Mei 152019
 

Surabaya, Jakartagreater.com   –     Pengamanan pangkalan dari serangan musuh dari laut, udara dan dari darat adalah salah satu syarat penting pangkalan militer, terlebih dalam menghadapi situasi perang. Karena musuh dapat menyerang kapan saja.

Markas Komando Armada II melaksanakan simulasi Pertahanan Pangkalan dari bahaya serangan udara pesawat musuh, simulasi yang merupakan rangkaian kegiatan Latihan Operasi Amfibi (Lat Opsfib) tahun 2019 pada Rabu 15-5-2019 di Koarmada II.

Dalam Skenario Latihan disimulasikan, pada Rabu 15-5-2019   pukul 10.00 WIB, radar udara KRI. Sultan Iskandar Muda-367 menangkap pergerakan pesawat udara yang mencurigakan mengarah ke Koarmada II. Tidak lama kemudian, secara visual, tampak sebuah pesawat terbang rendah mengelilingi Pangkalan sambil melakukan penyerangan.

Mendapati serangan tersebut, Satgas Pertahanan Pangkalan langsung merespon dengan menembakkan persenjataan anti serangan udara yang berada di KRI Sultan Iskandar Muda.

Pertempuran pun tak terelakkan. Dengan kesigapan prajurit KRI Sultan Iskandar Muda-367, akhirnya pesawat musuh tersebut dapat dilumpuhkan dengan tembakan meriam kaliber 57 Mm.

Dalam Latihan tersebut Satuan Tugas Pertahanan Pangkalan Latihan Operasi Amfibi-19 (Lat Opsfib) tahun 2019, melibatkan 3 Unsur Tugas (UT) yaitu unsur tugas Pertahanan Laut (Hanla), Pertahanan Darat (Hanrat), dan Pertahanan Udara. (Dipen Koarmada II)

  8 Responses to “Latihan Pertahanan Pangkalan di Koarmada II Surabaya”

  1.  

    Practice make perfect….sebenarnya kanon KRI SIM itu kaliber 76 mm atau 57 mm ya andaikata PSU ringan sigma class TNI AL spt kanon Vektor G12 20 mm manual diganti yang kebih lethal atau CIWS AK-630 lambung kanan dan kiri apakah bobotnya masih keberatan ya utk dipasang di sigma class, atau jangan2 dimarahi sama pangeran Willem Alexander, soalnya kalau dibandingkan dengan sigma class Meksiko senjata yg dibawa banyak dan menakutkan ada Harpoon Blok II, RAM Blok II, dan MK 56 VLS banyak kali jumlah dan macam rudalnya…tapi ya sudahlah…nabung dulu lagi…

  2.  

    Mestinya AL juga perlu pesawat tempur ringan yg punya pangkalan sendiri….kalau pesawat ceketer gitu, wis ndak jaman lagi….

  3.  

    Seperti latihan tahun 1945 saja,kok enggak ada rudal sedang dan jauhnya di setiap pangkalan,terlalu lemah sekali bila di salvo rudal seperti di pangkalan udara rusia yg di suriah,sudah memakai pansir dan S-300 saja masih bisa ditembus..

    •  

      Eman-eman rudalnya bang lha jumlahnya yg dimiliki saja bisa dihitung pakai jari masa mau dipakai buat latihan, tapi kan lumayan penting latihan kan ada kegiatan jangan sampai seperti kapal perang lik Sam karena terlalu sering latihan atau malah sama sekali ndak pernah latihan dan hanya andalkan peralatan canggih yg dimiliki kapal perang modern canggih bisa diseruduk kapal tanker pakai 2 kali kejadian pula sampai panglima armadanya dipecat lha makan korban jiwa awak kapal perang…belum lagi kaprang nya harus masuk bengkel kenteng magic kan lama…tang teng tang teng berisik pula

  4.  

    Yah bagus memang latihan terus, tapi kenapa latihan pakai alutsista level kuno, para tetangga sudah punya Pespur siluman gen 5, jelas latihan seperti ini gak efektif, siapa juga yg bakal nyerang pakai pesawat bermesin kitiran baling2 bambu

  5.  

    alangkah menyedihkan…..masih kapal terbang bermesin baling-baling yang bergerak lamban dan terbang rendah

  6.  

    Kabarrje sia* latihanya hanya keluar keringat pangkalan hancur,latihan simulasi rudalnya yg chiron atau kiwi apa bisa menangkal rudal lawan..? Harus ada rudal penangkal jarak sedang dan jauh harus dipunyai di pangkalan* :..

  7.  

    diasumsikan seperti pearl harbour bung serangannya ( meski tak sama kwalitas oenyerangan jepang saat itu ) heheheee….

    kita punya banyak pswt baling baling bsoalnya
    ada kwong bee, dll