Mei 032018
 

Setelah dilakukan identifikasi maka diketahui bahwa benda asing tersebut adalah pesawat angkut jenis Boeing 737 Pangkosekhanudnas I menggerakan pesawat tempur F-16 untuk melakukan intersepsi, identifikasi, membayang-bayangi dan memakasa mendarat di Lanud Raden Sadjat.

Natuna, Kepri, Jakartagreater.com – Pesawat Tempur F-16 milik TNI Angkatan Udara memaksa turun sebuah pesawat angkut asing jenis Boeing 737 yang memasuki wilayah udara yuridiksi nasional Indonesia secara ilegal tepatnya di atas perairan Natuna, Kepulauan Riau. Pesawat asing tersebut berhasil dipaksa turun dan mendarat di Lanud Raden Sadjad.

Tim keamanan dari Polisi Militer (POM) Angkatan Udara memeriksa isi pesawat dan memerintahkan penumpangnya untuk turun dan diperiksa kemudian diserahkan ke pihak yang berwenang untuk ditindaklanjuti sesuai prosedur yang berlaku, pada Rabu 2 Mei 2018.

Kejadian tersebut berawal dari Satuan Radar 213 Tanjung Pinang dan 212 Ranai mendeteksi benda asing bergerak diduga pesawat memasuki wilayah kedaulatan udara Yurisdiksi nasional Indonesia tepatnya di atas perairan Natuna secara illegal. Selanjutnya meneruskan informasi benda mencurigakan kepada satuan atas dalam hal ini ke Pangkosekhanudnas I yang berkedudukan di Halim Perdanakusuma Jakarta.

Kemudian Pangkosekhanudnas I memerintahkan staf Kosekhanudnas I untuk melakukan identifikasi terhadap benda asing tersebut. Setelah dilakukan identifikasi maka diketahui bahwa benda asing tersebut adalah pesawat angkut jenis Boeing 737. Selanjutnya Pangkosekhanudnas I menggerakan pesawat tempur F-16 untuk melakukan intersepsi, identifikasi, membayang-bayangi dan force down (memakasa mendarat) di Lanud Raden Sadjat.

Demikian sepenggal skenario Latihan Perkasa A Tahun 2018 yang dilaksanakan oleh Kohanudnas di Lanud Raden Sadjad, Natuna dalam rangka menguji kesiapan personel maupun alutsista menghadapi ancaman yang datang lewat udara terhadap kedaulatan Negara Kesatuan Repbulik Indonesia. Latihan ini berlangsung selama 5 hari mulai tanggal 30 April sampai dengan 4 Mei 2018. (Puspen TNI).

  9 Responses to “Latihan Pesawat Tempur F-16 TNI AU Paksa Turun Pesawat Asing”

  1.  

    Kalau di Natuna wajib bw AMRAAM dong xixixi… Mana nih AMRAAM nya kok blom keliatan sih??

    •  

      Iya….latihannya gak sepuh hati. Harusnya pespur yg melakukan force down bawa rudal Air to Air minimal dummynya. Dan objeck yg dijadikan target harusnya Sukhoi kita biar bisa mengasah kemampuan pilot F-16 kita jika yg dihadapi shukoi KW nya panda.

      •  

        Wkkkk… Nah itu dia bung bagaimana coba nanti kalau sampai ketemu sm Lavy Kw sm Sukro Kw cuma bw galon doang kek gini bisa di ketawain malah di usir balik nanti xixixi… Makanya Untuk mencegah Konflik yg memalukan perlu bw AMRAAM dong mengingat juga Elbot kita ini bukan Viper tapi Elbot gurun dan memang itu AMRAAM di perbolehkan di beli sm si asu pastinya buat di pake ke cina wkkkk… kalau di pake ke kangguru atau si upil siap2 aja kena EMBARGO atau mungkin bisa lebih buruk lagi… Kalau buat kangguru atau si upil jng pake AMRAAM tapi pake rudal dari bung jimmy xixixi…

      •  

        sabar bang, ini latihan buat mengadapi sulfur-17 Thunder nya Malon

  2.  

    biasa saja kalau masih belum bisa memaksa turun harga destroyer dan biaya pengembangan ifx

  3.  

    Apa bisa f16 maksa f22 turun??

    😎

  4.  

    Kalau melihat situasinya sepertinya USA sedang ambigu… tapi kalau mereka benar2 mengaplikasikan CAATSA… maka AMRAAM jadi kenangan dan harapan…