Lapan Uji Coba Empat Pesawat Terbang Tanpa Awak

92

Jakarta – Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional melakukan serangkaian uji coba Pesawat Terbang Tanpa Awak (PTTA) tipe Lapan Surveilance UAV (LSU) di Pampeungpeuk, Garut, Jawa Barat.

Uji terbang PTTA ini dilakukan pada 23 Desember 2014 dan dihadiri oleh sejumlah pejabat Lapan, TNI, Kemenhan, dan beberapa peneliti lainnya.

“Alhamdulillah, program LSU telah menunjukkan pencapaian yang bagus, dasar-dasar desain, manufaktur, juga operasi telah kita kuasai, langkah selanjutnya adalah membuat semuanya menjadi standar operasi yang diterima oleh pasar dan regulasi,” ucap Kepala Pusat Teknologi Penerbangan, Gunawan S Prabowo melalui siaran pers yang diterimaLiputan6.com, Rabu (24/12/2014).

Menurut Kepala Humas Lapan, Jasyanto, ada beberapa tipe LSU yang dilakukan pengembangan baik sensor hingga perangkat PTTA.

Ada empat tipe LSU yang diuji coba yakni LSU-01, LSU-02, LSU-03 dan LSU-05.

“LSU-05, generasi kelima dari varian LSU memiliki bobot terbang 80 kg dengan bentang sayap 5,5 meter dan panjang 4 meter. Dalam sesi uji coba ini, pesawat mampu take off pada jarak sekitar 160 m dan terbang loiter selama 15 menit, hal ini sesuai dengan target uji coba dan menunjukkan kemampuan sesuai dengan desain yang direncanakan,” beber Jasyanto.

Untuk LSU-05, merupakan First Flight Test dengan desain baru yang dibuat dan dikembangkan di Pusat Teknologi Penerbangan Lapan, Rumpin, Tanggerang. Selain itu dilakukan juga, pengujian Launcher (catapult), Recovery Parachute dan Jaring LSU-02 yang masuk dalam Paket program LSU-Han (Pertahanan).

“Juga dilaksanakan uji terbang manual dan autonomous LSU-03. Sementara uji coba lainnya juga berjalan mulus, Launcher yang didesain para engineer muda Pustekbang juga menunjukkan performance yang bagus, demikian juga dengan uji jaring dan recovery parachute,” ungkap Jasyanto.

Dengan keberhasilan ini, Lapan mengaku telah berhasil menguasai fase I yaitu pengembangan Desain dan Manufacture Program LSU. Diharapkan pada fase berikutnya, ilmuwan-ilmuwan Lapan dapat membuat LSU menjadi produk teknologi yang sangat terkait dengan sertifikasi dan persyaratan safety flight. (Ein)

Sumber : Liputan6.com

23 KOMENTAR

  1. semoga ilmuan2 LAPAN terus berkarya dan berjaya, dan semoga TNI mau membeli dan menggunakan produk dlm negeri, krn sudah menjadi rahasia umum bahwa para petinggi TNI lebih suka produk luar negeri krn lbh mudah di mark-up dan susah di telisuri. besar harapan saya agar kemenhan sekarang lebih mengutamakan karya anak bangsa sendiri, terlepas dr segala kekuranganya tentu ke dpn terus di perbaiki agar menjadi produk yg unggul.

  2. Oke kita beri aplause ntuk lapan, namun kita harap juga hasilnya segera dapat di pergunakan oleh tni agar bisa di aplikasikan untuk mengejar dan mendeteksi para ilegal fishing asing yg terus mengeruk hasil laut kita, yg cepat kerjanya dan jgn adalagi kepenptingan kepentingan lain yg dapat merusak cita cita kita bersama.
    Jayalah indonesiaku.

  3. Hebat.. mantap…. maju terus pantang menyerah… LAPAN harus buat target top UAV TRANSFORMER dari subsonik sampai supersonik dengan kemampuan terbang rendah sampai sangat tinggi minimum durasi 20 jam dengan daya angkut beban…. menyesuaikan misi….. bukan membuat rintisan baru tapi pengecualian dari apa yang sudah berhasil dibuat oleh negara lain…. Maju terus LAPAN….

    • LSU – 02 sudah digunakan TNI

      HUT LAPAN Ke 51 : LAPAN Serahkan Drone LSU 02 Ke TNI AD
      http://jakartagreater.com/hut-lapan-ke-51-lapan-serahkan-drone-lsu-02-ke-tni-ad/

      Kegiatan aplikasi dan diseminasi untuk UAV LSU-02 yaitu latihan gabungan uji coba senjata strategis dengan TNI AL pada tanggal 2-9 Mei 2013 di Laut Jawa sekitar pulau Bawean. Melakukan pemetaan wilayah latihan TNI AD.Pesawat ini juga berhasil mendapatkan rekor MURI sebagai pesawat tanpa awak yang berhasil terbang dengan menempuh jarak terjauh yaitu 199.8945 km.

      Pesawat UAV Lapan Ikut Latgab TNI
      ……”“UAV lepas landas dari buritan KRI Kaisiepo dan berhasil memonitor setiap tembakan rudal Exocet. Ini hal langka dan merupakan uji coba pertama di Indonesia.” ….
      http://www.sainsindonesia.co.id/index.php/rubrik/pertahanan-a-keamanan/601-pesawat-uav-lapan-ikut-latgab-tni

      Varian terakhir LSU-05 prototipe yg sudah sesuai bentuk asli dan di ujicobakan
      “LSU-05, generasi kelima dari varian LSU memiliki bobot terbang 80 kg dengan bentang sayap 5,5 meter dan panjang 4 meter. Dalam sesi uji coba ini, pesawat mampu take off pada jarak sekitar 160 m dan terbang loiter selama 15 menit, hal ini sesuai dengan target uji coba dan menunjukkan kemampuan sesuai dengan desain yang direncanakan,”

      Klo LSU-05 langsung ke bung jalo bisa menjelaskan, bung jalo sering berkunjung di lapan

    • Dalam dunia Teknologi Inovasi kita mengenal 3 fungsi prototipe yaitu Prototipe Skala Lab, Prototipe Skala Industri dan Prototipe Skala Industri+FieldTest setelah ini masuk dalam produksi massal yg dilakukan industri milik pemerintah atau swasta.

      Untuk LSU 01 dan 02 sudah masuk di Prototipe Skala Industri+FieldTest, tinggal permintaan aja mau dikemanain setelah ini. Kalau LSU 03 dan 05 baru selesai pada fase prototipe skala Lab dan sekarang masuk di prototipe skala Industri.