Nov 122016
 

latihan-tni-thailand

Asisten Operasi (Asops) Panglima TNI Mayjen TNI Agung Risdhianto, diwakili Wadanjen Kopassus Brigjen TNI Teguh Muji Angkasa selaku Komandan Latihan didampingi Director Of Special Operations Division Counter Terrorism Operations Center (CTOC) Colonel Voradorn Vorakitti Dechakorn, memimpin upacara pembukaan Latihan Bersama antara Pasukan Operasi Khusus TNI dengan Pasukan CTOC Royal Thai Armed Force (RTAF), dengan sandi KRIS-I 2016, di Lapangan Upacara Stand By Force, PMPP TNI, Sentul, Bogor, Jawa Barat, (11/11/2016).

Amanatnya Asops Panglima TNI Mayjen TNI Agung Risdhianto, yang dibacakan Wadanjen Kopassus Brigjen TNI Teguh Muji Angkasa mengatakan, masyarakat dunia sedang menghadapi permasalahan serius tentang keamanan terkait dengan aksi terorisme. “Aksi ini telah menimbulkan berbagai dampak yang merugikan bagi eksistensi sebuah Negara, dan upaya penyebaran ideologi mereka yang berorientasi kepada penanaman pengaruh terhadap para simpatisannya, perlu penanganan yang menyeluruh,” katanya.

Melalui latihan bersama antara TNI dengan RTAF, kedua Angkatan Bersenjata akan mewujudkan kebersamaan untuk dapat menciptakan keterampilan pasukan khusus yang prima dan siap setiap saat. Sinergitas antara TNI dan RTAF menandai adanya hubungan militer yang lebih baik antara kedua bangsa, dan interaksi yang terjalin antara prajurit kedua negara diharapkan dapat menciptakan semangat persaudaraan dan pertemanan yang sejati.

Dalam kesempatan yang sama, Komandan Kontingen Thailand Colonel Voradorn Vorakitti Dechakorn mengatakan, seiring dengan meningkatnya kualitas ancaman terorisme dewasa ini, maka satuan-satuan penanggulangan teror di seluruh dunia, khususnya Indonesia telah menjalin hubungan erat, dalam bentuk latihan yang direncanakan, disiapkan dan dilaksanakan secara detail dan berkelanjutan. “Apabila terjadi ancaman terorisme yang mengancam kedaulatan dan melibatkan kepentingan kedua belah pihak, maka satuan-satuan penanggulangan teror di kedua negara dapat dikerahkan dengan cepat dan bekerjasama dengan baik,” ujarnya.

tni-thaiand

Latma KRIS-1 2016 dengan tema “Penanggulangan Terorisme” akan dilaksanakan mulai tanggal 11 sd 18 November 2016, dan merupakan kali pertama bagi Pasukan Khusus TNI dan RTAF, dengan melibatkan unsur Pasukan Operasi Khusus TNI meliputi Satuan-81 Korps Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD, Detasemen Jala Mangkara (Denjaka) TNI AL dan Satuan Bravo ‘90 Korpaskhas TNI AU, serta CTOC Royal Thai Armed Force.

Adapun tujuan latihan adalah untuk meningkatkan kerja sama, interoperabilitas dan kesepahaman pasukan TNI dengan RTAF CTOC di dalam menanggulangi aksi terorisme yang melibatkan kedua Negara, dengan materi latihan meliputi Subject Matter Expert Exchange (SMEE) dan Table Top Exercise (TTX) serta Manuver Lapangan.

Materi latihan SMEE, diantaranya analisa skenario latihan termasuk analisa dan Standar Operating Procedure (SOP); pengembangan skenario dan analisa kekuatan kawan dalam pelaksanaan latihan. Sedangkan materi latihan TTX meliputi perumusan; penganalisaan dan olah yudha cara bertindak; pengambilan keputusan cara bertindak yang terbaik; merumuskan bersama konsep umum operasi; pengujian rencana penanggulangan teror gabungan melalui metoda TTX; dan pelaksanaan komando dan kendali taktis.

