JakartaGreater.com - Forum Militer
May 082013
 

latgab1

Sebanyak 16.745 prajurit TNI melakukan latihan gabungan tingkat Divisi mulai 15 April 2013 dengan medan operasi: Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta; Asem Bagus, Jawa Timur; Bima, Nusa Tenggara Barat dan Sangatta, Kalimantan Timur.

Materi latihan gabungan berupa proses pengambilan keputusan militer, kesiapan dan latihan, hingga komando pengendalian kampanye militer dan operasi gabungan. Latihan gabungan ini juga melakukan operasi pengintaian udara, operasi intelejen taktis, operasi pasukan khusus, dukungan udara, operasi perebutan pengendalian panggkalan udara, operasi laut gabungan, operasi amfibi, lintas udara, pendaratan administrasi, teritorial dan operasi darat gabungan.

Kepala Staf Umum TNI, Marsekal Madya TNI Daryatmo menjadi Direktur Latihan dengan Panglima Kostrad, sementara Letnan Jenderal TNI Muhammad Munir, sebagai Panglima komando dan staf gabungan latihan mandala.

Menurut Panglima TNI, Laksamana Agus Suhartono, Latihan Gabungan 2013 ini termasuk pengujian beberapa doktrin baru, terkait sistem persenjataan baru yang dimiliki TNI. Kehadiran sistem kesenjataan baru ikut mengubah sebagian atau keseluruhan doktrin tempur dan perang yang ada dan akan diuji di lapangan dalam latihan gabungan.

Dia mencontohkan, sebagian kapal-kapal pendarat pasukan TNI AL merupakan generasi baru. Kecepatannya bisa lebih tinggi ketimbang kapal pendarat tank (LST – Landing Ship Tank). “Jadi kapal pengangkut pasukan pendarat tidak usah lagi terlalu dekat ke pantai kawasan yang akan direbut dan diduduki karena bisa menambah resiko.

Dari sisi pertempuran udara, sekarang ada EMB-314 Super Tucano yang dipersenjatai. Kegunaannya hampir sama dengan OV-10F Bronco dari generasi sebelumnya yang digantikan. Fungsinya adalah untuk pengintaian udara dan serbu udara-darat jarak dekat serta payung udara pasukan infantri.

latgab2

latgab76latgab77

latgab3latgab4latgab5latgab6latgab7latgab8latgab9latgab10latgab11latgab12Skenario Perang

Skenario dari latihan perang ini adalah menghancurkan musuh yang telah menguasai dan mengklaim wilayah Sangatta, Kalimantan Timur, menjadi sebuah negara berdiri sendiri dengan nama “Negara Sonora”.

Pasukan bersenjata Aliansi Sonora secara terbuka mengerahkan kekuatan darat, laut dan udaranya dengan poros manuver dari pangkalan ajunya di P. Namit menuju P. Tarakan, Sangatta dan Bima. Komposisi dan disposisi kekuatan Laut lawan, terdiri dari: 1 PKR, 1 KCR, 1 AT dan 1 BCM serta didukung kekuatan Udara yang terdiri dari 1 Pesawat Intai B 737, Pesawat Angkut dengan jenis 4 Pesawat PC 7 MK2, 2 Pesawat Cessna, 1 Pesawat C 130 serta dilengkapi dengan 2 Pesawat UAV Eagle ARV, yang dipersiapkan untuk memberikan dukungan kepada kekuatan Aliansi Sonora yang sudah berada di Tarakan, Sangatta, dan Bima.

Kekuatan Darat Aliansi Sonora yang terdiri dari 1 Brigade (+) diperkuat, Batalyon Armed 76, Kompi Kavaleri Tank dan Baterai Arhanud saat ini telah link up dengan Gerakan Sumpit Merdeka serta didukung oleh kekuatan udara dengan komposisi 1 Pesawat CN-235, 2 Heli Angkut S61A-4, UAV Alutsista Udara dan Black Hawk, berusaha untuk terus merebut dan menguasai sebagian wilayah Sanggata, Tarakan sambil bertahan di kedudukannya untuk menunggu bantuan perkuatan dari Pangkalan aju Aliansi Sonora sebelum melanjutkan gerakan selanjutnya.

latgab13

latgab14latgab15latgab16latgab17latgab18latgab19latgab20latgab21latgab22latgab23latgab28latgab29latgab30latgab31latgab32Counter Attack

Melihat serangan yang mendadak itu, TNI langsung melakukan segala manuver untuk memulihkan kembali situasi keamanan NKRI, khususnya di wilayah Asembagus, Situbondo, Jawa Timur, di Bima NTB, dan di Sangatta, Kalimantan Timur.

Komando Gabungan TNI melaksanakan Kampanye Militer meliputi Operasi Khusus, Operasi Udara, Operasi Laut Gabungan, Operasi Amfibi, Operasi Linud, Operasi Ratmin & Operasi Darat Gabungan untuk menghancurkan kekuatan Aliansi Sonora dan Gerakan Sumpit Merdeka (GSM) serta Gerakan Nusa Merdeka (GNM) mulai hari “H” jam “J” selama 20 hari di Mandala Operasi Kalimantan Timur & Nusa Tenggara Barat dalam rangka mengembalikan kedaulatan NKRI.

Geladi Posko berlangsung mulai 15 hingga 19 April 2013. Sementara geladi lapang yang terdiri dari latihan perang darat, perang laut, maupun perang udara, berlangsung di Situbondo, Jawa Timur, di Sangatta, Kalimantan Timur, dan di Nusa Tenggara Barat (NTB).

latgab35latgab36latgab37latgab38

MI-35 TNI-AD

MI-35 TNI-AD

Super Puma TNI-AU

Super Puma TNI-AU

latgab43latgab44latgab45latgab46latgab47latgab48latgab49latgab50Kekuatan TNI AL

Angkatan Laut menggunakan 42 KRI.  27  Kapal Perang Republik Indonesia (KRI)  berasal dari Koarmatim dan  15 kapal perang dari jajaran Koarmabar.

