Nov 132016
 

r_27

Dalam pameran Indo Defence 2016 – Pemimpin dari UKROBORONPROM dan Angkatan Bersenjata Indonesia yang diwakili oleh Asisten Askomlek Panglima TNI Marsda TNI Bonar Hutagaol dan Wakil Kepala Staff Angkatan Udara, Marsekal Madya TNI Hadiyan Sumintaatmadja menunjukkan minat yang kuat pada salah satu persenjataan pesawat tempur Sukhoi buatan Ukraina.

Persenjataan tersebut adalah rudal udara-ke-udara R-27 buatan Artem, yang merupakan persenjataan standar Sukhoi Su-27 dan Su-30.

Mendapat warisan teknologi persenjataan dari Rusia, perusahaan Artem terus mengembangkan kemampuan rudal pembunuh pesawat tempur – R-27 dengan meningkatkan daya jangkauan dan sistem pembimbingnya.

Rudal R-27 β€œpihak Barat memberi sandi nama : AA-10 Alamo” adalah rudal udara-ke-udara medium yang terdiri dari berbagai varian sistem seeker dan daya jangkau. Yang terpendek, R-27R dengan sistem bimbingan semi-active radar hooming memiliki jangkauan 80 km, sedangkan yang terjauh, R-27AE dengan sistem bimbingan active radar hooming, dan R-27EM dengan bimbingan semi-active radar hooming memiliki jangkauan 130 dan 170 km.

su1-copy

Dengan kerjasama yang erat antara Artem dengan militer Indonesia, diharapkan persenjataan pesawat tempur Su-27 dan Su-30 Angkatan Udara Indonesia semakin lengkap dan semakin mematikan. Terutama untuk mampu bersaing dengan pesawat-pesawat tempur tetangga yang dilengkapi persenjataan yang juga semakin canggih.

jakartaGreater

Bagikan:

  80 Responses to “Lengkapi Persenjataan Su-27 dan Su-30, Indonesia Incar Rudal R-27 Ukraina”

  1.  

    Josssa, makin jaya

  2.  

    ciek

  3.  

    Update status : sukhoi indonesia beli rudal dr ukraina,,sementara sukhoi tetangga yg katanya jaguh masih tetap cuma disorong keluar masuk hanggar spt ingus…wk…wk..wk

  4.  

    yups,, meski rudal dari ukraina setidaknya si empu masih ada titisan dri rusia, lo harga murah dan kualitas sama gahar borong srkalian 1000 unit wat bekel ntar kedatangan su 35 hheee…

    •  

      Layak utk di akuisisi dan kerjasama produksi. Ukraina lagi gencar-gencar nya kerjasama produksi peralatan militer dgn banyak negara. Antonov dgn Arab Saudi dan China, Rudal dgn China, BTR dgn Arab Saudi dan China, Galangan kapal China banyak di support dari industri militer Ukraina…Royal TOT, lagi butuh uang

    •  

      Wah, rudal AAM favorit eke di simulasi Flamming Cliff. Punya rasio hit lebih oke dari AMRAAM-120C, soalnya pakai thrust vectoring. Kalau perlu ambil semua varian Vympel family, dan semua jenis R heat seeker, infrared, radar guided…

      Gak usah beli dari AS, mahal. Kalaupun terpaksa beli sedikit aja. F-16 nggendong banyak rudal tapi kalau nyungsep ruginya besar.

  5.  

    Belinya sdh dulu, kasih rudalnya baru skr…aneh bgt!!,!! Kebijakan yg aneh pemerintah yg skr…ga lagi2 deh pilih pemerintahan yg skr…kapok!!!!

  6.  

    Beli n ambil TOT nya… Biar mahal asl ke depan ya bs buat sendiri..

  7.  

    Setuju bung@TUKANGITUNGPHD…makanya knp negosiasi su35 lama karena pemerintah tidak mau ada calo..dan mark up untuk pembelian su35….maka dr itu skema G to G diberlakukan sampai spare part nya sekalian agar tdk ada calo dan mark up sedikit pun

  8.  

    Semoga jadi Beli Dan compatible dengan Sukhoi 27/30/35 yang sudah ada Dan akan Ada…
    Apa bisa dapat Lisensi produksi juga ?

  9.  

    Nah INI baru pilihan cerdas. . cepet borkng

  10.  

    Apakah ada di antara WARJAG yang terhormat, yang mengetahui apakah TNI AU sudah memiliki atau belum Rudal Kh-58UshE?
    Rudal Kh-58UshE adalah rudal anti radiasi / anti AWACS, kecepatan Mach 4 dengan jangkauan sampai dengan 240 km.
    Jika belum, TNI AU seharusnya sudah mulai mempersiapkan diri untuk membeli Rudal Kh-58UshE, karena jika dapat menjatuhkan AWACS, sudah berarti pespur lawan dapat terkurangi kemampuannya serta terkurangi kelebihan teknologi yang di milikinya.

    Pada latihan perang udara di Australia, dalam sekema perang jarak dekat / dog fight, Sukhoi TNI AU dapat mempecundangi F-18 Australia, akan tetapi dalam pertempuran jarak jauh, Sukhoi TNI AU dapat dipatahkan oleh F-18 Australia dengan bantuan AWACS.

  11.  

    Sekoga saja setiap pembelian rudal (kualitas terbaik) dapat di sertai ToT agar program Indonesia memperioritaskan 7 item dari 18 item Alpalhankam.
    Kelompok alpalhankam itu sendiri terdiri dari kendaraan tempur, MKB, propelan, roket, senjata, kapal perang atas air, kapal selam, CMS, pesawat tempur, pesawat angkut, UAV, radar, satelit, peluru kendali, bom, alat komunikasi, almatsus Polri, dan nonalutsista.

    “Setelah dilihat tujuh itu, ketemulah prioritas, seperti propelan, roket, rudal, medium tank, radar, kapal selam, pesawat tempur,” kata Ketua Bidang Alih Teknologi dan Ofset Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP) Laksamana Muda Purn Rachmad Lubis di Kementerian Pertahanan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (10/11/2016).

  12.  

    wao ukrania kemunkinan besar ngasih tot ni rudal, krn tanpa tot RI tdk akan mau mmbeli ni rudal n ukraina butuh uang sekali kloplah

  13.  

    tes

  14.  

    Tes

 Leave a Reply