Oct 162018
 

Sistem rudal Patriot AS ditempatkan di Pangkalan Militer Turki © US Army via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Pada hari Sabtu, Kantor Akuntabilitas Pemerintah merilis sebuah laporan, yang secara khusus menggarisbawahi bahwa Pentagon belum menyelesaikan “skala kerentanan [cyber]” untuk sistem persenjataan Amerika Serikat, seperti dilansir dari laman The Hill.

Dalam sebuah laporan federal baru-baru ini mengklaim bahwa Departemen Pertahanan AS masih “pada tahap awal” mencoba memahami bagaimana menerapkan cybersecurity ke sistem senjata tidak lain adalah panggilan bangun yang memalukan untuk Pentagon, kata pakar militer.

Bob Taylor, mantan penasehat umum Pentagon bertindak selama pemerintahan Obama, menekankan bahwa hidup dan matinya prajurit dapat bergantung pada sistem senjata yang mampu bekerja seperti seharusnya.

“Tetapi jika [sistem senjata] mengandung kerentanan yang bisa dipicu oleh musuh, itu mungkin tidak menjalankan fungsi yang Anda harapkan. Dan itu bisa menjadi masalah hidup dan mati”, tegasnya.

Taylor mendesak para pemimpin militer Amerika untuk mengirim pesan yang lebih kuat ke Pentagon dan mendorongnya untuk mengadopsi praktik cybersecurity yang relevan dan mengenali risiko dengan lebih baik.

“Saya pikir benar-benar perlu ada pesan yang kuat bahwa orang-orang akan dimintai pertanggungjawabannya karena tak cukup menanggapi kekurangan yang telah terungkap, dan untuk menciptakan budaya peduli dan perhatian nyata terhadap kerentanan yang diciptakan oleh sistem jaringan senjata”, katanya menggarisbawahi.

Edgard Capdevielle, kepala eksekutif perusahaan keamanan siber industri dari Nozomi Networks, juga mengkritik sikap Departemen Pertahanan pada serangan cyber serta mengatakan bahwa itu sangat mengejutkan bahwa para pemimpin militer AS menutup mata terhadap kelemahan keamanan dalam sistem senjata Pentagon bernilai miliaran dolar.

“Mengatasi kerentanan cybersecurity setelah fakta yang ada adalah tugas monumental, sehingga sangat disayangkan bahwa militer gagal mengambil tindakan meskipun ada peringatan dari Kantor Akuntabilitas Pemerintah”, menurut catatan Capdevielle.

John Harmon, mantan analis NSA dan wakil presiden penjualan untuk perusahaan maya Endgame, pada gilirannya menekankan akan pentingnya standar dunia maya yang terus diperbarui.

“Kepatuhan bukan keamanan, itu kepatuhan. Beberapa sistem itu lagi-lagi dibangun sejak lama. Dan tentu saja, mereka mungkin sesuai saat mereka dikeluarkan, tetapi mereka tak diperbarui ketika datang ancaman, tak ada sistem yang benar-benar melindungi hal-hal ini dari musuh yang canggih”, terangnya.

Awal pekan ini sebuah laporan oleh Kantor Akuntabilitas Pemerintah (GAO) menemukan hampir semua sistem persenjataan militer AS memiliki kelemahan cyber yang signifikan.

 Leave a Reply