JakartaGreater.com - Forum Militer
May 132018
 

Penerjunan pasukan Lintas Udara  dan Batalyon Komando Paskhas dilaksanakan di pagi-pagi buta sebagai unsur pendadak serangan kepada musuh yang mengusasi bandara Leo Watimena.

Morotai, Jakartagreater.com – Tiga pesawat Hercules dari Skadron Udara 32 Malang berhasil menerjunkan 144 personel TNI dari pasukan Para Raider 305 Brigif 17 Divisi 1 Kostrad Malang yang dipimpin oleh Danyon Para Raider 305 kostrad Letkol Inf Deni Juon dan Batalyon Komando 464 Paskhas Malang Jawa Timur yang dipimpin Lettu Pas Archie pada Sabtu 12 Mei 2018 di Pangkalan Udara Leo Watimena Morotai.

Penyerbuan secara mendadak dan serentak membuat musuh kocar kacir sehingga mudah dilumpuhkan dan Pulau Morotai berhasil di kuasai penuh oleh TNI.

Operasi dibagi menjadi 2 dimana Tim Yonko 464 Paskhas dengan kekuatan 48 personel melaksanakn Operasi Perebutan Pengendalian Pangkalan Udara (OP3U) yang telah beberapa bulan dikuasai musuh dan Operasi Linud dengan kekuatan 96 personel bertugas untuk menghancurkan sasaran yang berada di wilayah pegunungan Morotai.

Penerjunan pasukan Lintas Udara (Linud) dan Batalyon Komando Paskhas dilaksanakan di pagi-pagi buta sebagai unsur pendadak serangan kepada musuh yang mengusasi bandara Leo Watimena. Penyerbuan secara mendadak dan serentak membuat musuh kocar kacir sehingga mudah dilumpuhkan dan Pulau Morotai berhasil di kuasai penuh oleh TNI.

Serangan pasukan TNI di seluruh wilayah Morotai didahului oleh pengintaian 2 pesawat Super Tukano untuk memastikan target sasaran yang akan di hancurkan menggunakan Serangan Udara Langsung (SUL) yang dilakukan 3 pesawat Super Tukano menggunakan bomb MK-53.

Selain itu Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Hiu 634 dibawah pimpinan Mayor Laut (P) M. Puji Santoso juga melaksanakan operasi penyekatan di wilayah perairan sekitar Morotai Maluku Utara sekaligus memberikan Bantuan Tembakan Kapal (BTU) untuk menggempur kekuatan musuh di Pulau Morotai.

Suasana pagi di Morotai yang biasanya sunyi dan tenang saat sang fajar mulai beranjak dari peraduannya tiba-tiba terdengar desingan peluru dan rentetan ledakan terdengar dari arah Utara Morotai disertai deru mesin pesawat yang memuntahkan pasukan udara yang terjun dari bagian belakang pesawat.

Kegiatan tersebut merupakan rangkaian kegiatan Latihan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) TNI yang dilaksanakan diwilayah Morotai khusunya di Pangkalan Udara Leo Watimena.

Sejumlah pejabat TNI dan Pemda ikut hadir menyaksikan Latihan PPRC TNI tahun 2018 yang dilaksanakan di Wilayah Morotai, diantaranya adalah :

  1. Asisten Operasi Kasau Marsda TNI Johannes, Aspers Kasad Mayjen TNI Heri Wiranto dan Aslog Kasad Mayjen TNI Irwan.
  2. Asrena Kasal Laksda TNI Arusukmono Indra Sucahyo, Aspam Kasal Laksda TNI Suprianto Irawan dan Plt. Gubernur Maluku Utara.
  3. Danlanud Leo Wattimena Kolonel Pnb Rachmad Syah Lubis, Bupati Morotai Benny Laos dan Danlanal Morotai Letkol Laut (P) Indra Joko Rerangin.
  4. Dandim 1508/Tobelo Letkol Kav Tri Sugiarto dan Kapolres Pulau Morotai AKBP Mikael P. Sitanggang.
  5. Forkopimda Malut dan Forkopimda Kab. Pulau Morotai.

(Satgaspen PPRC TNI)

Berbagi

  2 Responses to “Latihan PPRC: Pulau Morotai Berhasil Dikuasai TNI”

  1.  

    Ini latihan dgn skenario merebut kembali pangkalan udara yg sudah dikuasai musuh kan? Dan sepertinya di skenario ini musuhnya tdk punya system pertahan udara yg advance, sehingga TNI bisa dgn bebas terjun disana sini, tapi klw musuh punya arhanud ya gk mungkin kan pesawat penerjun TNI bisa mendekat dgn bebas? Bisa ditembak jatuh duluan sebelum bisa menerjunkan prajurit.
    jd klw seandainya TNI harus merebut kembali pangkalan udara yg sdh dikuasai musuh dan pangkalan tsb sdh dilengkapi musuh dgn system pertahan udara yg advance kira2 seperti apa ya strategi TNI untuk merebut pangkalan tsb?

  2.  

    mungkin strategi menghadapi oerang asimetris bung, seperti menghadapi gerakan separatis di sono yang tidak memiliki kemampuan pertahanan udara/arhanud

 Leave a Reply