Agu 162014
 

Berikut ini beberapa penggalan pidato Menristek, Prof. Dr. H. Gusti Muhammad Hatta saat berada di puncak Hakteknas ke-19 di area BPPT, Jakarta.

Bidang ENERGI, beberapa pencapaian antara lain dihasilkannya pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) oleh BPPT yang telah diujicobakan di PT. Pertamina, PT. PLN dan PT. Star Energy Geothermal. Sementara itu, Balitbang Kemen-ESDM telah mengembangkan PLTP Sistem Binari skala 50 kW yang telah dibangun di Dieng-Jawa Tengah bekerjasama dengan PT. Geodipa Energi. Dalam rangka mempersiapkan pembangunan PLTN, saat ini BATAN telah menghasilkan dokumen pendukung penyiapan infrastruktur PLTN. Selain itu, dalam upaya mengurangi konsumsi BBM, telah dimulai usaha-usaha untuk industrialisasi kendaraan listrik.

Pada kesempatan yang berbahagia akan dilakukan penandatanganan kerja sama antara komunitas iptek dengan Universitas Indonesia dan Pemerintah Kota Bandung yang akan melakukan ujicoba penggunaan bis listrik kapasitas 20 penumpang sebagai alat transportasi di dalam kampus UI dan kota Bandung.

Sebagai tindak lanjut dari MoU pada peringatan Hakteknas tahun 2013 dalam bidang Hankam, PT Pindad telah menyelesaikan produksi 26 Unit Anoa, PT LEN telah berhasil mengembangkan instalasi Combat Management System; BPPT dan PT Garda Kencana telah melakukan reverse engineering baterai kapal selam; dan PT Daya Radar Utama akan menyerahkan Kapal AT-3 (angkut kendaraan tempur) pada Bulan September 2014.

Sekretaris Utama Lapan (Kanan), menjelaskan hasil litbang Lapan kepada Menristek (Tengah) di stand pameran Lapan

Melanjutkan keberhasilan Teknologi Roket, LAPAN yang tergabung dalam Konsorsium Roket bersama ITS, PENS, PT. PINDAD, PT. Dirgantara Indonesia, PT. LEN, telah mengembangkan roket balistik RX-2020. Bersama Kementerian Pertahanan, LAPAN telah menyelenggarakan peluncuran roket RHAN-122B dengan menggunakan mobil peluncur RM-70 GRAD. Disamping itu Satelit LAPAN A2 yang telah selesai pengerjaannya pada tahun 2013 dan saat ini sedang menunggu jadwal peluncuran, yang rencananya akan dilaksanakan pada pertengahan tahun 2015 di Pusat Stasiun Luar Angkasa Sriharikota, India.

LAPAN dan lembaga riset lainnya bersama PT Dirgantara Indonesia (PTDI) tengah mengembangkan pesawat N219.  Saat ini kolaborasi tersebut telah menerima 100 pesanan pesawat N219 dan direncanakan 4 pesawat N219 akan selesai dirakit pada bulan April 2015. Salah satu industri swasta nasional bersama lembaga riset, LAPAN, BPPT, LIPI, BATAN, sedang mengembangkan pesawat turboprop regional berkapasitas 80- 90 penumpang dengan menggandeng PTDI. Kerjasama ini akan menggunakan fasilitas penelitian dan pengujian yang ada di kawasan Puspiptek.

Sementara itu, BATAN telah menghasilkan radiofarmaka dan telah memperoleh izin edar dari BPOM, formulasi kit MIBI yang digunakan untuk diagnosa fungsi jantung, kit MDP untuk diagnose tulang dan kit DTPA untuk diagnose fungsi ginjal dan otak yang dapat dimanfaatkan masyarakat luas. LIPI dan Batan yang bekerjasama dengan RS Pusat Pertamina juga berhasil mengembangkan komponen implan permanen arthroplasty untuk sendi panggul; Implan sementara untuk tulang berbentuk sekrup berbasis paduan titanium. Dapat kami laporkan juga Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) setiap tahunnya menerbitkan ± 7000 ijin pemanfaatan tenaga nuklir dan melakukan inspeksi keselamatan, keamanan, safeguards nuklir pada ± 600 instansi diseluruh wilayah Indonesia. Kegiatan ini diharapkan meningkatkan  keselamatan penggunaan tenaga nuklir untuk kesejahteraan masyarakat.

