Sep 022016
 

Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan (Korsel) telah menggelar latihan militer gabungan sejak 22 Agustus 2016. Yang terbaru, latihan militer gabungan kedua negara dilakukan dengan menggelar simulasi serangan terhadap situs nuklir dan rudal Korea Utara (Korut).

Sebanyak 25.000 pasukan AS dan 50.000 tentara Korsel terlibat dalam simulasi serangan terhadap negara pimpinan Kim-jong un itu.

Dikutip dari kantor berita Yonhap, Jumat (2/9/2016), Kementerian Pertahanan Korsel menyatakan Latihan militer selama dua minggu akan memperkuat kemampuan manajemen krisis sekutu AS dan Korsel dan membantu kesiapan tempur bersama.

“Mereka lebih siap untuk melawan malam ini dalam kasus di mana Korut membuat setiap langkah provokatif,” Kata seorang pejabat Kementerian Pertahanan Korsel.

”Simulasi serangan ini untuk menguraikan kemungkinan serangan pre-emptive terhadap fasilitas nuklir dan rudal Korut,” Pungkas seorang pejabat pertahanan Korsel itu.

Latihan militer gabungan bertajuk Ulchi Freedom Guardian (UFG) itu semakin memicu ketegangan di Semenanjung Korea. Korut berulangkali mengancam akan meluncurkan serangan. Pada 24 Agustus 2016 lalu disela-sela uji coba rudal balistik dari sebuah kapal selam, Korut juga mengancam akan menyerang Korsel.

Korut juga merilis sebuah cemoohan terhadap latihan gabungan kedua negara itu pada hari terakhir.

”Kertas putih berlabel latihan militer bersama adalah produk langsung dari kebijakan bermusuhan terhadap DPRK (Republik Demokratik Rakyat Korea) dan dirancang oleh strategi militer AS. Jika mereka terus-menerus untuk latihan militer dan latihan perang nuklir lainnya terhadap DPRK, mereka akan menghadapi akhir yang paling kejam dan menyedihkan,” bunyi pernyataan Pemerintah Korut dirilis KCNA.

Sebelumnya, seorang pembelot Korea Utara (Korut), Kim Heung-kwang, memperingatkan para musuh korut bahwa pemimpin Kim Jong-un, tengah meningkatkan armada kapal selamnya yang bisa meluncurkan serangan nuklir yang menghancurkan.

Langkah yang dibuat oleh Kim Jong-un dan penasihatnya,dilakukan untuk menciptakan suatu lingkungan di mana Amerika Serikat (AS) dan masyarakat internasional tidak dapat dengan mudah meremehkan kemampuan serangan nuklir Korut.

Sumber : sindonews.com

  5 Responses to “Latihan Gabungan AS dan Korsel Simulasikan Serangan ke Korut”

  1. kahiji?

  2. Dimana letaknya pertamax.?

  3. Xixixi….dia jd koplak beneran. Audzubillah himinas syaiton nirojim (aku berlindung kepada Allah dari godaan Syaiton yg terkutuk dan jg org koplak)…xixixi

  4. Ga bakalan perang, semua pada ga brani mendahului, krn mrk semua takut jika perang pecah, nuklir jadi ancaman semua umat manusia…

 Leave a Reply