, dan sangat murah

          Kalau dari Barat yaitu Jerman, kita berhutang banyak dengan negeri satu ini, salah satunya Satelit Micro dan mesin Cetak

          • sepertinya begitu bung @Melektech, di masa Orba bantuan segala macam dengan syarat ekonomi dan ‘pelemahan’ strategis

        • Bung Kerjasama dg Rusia di Papua sdh lama kt dengar, katanya sih utk mengorbitkan satelit.
          15000 km? ehmmmm… jujur sy kurang percaya krn RHan aja jangkauannya br 12km. Tapi kalo menganalisa ucapan pak syafrie dan beberapa petinggi kemenhan mereka sangat optimis akan membuat roket 3 digit ditambah lagi akan segera dibangunnya pabrik propelan. Dari situ sy berkesimpulan jangkauan roket bukan msl besar bg ahli indonesia sepanjang sudah ditemukan ramuan propelan yg tepat. Herannya lagi meski sudah tuduh hoax dlm kasus rafale, Bung Nara bukannya berhenti malah menggelontori kita dengan timbunan berita lain yg lebih “hoax”. Meskipun terkesan sangat wah tp sy memberi ruang di otak sy utk percaya… IMHO

      • Saya coba jelaskan pemahaman versi saya, tapi harus agak panjang dikit πŸ™‚

        kemarin ketika ada berita Natuna diklaim China saya agak heran, sebab reaksi pemerintah itu terkesan sangat telat. Klaim 9 dash line yang garis imajinernya mengancam ZEE utara Natuna itu sudah berlangsung puluhan taun, dan sudah semakin memanas bertahun -tahun ketika China mulai menggunakan kekuatan militer dalam mendukung klaim mereka dan mencantumkan peta klaim LCS dalam passport. lalu mengapa pemerintah RI baru mengeluarkan statemen sekarang ini? bahkan ketka terjadi gesekan antara kapal TNI dan pengawas perikanan China pemerintah kita tidak bereaksi.

        Jika kita memang bersebrangan dengan China dalam urusan LCS, maka tidak akan seperti sekarang ini yang banyak kerja sama militer dll, tapi harusnya seperti Pilipina atau Vietnam vs China. Panglima datang ke China sementara presiden Pilipina pernah ditolak kedatangannya. Tidak akan ada kerjasama ToT dengan Indonesia jika masing masing menganggap dua negara sedang berada dalam jalur yang akhirnya akan bertubrukan di masa depan.

        IMHO-Statement pemerintah mengenai pencaplokan ZEE Natuna oleh China, adalah alasan agar negara tetangga tidak gelisah oleh kebangkitan TNI. Yang dipertontokan adalah Indonesia akan menghadapi China (dan memang potensi ada), tapi pada kenyataannya hubungan Indonesia – CHina sendiri baik-baik saja malah semakin erat.

        cmiiw

        • ijin nimbrung bung now..

          gimana jika nantinya LCS itu bukan lagi menjadi perairan internasional, tapi menjadi kawasan strategis asean-china? sehingga nantinya menghadirkan semacam pakta pertahanan semacam NATO, dengan episentrum kekuatannya berada di china-indonesia+korsel.

          • Jika saja ASEAN bersatu daya tawarnya teRhadap China akan lebih besar, potensi tersebut ada. tapi faktanya ASEAN sendiri terpecah. ada yang ke blok China, ada yang ke blok barat dan ada yang netral. Tapi jangankan ASEAN, bahkan Uni Eropa sendiri terpecah ketika menghadapi China atau Russia karena konflik kepentingan negara-negara anggota.

            Jika ekonomi dan politik satu kata baru ada harapan aliansi, tapi kondisi seperti sekarang aliansi militer asean hanya angan2. Bahkan FPDA-pun tumpul karena yang heboh hanya Aus dan Sg πŸ˜€

          • Kalaupun insiden itu bukan sandiwara, tapi tidak cukup besar untuk menghentikan kerjasama militer hingga tingkat ToT. IMHO- sudah ada saling pengertian atara 2 pemerintah mengenai isu LCS, dan pembangunan pangkalan militer di Natuna bahkan tidak mendapat kecaman apapun dari pihak China. Padahal nelayan Pilipina ditembak meriam air tidak boleh melaut masuk LCS dan James shoal dipasangi plat logam sebagai tanda batas wilayah kedaulatan China

            ini juga menjelaskan mengapa Indonesia tetap mengambil produk alutsista barat/US, agar tetap berimbang dan netral atas kedekatan dengan China saat ini, karena memang walau bagaimana China tetap harus diwaspadai

