Latvia Memborong Spike Senilai €108 Juta dari Israel

11
8
Rudal anti tank (ATGM) Spike LR buatan Israel. © Natan Flayer via commons.wikimedia.org

JakartaGreater.com – Menteri Pertahanan Latvia, Raimonds Bergmanis pada hari Senin, 12 Februari akan menandatangani kontrak senilai € 108 juta untuk membeli rudal anti-tank (ATGM) Spike dari Rafael, seperti dilansir dari Latvian Television (LTV).

Menteri Pertahanan Latvia Bergmanis dan Direktur Eksekutif EuroSpike Guenter Lauer dan Arie Lapidot menandatangani kesepakatan pembelian tersebbut di Kementerian Pertahanan.

Berbicara pada LTV menjelang penandatanganan, Bergmanis mengatakan “Saya pikir ini adalah saat yang sangat penting, karena kemampuan rudal anti-tank adalah salah satu elemen yang sangat diperlukan”.

Perusahaan pertahanan Rafael asal Israel merupakan produsen sistem tersebut, namun pembelian dilakukan melalui perusahaan patungannya yakni EuroSpike.

“Pengembangan kemampuan rudal anti tank adalah salah satu prioritas untuk pembelian industri pertahanan dan sistem rudal anti-tank Spike diakui telah memenuhi persyaratan operasional yang paling tepat bagi Angkatan Bersenjata Latvia”, menurut Bergmanis.

Sistem rudal Spike yang baru diakuisisi akan melengkapi persediaan senjata ini, secara signifikan akan memperkuat kemampuan tempur Angkatan Bersenjata beserta Garda Nasional Latvia.

Sistem rudal anti tank Spike akan dipasangkan dengan kendaraan tempur CVR (T) yang di akuisisi dari Inggris untuk menyediakan kemampuan anti-tank yang sangat mobile dan juga fleksibel.

Sistem anti tank Spike telah digunakan oleh angkatan bersejata di 28 negara, termasuk angkatan bersenjata Lithuania, Polandia, Finlandia dan Jerman.

Rencananya pesanan Latvia akan dikirimkan secara bertahap mulai 2018 hingga 2023. Menurut informasi dari produsen, lebih dari 23.000 sistem rudal anti tank Spike telah dijual di seluruh dunia.

11 COMMENTS

LEAVE A REPLY