Kapal perang koarmatim terdiri dari berbagai jenis diantaranya kapal kombatan jenis Kapal Perusak Kawal Rudal, SIGMA, Kapal Selam, Kapal amfibi dan Landing Platform Dock (LPD) Kapal Cepat Rudal (KCR KRI Clurit-641, KRI Kujang-642 dan KRI Baladau-643) dan Kapal Cepat Torpedo (KCT), Kapal Buru Ranjau (BR) dan Penyapu Ranjau (PR), Kapal Patroli Cepat (Fast Patrol Boat) dan Kapal Bantu.

Unsur-unsur tersebut tergabung dalam Komando Tugas Gabungan Laut (Kogasgabla) dan Komando Tugas Gabungan Amfibi (Kogasgabfib). Unsur Kogasgabla terdiri dari kapal-kapal kombatan, kapal rudal, dan penyapu ranjau, sedangkan unsur Kogasgabfib terdiri dari kapal amfibi dan LPD, Pasukan Khusus (Pasus) TNI AL Kopaska dan Taifib, Penyelam Tempur, dan helikopter. Jajaran Kogasgabfib ini mengangkut Pasukan Pendarat (Pasrat) Marinir dan matrial tempurnya.

Secara umum Gelar Kekuatan Laut ini menampilkan seluruh kekuatan yang tergabung dalam Sistem Senjata Armada Terpadu (SSAT) TNI AL, mulai dari kapal perang, pesawat udara, Marinir dan pangkalan. Sedangkan personel TNI AL yang terlibat dalam latihan gabungan ini sekitar 6.500 orang.

Pada Latgab TNI kali ini, Korps Marinir mengerahkan 59 tank amfibi, yaitu 17 BMP-3F (Boyevaya Mashina Pyekhota), 33 BTR-50 (Browne Transporter), 7 LVT-7A1 (Landing Vehicle Track), serta 2 BVP-2 (Bojove Vozidlo Pechoty), 2 unit Roket Multi Laras RM-70/Grad, 16 perahu karet, 4 unit meriam Howitzer 105 mm, serta 16 perahu karet motor tempel, beserta prajurit Marinir yang kesemuanya diangkut dengan kapal perang LST dan LPD. Adapun Puspenerbal mengerahkan 3 pesawat Intai Maritim jenis Cassa serta 5 helikopter untuk pendaratan Marinir Lintas Heli.

Sedikitnya 2000 prajurit Korps Marinir TNI AL yang tergabung dalam Pasrat 13 melakukan pendaratan amfibi di pantai Banongan, Asembagus, Situbondo. Seluruh personel dan material tempur Korps Marinir TNI AL tersebut melaksanakan latihan  menggunakan KRI Makassar-590, KRI Banjarmasin-592, KRI Teluk Sibolga-544, KRI Teluk Mandar-514, KRI Teluk Cendrawasih-534, KRI Teluk Banten-516 dan KRI Teluk Cirebon-543.

Latihan pendaratan amfibi diawali dengan masuknya Pasukan Pendarat kemudian dilanjutkan dengan bantuan tembakan kapal, setelah itu meluncurlah 4 unit LVT-7 yang merupakan kendaraan tempur VVIP pada gelombang pertama pendaratan, kemudian diikuti gelombang dua pendaratan yaitu 15 unit BMP-3F, di gelombang tiga pendaratan yaitu 13 unit BTR-50, dilanjutkan 12 unit BTR-50 sebagai gelombang keempat, pada gelombang lima 6 unit Kapa-61, 4 diantaranya membawa senjata Howitzer 105 mm dan pada gelombang terakhir 2 buah LCU dengan membawa roket multi laras RM 70 Grad.

Setelah semua personel dan material tempur sudah mendarat, dilanjutkan dengan penembakan Howitzer 105 mm dan roket RM 70 Grad dari pantai Banongan dengan sasaran berada di daerah latihan Puslatpur Korps Marinir Baluran dengan jarak 20 km.

latgab51latgab52latgab53latgab54latgab55latgab56latgab57latgab58latgab59

latgab61latgab62latgab63latgab66latgab68latgab65Kekuatan TNI AU

Angkatan Udara mengoperasikan 5 pesawat SU 27/30, 5 pesawat Hawk SPO, 5 unit F-16, 5 unit Hawk PBR, 11 pesawat C-130 Hs/H/B, 1 pesawat C-130, 2 pesawat B-737 Intai, 2 Pesawat C-212 Cassa, 2 unit CN-235, 1 unit CN-235 MPA, 2 Helikopter Nas-332/SA 330, 4 Helikopter EC-120 Colibri.

Satu flight pesawat tempur Sukhoi SU-27/30 home base  Skadron Udara 11 Wing 5 Lanud Sultan Hasanuddin,  bergerak ke  Lanud Iswahjudi Madiun, untuk mengikuti Latihan Gabungan. Pesawat Tempur Sukhoi 27/30 melakukan penembakan dari udara ke darat di AWR (Air Weapon Range) Asembagus dan Rambang Nusa Tenggara Barat.

Pesawat tempur F-16 Fighting Falcon dari Skadron Udara 3 Lanud Iswahjudi, juga melaksanakan penembakan dan pengeboman dari udara ke darat dengan bom dan Rudal Maverick, yang pelaksanaanya akan disaksikan langsung oleh Presiden  Susilo Bambang Yudhoyono, di Pulau Gundul, kepulauan Karimun Jawa.

