Nov 052014
 

lapan22

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) menggandeng satuan kerja PT Riset Perkebunan Nusantara, yaitu Pusat Penelitian Karet (Puslitkaret) dalam penggunaan karet Ethylene Propilene Diene Monomer (EPDM) sebagai material insulasi termal pada motor roket berbahan bakar padat. Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kerja sama (MoU) baru-baru ini.

Kepala Lapan Thomas Djamaluddin mengatakan, semua roket membutuhkan peredam panas antara tempat pembakaran bahan bakar dengan tabung roket. Jika tanpa itu roket bisa meledak kalau panasnya tidak diredam.

“Kita menjalin kerja sama dengan PT RPN melalui Puslit karet untuk pengembangan bahan yang bisa dijadikan peredam,” katanya di Jakarta, Senin (20/10). Thomas menambahkan, Lapan sejauh ini sudah mengembangkan roket berdiameter 100 milimeter, 120, 320, dan yang akan datang lebih besar lagi 450, 550 milimeter.

Menurutnya untuk roket kecil seperti 100 dan 120 milimeter teknik yang saat ini digunakan sudah memadai. Namun, untuk roket yang lebih besar membutuhkan suhu pembakaran mencapai 3.000 derajat celcius perlu dibuat peredam panasnya. Kemudian dikembangkanlah material karet.

“Roket-roket Lapan berdiameter 100, 120 milimeter saat ini sudah mulai dipakai untuk keperluan sipil, termasuk uji roket sonda yang membawa muatan sensor penelitian atmosfer. Selain itu roket Lapan juga dikembangkan konsorsium roket nasional untuk roket pertahanan,” ungkapnya.

image

Untuk roket yang lebih besar, roket sonda mempunyai kemampuan yang lebih tinggi. Kementerian Pertahanan menggunakannya untuk pertahanan. Tetapi Lapan terbatas hanya mengembangkan roket sipil. Nantinya, tujuan akhir dari roket sonda ini sebagai roket peluncur satelit.

Dalam kerja sama tersebut terungkap bahwa karet ternyata merupakan bahan yang dapat digunakan dalam roket. Secara sederhana, insulasi termal adalah material atau proses atau metode yang berguna untuk mengurangi laju perpindahan panas. Wahana antariksa, termasuk roket, memiliki banyak kebutuhan insulasi. Untuk dapat meluncur sempurna, roket memerlukan suhu 3.000 derajat celcius.

Pembakaran dengan suhu tinggi seperti itu dapat berakibat fatal apabila sistem isolasi termal tidak bekerja dengan baik. Oleh karena itu, diperlukan material karet atau polimer yang mampu menghambat penjalaran panas pada saat pembakaran.

Kerja sama ini nantinya meliputi bidang penelitian, pengembangan, perekayasaan, dan pemanfaatan ilmu pengetahuan serta teknologi bahan alam dan sintetik untuk kedirgantaraan serta pemanfaatan teknologi dirgantara untuk bidang perkebunan.

image

Kenangan roket Indonesia masa lalu (jas merah)
sejarah Roket dan Rudal di Indonesia dimulai sejak RI membeli berbagai Rudal SAM (Surface to Air Missile) dari Uni Soviet. Di Era Sukarno kita membeli persenjataan banyak untuk mempersiapkan konftontrasi Dwikora maupun Trikora.

Industri roket bukan hal baru bagi Indonesia. Teknologi pembuatan roket di Indonesia sudah dirintis sejak tahun 1960-an. Indonesia bahkan termasuk negara kedua di Asia dan Afrika, setelah Jepang, yang berhasil meluncurkan roketnya sendiri.

Sebenarnya pembangunan teknologi Rudal di dalam negeri sudah mulai dirintis. Namun sayangnya, Indonesia gagal melakukan alih-teknologi. ABRI (nama lama TNI) beserta ITB (Institut Teknologi Bandung) mencoba dan melakukan pengembangan lebih lanjut tapi karena keterbatasan dana dan politik, maka riset terasa lamban malah seperti terhenti. namun bangsa kita telah berhasil menciptakan prototye beberapa roket.

Sebenarnya masih banyak roket-roket besar bikinan AURI dan ITB, diantaranya WIDYA, YOGA, dan lain-lain, namun perkembangannya terhenti, setelah tahun 1965, AURI kena getahnya kasus G-30S.

Roket Kartika : roket pertama hasil alih teknologi pertama
image

Roket Kartika 1 adalah roket pertama Indonesia hasil kerjasama AURI dan ITB pada tahun 1962 berdasarkan perintah Perdana Menteri Juanda yang merupakan hasil “pendidikan dan kursus kilat teknologi dari uni sovyet saat itu. Bayangkan, tahun 1960 an hanya beberapa negara di dunia yang bisa bikin roket dengan keterbatasan teknologi saat itu.

