Jul 152017
 

ilustrasi Amunisi Mortir (Lance Cpl. Monica C. Erickson)

Ambon – Seorang ibu dilaporkan tewas di Desa Ngaibor, Kecamatan Aru Selatan, Kepulauan Aru, akibat terkena serpihan Granat Mortir peninggalan Perang Dunia II yang meledak.

Antara menghimpun data pada Jumat 14-7-2017 dari warga Kepulauan Aru, menyebutkan seorang ibu rumah tangga meninggal dunia, karena menggunakan Granat Mortir yang sudah menjadi besi tua untuk dijadikan tungku sebagai tempat memasak.

“Biasanya warga menggunakan 3 buah batu tempat meletakkan Periuk atau Belanga untuk memasak dan kebetulan korban menyangka Granat Mortir peninggalan Perang Dunia II ini tidak aktif lagi sehingga dijadikan tungku di dapur,” ujar Frengki Garpanase warga Kepulauan Aru, Maluku.

Kabid Humas Polda Maluku, AKBP Richard Tatuh membenarkan kejadian ledakan Granat Mortir pada Kamis pagi 13-7-2017 di Desa Ngaibor.

“Kami juga sudah dikonfirmasi sejumlah media tetapi laporan lengkap mengenai kejadian itu dari Polres Kepulauan Aru masih diproses,” kata Kabid Humas Maluku.

Sementara Kapolres Kepulauan Aru, AKBP Adolp Bormasa yang dihubungi secara terpisah mengakui belum bisa memberikan penjelasan secara lengkap termasuk jumlah korban jiwa yang tewas atau luka-luka, sebab masih berada di tempat kejadian untuk mengumpulkan data.

“Anak buah masih berada di lapangan untuk melakukan pengecekan kronologis kejadian, jadi untuk sementara belum ada penjelasan terperinci,” kata AKBP Adolp Bormasa   singkat.

Desa Ngaibor dan beberapa desa lain di pesisir Selatan Kepulauan Aru yang mempunyai teluk Marfenfen yang sangat panjang dan strategis untuk wilayah pertanahan, sehingga pernah dipakai Bala Tentara Jepang dalam Perang Dunia II sebagai basis pertahanan.

Di sekitar kawasan Desa Ngaibor dan beberapa desa lain di pesisir Selatan Kepulauan Aru, masih terdapat bekas lapangan terbang yang pernah dibangun Tentara Jepang. Ada Markas Militer dan rongsokan mobil-mobil truk  yang biasa dipakai mengangkut pasukan atau persenjataan dan perbekalan perang pada waktu itu dilansir ANTARA, 14/7/2017.

  6 Responses to “Ledakan Granat Mortir Tewaskan 1 Perempuan”

  1. Ya Tuhan Allah SWT… beta pung pela gandong… masi ada lai amunisi sisa PD 2 di katong pung kampung…

  2. Turut berduka cita

  3. Turut berduka cita.. Mudah2an dgn kejadian ini, rakyat bisa melaporkan temuan benda2 peninggalan PD 2 ke pihak yg berwajib.. Trutama di daerah maluku dan sekitarnya..

  4. tragis tp agak sedikit lucu. semoga amal ibadahnya di trima di sisi NYA

  5. Serem yah… Gimana kalau di laos yah? Bom udah kek tanaman disana dimana – mana ada akibat ulah si asu waktu perang vietnam

 Leave a Reply