Empat helikopter dari 2 jenis Super Puma dan puluhan personel dari Pangkalan Udara (Lanud) Atang Sendjaja (ATS) Bogor, memberangkatkan helikopter untuk bergerak ke Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Sangata, Kalimantan Timur (Kaltim).

Tugas yang dilaksanakan personel dari Lanud ATS  adalah  Search and Rescue (SAR) tempur di dua wilayah Trouble Spot. Yaitu rappelling (meluncur dari ketinggian), hoisting (ditarik menggunakan tali kedalam pesawat), pengamanan, serta tim penolong.

Satu Flight pesawat Hawk 100/200 Skadron Udara 12, Lanud Roesmin Nurjadin juga bertolak menuju Lanud Iswahyudi, Madiun, untuk bergabung dalam Latihan Gabungan TNI yang bertempat di daerah Asem Bagus, Jawa Timur. Satu Flight penerbangan “Black Panther”  ini dipimpin langsung oleh Danskadron Udara 12, Letkol Pnb A. Yani Amrullah.

Kekuatan TNI AD

Selain melibatkan ribuan infanteri, Angkatan Darat juga membawa 14 unit Tank Scorpion, 5 unit Tank Stormer APC, 2 Unit Tank Stormer Komando, 13 unit Tank AMX, 21 Pucuk Meriam, 12 Helikopter MI 17,  MI-35, 12 Helikopter Bell dan 3 Heli  NBO 105.

latgab70latgab71latgab72latgab73latgab74latgab75

latgab78latgab79latgab80latgab81latgab82latgab83latgab84latgab84 latgab85latgab86latgab87latgab88latgab89latgab90latgab91latgab92latgab93latgab94latgab94 latgab95latgab96latgab97latgab98latgab100latgab99latgab101Operasi Militer

Operasi darat dimulai dengan diterjunkannya pasukan untuk menyusup ke daerah yang dikuasai musuh, penerjunan dilaksanakan pada pukul 01.00 WITA dini hari di sekitar Kaubun, Sangatta, Kalimatan Timur. Pasukan Gabungan yang diterjunkan bertugas menyiapkan lokasi yang aman untuk pendaratan Pasukan Gabungan yang akan melaksanakan Operasi Darat Gabungan lanjutan.

Pasukan terdiri dua shorty penerjunan, dengan jumlah personil 52 orang, terdiri dari 25 orang sebagai Kendali Depan Operasi Linud (KDOL) Kostrad, 14 orang pasukan Intai Para Amfibi (IPAM) dari Marinir dan 13 orang bertugas sebagai Pengendali Tempur (Dalpur) dari Pakhas Angkatan Udara.

Pengiriman pasukan ini didasarkan perkiraan Intelijen TNI bahwa aliansi negara Sonora berhasil membentuk dan membangun kekuatan separatis yang di beri nama “Gerakan Sumpit Merdeka (GSM)” di wilayah Kalimantan Timur dan “Gerakan Nusa Merdeka (GNM)” di wilayah Nusa Tenggara Barat.

Di lokasi yang terpisah, satu persatu Pasukan Khusus TNI terjun bebas dari ketinggian 6000 feet menggunakan pesawat Hercules C-130, mendarat di wilayah musuh yang terletak di daerah Juwata Pasir untuk mengambil alih kendali beberapa obyek vital yang dikuasai musuh di Tarakan, Kalimantan Timur.

Operasi Senyap yang dilaksanakan oleh Pasukan Khusus TNI ini melibatkan 60 personil, terdiri dari 20 personil Sat-81 Gultor Kopassus TNI AD, 20 personil pasukan Khusus Detasemen Jala Mangkara (Denjaka) TNI AL dan 20 personil pasukan khusus Detasemen Bravo (Denbravo) TNI AU.

Keberhasilan pendaratan personil Pasukan Khusus TNI di daerah Tarakan tak lepas dari peran serta Tim Kendali Depan Operasi Linud (KDOL) yang terjun sehari sebelumnya untuk memandu dan menyiapkan Dropping Zone penerjunan OP3U Kogasudgab di Tarakan dan operasi Lintas Udara (Linud) di Sangatta untuk membentuk tumpuan udara di daerah musuh.

Pasukan Khusus yang diterjunkan TNI di wilayah Tarakan mengemban tugas yang sangat penting, yaitu harus mampu merebut dan menguasai beberapa obyek vital di Tarakan yang telah dikuasai musuh.  Detasemen 81 Gultor Kopassus bertugas untuk mengambil alih Stasiun Televisi Republik Indonesia (TVRI), sedangkan Denjaka bertugas untuk mengamankan Pelabuhan Malundung yang telah dikuasai musuh, sementara itu Denbravo bertugas untuk mengamankan Satuan Radar (Satrad) 225.

Setelah menguasai sasaran masing-masing, beberapa personil Pasukan Khusus TNI yang terdiri dari Gultor Kopassus, Denjaka dan Denbravo masih memiliki tugas lain yaitu mengambil alih radar yang berada di bandara Juwata Tarakan dan melumpuhkan Penangkis Serangan Udara (PSU) guna mempermudah pendaratan pasukan Operasi Perebutan Pertahanan Pangkalan Udara (OP3U).

Setelah radar bandara Juwata dikuasai dan senjata PSU dilumpuhkan, tahap selanjutnya adalah penerjunan Batalyon Perebutan Pangkalan (Yonbutlan) OP3U Paskhas menggunakan lima pesawat Hercules C-130 dengan mengangkut 210 personil Paskhas TNI untuk merebut dan menguasai bandara Juwata Tarakan. Aksi baku tembak antara pasukan OP3U Paskhas dan pihak musuh tidak dapat dihindari ketika merebut bandara Juwata, namun profesionalitas prajurit TNI dalam berperang dengan mudah dapat melumpuhkan lawan dan mengambil alih bandara.

