Feb 012019
 

Surabaya, Jakartagreater.com  – “Hancurkan musuh 3401 dengan Meriam Bofors 57 mm, sasaran terbidik, tembak”, perintah Komandan KRI Hiu-634, Letkol Laut (P) Ahmad Ahsan, S.E., M.Tr.Hanla kepada Kepala divisi senjata melalui jaring komunikasi taktis PIT dalam latihan peperangan anti-kapal permukaan.

Penembakan meriam tersebut berjalan sukses dengan tenggelamnya Killer Tomato yang menjadi sasaran. Latihan peperangan anti-kapal permukaan adalah salah satu skenario peran yang dilaksanakan dalam penilaian Glagaspur kapal tingkat II/L-2 KRI Hiu-634 pada tanggal 29 s.d. 30 Januari 2019.

L-2 merupakan uji terampil lanjutan setelah lulus dalam Glagaspur kapal tingkat I/L-1 meliputi uji tulis, drill basah Pek Kebakaran dan drill peran-peran di Pangkalan. Seluruh materi peran-peran operatif, administratif, darurat dan khusus dalam penilaian L-2 dapat dilaksanakan dengan baik oleh seluruh prajurit.

Hal tersebut didukung dengan kondisi permesinan kapal yang prima sehingga dapat melaju dengan kecepatan sampai dengan 24 knots. Dari segi persenjataan, cukup membuat lawan gentar karena mempunyai meriam 57 mm, 40 mm, dan 20 mm serta rudal C-802 yang mampu menghancurkan sasaran permukaan sampai jarak 120 Km.

Dengan demikian, KRI HIU-634 siap melaksanakan tugas operasi sesuai dengan fungsi asasinya sebagai kapal patroli cepat dengan kemampuan peperangan anti-udara dan peperangan anti-kapal permukaan. (Dispen Koarmada II).

  32 Responses to “Latihan Hancurkan Musuh dengan Meriam Bofors 57”

  1.  

    lngsung maknyus kesenggol bofor.

  2.  

    emang di kondisi perang jaman sekarang meriam seperti ini masih bisa dipake yach.. bukan,y kapal2 musuh sudah dilengkapi rudal2 canggih yg gk perlu liat secara visual dulu untuk ditembak…
    assalamu’alaikum salam kenal u/para sesepuh dan para komentator jakartagreater semua

    •  

      ideal nya kapal kombatan tetep hrs punya meriam dg pelor yg jauh lebih murah di banding rudal.
      bila rudal habis atau kena jamming, meriam msh tetep berfungsi pake mode manual.
      kalo pelor meriam habis … ya tinggal rapatkan kapal, duel antar awak kapal, ala perang jaman jahiliah … makanya perlu jg dipikirkan awak kaprang musti dibekali pedang atau golok … qiqiqi

      •  

        Pakai pentung boleh tidak? Senggol pentung!!

        •  

          Ideal nya setiap KCR/FPB punya meriam 57 mm Dan RCWS anti missile…di depan Dan belakang Kapal…
          Dan 4 missile launcher 4 unit ..bukan nya cuma 2 box Saja…
          Yang kita punya…FPB KCR hampir semua nya dalam Keadaan tanggung….tidak Pernah tuntas Dan lengkap Persenjataan nya .
          Entah Kenapa…apa budget nya tidak Pernah Cair …??

    •  

      secara hubungan internasional, negara yang kapalnya menembaki musuh dengan meriam, masih bisa berkelit dan berdiplomasi, contoh penembakan kapal nelayan china oleh kcr kita, coba kalo waktu itu dirudal sampe babak bundas, pasti lain ceritanya di DK-PBB

    •  

      Meriam masih dipake untuk menembaki musuh ringan kayak perompak, sebagai tembakan peringatan, tembakan bantuan pantai hingga kalo rudal habis dan masih adu kapal, bisa pake meriam. Kalo dimasa modern, meriam juga bisa dipake buat ngadepin serangan udara atau rudal musuh. Fungsinya sebagai hanud jarak pendek dg memakai peluru fragmentasi. Peluru akan meledak diudara dan pecahannya diharapkan akan mengenai bodi sasaran. Tentunya itu dilakukan bersamaan dg hanud lainnya secara simultan.

      Namun meriam masa depan bakal pake meriam elektro railgun atau pake peluru Hyper velocity. Itu akan memungkinkan untuk menyerang target hingga jarak 200-300 km.

    •  

      Bisa dipakai…Tapi terbatas.
      Tapi harus ada ..supaya kelihatan seperti FPB & KCR sungguhan…
      Asal tahu saja …semua FPB Dan KCR yang Kita punya….jelas Dan nyata ..persenjataan nya …terlihat tanggung Dan lemah..
      Meriam nya …lungsuran dari LST kuno …bofors manual 40 mm… Dan missile launcher nya cuma 2… Seharusnya 4 missile launcher…

  3.  

    hehehe liat Awak TNI AL , mengingatkan ku filem pearl harbour , ketika diserang jepang ….

    widiwww , balik tahun 1945 an = 2018 ……

    ku pikir melawan lanun Somalia …… ( kl ini cocoklah )

    bagaimana kl lawannya missal peter the great , Iver , ataupun formidable class ( Sin )

    Ane gagal paham nih

    tolonglah DPR / MPR , anggaran TNI diperbesar donk , biar bisa beli kapal sekelas Mistral , kalau rudal sekelas Exco 40 MM minim / brahmos , atau radar sekelas Jindalle ….

