Agu 042018
 

Dalam skenario latihan, KRI Teluk Sampit – 515 yang diasumsikan sebagai KM. Nusantara membawa 300 penumpang dan 25 ABK mengalami kebakaran saat berada di Selat Madura.

Surabaya, Jakartagreater.com – Rangkaian manuver lapangan (Manlap) hari terakhir Latihan Search and Rescue (SAR) Koarmada II di Laut Tahun 2018, Tim SAR Gabungan berhasil evakuasi korban dan tanggulangi kebakaran KM. Nusantara yang terbakar pada Jumat 3-8-2018 di perairan Selat Madura, Surabaya.

Dalam skenario latihan, KRI Teluk Sampit (TSP) – 515 yang diasumsikan sebagai KM. Nusantara membawa 300 penumpang dan 25 ABK mengalami kebakaran saat berada di Selat Madura yang kemudian dilakukan langkah-langkah pemadaman oleh seluruh anak buah kapal (ABK) serta pengiriman Distress Signal.

Tak lama berselang, Kantor SAR Surabaya yang menerima Distress Signal dari KM. Nusantara segera melaksanakan koordinasi dengan Basarnas untuk dilaksanakan tindakan SAR terhadap KMP. Nusantara dan melaksanakan koordinasi dengan Pangkoarmada II untuk meminta dukungan unsur SAR Koarmada II dan menunjuk Dansatkat Koarmada II Kolonel Laut (P) Wawan Trisatya Atmaja, S.E. sebagai Dansatgas Latsar Koarmada II.

Berdasarkan informasi koordinat yang dikirimkan oleh unsur Pesawat Intai Maritim NC – 212, Tim SAR Gabungan segera meluncur ke lokasi dimana KM. Nusantara terbakar untuk melaksanakan pemadaman dan penyelamatan korban, yang terdiri dari :

  1. Kapal Quick Response Team (QRT) Basarnas.
  2. Kapal Kapal KPLP, Kapal Bea Cukai.
  3. Kapal Polair, serta 3 unsur KRI bawah kendali operasi Basarnas yaitu KRI Mandau (MDU) – 621.
  4. KRI Tongkol (TKL) – 813.
  5. KRI Frans Kaisiepo (FKO) – 368 dengan satu unit Helly Panther AS 565 onboard di atas KRI.

Pada saat yang sama, Tim SAR Gabungan yang bertugas untuk menyelamatkan korban segera beroperasi untuk tindakan pencarian dan penyelamatan korban dengan menggunakan sekoci/perahu karet yang diturunkan dari atas KRI. Satu persatu korban dievakuasi menuju KRI FKO – 368 untuk mendapatkan penanganan awal yang kemudian dilanjutkan dengan evakuasi menuju Posko Kesehatan SAR.

Sedangkan korban yang kritis 1 orang akibat luka bakar dan memerlukan penanganan lebih lanjut, segera dilaksanakan Evakuasi Medis Udara (EMU) dengan Hoist menggunakan Helly untuk dibawa menuju Rumah Sakit dr. Ramelan. Dari kejadian tersebut, Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi 20 korban meninggal dunia, 3 korban luka bakar, 2 korban luka patah tulang dan 2 korban sesak nafas akibat tenggelam.

Latihan Gabungan SAR di Laut 2018 yang digelar oleh TNI Angkatan Laut dalam hal ini Koarmada II yang melibatkan Kantor SAR Surabaya, KPLP, Bea Cukai, serta Polairud Polda Jawa Timur ini berjalan dengan sukses. Dengan adanya Latsar di laut 2018 diharapkan akan mampu meningkatkan profesionalisme dan kesamaan persepsi terhadap penanganan SAR di laut. (tnial.mil.id)

Bagikan:

 Leave a Reply