          • Terima kasih Bung @Sempak udah meluruskan dan menegaskan pertanyaan saya. Bung @Now jg akhirnya sdh memberi jawaban bhw utk Asia Tenggara, China hanya krjsm antariksa/rudal dgn Indonesia.
            Pertanyaan saya di atas akan menjawab asumsi saya bhw China tlh benar2 ingin membantu Alutsista Indonesia agar lbh GAHAR. Tentu saja niat Ko China itu didasari sbgai pagar agar Indonesia memihak (setdknya diam) trkait klaim Ko China (sengketa LCS). Dari krjsms antariksa/rudal China dgn Indonesia itu pula (tdk dgn negara lain di Asia Tenggara khususnya) membuktikan betapa strategisnya posisi geografis Indonesia, khususnya terkait sengketa LCS. Dan, NYATA pulalah kepentingan China & Amerika hingga ngebet MERANGKUL Indonesia.
            Dari sini Indonesia mulai memainkan bergainingnya (klo tdk dikatakan perselingkuhan rapi) dgn negara2 besar China, Rusia, Amerika, Barat (NATO) yg memiliki kepentingan besar di Asia Tenggara, khususnya.
            Membayangkan, Indonesia berjalan dirangkul China (dari kiri), Rusia (dari kanan) sementara kedua tangan Indonesia di belakang bergendengan MESRA juga dgn Amerika dan NATO. Maka apapun Alutsista yg diminta Indonesia, pasti akan dikasi.
            klo itu yg terjadi, negara2 tetangga tak akan lg berani macam2 dgn kita (klo ga mau dikatakan bukan lg lawan sebanding Indonesia).
            SUPER SEKALI …..

            Maaf hanya opini awam saya.
            Berharap pencerahan Bung @Now, Bung @Jalo, Bung @Nara, Bung @Satrio dan para sesepuh lainya…

            Forum ini, mencerdaskan dan SUPER SEKALI…

  1. Bagaimana dengan tot c705 para sesepuh warjager mohon pencerahannya. Sebenarnya saya hanya silent reader aja selama ini tapi saya masih penasaran dengan tot ini. Dari dulu kok kayaknya mbulet terus. Kalo udah ada prototipnya punya kita kan jadi adem rasanya.Maaf oot.

  2. Biasa trik high class…!!! Yg penting baik untuk negara ini kedepannya & rakyatpun senang demi NKRI tuk menyongsong kebangkitan TEKNOLOGI bangsa ini.yg memang sudah ditakdirkan untuk menjadi negara super power INSYA ALLAH..!!! Amiiiin.!!!

  3. M’f para sesepuh sblmny, mslh akuisisi su 35 apakah qt emang sdh punya??? Krn saya curiga, katanya qt menganut konaep low profile alutsista utk saat ini, apakah mngkn saat ini su 35 sdh ada??? Krn scra su 35 mirip dgn su skm yg qt punya, mhn para sesepuh warjag bs kasi info prbedaan yg tampak dr body su35 dgn su 27skm yg qt punya, ada ga bedanya??? Mf,monggo sesepuh sila jwb…

  4. Saya jg mw brtanya pd sesepuh d warjag tntng labud soewondo d mdn yg jd sangat ketat pnjagaannya saat ini, dahlan iskan menyebutkan lanud soewondo mdn akan mnjadi tmpat strategis rahasia tp ia enggan membeberkannya ke wartawan, tp keesokan hr nya lngsung d klarifikasi oleh danlanud soewondo klo lanud hanya akan jd basis pswt pngintai, tp prtanyaannya napa msk k lanud soewondo skrg sngt sulit & d jaga ketat??? Krn saya prnh liat latihan pswt hawk dr pknbaru dtng utk latihan rutin k lanud medan & terbang d atas kota medan dgn pswt tmpur yg blm prnh saya liat dgn mata kpla saya sndiri yg dimiliki tni au, pespur itu brsayap panjang & body panjang dgn 2 engine dibelakang di kawal 4 hawk, yg jd prtanyaan pswt apa itu??? Apakah ada kaitannya dgn proyek rahasia tni au di lanud mdn sprti yg d ungkap dahlAn iskan??? Mhn para sesepuh warjag beri info & komentar beri pencerahan…

  5. semoga kejayaan antariksa indonesia terulang kembali dimasa lampau dengan kemajuan dimasa sekarang…….

    majulah nkri
    kuasai antariksa
    perkokoh kedaulatan antariksa..

    postingnya malam2 terus nih….

    πŸ˜€ emang para janda belum pada tidur πŸ˜€

    cuma canda

    maaf cucu lancang

  6. Target lapan 2015 adalah mampu mengembangkan fasilitas produksi dan uji teknologi roket, di antaranya peralatan produksi Propelan berdiameter besar, filament winding dan autoclve, dan laboraturium combustion. Semoga tercapai biar bisa mengantisipasi embargo, pelan2 pembuatan komponen dalam negeri akan tercapai.. Bismillah

  7. Di Kompas hari jumat apa sabtu kemarin, Ada berita bahwa PLTN 10 MW Akan dibangun di Bangka, dengan teknologi gen4 (paling aman n efisien)…sedangkan yg Ada saat ini di dunia rata2 gen 3, … PLTN kecil begini Menurut saya sangat cocok di negara kepulauan spt kita

  8. @sempak bukan bung itu reaktor riset… dia cuma di manfaatin neutronnya

    @senopati iya benar rata2 gen 3-4 tp udah ada gen 5 di AS… yg di bangka bukan 10MW tp 1100 MW dan ratusan MW (rencana 2 reaktor)
    nah yg 10 MW ini di serpong jadi total ada 2 reaktor, reaktor daya eksperimen sama reaktor riset

    @bung jalo ini belum di bangun bang… entah ini mau di bangun di sektro brp tp yg jelas perpustakaan puspitek itu pondasinya pondasi reaktor nuklir yg rencana mau di bngun thn 90an dulu… to karna terbengkalai jadi di buat perpus… secara gk langsung itu perpus teraman di dunia wong pondasinya pondasi reaktor… hehe

    @bung naray… sebenernya itu sama dengan jenis PWR tp yg bung naray sebut ku blm pernah baca
    hehe