    Duh … mengenaskan

    •  

      hare gene mana ada kasus benturan di laut pake rudal, itu kalau sudah resmi perang beneran.

      yang pasti ada mungkin pencerobohan garis sempadan laut seperti malaysia-singapura-vietnam.

      dengan meriam, maka bisa dilakukan tembakan peringatan di depan haluan hull kapal musuh, atau menembak bagian mesin untuk kasus penyelundupan, human trafficking, pencurian ikan dll.

      pada kasus2 itu, Rudal gak laku bos….

    •  

      Coba dibaca lagi artikelnya. Itu latihan buat prajurit pemula. Prajurit yg masih hijau dilatih di kapal kecil dulu. Kalo udah punya pengalaman baru ditempatkan di KRI yg lebih gede atau alutsista lainnya. Alutsista kita udah cukup buat nahan China di LCS kalo peranganya pake konvensional kok.

      Tapi ya memang harus ada penambahan alutsista lagi biar kalo nanti pecah perang dunia ketiga kita udah siap.

    •  

      Kita ini….mungkin…tidak sadar .selama belum kelihatan musuh nyata…
      Kita baru mau Beli Alutsista secara terencana Dan serious …dengan MEF nya …setelah Ada insiden ambalat Dan referendum timor Timur ..kita dihina habis2an sama Australia…USA and Malaysia.
      Sekarang ini…tunggu insiden Mengerikan sebelum kita mau mempersenjatai semua Kapal perang kita secara lengkap..dengan RCWS ..meriam otomatis ..missile anti Kapal…chaff …VLS SAM.. torpedo…missile ballistic…Dan MANPADS missile..
      Anggaran nya Darimana? Minta BaPenNas Dan DPR nya di reformasi dulu…

  4.  

    setahu ane neh yg awam bingitz.. kapal perang, pespur, kasel..dll..diciptain buat ngadepin perang beneran bukan cuma untuk nakut2in maling,, ane mah suka miris az klo bc jkgr ttng militer negara orng mh pada latihn ke akuratan rudal2,y bgtu bc ttng militer indonesia paling berita ttng sertijab latihn ketangkasan personal prajurit dan sedikit latihan menembak meriam.. tapi ane tetep bangga jadi warga negara indonesia karna jiwa patriot sudah tertanam di hati para pemuda dengan sendiri,y tanpa perlu ada wamil yg dipaksakan …. hahaha maf jdi ngelantur neh..

    •  

      Perasaan gue aja yang rada minder…engak taunya ada juga yang lainya…xaxaxaxa…!!!
      Makanya gue sekarang males baca artikelnya…langsung baca komennya itu juga kadang buat keki dan geleng geleng pala…engak bisa liat barang dikit beli,,,borong…engak tau apa negara dah engos engosan untuk angaran….;!!;!
      Lagian budaya konsumtif kok yaa dibanggakan…sama kaya mengandalkan pertumbuhan ekonomi dari konsumsi…menyandra negara atau menjerat leher sendiri…!!!

  5.  

    setahu ane neh yg awam bingitz.. kapal perang, pespur, kasel..dll..diciptain buat ngadepin perang beneran bukan cuma untuk nakut2in maling,, ane mah suka miris az klo bc jkgr ttng militer negara orng mh pada latihn ke akuratan rudal2,y bgtu bc ttng militer indonesia paling berita ttng sertijab latihn ketangkasan personal prajurit dan sedikit latihan menembak meriam.. tapi ane tetep bangga jadi warga negara indonesia karna jiwa patriot sudah tertanam di hati para pemuda dengan sendiri,y tanpa perlu ada wamil yg dipaksakan ….

    •  

      mestinya tanyakan ke Panglima TNI mengenai program latihan tempur dengan alutsista gahar 😀

    •  

      Bung, artikel diatas hanya membahas latihan untuk prajurit pemula. Latihan itu biasanya dimulai dari satu regu, satu peleton, kompi, batalyon, Brigade, Divisi, antar kecabangan satu matra hingga nanti di latihan puncak ada Latihan Gabungan 3 Matra. Latihan gabungan ini biasanya dilakukan 2 rahun sekali dan tempatnya ke pindah² disesuaikan dg ancaman aktual yg ada.

      Tahun 2018 lalu diadakan Latgab 3 Matra TNI di Natuna yg melibatkan puluhan ribu personil dan diperkirakan pake 1/3 alutsista yg dimiliki TNI. Tujuannya jelas, selain untuk memantabkan doktrin dan taktik tempur TNI juga sebagai sinyal politik keras buat yg lagi kisruh di LCS kalo Indonesia bisa membalas lebih kuat kalo ada yg macam² dg Natuna atau wilayah Indonesia secara keseluruhan.

    •  

      https://youtu.be/K_EQKCW4xGI

      Nih ane kasih link video latihan gabungan armada TNI AL.

      •  

        Mantap videonya… tapi sayang itu tahun 2016, Panglimanya bukan yang sekarang 😀 hihihih… Yang sekarang malah gak ada gebrakan, padahal sudah hampir expired 😆

  6.  

    Meriam Kaliber 57 mm apakah ampuh kalau buat nembak sasaran berat seperti Fregat dan corvet atau destroyer ? misal Arleigh burke atau Kaprang tipe 055 punya cino

  7.  

    Agato tdk lg mmbuat ramuan bro utk kecil jd besar kuat tahan lama, mungkin krna tn phd komplin kemarin lalu setelah diolesnya mnjd menyusut bukan tambah
    😆 😆

  8.  

    Tidak…tidak bisa…
    ..itu untuk menembaki Kapal kecil Dan sasaran udara yang Tidak rumit untuk ditembak..
    Apa itu ..? Ya ..mungkin pesawat intai maritime propeller ..helicopter….drone ..dll…