Jan 292019
 

Prajurit Yonif 511 Kodam V/Brawijaya yang berada di home base  melaksanakan latihan Penanggulangan Huru Hara dalam rangka kesiapan pengamanan menjelang dan pasca Pemilihan Legislatif dan Pilpres tahun 2019.

Blitar, Jatim, Jakartagreater.com   –   Dalam rangka kesiapan pengamanan jelang dan pasca Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) tahun 2019 seluruh Prajurit Yonif 511/ Dibyatara Yudya melaksanakan latihan Penanggulangan Huru Hara (PHH).

Hal tersebut disampaikan Kepala Komando Rumah (Ka Korum) Yonif 511/DY Letda Inf Suwandi pada Senin 28-1-2019 di Lapangan Hijau Mayonif 511/DY, Kota Blitar, Jawa Timur. Dijelaskannya, saat ini sebagian besar anggotaya yang dipimpin langsung oleh Danyonif 511/DY Letkol Inf Jadi tengah melaksanakan tugas sebagai Satgas Pamtas RI-Malaysia di Entikong, Kalimantan Barat.

“Oleh karena itu, atas perintah Danyon bagi prajurit yang berada di home base untuk selalu melaksanakan latihan dalam rangka meningkatkan profesionalieme prajurit,”ucapnya. Selanjutnya Suwandi menjelaskan, latihan tersebut bertujuan untuk melatih kemampuan para anggotanya dalam rangka menangani dan menanggulangi huru hara terutama saat menjelang Pilleg dan Pilpres tahun 2019.

“Latihan ini untuk melatih kemampuan prajurit Yonif 511/DY jelang Pilleg dan Pilpres 2019, dalam rangka menciptakan situasi dan kondisi yang kondusif,”ujarnya. Menurut Suwandi, dalam latihan tersebut anggotanya dilatihkan beberapa materi terkait teknik untuk menghadapi aksi anarkis massa hingga bagaimanaa langkah-langkah dan tindakan cepat yang harus dilakukan dalam meredam unjuk rasa.

“Keberadaan prajurit untuk mencegah terjadinya kerusuhan agar tidak meluas, tentu sesuai dengan prosedur yang berlaku,”jelasnya. “Diharapkan jika ada permintaan bantuan dari Polri, anggota kita (Yonif 511/DY) bisa bersinergi dalam melaksanakan tugas sesuai prosedur yang berlaku,” pungkas Suwandi. (tniad.mil.id)

  2 Responses to “Latihan Penanggulangan Huru Hara Prajurit Yonif 511/DY”

  1.  

    Kasihan… malah disuruh menghadapi rakyat sendiri, bukankah TNI itu dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat?

  2.  

    kenapa juga harus ambil tugas polisi, tentara itu buat perang, ngadepin opm/ separatis menaklukkan keganasan alam, berlatih teknologi militer canggih, mengendalikan drone, taktik pertempuran, mending berlatih di papua sana, maen tom n jerry sm opm, kan kemarin ada tni yg ketembak lagi…