Sep 212017
 

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov, di forum PBB, 20/9/2017 (MFA Russia)

Moskow – Rusia merasa “sangat khawatir” atas pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang mempertanyakan kesepakatan pengendalian nuklir Iran, dan mencurigai bahwa Washington sendiri telah melanggar perjanjian bersejarah itu, kata Menteri Luar Negeri Sergei Lavrov.

Lavrov mengeluarkan pernyataan itu ketika berbicara kepada para wartawan Rusia di Perserikatan Bangsa-bangsa di New York. Pernyataannya juga diterbitkan oleh kementerian luar negeri Rusia pada Rabu, 20/9/2017.

Lavrov menggambarkan betapa mendalamnya perbedaan sikap Moskow dan Washington menyangkut serangkaian masalah. Ia menyatakan upaya apa pun untuk meningkatkan hubungan kedua negara, yang sudah rusak, harus menghadapi perjuangan berat.

Donald Trump, ketika menyampaikan pidato dalam sidang Majelis Umum pada Selasa, mengatakan kesepakatan tahun 2015 yang dicapai Iran dengan enam kekuatan dunia soal pengendalian program nuklir Iran –sebagai imbalan atas pencabutan sejumlah sanksi– merupakan “hal yang memalukan bagi Amerika Serikat”. Washington tidak bisa mematuhi suatu perjanjian “jika (perjanjian) itu menutup-nutupi pembangunan program nuklir pada akhirnya,” ujar Trump.

Rusia merupakan salah satu penandatangan perjanjian pengendalian program nuklir Iran itu. Lavrov mengatakan Rusia sangat tidak setuju dengan pandangan pemerintahan Trump tersebut.

“(Pemikiran) seperti itu sangat mengkhawatirkan,” ujar Lavrov. “Kita akan mempertahankan dokumen (kesepakatan, red) ini, konsensus ini, yang dicapai dengan rasa lega oleh seluruh masyarakat internasional dan benar-benar telah memperkuat keamanan kawasan dan internasional.” Ancaman Trump, yang disampaikan pada kesempatan yang sama di PBB, untuk “memusnahkan” Korea Utara jika AS harus mempertahankan dirinya atau sekutu-sekutunya, juga dikritik Rusia dengan tajam.

Rusia memiliki satu wilayah yang berbatasan dengan Korea Utara dan meyakini bahwa negosiasi dan diplomasi merupakan satu-satunya cara untuk menyelesaikan krisis program peluru kendali Pyongyang.

“Kalau Anda (Trump, red) dengan mudah mengecam dan mengeluarkan ancaman, kita kemudian akan berlawanan dengan negara-negara yang kita harapkan dapat mengerahkan pengaruhnya (untuk membujuk Korut menghentikan program nuklir, red),” ujar Lavrov. (Antara/Reuters).

Bagikan:

  21 Responses to “Lavrov : Perbedaan Sikap Rusia-AS, Sudah Sangat Dalam”

  1.  

    Itulah bedanya negara yg menggunakan otot dan negara yg menggunakan otak….

  2.  

    Polling…
    Siapakah warjag yg paling intens komentar di jkgr…. :

    1. Pragota
    2. Tukang Ngitung, Phd
    3. Wangsa Kencana
    4. Jimmy Sullivan
    5. Nuncaku

    Iseng2 biar ga ngantuk…xixi peace…semoga ada yg jawab…

  3.  

    Wah bung wk ga seru nih..ga mau jawab polling sy…jawab ya pliiisss…xixi

  4.  

    Sudah jd kebiasaan AS selalu menggunakan kekuatan militer untuk penentang2nya dgn memakai hak Veto PBB untuk mempermulus rencana!

  5.  

    Mereka selalu mengurusi rudal kim jong un, bung ruskye mana yaa

    Hahhahaaa

  6.  

    menlu ini baru nyadar klu kedua negara emang punya perbedaan sikap yg dalam dr dl. dr mana aja lu mr.lavrov

 Leave a Reply