Oct 122017
 

Rudal AIM-120 AMRAAM, (Mate 2nd Class Felix Garza Jr. / US Navy)

Washington. Jakartagreater.com. Departemen Luar Negeri Amerika Serikat telah membuat keputusan untuk menyetujui kemungkinan Penjualan Militer Asing ke Pemerintah Belanda untuk rudal udara-ke-udara AIM-120 C-7 Advanced Medium Range (AMRAAM). Perkiraan biaya adalah $ 53 juta. Badan Kerjasama Pertahanan Keamanan (Defense Security Cooperation Agency / DSCA) AS, telah mengirimkan surat pemberitahuan ke Kongres tentang kemungkinan penjualan rudal ini, pada, 11/10/2017.

Pemerintah Belanda telah meminta kemungkinan penjualan dua puluh enam (26) AIM-120 C-7 Advanced Medium Range Air-to-Air Missiles (AMRAAM), satu (1) AMRAAM Guidance Section Spare (item MDE), dua puluh (20) AMRAAM Captive Air Training Missiles (CATM), kontainer rudal, suku cadang kendali, dukungan sistem senjata, peralatan uji, suku cadang dan perbaikan, publikasi dan dokumentasi teknis, pelatihan personil, peralatan pelatihan, logistik, layanan dukungan teknis dan dukungan program lainnya. Perkiraan nilai total adalah $ 53 juta.

AIM-120 C-7 Jepang

Departemen Luar Negeri AS juga telah membuat sebuah keputusan untuk menyetujui kemungkinan Penjualan Militer Asing ke Jepang untuk AIM-120C-7 Advanced Medium-Range Air-to-Air Missiles (AMRAAMs). Perkiraan biaya adalah $ 113 juta. Badan Kerjasama Pertahanan Keamanan telah menyampaikan sertifikasi yang diperlukan yang pemberitahuan ke Kongres tentang kemungkinan penjualan ini, pada 4/10/2017.

Pemerintah Jepang telah meminta kemungkinan penjualan lima puluh enam (56) AIM 120C-7 Advanced Medium Range Air-to-Air Missiles (AMRAAMs). Termasuk juga kontainer, peralatan pendukung senjata, suku cadang dan perbaikan, layanan dukungan teknis dan logistik, serta program lainnya. Total biaya program diperkirakan $ 113 juta.

Penjualan ini akan mendukung kebijakan luar negeri dan keamanan nasional Amerika Serikat dengan memenuhi kebutuhan keamanan dan pertahanan sekutu utama dan mitra. Jepang menjadi kekuatan penting bagi perdamaian, stabilitas politik, dan kemajuan ekonomi di kawasan Asia Pasifik.

Penjualan yang diusulkan ini akan memberi Jepang kemampuan pertahanan udara yang tangguh untuk membantu mempertahankan tanah air Jepang dan personil A.S. yang ditempatkan di sana. Jepang tidak akan kesulitan menyerap amunisi tambahan ini ke Angkatan Pertahanan Udara Jepang. (dsca.mil).

  48 Responses to “Laris Manis Rudal AIM-120 Amraam”

  1. Mahal yaa? 53 juta usd utk 26 misil, sekitar 690 miliar

  2. Namanya teknologi tinggi ya harganya mahal, coba ilmuwan kita di berdayakan untuk membuat senjata canggih, pemerintah ingin membuat jet tempur tapi belajar di korea padahal ahli dalam negri tdk kalah hebatnya seperti dwi hartanto malah di gunakan orang barat membuat jet typhoon gen-6.miris ya negri ini ilmuwan kita tdk di hargai.

  3. BIASA AJA AH! BELINYA RIBET NUNGGU IJIN KONGRES SEGALA MAHAL LAGI

  4. bakalan laku lagi klo kita kejadian beli Nasams…

  5. Ya laris wong sekutunya yg beli, klu negara lain beli dr Timur bakal digoyang keamanan dlm negrinya!

  6. Mohon pencerahan kalau MBDA Meteor per missilenya berapa harganya? Apa bisa di pasang di F16 kita kan sama2 dari NATO..

    • Menurut Brosur Dari MBDA Harga Meteor Untuk Export Sekitar 2-2,5Jt USD Bung… Dan Meteor Baru Bisa Di Pasang Ke Gripen,Rafale,EF Typhoon Dan F-35… 😉

      • Meteor itu sangat canggih karena bisa nyerang pespur musuh dan pesawat AWACS musuh dari jarak 300 km, akan lebih gawat lagi kalau dipasang di F-35 karena hanya F-35 satu2nya pespur Siluman gen.5 yg F-22 pun belum diuji.

        Meteor pun disiapkan untuk menghajar Su-35 yg suka goyang2 gak jelas dari jarak yg aman dan sangat susah untuk dideteksi.

        So, emang jodoh nya F-35 dan MBDA Meteor.

        Hhhhhhhhhh

        • http://www.mbda-systems.com/press-releases/meteor-integration-f-35-takes-significant-step-forward/

          masih 2020, dan Meteor kan projectnya 6 negara Eropa… secara umum justru akan menjadi pesaing AIM-120 AMRAAM… dan di promosi videonya justru mengerdilkan kemampuan AIM-120 AMRAAM… lihat saja bagaimana kelanjutanya, biasanya yang beginian tidak disukai sama USA…

          • Meteor sudah resmi dipakai mulai tahun 2016 lalu. Dan kalo soal jangkauan, AIM 120 AMRAAM D sudah cukup buat menghajar musuh dari jarak jauh.

            Kemampuan Alutsista khususnya rudal Rusia akan buruk ketika dipaksa sampai ke jarak maksimal, probabilitas ideal ketepatan tembaknya akan menurun dan hanya sampai pada 3/4 dari jangkauan yg tertulis di pabrik. Sedangkan buatan barat khususnya USA ketepatan tembaknya tetap bagus walaupun pada jarak maksimal.

            Hhhhhhhhhh

        • Sudah lihat video MBDA meteor? Di video tsb juga menceritakan bisa menghajar pesawat siluman, kalau menghajar f35 jelas sangat mudah krn f35 bukanlah siluman.

          Di video tsb seperti ada pesan yg menjelaskan bahwa amrik jgn coba2 ganggu eropa, ada apakah dgn amrik?

  7. Suhu, saya mau nanya serius nih.

    Apakah rudal air to air seperti AMRAAM, R-77, Meteor, bisa digunakan sebagai rudal anti rudal (defense missile)??

    • Hahaha… Klau AIM-120&R-77 Ada Varian Surface To Air nya Bung… Versi AMRAAM Untuk Surface To Air Itu Di Sebutnya SLAMRAAM (Surface Launch Advance Medium Range Air to Air Missile) Bung. Dan Untuk R-77 Di Sebutnya R-77 ZRK

    • sekali-sekali mohon dibabar artikel missile nya para sesepuh, biar nambah pengetahuan, jgn cuman yg nggotongnya aja yg dibahas, jgn2 pespur boleh strong eh pensil nya mencret hehehe…

    • Kalo untuk platform anti pesawat itu bisa/mungkin tapi kalo anti misil apalagi misil AAW itu gak mungkin, butuh prosesor dg pengolahan yg luar biasa untuk bisa menembakan rudal melawan rudal/misil musuh. Umumnya yg dilawan adalah misil balistik (IRBM, ICBM), dan misil jelajah baik subsonik, supersonik maupun hypersonic.

      Mungkin kedepan bakal ada rudal mini AAW untuk melawan AAW juga seperti R-77,R37 dsb.

  8. Test..

    #Komenku Ngeweh

 Leave a Reply