Dari hasil “belajar privat “itulah Indonesia akhirnya berhasil meluncurkan roket buatannya sendiri yang bernama Kartika 1 dengan berat 220 Kg dari stasiun peluncuran roket Pameungpeuk, Garut, Jawa Barat.

Setelah itu perkembangan roket dan rudal semakin semarak di Indonesia, bahkan Indonesia kembali meluncurkan roket Kartika 2 dengan berat 66,5 Kg dan berjarak tempuh 50 Km. Namun sayang, setelah orde lama jatuh, diganti orde baru. Perubahan poros politik terjadi. Rusia ditingalkan dan beralih ke barat. Untuk mencegah kemajuan roket Indonesia saat itu, muncullah “pembonsaian” terhadap kemajuan roket Indonesia.

Riset dan penelitian dihentikan atas desakan Amerika Serikat dan Inggris. Akibatnya, teknologi rudal dan roket kurang berkembang di era orde baru dan membuat Indonesia semakin jauh tertinggal dibandingkan negara-negara lain, bukan hanya di Asia namun di dunia. Boleh dibilang saat memasuki Orde Baru teknologi roket Indonesia seperti mayat hidup.

Pada saat itu LAPAN belum terbentuk. LAPAN dibentuk tanggal 27 November 1963, melalui Keppres Nomor 236 tahun 1963, namun dibatasin hanya untuk riset dan pendidikan, bukan untuk militer.

image

Boleh dibilang pembuatan roket Kartika 1 pada masa itu itu asli buatan AURI bersama ITB (bisa diliat logo segilima merah putih di fin-roket). Setelah Kartika sukses, barulah LAPAN lahir dengan personel dari AURI dan ITB yg masuk tim riset PRIMA (Proyek Roket Militer dan Ilmiah Awal).

Saat ini Lapan sedang bergerak maju untuk mengejar ketertingalannya, dimulai dengan langkah kecil setapak demi setapak akan menjadi pembuka jalan kejayaan bangsa Indonesia seperti dekade 1960. (by: Telik Sandi, Biro Jabodetabek)

Sumber : LAPAN
Ensiklopedia TNI AU dasawarsa 1960

  84 Responses to “Lapan Manfaatkan Karet untuk Redam Panas Roket”

  1.  

    Selamat Pagi…

  2.  

    Test

  3.  

    maju terus untuk Lembaga yang satu ini.

    Salam NKRI

  4.  

    jozz 5 besar

  5.  

    mantap..lanjutken,.

  6.  

    biar lebih dapat feel rocket, cek this video
    http://www.youtube.com/watch?v=jdxYthlLlE0

  7.  

    byuuuh kejemna di lempar ke singaporno….ntar TKI kita gmn bung iwak lele

  8.  

    Lapan mulai menampakkan kehebatan nya pelan tapi pasti…

  9.  

    Semakin hebat para peneliti dalam negri
    Terus beri yg terbaik untuk negri

  10.  

    Perlahan tapi pasti, Roket Indonesia semakin berkembang.. Maju terus LAPAN..

  11.  

    Terima kasih bung TeLik Sandi atas artikeL& infonya , info2 terkait biasanya Bung jaLo yang angkat dijadiakn ArtikeL tapi ALhamduLiLLah rekan2 biro yg Lain muLai terampiL , dan sy baru tau karet bisa redam panas , ok diLanjut , sambiL perhatiin mendung takut hujan 🙂

  12.  

    waktu itu bareng sama india dan china, tapi apa sekarang india dan china bisa memimpin dalam teknologi roketnya…..karena politik menghambatnya…….

  13.  

    membanggakan

  14.  

    mantaffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffff

  15.  

    Tim pegassus melintas di atas langit dufan

  16.  

    update dong isi Indodefence 2014, kabarnya Tank SBS bawa RHAN lho…

  17.  

    siiiip lanjutkan

  18.  

    Lanjutkan .,menunggu kabar pengujian rudal buatan dalam negeri…kpan ya kira2 di publis..

  19.  

    mantap !

  20.  

    Buat Pemimnpin Kita….

    Jangan Terlena dengan Rayuan Manis USA Dkk

    Itu Orang Rusia yang Bilang Loooh

    Jangan Lupa JAS MERAH….!!!!

  21.  

    apa kita jg punya pangkalan militer diluar Bung?

