Agu 262014
 

http://www.rmol.co/images/berita/normal/397446_04292326082014_len_dan_thales.JPG

RMOL. Kementerian Pertahanan RI melalui program Kredit Ekspor mendatangkan dua kapal kombatan jenis Perusak Kawal Rudal (PKR). Pengadaan kapal PKR ini dimaksudkan untuk lebih memperkuat sistem pertahanan dan keamanan Indonesia.

Adapun pemenang tender PKR yakni, untuk shipyard dari Belanda, yaitu Damen Schelde Naval Shipbuilding (DSNS), berpartner dengan sebuah perusahaan elektronika pertahanan terkenal asal negeri kinci angin yaitu Thales Nederland (TNL) sebagai Lead Integrator SEWACO (Sensor, Weapon, and Command).

Untuk mematuhi regulasi pemerintah, sesuai UU 16/2012 tentang Industri Pertahanan,  yang mengharuskan adanya local content dan offset dalam setiap pengadaan alutsista dari luar negeri, maka Thales Nederland menjalin kerja sama dengan PT Len Industri (Persero) dalam pekerjaan pembuatan Combat Management System (CMS) kapal PKR ini.

Len berhasil mendapatkan kontrak ekspor software kapal perang dari Thales Nederland untuk pertama kalinya pada bulan Oktober 2013. Kontrak pertama berupa Development, Production, Testing and Supply of Software  untuk CMS kapal perang PKR telah berhasil diselesaikan tepat waktu oleh Len pada bulan April 2014.

Pada kontrak pertama tersebut, Len telah merampungkan kegiatan TOKAT (Transfer of Knowledge & Technology), dan pekerjaan Pengembangan, Produksi dan Testing Integration software IFF (Identification Friend and Foe).

Untuk kontrak selanjutnya, seperti dikutip dari rilis, Len menargetkan rampung dalam jangka waktu delapan bulan, yang mencakup pengembangan, produksi dan testing integration software untuk EO Tracker, Decoy Launcher dan SAM.

Software yang dikembangkan dan diproduksi oleh Len dalam kontrak tersebut, bukan saja digunakan untuk kapal PKR pesanan pemerintah Indonesia, melainkan juga untuk memenuhi pesanan dari negara lain.

Untuk lebih meningkatkan dan memperluas kerjasama strategis antara PT Len Industri dan Thales Nederland, maka pada hari ini (Selasa, 26/8) bertempat di PT Len Industri, telah dilakukan penandatanganan MoU antara PT Len Industri (Persero) bersama Thales Nederland. Masing-masing diwakili Direktur Utama Len, Abraham Mose dan CEO Thales Nederland, Gerben Edelijn.

MoU yang ditandatangani tersebut merupakan pembaruan dan pengembangan atas MoU sebelumnya. Dengan penandatanganan MoU ini diharapkan dapat lebih memperkuat kerjasama antara PT Len Industri dan Thales Nederland, di bidang Naval Combat Management Systems dan Naval Combat System Integration di masa depan, khususnya program pembangunan PKR dan program modernisasi Sewaco kapal-kapal yang dibangun oleh Thales Nederland.[wid/ekbis.rmol.co)

Bagikan:

  20 Responses to “Mou PT LEN Industri dan Thales Nederland”

  1.  

    ..

  2.  

    Keduax

  3.  

    Selamat Malam

  4.  

    ..moga makin josgandos .tambah lancar untk kemandirian bangsa

  5.  

    MANTAP!!! MAJU TERUS!!!

  6.  

    ni baru ajib…

  7.  

    Semoga LEN bisa cepat dan lengkap dalam menyerap teknologi dr Thales utk diaplikasikan pd kapal ketiga dan selanjutnya.

  8.  

    NewBie

  9.  

    Selamat malam dan selamat berdiskusi

  10.  

    lha kok belanda, boleh saya tau di belanda ini cabang apa punya divisi sendiri

  11.  

    semoga karya anak bangsa di apresiasi oleh negara dan menjadi tuan rumah di negeri senderi. welldone pt. len GBU

  12.  

    Selamat buat LEN… jalan panjang bagi LEN, semoga produknya makin dikenal baik didalam negri maupun diluar negri… 🙂

    Salam kenal warjagers… 🙂 🙂

  13.  

    berita kaya gini demenan gue,,
    kembangkan ilmunya,, kepakkan sayapmu,, raih duitmu,, majukan bangsamu,,

  14.  

    bakalan mbulet maneh
    klo patner ma kompeni

  15.  

    Pakailah produk produk buatan sendiri..

  16.  

    Pelan-pelan tapi pasti

  17.  

    kok sepi forum ini pd kmana para sesepuh?

  18.  

    Semoga BUMN strategis ke depan nya semakin maju…

  19.  

    Mantap sekali. Peraturan harus diberlakukan tdk hanya utk pembelian alutsista tetapi juga untuk bidang lainnya seperti untuk perusahaan-perusahaan multinasional yang harus menggandeng mitra lokal terutama di bidang otomotif dan elektronik. Manfaatnya sangat banyak sekali selain untuk alih teknologi, juga untuk mengurangi impor dan mengembangkan perusahaan nasional. Devisanya akan banyak mengalir dan penyerapan tenaga kerja juga pasti akan ikut. Tapi yang penting adalah alih teknologinya yg bisa membantu kemandirian kita.

 Leave a Reply