Aug 312016
 

Korps Pasukan Khas (Korpaskhas) TNI Angkatan Udara dijadwalkan melaksanakan latihan puncak Trisula Perkasa 2016 di Provinsi Maluku pada tanggal 30 Agustus—5 September 2016.

Latihan tersebut setidaknya diikuti oleh 250 prajurit yang datang dengan menggunakan empat pesawat TNI Angkatan Udara yaitu dua pesawat C-130 Hercules dan dua pesawat CN-295.

Sebanyak 48 personel dari Detasemen Matra 2 Paskhas bertolak dari Lanud Abd Saleh, Malang menuju Lanud Pattimura, Ambon pada hari Senin (29/8/2016). Mereka mengikuti Trisula Perkasa 2016 dalam puncak latihan Korpaskhas. (malangvoice.com)

Sebanyak 48 personel dari Detasemen Matra 2 Paskhas bertolak dari Lanud Abd Saleh, Malang menuju Lanud Pattimura, Ambon pada hari Senin (29/8/2016). Mereka mengikuti Trisula Perkasa 2016 dalam puncak latihan Korpaskhas. (malangvoice.com)


Serka Muhammad Wildan dari Penerangan Lanud Pattimura, seperti dilansir Siwalima pada Selasa (30/8), menjelaskan bahwa latihan Trisula Perkasa 2016 merupakan Operasi Militer Selain Perang (OMSP) yang direncanakan seluruh pasukan atau prajurit Paskhas diterjunkan ke lima titik yang ada di Maluku dan Maluku Utara yaitu Pulau Morotai, Kabupaten Buru-Namlea, Pulau Haruku, Pulau Selaru dan Saumlaki.

Sumber: antaranews.com dan siwalimanews.com

Berbagi

  39 Responses to “Latihan Trisula Perkasa 2016 Korpaskhas TNI Angkatan Udara”

  1.  

    Kenapa kok latihan terus

  2.  

    Bung diego
    Buka JKGR di UC Browsur kok gak bisa update ya.? Trims

  3.  

    liat pasukan kita naik hercules . kok .. rasanya deg – deg an hati ini .. takut jatooh .. yah mudah – mudahan selamet sampe tujuan .. amin ..

  4.  

    ?

  5.  

    http://lingkarannews.com/ironi-morotai-antara-penjajahan-ala-taipan-dan-ancaman-migrasi-china/

    tanah di Pulau morotai dihargai murah.m wajar revolusi rakyat akan meledak

    •  

      Jika berita itu bener, berarti perlu dj blow up terus tuh berita, biar pusat tahu. Pengembang lagi pengembang lagi yng mesti bikin ulah, kek gak punya hati nurani itu pengembang, kasian rakyat maluku.

    •  

      mungkin itu yang membuat TNI perlu hadir disana bung senopati
      makanya , menurut saya ancaman saat ini mungkin dalam waktu dekat
      1. suksesi (2019 )
      2. KK freeport ( 2019 ) jadinya diperpanjang dengan clausul atau bagaimana
      3. migrasinya penduduk Cina daratan ke Wilayah RI yg jauh dari tersentuh hukum ( kan udah pernah ketahuan mereka punya KTP ” nembak ” )
      mereka tidak akan pernah berani berperang head to head , tapi disusupkan penduduk ke belahan bumi manapun membuat negara tsb diserang dari “dalam “, strategi Kuda troya / trojan back door ( virus komputer ) , hasilnya akan seperti singapura dan malaysia bila RI tidak antisipasi
      4. Asing memanfaatkan “ketidak paduan’ baik aparat,penegak hukum maupun Lembaga institusi tertinggi dalam satu suara memajukan bangsa , contoh antar departement saling claim yang terbaik dan saling “lempar wacana ”
      5. lembaga tinggi negara sebagai penyelenggara negara tampak seperti ” Kebingungan ” dalam mengeluarkan aturan / issue untuk warga negara
      misal TA ( tax amnesti ) masih ada pro-kontra

      kurang lebihnya mohon maaf

      BFB

  6.  

    lanjutkan

  7.  

