Sep 172016
 

Pesawat tempur seberat 45 ton, mampu melaju dengan kecepatan 1.8 mach, dirancang untuk membawa persenjataan sampai 8 ton, memiliki radius jelajah 4.000 km, dengan ketinggian maksimum 18 km. Pesawat juga dapat dilengkapi hingga 3 (tiga) tangki bahan bakar tambahan, yang memungkinkan untuk melakukan penerbangan 8 jam tanpa pengisian bahan bakar.

Pesawat ini telah teruji dalam pertempuran didunia nyata melawan Daesh dan militan lainnya di Suriah dalam setahun terakhir. Kesimpulan yang dapat diambil oleh para ahli militer Rusia bahwa kemampuan pesawat Su-34 telah diperluas untuk misi serangan darat dan untuk menggantikan Sukhoi Su-25 lapis baja (pesawat pendukung udara jarak dekat).

Jet tempur Su-34 Armada Pertahanan Udara sedang melakukan pengisian bahan bakar di Pangkalan Hmeymlm, Suriah.

Plat lapis baja yang terpasang menggunakan titanium 15-30 mm, dengan nilon berlapis untuk menghentikan fragmentasi ledakan. Pesawat ini akan harus mampu menahan proyektil penembus baja dan bahan peledak antara 23 – 57 mm.

Pesawat tempur Su-34 memiliki penanggulangan elektronik canggih terhadap MANPADS dan rudal jarak pendek dipandu radar. Sistem ini terdiri dari sistem peringatan radar L-150 Pastel, peluncur suar umpan APP-50 dan sistem penanggulangan elektronik KNIRTI SPS-171/L005S, yang dipasang dibagian atas pesawat.

Selain itu, pesawat ini memiliki kemampuan multi-target, radar PESA dibagian depan yang memungkinkan untuk ‘berburu’ pesawat musuh dan peralatan lainnya pada jarak antara 200-250 km. Pesawat ini juga dilengkapi dengan radar menghadap belakang serta dapat dilengkapi dengan radar pencari samping M402 Pika. Selain itu, dilengkapi L175V/KS418, sistem jamming Digital RF Memory yang digunakan sebagai jammer di medan perang.

Dengan lapis baja tersebut berat Su-34 akan bertambah antara 800 – 1.000 kg, sebagai perbandingan Su-25 bertambah berat 500 kg. Proses pemasangan lapis baja pada Su-34 ini akan selesai pada tahun 2018 saat skuadron pertama Su-34 dioperasionalkan untuk misi serangan darat”.

Sebagai pesawat bomber dengan kemampuan serangan pesawat, adalah hal yang logis bila Su-34 dapat dilengkapi dengan rudal udara-ke-udara jarak jauh dan jarak pendek, termasuk R-77, R-27 dan R 73. Pesawat Su-34 yang beroperasi di Suriah dengan cepat menerima rudal tersebut setelah F-16 Turki menembak jatuh Su-24M Rusia yang melintasi utara Suriah pada November 2015 lalu.

Pesawat Su-34 lapis baja diharapkan dapat melakukan serangan terhadap sasaran darat dari ketinggian antara 1.000 sampai 3.000 meter, menggunakan bom kecil 50kg, rudal anti-tank udara-ke-darat, roket S-5, serta meriam GSH-30-1 kaliber 30 mm.

  12 Responses to ““Armor” Jadikan Pesawat Su-34 Revolusioner”

  1. AKSI SU-34 FULLBACK DI SURIAH BIKIN ALJAZAIR JATUH CINTA DAN SEGERA MELAMARNYA.

  2. Su-34 sama su-25 bukannya beda peran.. pesawat pengebom intercept sama serangan darat/antitank..

  3. Su 34 ini ajib, . .OK punya.

  4. entah di bandara mana di tanah air pernah ada SU 34 nongkrong di hanggar. fotonya sempat beredar di blog. Tidak jauh dari pesawat hercules.

  5. Kita sudah punya bung jauh2 hari.. letaknya di pangkalan tersembunyi yg konon hanyaa segilintir org saja yg bisa kesana dan dijaga ketat pasukan khusu

  6. komen cuma mach.??? bener kata elu sendiri Rini koplak

  7. dulu tentara Indonesia pernah punya bomber kecil dari rusia IL-28 Beagle yg skrng d pajang d jln sebelum masuk Lanud AL Juanda…. mungkin sudah saatnya TNI-AL d beri kepercayaan untuk duet d udara bersama dg TNI-AU…. SU-35 untuk TNI-AU sbg superioritas udara & SU-34 untuk TNI-AL sbg superioritas maritim….

    saya sangat berharap 3 matra TNI adalah satu kesatuan utuh (walaupun sebenarnya memang satu)… LHD operatornya TNI-AL & Heli serbunya Mi-35 & AH-64 TNI-AD sbg operatornya…. kalo punya kapal induk jg bgt… Kapal Induknya d operatori TNI-AL & Pespurnya duet dg TNI-AU d sertai heli serbu TNI-AD…

  8. Setuju bung cendol…cuma saya lebih suka terpisah tp tetap satu kesatuan yg utuh. Seperti era Presiden Sukarno Tempoe Doeloe.

 Leave a Reply