Dec 052015
 

Simulasi Latihan PPRC 2015 ditandai dengan pertempuran yang diawali dengan pendaratan satu kompi Korps Marinir TNI AL dari KRI Makassar-590, menurunkan kendaraan tempur, Landing Craft Utility (LCU) dan kendaraan taktis tim penanggulangan teror di tengah laut.

Pendaratan dilakukan pasukan dengan menggunakan 21 perahu karet, dua tank LVT-7, dua tank amfibi BMP 3F dan empat sea raider Kopaska TNI AL dan Intai Amfibi Korps Marinir TNI AL, serta empat perahu karet dari KRI SHN-366 dan KRI HIU-634. Setelah itu, pendaratan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat tersebut berhasil menguasai pantai, dermaga feri, dan dermaga daruba di Pulau Morotai, Maluku Utara.

Bersamaan dengan itu, dua tim Intai Amfibi Korps Marinir TNI AL melaksanakan pertempuran laut dengan musuh yang berada di Pulau Dok dan berhasil membebaskan sandera yang ada di pulau itu serta membawa sandera menuju dermaga umum. Sementara itu, di Bandara Leo Wattimena, lima C-130 Hercules menerjunkan 520 prajurit TNI Satuan Lintas Udara Pasukan Pemukul Reaksi Cepat, dilanjutkan dengan empat unit CN-295 yang menerjunkan 170 prajurit Korps Pasukan Khas TNI AU, untuk menghancurkan musuh yang telah menguasai bandara.

Akhirnya, bandara berhasil direbut, dikuasai dan diduduki PPRC TNI setelah terjadi pertempuran hebat dengan pihak musuh yang akhirnya dapat dipaksa mundur. Di tempat terpisah, PPRC TNI juga berhasil membebaskan sandera yang ditawan di Kantor Bupati Morotai dan membawa sandera tersebut ke tempat aman. Latihan PPRC TNI yang melibatkan 3.155 personel prajurit TNI itu mendapat sambutan yang sangat luar biasa dari masyarakat sekitar daerah latihan.

Alutsista yang dikerahkan dalam latihan yaitu unsur TNI AD menerjunkan tiga unit mobil dan empat unit motor kendaraan taktis pasukan khusus. Unsur TNI AL menurunkan satu unit kapal perang kelas Sigma, satu unit pendarat tank kelas Parchim, satu unit LPD, satu unit kapal patroli laut, empat unit sea raider, dua unit helikopter Bell-212, tiga puluh unit perahu karet, dua unit LVT- 7, dua unit RM Grad dan dua unit BMP. Dari unsur TNI AU ada satu unit C-212, dua unit Sukhoi Su-27/30MKI Flanker, dua unit T-50 Golden Eagle, sembilan unit C-130 Hercules, enam unit CN-295, satu unit helikopter SAR dan satu unit helikopter NAS 332.

Antara

Berbagi

  16 Responses to “Latihan PPRC 2015”

  1.  

    MANTAP

    •  

      MOHON, JANGAN MELIHAT KEHEBATAN HANYA SEKILAS.

      MBAH MASIH YAKIN DENGAN KEHEBATAN BRIGADE MOBIL. TERBAIK DIANTARA TERBAIK, TERHEBAT DIANTARA YANG TERHEBAT. SANGAT SANGAT TERLATIH UNTUK PEPERANGAN BERLARUT LARUT.

  2.  

    Kok susah mau masuknya ya

  3.  

    Absen dulu

  4.  

    Kok susah mo coment

  5.  

    test

  6.  

    takut menghadapi gedang goreng
    gedang godog gelar latihan

  7.  

    TA-50 GE apakah sdh dipasang radar nd senjata mmmmh

  8.  

    Itu anggota TNI yg pura pura jadi musuh pakai peluru tajam/peluru karet/peluru hampa?
    Mohon dijelaskan

  9.  

    Tuh yang godag – gedeg, gedang goreng, lagi jualan apa sih?

  10.  

    Warjager menit ke 14:56 benda bergerah di background bisa di jelaskan itu apa ya.
    Pergerakannya aneh. Drone kah

    https://youtu.be/bl-g5tHe0Oc?t=14m56s

  11.  

    lanjutkan saja..

  12.  

    Hehehehehehehehe….Mantap semua matra terus berlatih dgn berbagai macam skenario baik antar satuan maupun antar matra… Adakah korelasinya dgn isu freeport yg semakin memanas….? Hehehehhehehe… Duite akeh temen yo…katanya bahan bakar hanya bisa berperang 3 hari..? Lah ini latian terus…xixixixiixixim…. Malon aja lg mikir krisis sayang duitnya buat latian…. Lah RI latian mulu apke alutsista berat lagi… mang ga pake duit..?hehehehehehehe… Mantap..!!! Lanjutkan skenario papua dan Natuna… Salam sehat warjag..

  13.  

    “satu unit pendarat tank kelas Parchim”

    Kelas Parchimm???? Saya salah baca mungkin…

  14.  

    Setuju bung VANTURA’ kok Poso dan Papua nggak beres2 ..ayo berlatih dan berburu disana.

  15.  

    Dri pda ltihan pprc trus yg cm ngabisin tnga n biaya lbh baik di gunakan untuk mnghibisi separatis yg msh ad d indonesia, sprti d aceh, poso dan papua … ltihan perangx sungguhan negara pun aman, msyrakatpun tentram dan sejahtera.

 Leave a Reply