Sedangkan Badan Standardisasi Nasional (BSN) sampai tahun 2014 ini telah menghasilkan 7998 SNI yang mencakup berbagai bidang seperti di sektor pertanian dan teknologi pangan; teknologi perekayasaan di bidang metrologi; mekanika, manufaktur serta teknologi bahan di bidang pertambangan. Pengakuan di tingkat internasional telah didapatkan di beberapa produk, seperti SNI mie instan dan SNI tempe yang telah menjadi dasar penyusunan standar internasional di bidang pangan, yaitu Standar Codex.

Pada sisi lain, Badan Informasi Geospasial (BIG), telah melakukan percepatan penyediaan data dan informasi geospasial dasar rupabumi, kelautan dan dirgantara dalam berbagai skala. Dalam rangka pembangunan di kawasan perbatasan, telah disusun Informasi geospasial berupa Peta Kecamatan dan Peta Pulau Terluar, seperti Peta Kecamatan kawasan perbatasan RI-Malaysia, RI-Papua New Guinea dan RI-Timor Leste. BIG, sejak tahun 2013 bersama dengan Pusat Informasi Data Spasial (PIDS) Institut Teknologi Bandung (ITB) mengembangkan Model Spasial Open Platform (MSOP) berbasis Open Source System.

Jakarta, 11 Agustus 2014
Menteri Riset dan Teknologi,
Prof. Dr. H. Gusti Muhammad Hatta

 

Sumber : Kemenristek

Bagikan:
 Posted by on Agustus 16, 2014

  39 Responses to “Laporan Menteri Riset dan Teknologi Pada Hakteknas ke-19”

  1.  

    Selamat pagi bang jalo

    •  

      Selamat siang bung Gorbacep…. 😀

      •  

        maaf buru2 ngetiknya kirain masih pagi
        makasih udah di sapa.
        bung jalo sekarang jarang nimbrung ya ? apa masih galau karena kasad di ganti ?
        mudah-mudah kemenristek kedepan lebih bisa memajukan hasil riset anak bangsa dan potensi yanga ada untuk menjadi skala industri untuk kemajuan bangsa. amin

        •  

          Hehehehe bisa aja bung Gorbacep, saya tidak ngambek kok, kebetulan sekarang kerjaan lagi banyak.

          Saya skrg lagi sedih mendengar kabar bahwa penelitian yg kemarin digembar-gemborkan TNI AD hawanya sudah tidak baik. Semoga isu itu tidak bener ya, dan kerjasama dengan berbagai pihak itu bisa berlanjut. Amieen

          •  

            Bung jalo, itu efek dari penggantian pak budiman yaaa??? Inikah salah satu alasan kenapa harus diganti???

          •  

            Saya juga kurang tahu bung, cuman ada isu kasusnya sama seperti si bowo jadi dubes. Itu cuman isu, semoga tidak demikian ya.

          •  

            berita sedih lagi dari bung jalo…mau mandiri kok begini susahnya ..
            tiap ganti posisi jabatan pasti kebijakan dirubah..

            DIRGAHAYU NEGERIKU INDONESIA RAYA ..roda kejayaanmu pasti datang kelak …MERDEKAAAAA….

  2.  

    Avtur

  3.  

    semoga ada manfaat lebih ..dari artikel ini …

  4.  

    semangat

  5.  

    lanjut kan..hehehe

  6.  

    slalu berdoa dan berusaha demi kemajuan bangsa, untuk anak cucu kita kedepan nya,, karena, bumi indonesia ini bukan milik kita sepenuh nya,, tp anak cucu kita juga berhak memilikinya…

    jayalah indonesia ku ,,

  7.  

    semoga presiden berikutnya bisa melanjutkan kemandirian semua industri dalam negri,khususnya alutsista

  8.  

    ajib

  9.  

    Lanjutkan….

  10.  

    okey….baca lagi

  11.  

    Selamat siaaaanggg…..!!!

  12.  

    Affirmative 😈

  13.  

    Mudah – mudahan PTLN segera dapat dibangun guna mengantisipasi krisis listrik yg sedang terjadi di berbagai daerah di Indonesia lha jawa saja sudah akan diprediksi juga akan mengalami krisis listrik mulai 2016….buat roket balistiknya ditunggu peluncuran perdana yg diatas 200km aminn

  14.  

    newbie salam kenal semuanya

  15.  