Sedangkan Manuver Lapangan meliputi Field Integration Training (FIT) dan Full Mission Profile (FMP). Materi Manuver Lapangan secara teknis diantaranya, mobilisasi udara; fast roping; rapelling; method of entry; penembak runduk dan explosive ordonance disposal (penjinak bahan peledak. Secara taktis diantaranya, pembebasan sandera di gedung; raid penghancuran; perebutan cepat; patrol pengintaian jarak jauh; penyekatan dan evakuasi sandera.

tni-thailand-latihan

Materail yang digunakan dalam Latma KRIS-1 diantaranya Combat Shirt; Overall; Senjata MP-5, Shotgun, AX-338; Amunisi Bahan Peledak; Alat Optik; Alat Komunikasi berupa Handy Talkie dan Repeater; Alat Perlengkapan Fast Roping dan Rapelling; Peta (Ciawi 37/XVIII-A); GPS, Kompas dan Navigasi; serta alat perlengkapan perorangan lainnya.

Sementara, Alutsista yang dikerahkan meliputi 1 (satu) unit Helly Super Puma; Kendaraan Taktis diantaranya, 2 (dua) Bus Master; 3 (tiga) Kendaraan Hilux; 1 (satu) Kendaraan Tangga; 1 (satu) Kendaraan Penjinak Bahan Peledak; 3 (tiga) Unit Truk; 1 (satu) Unit Ambulance dan 3 (tiga) Unit Motor. Jumlah pelaku yang terlibat sebanyak 87 orang, terdiri dari 44 Pasukan Anti Teror TNI dan 43 Pasukan CTOC Royal Thai Armed Forces serta melibatkan 78 personel TNI sebagai pendukung.

Sumber : Puspen TNI

Bagikan Artikel :

  14 Responses to “Latihan Pasukan Operasi Khusus TNI dan RTAF”

  1. Asal jangan kasih tau rahasia

  2. Kenapa ya kalau buka situs jkgr jadi lambat, sedangkan situs lain lancar aja

  3. Indonesia telah menjadi core center dan panutan negara kawasan dlm penanggulangan teror..

  4. situs jkgr kebanyakan iklan

  5. Ada apa ya koq, akhir tahun banyak kerjasama latihan dengan pihak luar, sepertinya situasi LCS begitu gentingnya.

  6. aduh….latihan terus nih negara2 lain sama TNI…. kenapa Thai tidak berlatih sama Malaysia saja atau Singapura justru jauh2 ke Indonesia, selalu kalau latihan kemampuan personil semua negara larinya ke TNI, tapi kalau latihan menggunakan peralatan jarang sekali yang mau berlatih dengan TNI ada memang tapi frekwensinya sedikit, mungkin mereka semua mengakui kalau prajurit TNI prajurit yang sangat terlatih…

  7. Ada Apa ea..
    @Bung Diego
    Mana Gambar’e Inyong…
    Bismillahhirochmannirrohim

  8. latihan ini luar biasa beda sekali dg yang sudah2 dg negara lain, seolah RTAF diberikan pelajaran spesial force keahlian kopasus. hemmmmm ada apa ya

    • Kalo dilihat dari sejarahnya Thailand paling mudah diajak ngomong dan kerjasama dibanding negara ASEAN lain
      Brunai juga baik tapi wilayahnya kecil, tentara lebih sedikit sehingga secara personel kurang dapat diandalkan.

  9. lelet..kenapa..lelet yg lain tdk..

  10. Banyak yg angkatan bersenjata negara lain berlatih dengan TNI, Bukti kualitas Prajurit TNI tidak bisa dianggap remeh, pihak yg mo coba2 dengan TNI silahkan kan saja merasakan sendiri bagaimana kekuatan TNI

 Leave a Reply