Bandara Juwata berhasil direbut dan dikuasai, selanjutnya Tim Pengendalian Pangkalan Paskhas TNI menyiapkan pendaratan dua Hercules C-130 untuk mengangkut satu Bateray Pertahanan Udara Pashkas dan beberapa peralatan seperti 1 kendaraan Smart Hunter, 1 Meriam Triple Gun dan 10 rudal QW-3.

Pagi hari berikutnya pukul 06.00 WITA pesawat F-16 TNI AU membombardir kedudukan musuh yang disimulasikan dekat dengan pantai Sekerat, Sangatta, Kalimantan Timur untuk melemahkan kekuatannya. Setelah itu disusul penerjunan 1.000 pasukan Lintas Udara Brigade Lintas Udara 18 Kostrad dan Pasukan Khas TNI AU yang dilakukan oleh 10 pesawat Hercules.

Rangkain aksi tadi menandai dimulainya  Operasi Darat Gabungan, dengan dilakukannya Operasi Serbuan Amphibi, Operasi Serbuan Lintas Udara dan penembakan Artileri Medan Marinir RM 70 Grade 105 mm di Pantai Banongan, Asembagus, Situbondo.

Pada hari Kamis 2 Mei 2013, sejumlah kapal perang akan melaksanakan penembakan peluru kendali, seperti KRI Abdul Halim Perdana Kusuma-355 menembakkan Rudal C-802, KRI Sultan Iskandar Muda-367 menembakkan Rudal Exocet MM-40, dan KRI Cakra-401 (kapal selam) menembakkan torpedo SUT (Surface and Underwater Target) dengan sasaran permukaan adalah eks KRI Teluk Semangka-512 di perairan laut Jawa.

Pada hari Jumat 3 Mei 2013, pukul 05.00, Latihan Umum (Latum) berupa Operasi Amfibi di Pantai Banongan, Situbondo yang diawali dengan taklimat, kemudian Bantuan Tembakan Kapal, setelah itu meluncurlah gelombang pendaratan dari kapal LST dan LPD, seperti LVT-7A1 yang merupakan serbuan gelombang pertama, kemudian diikuti gelombang kedua BMP-3F, gelombang ketiga BTR-50, gelombang keempat KAPA-61 yang mengangkut Howitzer 105 mm, dan LCU yang membawa RM 70 Grad.

Setelah semua material dan kendaraan tempur mendarat, dilanjutkan dengan penembakan berbagai persenjataan Korps Marinir seperti Howitzer 105 mm, dan RM-70 Grad. Selanjutnya, di titik tinjau T-12 dapat disaksikan manuver pasukan Infantri Korps Marinir bergerak maju bersama tank BMP-3F, BTR-50, LVT-7A1, dan BVP-2 sambil melancarkan serangan tembakan.

Latihan gabungan (Latgab) TNI 2013 diwarnai aksi penembakan rudal dengan sasaran KRI Teluk Semangka 512 sebagai sasaran tembak  di perairan Laut Jawa dengan tembakan dari torpedo kapal selam Cakra 402, rudal exocet, dan rudal C-802 dari KRI Klasik.  Beberapa alutsista baru yang bergabung dalam Latgab ini antara lain: BMP3, Super Tucano, LST, Torpedo kapal selam Cakra dan  Rudal C 802. Latgab 2013 ini antara lain melakukan latihan penembakan MFT, ADEZ, Screnex, Aswex; dan  rangkaian latihan AAROFEX. (photo by: Kenyot10-Kaskus.co.id/JKGR).

Berbagi

  43 Responses to “Latihan Gabungan TNI 2013”

  1.  

    Woww … hebat yah Bung Diego dengan JKGR nya bisa dapat foto-foto exclusive Latihan Gabungan TNI 2013. Two thumbs lah ..!!!

  2.  

    hahahhaaha..atau jgn” mas kenyot ama mas diego orang yg sama nih..

    •  

      Bukan Mas. Om Kenyot itu sumber informasi bagi para pecinta informasi Alutsista dan Militer Indonesia. Kita bersyukur karena dia terus eksis, sehingga informasi yang berguna bagi masyarakat bisa kita terima. Keep the back door open, agar kanal informasi dari pemerintah/TNI ke masyarakat tidak mampet dan tetap harmonis.

  3.  

    Hahaha… Pak SBY sampe pucat pas di atas Tank Amphibi, bahkan pas baru mendarat masih pucat euiy.. Jangankan Pak SBY yang naek Tank AMphibi, ane aja naek sampan di kali yang tenang juga pucat oiy.. hehehehe…..

    Bravo buat Pak BY yang dengan visi misinya sejak 2004 mulai membangunkan singa nya singa di Asia. (Tenggara).

  4.  

    Keren om pic nya, Kurang banyak… tapi kenapa pic Bpk Ibu dan anak dimasukin om? Mengganggu mata hehehehe….

  5.  

    latgab 2013 keren 🙂

  6.  

