Jul 012017
 

John F. Kennedy International Airport (FASTILY)

Washington/New York – Larangan sementara untuk memasuki Amerika Serikat, yang digariskan Presiden Donald Trump terhadap warga enam negara berpenduduk mayoritas Muslim dan seluruh pengungsi, akhirnya diterapkan.

Larangan perjalanan bagi pihak-pihak tersebut mulai diberlakukan pada Kamis pukul 20.00 waktu setempat (Jumat, 07.00 WIB).

Kendati demikian, bentuk larangan itu berkurang, yaitu masih memungkinkan warga tertentu dari negara-negara tersebut melakukan perjalanan ke AS.

Peluncuran langkah kontroversial itu dilakukan setelah Mahkamah Agung AS pada pekan ini memutuskan untuk mengizinkan perintah eksekutif Trump diterapkan. Namun, MA banyak mengurangi cakupan larangan, yaitu dengan mengecualikan warga dan pengungsi yang memiliki hubungan “yang dapat dipercaya” dengan seseorang atau kesatuan di Amerika Serikat.

Pada Rabu malam, Departemen Luar Negeri mengatakan, bahwa berdasarkan putusan Mahkamah Agung, para pemohon visa dari Iran, Libya, Suriah, Somalia, Sudan dan Yaman harus memiliki hubungan dekat dengan keluarga atau hubungan resmi dengan suatu kesatuan di AS untuk diperbolehkan masuk ke Amerika Serikat.

Trump pertama kali mengumumkan larangan perjalanan sementara itu pada Januari. Ia menyebut larangan sebagai langkah memerangi terorisme, guna memberi waktu untuk melakukan pemeriksaan keamanan lebih baik.

Perintah Trump itu menimbulkan kekacauan di bandar-bandar udara karena para petugas bergelut untuk melaksanakannya.

Keputusan presiden tersebut kemudian diblokir oleh pengadilan-pengadilan federal di tengah penentangan berbagai pihak, yang menganggap perintah Trump itu merupakan tindakan diskriminasi terhadap kalangan Muslim serta tidak ada pembenaran alasan soal aspek keamanan.

Larangan dalam versi yang sudah diperbaiki dimunculkan pada Maret tapi kemudian juga dibekukan oleh pengadilan.

Pada Senin, Mahkamah Agung memutuskan untuk mengeluarkan izin penerapan larangan.

Bersarkan keputusan MA, warga dari keenam negara itu dan seluruh pengungsi dilarang memasuki AS, masing-masing untuk 90 hari dan 120 hari.

Kriteria yang Dapat Visa

Para pemohon visa dari enam negara berpenduduk mayoritas Muslim harus memiliki hubungan dengan dengan keluarga atau hubungan resmi dengan suatu kesatuan di Amerika Serikat untuk diperbolehkan masuk ke negara itu, demikian menurut panduan yang dikeluarkan Departemen Luar Negeri AS.

Mereka yang dianggap memiliki hubungan keluarga dekat adalah orang tua, istri atau suami, anak, anak dewasa, anak menantu, saudara kandung –termasuk saudara tiri– dan jenis hubungan lainnya, menurut telegram yang disebarkan ke seluruh kantor diplomatik AS pada Rabu dan dibaca oleh Reuters.

Keluarga dekat “tidak termasuk kakek, nenek, cucu, tante, paman, keponakan, sepupu, saudara ipar, tunangan dan anggota keluarga ‘besar’ lainnya, menurut isi telegram yang pertama kali dilaporkan oleh Associated Press itu.

Panduan itu juga menentukan secara rinci bahwa hubungan dengan suatu kesatuan di AS “harus resmi, tercatat dan dibentuk dalam jalur biasa, bukan untuk tujuan menghindari E.O.” E.O. yang dimaksud adalah perintah eksekutif yang ditandatangi oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada 6 Maret, yang melarang sebagian besar warga dari enam negara masuk ke AS selama 90 hari.

Keenam negara itu adalah Iran, Libya, Somalia, Sudan, Suriah dan Yaman.

Sejumlah pengacara keimigrasian pada Rabu malam merasa terkejut bahwa tunangan, kakek, nenek dan cucu tidak dianggap sebagai hubungan keluarga dekat.

Arahan itu juga memuat beberapa contoh mengenai apa yang dianggap sebagai hubungan yang bisa dipercaya dengan suatu kesatuan di AS. Selain itu, arahan merinci kategori-kategori yang dapat dikecualikan dari larangan perjalanan, seperti orang-orang yang bisa mendapatkan visa pelajar, “karena hubungan tepercaya mereka dengan seseorang atau kesatuan melekat pada penggolongan jenis visa.” Para pemohon visa imigran atas dasar hubungan keluarga atau pekerjaan dikecualikan dari larangan perjalanan, menurut telegram.

“Seorang pegawai yang menerima tawaran pekerjaan dari sebuah perusahaan di Amerika Serikat atau seorang pengajar yang diundang untuk memberikan ceramah di Amerika Serikat akan dikecualikan” dari larangan perjalanan, menurut perintah itu. Seseorang yang memesan hotel tidak dianggap memiliki hubungan yang bisa dipercaya.

Perintah eksekutif Trump juga menetapkan larangan masuk ke AS selama 120 hari terhadap para pengungsi. Namun, perintah Mahkamah Agung mengatur bahwa larangan itu tidak termasuk para pengungsi “yang memiliki hubungan tepercaya dengan seseorang atau kesatuan” di Amerika Serikat.

Antara/Reuters

  4 Responses to “Larangan Masuk AS Terhadap 6 Negara Diberlakukan”

  1. wkakakaka lol

  2. Kalau menurut saya, kebijakan pak Trump ini sah2 saja……

    Bisa dibilang seperti ini “Presiden terpilih-nya gue kok, ya semua terserah gue dong…….kecuali presidenya elu !!”……… begitulah kira bunyi bebek-nya……xixi….

    Ana yakin, kebijakan pak Trump ini pasti sudah dipikirkan masak2, termasuk konsekuensinya terhadap kebijakan luar negeri Amirikiya …..

    Beruntung warga Indonesia tidak masuk list negara yg ditolak masuk ke Amirikiya…… ana ga bisa ngebayangin aksi ormas oenta, seandainya warga Indonesia termasuk yg ditolak masuk ke negara genosit suku bangsa Indian itu…

  3. Kalo belajar Pancasilanya sama yang nyusun tesis di kampus Malaysia tentang pengaruh Pancasila itu gimana bung?

    • Yaaaaahh….. belajar Pancasila sama oenta macem gitu sama juga bohong bang, cover sama isi buku ternyata berbanding terbalik !!…. :ngakak

 Leave a Reply