Mar 192019
 
WhatsApp_Image_2019-03-17_at_23.23.39

Dansatgas Indobatt Konga XXIII-M/UNIFIL, Letkol Inf Arfa Yudha Prasetya mengatakan, bahwa Latma ini merupakan program Sect East (Sektor Timur) UNIFIL dengan LAF. Materi yang diberikan meliputi teori dasar pertempuran kota, latihan menembak, dan simulasi pertempuran jarak dekat.

Lebanon, Jakartagreater.com    –    Latihan Urban Combat tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kemampuan tempur prajurit, tetapi juga sebagai wadah bagi peserta untuk berbagi pengalaman, sehingga terjalin hubungan baik antara satuan di jajaran Sec East (Sektor Timur) UNIFIL dengan LAF (Lebanese Armed Forces).

Demikian disampaikan Dansatgas Indobatt Konga XXIII-M/UNIFIL, Letkol Inf Arfa Yudha Prasetya, pada Minggu 17-3-2019 saat menutup Latihan bersama (Latma) Urban Combat Training antara satuan jajaran Sektor Timur UNIFIL dengan LAF di UNP 7-2 Lebanon.

Dijelaskan Dansatgas, Urban Combat Training berlangsung selama 5 hari, yaitu tanggal 11 s.d 15 Maret 2019, bertempat di Markas Sec East UNP 7-2 Lebanon. “Latma ini merupakan program Sect East (Sektor Timur) UNIFIL dengan LAF. Materi yang diberikan meliputi teori dasar pertempuran kota, latihan menembak, dan simulasi pertempuran jarak dekat (PJD),” ujar Arfa Yudha.

Menurutnya, latihan tersebut melibatkan 26 personel dari gabungan Sektor Timur UNIFIL dan LAF. Khusus tenaga pengajar seluruhnya dari Indobatt. “Peserta terdiri dari 14 orang personel gabungan dari Sektor Timur (UNIFIL) yaitu Indobatt, Spainbatt, Indbatt, Nepbatt, Kazhakstanbatt, dan Serbia, sedangkan 12 orang lainnya personel dari LAF,” jelas Arfa Yudha.

WhatsApp_Image_2019-03-17_at_23.23.40

“Latma Ini tidak hanya bertujuan untuk menyamakan persepsi, menukar pengalaman, namun juga untuk membangun jalinan kerja sama yang baik antara satuan di jajaran Sektor Timur dengan LAF,” imbuhnya.

Lulusan Akmil 2002 ini juga sangat mengapresiasi atas pelaksanaan latihan bersama tersebut. Dirinya berharap, agar berbagai materi yang diberikan dapat dijadikan sebagai modal berharga dalam mendukung pelaksanaan tugas.

“Semoga latihan ini dapat menghasilkan personel yang hebat, yaitu yang mampu mengatasi dan menemukan solusi atas kendala yang mungkin terjadi saat menjalankan misi perdamaian di Lebanon,” pungkasnya.

Di akhir acara, Dansatgas Indobatt beserta Kapten Elias dari LAF juga memberikan sertifikat latihan kepada seluruh personel yang terlibat dalam latihan bersama tersebut. (tniad.mil.id)

  4 Responses to “Latihan Bersama Urban Combat Training di UNP 7-2 Lebanon”

  1.  

    Mungkin Bukan Aku Saja Yang Punya Mimpi Besar, Agar Kelak Nanti ndonesia Bisa Memiliki Persenjata Pertahanan ( Alutsista ) Yang Gahar Dan Mumpuni….Mampu Untuk mempertahankan Dari segala Serangan Negara Lain Dan Bisa Membalas Apabila Ada Serangan Dari Negara Lain….Aku Setuju Indonesia mempunyai Senjata Nuklir dan Pertahanan yg Mematikan ….Karena Aku Berpikir , Kedepan nanti…Entah Berapa Tahun….Seluruh Dunia Akan mencari sumber SDA yg ada dan melimpah demi menghidupi Rakyatnya….Tapi itu semua SDA dibumi ini akan menipis bahkan Habis….Tapi Di Indonesia ternyata masih banyak dan melimpah…Sudah Pasti Dunia akan Berpokus menuju Indonesia….

  2.  

    instrukturnya dari TNI murni, pesertanya dari lebanon, india, spanyol, nepal, kazakstan, dan serbia. ini bentuk pengakuan internasional terhadap kemampuan tempur TNI. Padahal, india, lebanon, dan serbia adalah negara yang belum lama perang atau konflik.

  3.  

    Kemampuan TNI kita egk perlu d ragukan lagi,kita hanya perlu di dukung Alustista yg menunjang