    Nuklir, Pesawat, Roket, Tank, Satelit, UAV, Kapal Selam, Destroyer, semoga bisa dikuasi oleh ahli2 Indonesia dan bisa di wujudkan dalam produk2 pertahanan sebagai alutsista penggetar demi kewibawaan dan kehormatan serta kejayaan NKRI.

  16.  

    Go indonesia

  17.  

    menyedihkan.. terkecuali dilanjut sama Terminator 2 sama T90MS

  18.  

    Laporan menteri ini sebenarnya banyak cluenya seperti..

    – Bidang ENERGI, beberapa pencapaian antara lain dihasilkannya pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) oleh BPPT yang telah diujicobakan di PT. Pertamina, PT. PLN dan PT. Star Energy Geothermal. Sementara itu, Balitbang Kemen-ESDM telah mengembangkan PLTP Sistem Binari skala 50 kW yang telah dibangun di Dieng-Jawa Tengah bekerjasama dengan PT. Geodipa Energi.

    – BPPT dan PT Garda Kencana telah melakukan reverse engineering baterai kapal selam

    – PT Daya Radar Utama akan menyerahkan Kapal AT-3 (angkut kendaraan tempur) pada Bulan September 2014.

    – telah disusun Informasi geospasial berupa Peta Kecamatan dan Peta Pulau Terluar, seperti Peta Kecamatan kawasan perbatasan RI-Malaysia, RI-Papua New Guinea dan RI-Timor Leste

    – dan masih banyak lainnya… 😀

  19.  

    Bung Jalo untuk perkembangan roket rx 520 gmn? Kemudian PT Pindad jadi tidak membuat tank sekelas marder? Maaf pertanyaan oot bung..

  20.  

    Maju terus iptek indonesia….buat pak jokowi…mohon dana untuk R&D diperbesar dan hasil dari R&D harus dengan bangga di pakai dan digunakan jangan lagi berupa prototype cth gandiwa…srikandi dll..

    •  

      Iya. Jangan cuman jadi prototype esemka. Jangan cuman jadi wacana monorel.

      •  

        Jika yang anda maksud adalah mobil Esemka yang di Solo kemarin maka jauh panggang dari api. Itu adalah proyek departemen pendidikan untuk mengasah ketrampilan siswa/i SMK dalam “merakit” mobil. Komponen-komponennya sebagian besar dibeli dari Cina.

        Jika kita benar-benar ingin menguasai teknologi mobil maka kita juga harus menguasai Engineering Design dan Teknologi Manufaktur komponen-komponennya. Tidak cukup hanya dengan keahlian merakit saja.

        Engineering Design dan Manufacturing Technology itulah yang mahal dan tidak semua orang/perusahaan/lembaga menguasainya.

        Analoginya serupa dengan PC rakitan. Banyak orang/perusahaan/lembaga yang bisa merakit PC tetapi berapa banyak yang bisa mendisain dan memproduksi komponen-komponen PC?

        Perjalanan kita untuk menguasai teknologi elektronik, otomotif, dirgantara dan alutsista masih jauh. Perlu usaha yang sungguh-sungguh dan tidak cukup dengan pencitraan atau hangat-hangat t** ayam.

        Siapapun presidennya, inilah kondisi aktual yang dihadapi bangsa Indonesia.

        •  

          Setuju Bung Xtrada!
          Saya sebagai warga jakarta sudah bosan dengan wacana. Jalan teta saja nambah macet. Sousi yang ada ERP = jalan untuk orang kaya. Sementara bus transjakarta impor dari cina, barang murahan, dus karatan. Orang miskin = harus rela sumpek+naek bus kualitas jelek. Mana katanya motor roda 2 akan dibatasi. Sudah miskin, disingkirkan. Sementara proyek monorel makin ga jelas. Salut untuk gub jabar, tanpa banyak liputan, sudah siap monorel nya.

  21.  

    Izin Like bung xtrada salam juga buat bung jalo artikel yg menambah ilmu dan wawasan kebangsaan

  22.  

    bung jalo,kalo untuk pengw,bangan hidrogen gimana?

  23.  

    ada rencana buat pengembangan Anoa roda 8.. gak ya bung jalo?

 Leave a Reply