Jul 142017
 

KRI RE Martadinata PT PAL – DSNS (istimewa)

Jakarta – PT PAL Indonesia tahun ini akan memprioritaskan proyek empat kapal pembangkit listrik atas kerja sama dengan perusahaan Turki Karpowership.

Direktur Utama PAL Indonesia Budiman Saleh di Kemenko Kemaritiman Jakarta, Kamis, 13/7/2017 mengatakan kerja sama dengan Karpowership adalah pengerjaan pembangunan kapal pembangkit listrik yang nantinya dapat digunakan di Indonesia atau dipasarkan di kawasan Asia Pasifik.

Selain fokus mengerjakan proyek kapal pembangkit listrik, PT PAL juga akan memprioritaskan pesanan TNI Angkatan Laut RI berupa “landing platform dock” (LPD atau kapal perang amfibi) dan kapal cepat rudal (KCR atau “fast missile boat”).

“Yang sudah pasti itu empat kapal dari Karpowership, kemudian kami masih menunggu dari Angkatan Laut kita. Insya Allah ada dua LPD lagi, mungkin ada KCR 60 meter juga,” katanya.

Budiman mengatakan pihaknya memprioritaskan untuk mengerjakan pesanan perusahaan Turki dan dalam negeri terlebih dahulu baru kemudian mengerjakan pesanan negara tetangga, seperti Filipina dan Malaysia.

“Itu jadi prioritas utama kita, baru (kemudian) ke negara-negara tetangga,” katanya.

Budiman yang baru menjabat di perusahaan itu sejak April lalu, menuturkan beberapa negara tetangga di Asia Tenggara telah menyampaikan minat untuk memesan kapal dari PAL Indonesia.

Terlebih militer Filipina sebelumnya telah memesan dua unit kapal perang jenis Strategic Sealift Vessel (SSV) sepanjang 123 meter dengan nilai kontrak 90 juta dolar AS atau setara Rp 1,1 triliun.

Filipina juga disebut tengah melakukan pembicaraan untuk tambahan dua unit SSV ditambah satu unit SSV Hospital Ship dan dua unit KCR 60 meter.

“Itu jadi daya tarik, magnet buat negara-negara ASEAN lainnya. Contohnya Malaysia menginkan LPD sepanjang 163 meter, lebih besar dan bisa dimuati tiga helikopter ‘on deck’, dua di dalam hanggar. Jadi seperti ‘helicopter carrier’ (pembawa helikopter),” katanya.

Budiman berharap dengan penetrasi pasar yang dilakukan, pihaknya dapat memperoleh kontrak pembelian pada 2018 mendatang, dilansir ANTARA, 13/7/2017.

Bagikan:

  10 Responses to “Laris Manis Pesanan Kapal PT PAL”

  1.  

    Kapan ngelanjutin pembangunan kapal PKR Sigma 10514 nya. Kok gak ada kabar kelanjutannya lg. Ini pasti gara2 Tukang Ngitung Phd, sering ngitungin kapal TNI AL. Jadi TNI AL malas pesan lg, takut dihitung2 sama si TN Phd… 😆

  2.  

    Kalo bisa LPD untuk TNI-AL sdh hrs lebih besar dr LPD sebelumnya spy daya angkutnya bisa lbh banyak…. Negara besar dg lautannya yg lbh luas kok LPD nya kecil2… mungkin ukuran LPD untuk MLsia bisa d pake dulu untuk TNI-AL sebelum d export…

    •  

      pal belum mampu utk bikin lpd yg lbh besar drpd pesanan negara lain bung…anehkan??.

    •  

      Hahaha komentarnya merendahkan TDM sekali bung, mana mungkin mereka mau beli bekas TNI? untuk sekelas LPD produksi PT PAL harganya sudah sangat kompetitif, saya rasa tidak ada alasan bagi TDM untuk tidak membeli baru.

    •  

      Bung Syam apa yang saya tangkap maksud bung Cendol mungkin, sebelum di pesan (dibeli) TDM, TNI sebaiknya juga membeli LPD dengan ukuran yang sama sebagai salah satunya bahan promosi. Supaya tidak paradoks, Masa negara tetangga beli kita malah tidak punya.. itu mungkin maksudnya.. maaf kalau saya salah..

  3.  

    yang penting dananya..kalau punya Malaysia di pake TNI AL emang siapa yang bayar?

  4.  

    Kalo bisa sigma class pelan pelan di naikin ke kelas destroyer..

  5.  

    Ada isyarat Penyertaan Modal Negara yang perlu ditambah, ya tentu untuk mendukung kemampuan PT PAL dalam rangka menambah kapasitas produksinya. Banyak proyek yang perlu dikerjakan oleh PT PAL namun terbentur kapasitas produksi saat ini. Padahal market sudah bersambut. Jika memang berbelit mungkin Manajemn PT PAL bisa membuka peluang pencarian sumber2 baru untuk menambah basic modalnya. Saya tidak begitu tahu apakah perusahaan strategis seperti PT PAL, Pindad, LEN itu boleh melantai ke bursa?, kalau memang bisa saya kira bakalan positif, karena perusahaan pertahanan jelas pembelinya yaitu pemerintah itu sendiri, disamping melayani pesanan dari luar negeri.

    Melihat berita ini, saya kira kita semua optimis akan masa depan PT PAL, setiap bentuk teknologi yang sudah ditransfer harus dikembangkan dengan inovasi, lini Research and Development harus menjadi lini strategis untuk mendapatkan perhatian lebih dari sisi permodalan dan kapasitas SDM-nya. Ini penting karena industri pertahanan merupakan perusahaan yang tulang punggungnya adalah teknologi tinggi dan inovasi. Jika ini kuat maka PT PAL dapat terus bertahan ditengah kompetisi perusahaan2 sejenis dikawasan. Penguatan kandungan lokal juga harus menjadi prioritas agar kinerjanya makin efisien disamping juga mekanisasi peralatan yang lebih modern. Pada dasarnya semua komponen pendukung harus juga ikut bersinergi memperkuat suplly chain untuk menopang industri PT PAL dan industri maritim lainnya. Memajukan industri maritim nasional dengan keunggulan teknologi.

  6.  

    laris manis

 Leave a Reply