    Mudah2an latgab tni ini membuat prajurit benar 2 mempunyai jiwa korsa yg tinggi semangat tempur apabila memang terjadi perang……..miris melihat aparat yg sedang mengepung atau menggrebek (judi kali) istilah am hendropriyono ..kontras dgn apa yg terlihat sewaktu latihan….dgn 6 personil masuk mendobrak pintu…brakkkk dor..dorr.bang..bang teroris terkapar sandera selamat ….tapi apa yg terjadi di lapangan…bandung..kebumen…bak pasukan liar…nembak dr jarak jauh…hancurlah rumah orang….di dramatisir oleh tv…merah……berjam jam…..malu miris…..melihatnya….kemana materi yg diberikan pelatih dr as dan ausie….kok hilang sama sekali…..seolah oleh…menjadikan tontonan yg membahanyakan bg warga yg nonton……mudah2an….pasukan anti teror tni tidak seperti ini….brak…dor.dor. Satu jam selesai

    •  

      Yang di bandung itu laen om… kalo itu mah sipil yang dikasih pegang senjata……

    •  

      Di Boston kemarin sewaktu Dzhokhar Tsarnaev yang cedera sudah terpojok di atas boat, pengepungan juga masih berlangsung lama, tidak asal serbu, karena dikuatirkan dia masih membawa bom. Untuk mengejar 1 orang (Tamerlan sudah tewas), manhunt tsb melibatkan hingga
      9,000 personil selama 24 jam. Densus 88 unggul jauh dalam produktivitas, penggerebekan di 4-5 lokasi (DKI/Jabar/Jateng), personil yang dikerahkan tidak sampai 1,000, selesai dibawah 24 jam, terjaring 20 orang (7 diantaranya tewas).
      Berhadapan dengan teroris yang irrasional (bisa hingga meledakkan diri seperti Dr Azahari) atau pasang booby trap / bom dibalik pintu, lebih penting safety first, tidak ada personil terluka.
      Waktu berpihak kepada pihak pengepung, waktu yang lebih panjang justru memberi kesempatan kepada warga untuk dievakuasi / menjauh.
      Yang penting cermat, segala kemungkinan diantisipasi, ini bukan adu lari yang diukur waktunya.

    •  

      ‘9,000 heavily armed personnel hunted down the Chechen brothers whose rucksack bombs killed three people…’ -The Mirror, UK.

      Di Boston, 9,000 petugas mengejar 2 teroris. Jadi dalam ukuran AS, untuk mengejar 20 teroris yang terpencar di 4-5 lokasi di 3 negara bagian butuh 90,000 personil ?.
      Mungkin sekali2 perlu gantian, perwira Densus yang memberikan materi di Boston sana… 🙂

      •  

        jadi inget operasi RPKAD Pasukan Garuda III di Kongo
        hanya dengan 30 orang prajurit bisa mengatasi 3000 orang pemberontak bersenjata lengkap
        korban dipihak kita cuma 1 orang (cedera terkena pecahan RPG), sementara dipihak pemberontak puluhan tewas dan luka-luka

        padahal standard operasi tentara,jika musuh berkekuatan 3000 orang, harus disergap dengan kekuatan 3 kali lipat, yaitu 9000 personil.
        gara-gara tindakan mereka yang heroik, Pasukan Garuda III dibilang IRRESPONSIBLE sama Panglima Pasukan PBB di Kongo, Letnan Jenderal Kadebe Ngeso dari Ethopia

        bisa dibayangin kan gimana jitunya strategi menyerang kita!!

    •  

      betul itu bung yang di bandung kemarin tuh sama dg sejawatnya bukannya bermaksud menjelekkan waktu darmil di aceh nembaknya ngawur kalo posnya lg diserang sama gam yang penting senjata bunyi moril tinggi nggak tahu apa yg ditembak beda sama TNI tp begitu pulang rata rata KPLB semua yg tamtama bs lgsg bintara coba klo TNI naik turun gunung keluar masuk hutan nggak KPLB kecuali dpt pucuk banyak sama tangkapan besar

  7.  

    Om danu benar….di as…mungkin teroris beneran….asli…..dia radikal timbul dari dirinya…….dlm suatu talkshow di tv metro klo ga salah…seorang narasumber…dia yg sudah terkenal di bidang intelejen…ex tni…temanya bom depok…..dia yakin….itu ada yg atur……sy orang awam percaya saja…kapasitas dia memang pernah memegang kepala intel di negeri ini…di as terorisnya……asli teroris…..klo di sini….teroris di tembak duluan lg naik motor…depan masjid…sampe2 pedagang di tembak juga di sangka teroris…dalam metro tv…nanan s…di tanya…apa bener bukan pengalihan isu bbm..oleh wartawatinya……….hidup tni

    •  

      Di kita juga ada kelebihan, merekrut calon ‘pengantin’ bom bunuh diri tidak sulit, banyak peminat…

    •  

      Bukan Pengalihan Isyu BBM..
      mungkin ada yang PENCITRAAN untuk merebut kursi Trunojoyo 1.

      Setelah kemarin salah strategi/dan salahperhitungan …
      Penangkapan teroris sebelumnya beritanya TENGGELAM oleh penyerahan diri Susno Duaji..

      JADI sudah diramalkan akan ada penangkapan kembali setelah itu..dan ternyata BENAR

  8.  

    Mungkin seharusnya anak dan bininya SBY punya aturan tata krama bukanya membelakangi panglimanya MR AgusX…??.kasihan panglimanya ditunjukin photo ini kaya tidak ada wibawahnya begitulah hukum yg berlaku di negeri ini Tuan yah tetap Tuan tidak perduli pangkat dan peran yg lebih besar dari sang majikan yg punya di Republik Indonesia ini…masih minim peralatanya payung udara dan misilnya belum ada untuk perang modern untuk selanjutnya sudah ada Apache,Pantsir S1 versi tank,S300-S400…mutlak dibutuhkan jangan sampai kalah dengan negri bollywood,pakistan,singapore….

  9.  

    The real threat adalah serangan udara dengan pesawat tempur generasi 4 atau 5 dengan AAM, ASM maupun AGM canggihnya, dan juga serangan rudal jelajah dari kapal perang maupun bomber. Kalau tidak dapat menangkalnya maka pembelian Leopard, Astros, Caesar, Mi-35, Apache, BMP3, KCR, PKR, C-295 menjadi sia-sia. Latihan menangkal serangan udara ini perlu ditingkatkan lagi kedepannya dengan dukungan SAM yang mumpuni..

