Latihan PPRC di Poso Libatkan 3.222 Personel TNI

21
106

pprc

Panglima TNI Jenderal TNI Dr. Moeldoko menyaksikan paparan rencana latihan PPRC (Pasukan Pemukul Reaksi Cepat) TNI yang dipimpin oleh Panglima PPRC TNI Mayjen TNI Bambang Haryanto yang kesehariaannya menjabat Panglima Divisi-2/Kostrad, bertempat di Gedung PPRC Markas Divisi-2/Kostrad, Malang, Jawa Timur, Jum’at (20/3/2015).

Latihan PPRC di Poso yang melibatkan kurang lebih 3.222 personel TNI, mengambil tema “PPRC TNI melaksanakan Operasi Militer untuk Perang (OMP) dengan melaksanakan penindakan awal untuk menghancurkan agresor guna merebut kembali Poso Sulteng dalam rangka mempertahankan keutuhan dan kedaulatan NKRI”.

Paparan dengan menggunakan TFG (Tactical Floor Game) tersebut dipaparkan secara bergiliran oleh Asisten dan para Komandan Satgas yang terlibat dalam latihan tersebut. Latihan PPRC TNI akan berlangsung mulai tanggal 22 s.d 31 Maret 2015 di Wilayah Kabupaten Poso, Sulawesi tengah.

pprc2

pprc3

pprc4

Adapun tujuan Latihan PPRC TNI yaitu: Pertama, melatih keterampilan unsur pimpinan dan pembantu pimpinan dalam menyusun konsep operasi melalui prosedur hubungan Komandan dan Staf. Kedua, menguji konsep operasi sebagai hasil dari proses pengambilan keputusan Komandan PPRC TNI dan Staf dalam rangka mengantisipasi dan merespon kemungkinan kontijensi di wilayah tertentu. Ketiga, menguji kemampuan dan keterampilan satuan PPRC TNI dalam melaksanakan tindakan awal terhadap kontijensi yang timbul di wilayah sesuai Rencana Operasi yang disusun.

Panglima TNI dalam pengarahannya menegaskan, harus dipahami bahwa latihan ini bersifat gabungan dan dengan jumlah personel yang besar, sehingga harus dilaksanakan sebaik-baiknya untuk meningkatkan profesionalisme prajurit TNI dalam menguji konsep operasi dan menguji kemampuan serta keterampilan satuan PPRC TNI.

pprc5

pprc6

pprc7

“Kepada para penyelenggara dan pelaku latihan agar latihan ini dilaksanakan dengan cermat dalam pelaksanaan operasi taktis, agar benar-benar sesuai prosedur yang berlaku dalam latihan”, tutup Panglima TNI.

Turut mendampingi Panglima TNI dalam acara tersebut, Wakasad Letjen TNI M. Munir, Pangkostrad Letjen TNI Mulyono, Dansesko TNI Letjen TNI Sonny Wijaya dan para Asisten Panglima TNI serta Kapuspen TNI Mayjen TNI M. Fuad Basya. (Puspen TNI).

Authentikasi : Kadispenum Puspen TNI, Kolonel Inf Bernardus Robert

21 KOMENTAR

  1. by”..sekedar opini pribadi:
    ….akhirnya para tentara elit diturunkan jua setelah pak polis* dengan brim*b-nya banyak yang menjadi korban penyerangan dengan sistem penyergapan taktis\gerilya yang dilakukan para teroris poso.seharusnya sedari dulu polis* menyadari kurangnya naluri dalam bertempur khususnya brim*b akan berakibat korban terus berjatuhan apalagi didaerah hutan,pegunungan ataopun rawa,tapi terlalu naif jua bila menyalahkan polis* apabila para teroris masih ada dan bergentayangan dibumi nusantara !!!!lemahnya pemerintah dalam bertindak terhadap tokoh22 yang radikal\menyesatkan membuat banyak pemuda pemudi yang terjerumus dalam harapan dan impian semu !!!!