Sep 142015
 

raider

Malang – 650 personel Batalyon Infanteri Lintas Udara (Yonif Linud) 503 Mayangkara ditempa latihan keras di tengah hutan belantara di pesisir selatan Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Selama 84 hari pasukan tempur TNI AD ini harus bertahan hidup tanpa dibekali makanan selama 3 hari di tengah hutan menjadi ujian berat bagi kesatuan ini.

Komandan Brigif Linud 18 Trisula, Kolonel Infanteri Febriel Buyung Sikumbang mengatakan, materi latihan dibagi dalam 3 tahap. Pertama, tahap basis yang berlangsung selama 8 minggu di Sidodadi, Malang, serta dua kali tahap latihan tempur yang berlangsung di Kompleks Taji dan Pantai Tamban, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang.

“Tahap basis meliputi materi taktik dan teknik pertempuran. Tahap kedua di medan gunung dan hutan untuk mengaplikasikan materi yang sudah dipelajari dalam tahap basis. Tahap terakhir yang juga pengaplikasian tahap basis dilakukan di daerah rawa dan pantai,” kata Febriel kepada wartawan di lokasi usai upacara penutupan latihan pembentukan Pasukan Udara (Para) Raider di Pantai Tamban, Minggu (13/9/2015).

Latihan yang berlangsung selama 84 hari itu untuk meningkatkan kemampuan operasional personel Yonif Linud 503 Mayangkara. Jika sebelumnya memiliki spesifikasi operasional tempur segala medan dan cuaca, kini batalyon yang bermarkas di Mojokerto itu memiliki kemampuan khusus, yakni penyergapan musuh dan penyelamatan sandera dari tangan teroris (Raider).

Sedikitnya 285 personel Brigade Infanteri (Brigif) 18 Trisula dilibatkan dalam latihan kali ini sebagai pelatih dan pendukung. Dengan berakhirnya latihan tersebut, maka nama Yonif Linud 503 Mayangkara kini menjadi Yonif Para Raider 503 Mayangkara.

Sementara itu Komandan Yonif Para Raider 503 Mayangkara, Letkol Infanteri Andre Julian yang ikut sebagai peserta latihan mengatakan, kendala berat yang dialami selama latihan adalah pertahanan fisik terhadap kondisi medan yang tergolong ekstrem.

Terlebih lagi, setiap peserta juga harus mampu bertahan hidup selama 3 hari di rawa bakau dan hutan belantara tanpa bekal makanan dan minuman sedikit pun.

“Latihan survival (bertahan hidup) itu kemampuan kami untuk bertahan saat tidak bisa keluar untuk mendapatkan makanan. Ada dua lokasi, pertama di hutan dan gunung, yang ke dua di rawa pantai. Jadi kami makan apa adanya di tempat itu,” ungkapnya.

Meski terasa berat, Andre bersyukur kini kemampuan tempur anggotanya di Yonif Para Raider 503 Mayangkara meningkat. “Dari segi fisik, taktik, kemampuan kami bertambah. Kami bisa ditugaskan dimana saja di Indonesia dan dalam bentuk tugas apa saja, termasuk melawan terorisme,” ujarnya.

Penutupan latihan pembentukan Yonif Para Raider 503 Mayangkara diakhiri dengan simulasi penyelamatan sandera dari tangan teroris. Batalyon ini merupakan satuan pasukan tempur di bawah Brigif 18 Trisula. Sementara Brigif 18 sendiri di bawah kendali Divisi Infanteri 2 Kostrad.

Detik.com

  32 Responses to “Latihan Para Raider Tiga Hari Tidak Makan”

  1.  

    Ajib

  2.  

    Latihan yang mantap soldier

    NKRI HARGA PAS !!!

  3.  

    1

  4.  

    🙂 infanteri dengan kemampuan lebih … Bahasa halusnya dari pemekaran KOPASUS … 🙂

  5.  

    Hmmmm….mau target brp batalyon raider ya?
    Marinir dimekarkan….Kopasus dilipatgandakan..paskhas ditambah….
    Siap siap 2019…hehehe

  6.  

    Ternyata bukan 3 hari gk mkn kyk judulnya.., 3 hari tanpa dibekali mknn tp boleh mkn..hehee..

  7.  

    Ternyata Linud 503 muncul di mari jg..
    #Deket Rumah
    #Salam NKRI harga mati

  8.  

    Linud sebulan berapa kali terjun payung sih ( wajibnya untuk menjaga skill)?

    •  

      Setahu saya bung, Kopassus kandang Menjangan di Solo itu setahun ada 2 sesi latihan terjun payung. Setiap sesi bisa sampai 4 kali terjun. Berarti 8 kali dalam setahun. Demikian juga Paskhas TNI-AU, katanya setahun juga cuma ada 2 sesi. Nah itu aja Kopassus dan Paskhas. Kalo Linud berarti ya antara 1-2 sesi per tahun, ga mungkin melebihi Kopassus. Padahal saya pernah baca di bukunya Jenderal Sintong, sebagai perbandingan, pasukan khusus Belanda latihan terjun minimal 1 sesi setiap bulan. Berarti dalam setahun mereka ada 2 sesi. Dulu pernah sih mau diupayakan supaya Kopassus ditingkatkan jadi satu sesi setiap 3 bulan, tapi mungkin kendala biaya jadi penghambat.

      Biasanya TNI itu rutin latihan terjun kalo mau ada PON hehehe… buat mewakili daerahnya di ajang PON itu

  9.  

    Utamakan absen

  10.  

    jadi inget cerita di lapak sebelah ttg evaluasi dan bocoran ASU pada Ostral sehabis latihan Garuda Shield kemarin……mmg kaya gini yg bikin jeri musuh, blm lagi klo sistem hankamrata bener2 di terapkan……pantes saja peringkat militer kita diatas Ostral…

  11.  

    mantap di asa terus skillnya biar tajam….

  12.  

    Latihan survival kalau di hutan masih bisa untuk mencari makanan. Bagaimana kalau latihannya di terowongan bawah tanah 1 minggu tidak makan??

  13.  

    Selamat buat anggota yon pararaider 503
    In progress yon 515
    Next yon 502,501,dll..

    Jangan bikin kaget orang disawah lagi ya kalo mainan heli…hihihihi

  14.  

    udah kebiasaan puasa, jd ga kaget… tp bedanya. ini 3 hari ga kemasukan amunisi.. mana latihanya pasti berat… hmm.. salut bwt TNI, ini nih yg jadi pembeda dgn petempur negara laen… Salut!! benteng terdepan penjaga agar NKRI tetep harganya mati.. ga da yg nawar..

  15.  

    TNI stroooong

  16.  

    Pura2 ga liat ah, pengen nya tuh komenan dia tu di balas ekekek

  17.  

    klo kabur kenapa Pasukan itu dapat penghargaan dr panglima tertinggi PBB di Lebanon Lon???mikir pake otak jgn pake pisang kah kah kah