Mar 202019
 

ilustrasi: KRI Usman Harun TNI AL.

Surabaya – Jakartagreater.com. Sebanyak 67 orang prajurit Koarmada II yang berdinas di KRI dan beberapa satuan kerja lainnya, mengikuti Latihan Peperangan Elektronika TNI Angkatan Laut (Latpernika TNI AL) Tahun 2019, yang dilaksanakan di Dinas Komunikasi dan Elektronika (Diskomlek) Koarmada II, Senin, 18/3/2019.

Latihan Pernika yang dibuka oleh Sekdiskomlekal Kolonel Laut (E) Lilik Suparyana, S. T., M. Tr (Han) mewakili Kadiskomlekal Laksma TNI Sutarmono, M. Si (Han) ini, dilaksanakan secara langsung dari Mabes TNI AL Cilangkap, melalui sarana Video Conference (Vicon). Sebab tercatat 220 orang mengikuti latihan tersebut, yang berasal dari Koarmada I, Koarmada II, Kolinlamil, serta Pasmar.

Sementara itu dalam amanat tertulisnya, Kadiskomlekal menyatakan bahwa perlu adanya upaya yang sungguh-sungguh dari semua pihak guna meningkatkan seluruh aspek kemampuan peperangan elektronika tni angkatan laut, yang meliputi kemampuan electronic warfare support, electronic protection, electronic attack maupun signal intelligent.

Hal tersebut disebabkan seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi militer dewasa ini, maka kemampuan peperangan elektronika suatu negara menjadi sangat penting, dikarenakan peranannya yang sangat strategis dalam menentukan keberhasilan suatu operasi termasuk operasi laut.

“Guna mencapai kondisi tersebut, selain dibutuhkan peningkatan kemampuan peralatan pernika, juga dibutuhkan personel yang memiliki tingkat pengetahuan dan ketrampilan yang baik. Untuk itu, dengan penyelenggaraan latihan pernika yang komprehensif, bertingkat dan berlanjut, diharapkan akan dapat menghasilkan personel-personel yang handal yang pada akhirnya akan meningkatkan kemampuan peperangan elektronika tni angkatan laut “, terang laksamana dengan satu bintang di pundak ini.

Tidak ketinggalan diakhir amanatnya Kadiskomlekal menyampaikan beberapa penekanan yang harus diperhatikan oleh seluruh peserta. Antara lain manfaatkan waktu latihan dengan sebaik-baiknya untuk menguji kemampuan dan naluri tempur , sebagai barometer dalam menyiapkan tingkat kesiapan operasional sistem pernika tni angkatan laut yang dimiliki saat ini.

Dan utamakan keselamatan personel dan materiel serta laksanakan seluruh kegiatan latihan sesuai prosedur yang berlaku dan tingkatkan purbajaga untuk mewujudkan zero accident. (Dispen Koarmada II).