Agu 082018
 

Dansatgas Yonkomposit TNI Konga XXXV-D UNAMID Letkol Inf Irdhan, S.E., M.M. menyampaikan bahwa kegiatan latihan menembak senjata ringan dilaksanakan selama 2 hari mulai tanggal 5-6 Agustus 2018 diikuti 192 orang.

Darfur, Sudan,Jakartagreater.com – Satgas Batalyon Komposit TNI Kontingen Garuda (Konga) XXXV-D United Nations Mission In Darfur (UNAMID) yang sedang bertugas menjalankan misi menjaga & memelihara perdamaian dunia dalam misi PBB melaksanakan latihan menembak senjata ringan pada Senin 6-8-2018 di markas 15th Division Government of Sudan (GoS) Army di El Geneina, Darfur, Sudan.

Dalam kesempatan tersebut Dansatgas Yonkomposit TNI Konga XXXV-D UNAMID mengatakan bahwa latihan menembak senjata ringan bertujuan untuk memelihara kemampuan menembak seluruh personel untuk menunjang setiap pelaksanaan tugas yang di emban di daerah misi.

Dansatgas Yonkomposit TNI Konga XXXV-D UNAMID Letkol Inf Irdhan, S.E., M.M. menyampaikan bahwa kegiatan latihan menembak senjata ringan dilaksanakan selama 2 hari mulai tanggal 5-6 Agustus 2018 diikuti 192 orang penembak dari tiap-tiap Kompi dan 50 orang pendukung kegiatan. (Penkostrad).

Bagikan:

  2 Responses to “Latihan Satgas TNI Konga di Sudan”

  1.  

    Bulan November 2018 ada Indo Defense.

    Apa ya yang bakal diakuisisi RI pada hajatan Indo Defense 2018 ?

    Intinya, sedikit yang penting punya.

    Tapi sedikitnya berapa ya ?

    Kemarin Menperindag janji “kalo boeing mau pakai bioavtur, maka Indonesia bakal beli 2500 pesawat produksi boeing dalam kurun waktu 20 tahun.”

    2500 / 20 = 125 pesawat per tahun.

    Jika seperlimanya untuk kepentingan militer maka yang untuk militer adalah 125 / 5 = 25 pesawat per tahun.

    Padahal targetnya pesawat selesai adalah 3 tahun.

    Jadi mesti dipesan 3 x lipat dari angka 25, yaitu 3 x 25 = 75 unit untuk militer dalam 3 tahun.

    Jadi pegang angka 75 unit dari Boeing, alias angkanya bisa mendekati 75 unit, bisa 74 atau 76.

    Sekarang cek dulu kebutuhan :

    2 unit pesawat sayap tetap untuk VVIP sebab pesawat yang akan diganti ( 1 B737 + 1 F28) sudah harus pensiun pada 2018-2019.
    Penggantinya Boeing 737 atau 767.

    3 unit pesawat MPA B737 juga akan diganti.
    Penggantinya adalah Poseidon, tetapi bukan hanya 3 namun 8 unit.

    2 + 8 = 10

    4 unit tanker KC46.

    10 + 4 = 14

    4 unit AWACS Wedgetail

    14 + 4 = 18

    10 unit AS330 mau diganti.
    Penggantinya 10 Chinook.

    18 + 10 = 28

    AD kepingin juga Chinooknya.

    4 operasional + 4 siaga + 4 maintenance + 2 cadangan = 4 + 4 + 4 + 2 = 14

    Jadi mungkin 14.

    28 + 14 = 42

    AD kepingin Apachenya 32 unit, udah punya 8 jadi tinggal 24 unit

    42+ 24 = 66

    AURI juga kepingin Apache, mungkin setengah skuadron jadi 8 unit.

    66 + 8 = 74

    Nah, sudah ketemu prediksi pembelian alutsista dari Boeing di Indodefense 2018 sejumlah 74 unit.

    Sedangkan tadi sudah dibilang angkanya mendekati 75 unit, angka 74 mendekati 75 bukan ?

    Itu baru yang dari Boeing, belum lagi yang dari Lockheed Martin.

    Kalau meleset gimana ?

    Lho namanya prediksi toh, prediksi adalah prakiraan, prakiraan bisa bener bisa meleset.

    Lho katanya sedikit, kok 74 unit ?

    Ya 74 unit itu sangat sedikit jika dibanding 2500 toh ?

    Entar nanti si kucing buduk protes lagi tuh.

    Ya kalo si kucing buduk protes tinggal diambilin sapu.

    Xixixixixi

  2.  

    Sudahlah bung TN, tak perlu capek berhitung dulu, dengan kondisi ekonomi saat ini dimana rupiah terjun bebas, target penerimaan pajak meleset, sejumlah proyek strategis ditinjau ulang akibat tidak cukup anggaran, ditambah melambungnya harga minyak dunia .. 😀 bahkan impor saja dibatasi dan bila perlu jangan sampai impor, gak perlu berkilah ini itu, semua sudah tahu gimana kondisinya koq… 😆 hehehe

 Leave a Reply