  22.  

    sungguh membanggakan.
    semoga para pemimpin saat ini bisa meneladani apa yang pernah dicontohkan oleh para pemimpin sebelumnya.
    meneladani dari arti yg sebenarnya.
    jika pendahulu kita membuat keputusan salah : akui itu salah dan jangan ditiru atau diulang
    jika pendahulu kita suah membuat keputusan yang baik, maka jangan malu (tidak gengsi) untuk mencontoh

    IMHO

  23.  

    Ditunggu lagi nih artikel dari sepuh Bung Yayan di JKGR.

    Salam NKRI

    •  

      Biar bung yayan datang…bgm peran vital armada cakra tni al..dalam mengakhiri di ujung cerita perang indocina…ada sebuah negara yg akhirnya setuju tidak mencampuri negara cambogia…gara2 ks kita beroperasi mengawal wil.norodom sihanouk…hoax kali ya….oya pasukan tni turun di kamboja defile dr dermaga ke posnya ditengah kota dalam formasi besar kualitas raider senjata lengkap dimana ribuan warga kamboja …warga kamboja berdereet menyambut passus tni…..yg membuat vietnam bertekuk lutut….

  24.  

    Karet jg bs meredam panas, sbnrnya masih bingung teknisnya gmn..tp yo rapopo..

    Jadi, jangan lagi beranggapan klo karet cm bs dibuat jd sarung pengaman yg super tipis..,
    Jangan lagi beranggapan karet yg elastic tsb cm bs dibikin jd lingga buatan..

  25.  

    ada pasukan gondo mayit di cambodia, baru tahu indonesia ngeri

  26.  

    mantaf bung telik sandi@ ,aku tunggu kbr dn tulisan selanjutnya,

    mg lapan punya semangat militan walau bekerja dlm keterbatasan dn kekurangan yg penting kepentingan bangsa yg utama.

    salam bung telik sandi@

  27.  

    terurno ojo isen isen

  28.  

    Indonesia untuk masalah rudal kalau sudah bisa produksi bahan bakarnya yg ada di subang.. jangankan rudal kecil rudal untuk nembak planet mars pun bisa, itu hebatnya Indonesia. sotoy

  29.  

    Salam kenal semua…..Semoga LAPAN kembali bangkit. Jayalah NKRI

  30.  

    Ternyata sampai sekarang masih ada pasukan kita di Kamboja….jangan-jangan nitip pesawat juga disana…

  31.  

    Mas imanw53….in southeast asia…dermaga bibir pantai yg semuanya familiar…disitu passus kita disegani…good imanw53…

  32.  

    Pertanyaanya adalah kenapa pasukan vietnam ditarik mundur??:D. Sebegitu segankan pada TNI, srhingga mereka harus menarik pasukanya.:), karena tahu yg dihadapi adalah sang teacher mereka.

  33.  

    klo dulu..yg pro rusia sm china,pasti komunis..klo skrg …. Komunis?

  34.  

    Harapan saya lapan lebih keras lagi , agar tidak terkesan jalan di tempat

  35.  

    amerika n the genk pasti lagi mikir gimana caranya membonsai program roket nasional untuk yg kedua kalinya

  36.  

    Trimakasih sudah berbagi cerita,,,,salam hangat

  37.  

    setahu saya, panas yang dihasilkan dari roket biasanya berkisar antara 500 – 1000 derajat celcius, bilamana panas yg dihasilkan sampai dengan 3000 derajat celcius, roket apakah itu…..?

  38.  

    Bagaimana hasil ATM selama ini untuk ‘Guideance’ long range ?

  39.  

    Mantab, thanks loh bung Telik Sandi…

  40.  

    Mangtab…..Maju. terus INDONESIAKU..

  41.  

    Assalamualaikum wr.wb.
    wah ini tiru-tiru aja :p hehehe hanya bercanda sayajuga pernah menggunakan karet untuk meredam panasnya modem lo :mrgreen:

    kalau salah ya maaf 😀
    maaf oot 😀

  42.  

    Katanya ilmu peroketan itu mahal n strategies tapi kog dapat ilmu sprti penemuan karet utk bahan peredam panas dibabar secara trbuka di forum ini? Harusnya dirahasiakan dulu jadilah kit a generasi yg menghargai jerih payah anak bangsa jgn dibuat murah, tapi berikan perhatian Dan dukung terus para ahli kita, jadi mudah intelejen asing dpt ilmu Dr kita

  43.  

    Suhu pembakaran roket sampai 3000 derajat ? Hemmm … RX 750 ? …

  44.  

    hmmmmm…sepertinya..rx 1000 pake 3 nozel….

 Leave a Reply