    •  

      Pemaparan The Great persis dengan serangan Israel ke truk truk “pengangkut rudal” di Suriah. AS menyatakan tidak melihat adanya pesawat Israel yang melintas. Anti udara Suriah juga tidak bereaksi karena diduga truk-truk Suriah itu ditembak dari jarak jauh. Israel menyerang Suriah tanpa harus memasuki wilayah Suriah.

      Hal inilah yang harus diantisipasi.

      Australia sedang memodernisasi armada Kapal Selam dan Frigate/ Destroyer mereka, untuk instalasi Long-range land attack cruise missiles menggunakan Rudal Tomahawk dengan jangkauan +2000 Km.

      Kapal pertama yang siap mengoperasionalkan rudal jarak jauh Tomahawk adalah Destroyer AWD yang 3 diantaranya dioperasionalkan tahun 2014.

      Australia juga akan memasang Tomahawk di Armada Kapal Selam yang baru, pengganti Kapal Selam Collins yang akan pensiun. Penembakan Tomahawk dari kapal selam via tabung Torpedo.

      Air Superiority + Long-range land attack cruise missiles…hmmmm

      •  

        Yang menentang TNI memiliki alutsista canggih mengatakan kita jangan sampai memicu perlombaan senjata di kawasan, kita bukanlah negara yang suka perang, kita negara yang cinta damai, doktrin militer kita bukanlah ekspansif, kita tidak akan melakukan invasi ke negara lain. Tapi lihatlah Australia dari dulu punya bomber (fighter bomber tepatnya) meski hanya kelas ringan yaitu F-111 Aardvark yang 2010 kemarin sudah retired. Kini Aardvark digantikan super hornet yg punya combat range lebih jauh dari hornet biasa. Kemampuan radar mereka ditambah dukungan wedgetail mampu mengobok – obok wilayah kita, mereka bisa tahu fighter dari lanud mana saja yang mengudara.

        Dengan dukungan 95 hornet/super hornet mereka bisa kapanpun melakukan strike ke wilayah Indonesia, sudah dibuktikan dengan ancaman mereka yang akan mengebom jakarta pada waktu intervensi Timtim, dan kita tidak bisa berbuat apa-apa. Beberapa kali hornet juga terdeteksi melakukan black flight.

        Singapura juga punya 90 an gabungan F-16 block 52 dan F-15 SG, kalau F-15 mereka ke jakarta, sanggupkah F-16 block 15 atau block 30++ di pekanbaru atau madiun menghalaunya. Flanker di makassar mungkin terlambat datang. Belum tentu kita mampu membombardir pulau singapura karena dipertahankan dengan middle range range SAM Hawk, lanud pekanbaru dan pontianak mungkin sudah hancur oleh F-15 SG karena air deffense nya tidak memadai.

        Meski potensi gesekan dengan tetangga peluangnya kecil namun potensi itu tetap ada, sejarah sudah membuktikannya. Selain dengan malaysia masalah freeport dan Papua bisa memicu intervensi militer asing.

        Mengapa kita nyaman dengan kondisi seperti ini, mengapa sampai saat ini rencana pembelian SAM middle dan long range belum juga matang?

        Beberapa Waktu lalu SBY pernah berkata bahwa militer kita harus lebih unggul dari tetangga. Kalau memang konsisten dengan pernyataannya, maka kalau Australia dan singapore mau beli F-35, maka kita paling tidak dari sekarang harus di pikirkan di renstra kedua harus diprogramkan pembelian Su-35 minimal 2 skuadron, dan renstra ketiga direncanakan beli PAKFA.

        •  

          kepentingan singapura dalam meningkatkan kemampuan pertahanannya lebih condong untuk pertahanan thdp (kemungkinan) ekskalasi dgn ‘tetangga utara’nya, yang rada arogan, bukan yang diselatan (kita),
          mereka respek koq dgn kita.

          •  

            Dengan Singapore kemungkinannya memang kecil, lebih besar kemungkinannya dengan malaysia dalam hal ini kasus ambalat. Kalau Malaysia sampai berani memberikan konsesi minyak diambalat secara sepihak dan melindunginya dengan kekuatan militernya, bagaimanapun kita harus siap menghadapinya.

            Yang paling besar kemungkinannya adalah dengan Australia. Isu Papua dan Freeport adalah hal sensitif yang bisa memicu kehadiran militer USA dan AUS. Lihat saja buat apa penempatan marinir USA di Darwin kalau bukan untuk menggertak RI supaya jangan macam2 mengusik Freeport. Kalau sampai Freeport di sentuh KPK misalnya, dan pemerintah RI diam saja, maka isu pelanggaran HAM di papua bisa diciptakan, kerusuhan etnis bisa digerakan, Pepera diungkit dan dipertanyakan lagi. Saat itu militer USA (dan AUS) bisa saja masuk dengan dalih melindungi warga asli atau properti mereka di Freeport. Saat itu militer USA akan aktif di diego garcia, cocos island, Darwin, dan Australia juga siaga di christmas Island dan akhirnya kita mendapati kita telah terkepung tanpa perlindungan air cover dan air superiority.

          •  

            bener om, tapi mereka harus berhadapan dulu dengan 15.000 marinir yang di tempatkan disana.