    @senopati. wah kalau benar seperti itu, pelan pelan negara ini akan menjadi provinsi baru china tergadaikan dgn murah. pemerintah hrs segera usut tuntas..!!

  8.  

    sayangnya sekarang pesan tambahan pesawat CN-295 cuma 2 buah, padahal MEF 1 bisa beli 9 buah …

    semoga bisa nambah lagi …

  9.  

    Karena laut china selatan tambah panas, tp selain latihan perang, beli alutsista yg canggih dan modern jg wajib dong, jgn cuman ngandalin semangat aja…tp sista gahar dan canggih jg harus dimiliki…

  10.  

    Hello, NASAMS kelihatannya jadi diakuisisi oleh AD, paling sedikit 3 atau 4 batallion.

    •  

      Apa ada cluenya bung TN PHD

      •  

        Cluenya ?

        Ehm gambar NASAMS di defence pk, di foto itu di bagian kanan ada seorang pria berjaket tetapi bercelana loreng hutan punya AD.

        Trus sebelum ini ada perjanjian transfer teknologi antara Kongsberg Norway dengan Pindad soal RCWS.

        NASAMS buatan Kongsberg Norway juga.

        Trus di media koran yang saya juga cantumkan di seri 24 tertulis ada pinjaman USD 200 juta untuk pengadaan Rudal AD.

        Di Deagel tercantum spesifikasi dan perkiraan harga untuk NASAMS yaitu USD 50 juta per system / batalyon.

        USD 200 juta dibagi USD 50 juta = 200/50 = 4 system atau 4 batalyon.

        Kesimpulan :
        Kemenhan beli 4 batalyon NASAMS untuk TNI AD dan TOT nya berupa ilmu RCWS ke Pindad.

        Kapan pembeliannya ? Ya di periode antara tahun 2015-2019.

        •  

          Tenkyu infonya bung TN PHD
          Semoga benar ” jadi reality
          Salam NKRI

        •  

          Tukang [email protected] Nassam ini yg terpilih apa ada kemungkinan yg dari china di beli jg…

          •  

            Ya. Ingat uji meriam laras ganda buatan Norinco China untuk marinir kita ?

            Kemungkinan rudal jarak menengah Sky Dragon 50 atau HQ 16A dari China akan menghiasi AU dan Buk-M2 Rusia akan dipilih untuk AL.

            Jadi prediksi saya untuk rudal jarak menengah alutsista barat untuk AD, alutsista Asia untuk AU dan alutsista Rusia untuk AL.

            Namun jangan lupakan berita bahwa Pindad akan mengakuisisi salah satu perusahaan alutsista di Eropa. Dugaan saya dari negara Belarus atau Polandia atau Ukraina.

  11.  

    Latihan infiltrasi ke daerah lawan

  12.  

    Alhamdulillah, sebutan M A L O N sudah dibanned, untung aja sebutan ” Munyuk ” gak ikut daftar banned…. xixixi

  13.  

    absen sedulur sedulur

  14.  

    patiiiiiiih mana patih pragota apakah prajurit2 kerajaan gondal gandul ser sdh kamu latih, utk mengimbangi kedikdayaan prajurit2 tni yg mengerikanitu apabila menyerang bagaikn gelombang sulami eh sunami yg akan melibas apapun penghalangnya itu? mana mana panglimamu mbah bowo jangan jalan2 aja sama sicarin ayo perintahkn dia utk persiapan.

  15.  

    Tumben2an yo akhir thn banyak latihan

    •  

      malahan minggu kemarin saya beriringan dengan bapak-bapak TNI lengkap dengan 2 ransel besar plus alas tidur yang di gulung, memang tidak sekaligus banyak, tapi satu dua. Entah ada tugas ke daerah lain atau apa, karena kalau rutinitas biasa, tidak pernah bawa dua ransel besar, paling tas kecil terus sama kelengkapan seragam dinas biasa, seperti baret kesatuan da jaketnya.
      Apakah ada pergerakan pasukan, mengingat situasi di spot-spot tertentu sedang hangat.

  16.  

    Penambahan pasukan ke daerah perbatasan dengan sandi latihan TRISULA. Hihihihiii.

 Leave a Reply