Latihan Serangan Nuklir, Rusia Uji Rudal ICBM dan Jelajah

Penembakan rudal ICBM Rusia, 26/10/2017 (MoD Russian Federation)

Moskow. Jakartagreater.com. Presiden sekaligus Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata Rusia, Vladimir Putin, ambil bagian pada Kamis malam dalam latihan Command and Control (C2) Pasukan Nuklir Strategis Rusia, ujar juru bicara kepresidenan Dmitry Peskov, Jumat, 27/10/2017, dirilis oleh TASS.

Latihan ini untuk melihat manajemen dari Pasukan Nuklir Strategis Rusia.

Latihan mempraktikkan interaksi dari pasukan darat, laut dan udara yang menjadi bagian dari kekuatan nuklir strategis Rusia.

Selama pelatihan, dipraktikkan perhitungan tempur dari pos komando Pasukan Rudal dengan tujuan strategis, awak kapal selam rudal nuklir Armada Utara dan Pasifik, kendaraan pembawa rudal strategis dan pembom penerbangan jarak jauh, dari Angkatan Darat dan Udara.

Pesawat terbang jarak jauh Tu-160, Tu-95MS dan Tu-22M3, yang lepas landas dari pangkalan militer “Ukrainka”, “Engels”, dan “Shaikavka”, meluncurkan rudal jelajah ke target darat di “Kura” (Kamchatka), Pemba (Republik Komi) dan Terekt (Kazakhstan).

Dari Negara Bagian kosmodrom Plesetsk, Pasukan Rudal Strategis darat melakukan kalkulasi tempur dan meluncurkan peluncuran rudal balistik antarbenua Topol ke arah Kura test range di Kamchatka.

Rudal diluncurkan dari road-mobile transporter erector launcher. Wilayah Plesetsk terletak di Oblast Arkhangelsk, sekitar 800 kilometer di utara Moskow.

Kapal selam nuklir Armada Pasifik meluncurkan salvo dua rudal balistik dari Laut Okhotsk ke Chizha testing range di wilayah Arkhangelsk. Sementara kapal selam nuklir Armada Utara meluncurkan sebuah rudal balistik Laut Barents menuju Kura.

Vladimir Putin menyaksikan empat peluncuran rudal balistik dari rangkaian latihan tersebut, ujar juru bicara kepresidenan Dmitry Peskov.

“Tugas yang ditetapkan dalam pelatihan tercapai seluruhnya dan semua target latihan berhasil dihancurkan,” kata Kementerian Pertahanan.

Latihan ini diadakan sesuai dengan rencana pelatihan Angkatan Bersenjata Rusia, kata Kementerian Pertahanan Rusia.

Tinggalkan komentar