            Papua harus diberi perisai Yakhont 300-400, 10-20 biji aja…. yah minimal mereka harus berfikir 10 x lipat dulu….. 🙂

          •  

            @Great, ya benar, australia, probabilitasnya cukup besar, hanya tidak secara langsung mencoba coba seperti malaysia (kasus ambalat), mereka menggunakan pihak ketiga, lsm, baik lokal atau lsm luar, untuk meng’counter’-
            nya ‘mungkin’ kita harus memperkuat kemampuan Intelejens, memperkuat TNI AU dengan penambahan SU 30mk2 dan yang baru SU-35BM dan KS Kilo 636 (sudah ada??..) efek getar dari kedua sista itu terhadap australia
            signifikan sekali…(they are wondering where are the-
            KILO’s…..hahaha..).

          •  

            and still wondering..hahaha….till now…..wakakakaka……

      •  

        Kalau menurut saya, pagar perbatasan luar, harus dipasangi rudal perisai.
        Saya ada usul, agar kita mendirikan bunker-bunker untuk rudal di sepanjang perbatasan ina-ausy, ina-malay, satu bunker cukupla 3-4 rudal saja, dengan jarak 200 km. Lumayan, kalo ada serangan mendadak dari luar, 5 pesawat, atau 5 kapal permukaan telah hancur…

        Bunker rudal ini sudah lazim di amerika dengan sebutan silo. Silo ini tidak ada yang menjaga. semua serba otomatis.. bahkan di rerimbunan hutan perbatasan usa-kanada sudah banyak berdiri silo-silo yang berisi puluhan rudal sejak era perang dingin…

      •  

        Lha yang semua dipaparin dan belum ada adalh masuk dalam ranah alutsista abu abu Indonesia..

        TENTU SAJA yang ditampilin dalam LATGAB thn ini masih alutsista lawas hasil retrofit dan penambahan alutsista baru yang datang sebagian..dan terdaftar dalam SIPRI

        TUK Air Defence dan Tempur strategis dengan pinsil pinsilnya gak perlu exercise terbuka begitu..

        Yang Penting Negara Lain tau kita sebagai negara besar punya kemampuan (ATM) tetapi gak perlu tau SALDOnya kan ?
        Apalgi PIN nya ..

        Itulah yang disebut SECRET WEAPON..
        Kalau disini pada memancing ,mancing apa yang ingin diketahui oleh asing
        TENTUNYA kita akan tetap memproteksi dengan baik saldo dan pin kita agar tak terintip oleh negara lain

        •  

          Yupz…. setuju om…. kalo perlu kita bikin bunker rudal bawah laut, yang bisa menghajar kapal selam kapal selam penyusup dari negeri negeri seberang…

  10.  

    smg latgab tahun depan ada latian penangkalan serangan misil dan penyusupan fighter Stealth..
    smg opsi akuisisi pantsy n S300 masih di pertimbangkan.

    bwt markas komando lbh gahar TNL AL udah pnya LHD macam mistral..

  11.  

    mas diego, mau tanya photo no 26 dari bwah diantara hercules dengan 4 F16 kog ada antena ditengah laut itu punya siapa yag? apa punya kapal selam yag mas diego???

  12.  

    Wah kok simbah PT 76 tidak disebut2 ya..dibanyak literatur dan berita tentang daftar material yang dilibatkan dilatgab 2013 tidak pernah saya baca ada kata2 Tank PT 76.. Saya kira tidak akan dilibatkan karena sudah digusur oleh Tank BMP 3F. Ternyata dilapangan masih menjadi bagian kendaraan pendarat yang menjadi barisan terdepan ketika operasi amphibi dilaksanakan. Tuh fotonya masih garang! Malah Tank BMP 3F yang digembar gemborkan kuantitas dan kemampuannya, tidak mendapat porsi foto yang memadai (apa belum dibocorkan fotonya atau memang dirahasiakan performansi dilapangannya ya??). Juga KS yang dilibatkan tidak mendapat espose yang memadai, foto penampakkannya jg tidak (atau belum) ada kecuali 2 sungut udang itu!

  13.  

    Thn depan tinggal nunggu in action: atross, caesar, leopard, light fregat ragam class, roket pindad lapan, rudal rudal sukoi, apache/zulu, jevelin, nlaw, startrex, mistral, moga2 akusisi rudal pertahanan udara jarak menengah juga sudah, sekalian F16c dan T50. Clurit class ujicoba rudal c-705. UAV heron okelah dinanti siapa tau, dan UAV pt di dan bppt udah siap unjukngigi.

  14.  

    hehehe tahun depan perlu dicoba dengan 5 spot pertempuran operasi gabungan setingkat divisi dengan area Sumatera, Natuna, Sangata (Tarakan), Bima /Sumbawa /Flores dan Papua di semua matra dan jika perlu komponen2 cadangan dan masyarakat digerakkan terlibat.

    Supaya tetangga2 pada mikir kemampuan dibidang perencanaan, logistik, SDM, alutsista dan kemampuan penyebaran (transportasi), lumayan sbg psy war dan deterrrence effect juga.

    •  

      Yang paling penting adalah logistik BBM dan amunisi buat alutsista-alutsista kita itu. Kalo perlu militer men-stok kebutuhan BBM dan amunisi untuk 3-5 tahun berperang, misalnya.
      Tentu dengan manajemen yang rapi dan terukur.

      Jangan baru berperang seminggu, alutsista kita sudah mandeg, menunggu kiriman BBM dari Pertamina yang tentu saja menjadi target utama untuk dihancurkan oleh negeri penyerang misalnya.

      Sebaiknya militer mempertimbangkan untuk membuat depot-depot BBM rahasianya sendiri serta depot-depot amunisi yang tersebar di nusantara ini, sehingga bila terjadi serangan ke indonesia, kita masih memiliki cadangan-cadangan BBM dan amunisi yang secara rahasia tersebar luas yang mereka tidak tahu dimana keberadaannya.

  15.  

    Mengenai UAV, diatas disebutkan dalam latgab kita memakai 2 Pesawat UAV Eagle ARV. Mungkin inilah konfirmasi bahwa sekarang telah operasional 4 biji UAV di lanud Supadio dan jenisnya adalah……eng ing eng…atau ini UAV pinjaman seperti ketika operasi pembebasan sandera mapeduma dulu???

  16.  

    Bung diego, saya mau tanya, gambar KRI sultan iskandar muda (367) diatas itu menembakkan apa ya ? roket ? untuk latihan sebagai sasaran tembak alteleri pertahanan udara KRI ? selain dipersenjatai mistral atau exocet atau meriam dan terpedo apa ada senjata lain untuk kelas sigma?
    Trus amx -13 TNI AD yg ikut diturunkan apa sudah hasil retrofit terbaru?
    Trus satu lagi yang memphoto antena+teropong kapal selam KRI Cakra dari belakang itu dari apa ya ? apa pasukan katak atau mungkin dari kapal selam lain ha ha ha ha?
    Maaf banyak bertanya.
    Terima kasih

    •  

      KRI Iskandar Muda menembakkan exocet mm 40. Semua senjata yang sudah diretrofit diujicoba di latgab.

      Coba lihat kualitas photo dan size gambar itu dengan gambar gambar lainnya, jauh berbeda kan !. Kualitas gambar lebih buruk dibandingkan Canon/ Nikon yang dipakai untuk memphoto event-event latgab yg lain. Angle photo juga sejajar dengan antena kapal selam itu.

      Photo dengan kualitas ini mirip dengan photo pengambilan gambar penembakan Yakhont oleh KRI OWA tahun 2012 yang diambil dari kapal selam.

  17.  

    Kalau ada yang lebih tahu tolong sharingnya … . Kenapa KRI Teluk Semangka ini (buatan Korea 1980) yg usianya masih tergolong muda (33 tahun) kok sudah dijadikan barang rongsokan ya? Sementara si eyang sepuh yang sudah 69 tahun (KRI Teluk Bone, buatan AS 1944) masih dinas di TNI AL … . Demikian juga KRI Oswald Siahaan (mulai dibangun Belanda 1963) yg sekarang malah disuruh menggotong rudal TNI AL paling dahsyat, Yakhont.
    Apakah perbedaan kualitas kapal perang buatan Barat dengan Korea? Biaya operasi & pemeliharaan kapal perang dari Korea lebih mahal?

  18.  

    Rakyat Sipil, Pelajar, Mahasiswa Mestinya Juga Dikenakan Wajib Militer… Membentuk Pertahanan Dasar Yang Kuat.
    Membangun Cinta Bela Negara Bagi Semua Rakyat Indonesia.

    Membiasakan Disiplin Termasuk Disiplin, Entah Itu Pemerintahnya, MPR, DPR, PNS, Pegawai Swasta, Wiraswasta, Pelajar, Mahasiswa, Dll…

    Jadi Anggota MPR, DPR Dll Disiplin Ngak Ada Yang Tidur Waktu Sidang, Kita Export TKI Juga Sudah Export Orang Yang Bisa Militer, Pelajar Mahasiswa Ngak Demo Melulu, Dll…
    Hehehe…

  19.  

    Overall dalam latgab TNI 2013 ini boleh dikatakan berjalan dengan baik dan lancar : serpas, serlog, operasi komando, pertempuran laut, udara, amphibi dan darat dilakukan para prajurit dengan semangat, profesional, dan penuh kepercayaan diri. Material tempur yang dilibatkan juga menunjukkan performansi yang memuaskan dengan hasil presisi dan zero accident.

    Ini menunjukkan bahwa kemampuan operasi tempur gabungan dengan beberapa spot kontijensi sudah dimiliki oleh TNI. TNI mampu mengawal kedaulatan NKRI dengan perkuatan material alutsista yang katanya masih minim namun berhasil guna dan berdaya guna ketika menggempur berbagai kedudukan musuh. Skill, teknik dan taktik olah yudha masing2 personil yang terlibat pun patut diacungi jempol, karena ini menunjukkan anggota TNI well-trained dan mempunyai moral bertempur yang tinggi.

    Namun juga patut disayangkan, melihat photo2 dan rekaman2 jalannya operasi dan pertempuran, para personil TNI kita belum dilengkapi dengan peralatan survivabilitas individu yang mumpuni dan memadai terutama : body armour (rompi anti peluru, pelindung paha dan siku, dll). Padahal itu sesuatu yang sangat penting untuk dapat memperbesar survivability prajurit tersebut dalam pertempuran riil sehingga tidak ada korban gugur.

    Bagaimana seandainya terjadi Episode Juba : The Sniper of Bagdad pada pasukan TNI kita saat bertempur. Padahal pasukan AS yang sudah dilengkapi alat perlindungan tubuh yang lengkap saja menjadi sasaran empuk mereka, dan beberapa bisa selamat karena kualitas pelindungan tubuh yang mumpuni. Kiranya ini perlu dipikirkan dengan matang dan segera direalisasikan secara komplit kedepan. Jangan sampai pasukan TNI kita mudah ditumbangkan musuh karena minimnya perlindungan individu yang mereka punyai. Helm baja/kevlar saja tidak cukup. Kemarin kan sudah ada proyek SAKTI untuk Kostrad, harusnya satuan2 yang lain pun juga kebagian dengan spesifikasi yang sesuai dengan karakter dan peran tempurnya masing2.

    Semoga untuk latgab 2014 yang katanya nanti penuh dengan material tempur baru nan modern, personil2 TNI kita secara individu pun well equiped (Ngarep.com…^_^)

 Leave a Reply