Mar 312017
 


WASHINGTON – Apabila nantinya perusahaan Leonardo DRS memenangkan kompetisi TX dengan jet pelatih T-100-nya, perusahaan tersebut akan memproduksi pesawat jet pelatih di Alabama, demikian isi pengumuman pada hari Kamis seperti dilansir oleh Defense News.

Perusahaan Italia tersebut berencana untuk membangun sebuah pusat perakitan di Moton Field, Tuskegee, Alabama, jika diberikan kontrak TX. Anggaran sebesar USD 200 juta akan dihabiskan untuk konstruksi termasuk bangunan, infrastruktur dan peralatan, menurut sebuah rilis berita dari kantor Gubernur Alabama.

Pengumuman ini merupakan pukulan bagi Meridian, Mississippi, di mana Leonardo telah merencanakan untuk merakit T-100 yang pada saat itu telah bermitra Raytheon (kini telah mengakhiri kerjasama pada pengembangan pesawat TX dengan Leonardo).

Leonardo DRS yakin bahwa pembangunan pabrik di Moton Field dapat menghasilkan 750 pekerjaan di Alabama selama periode 10 tahun dimulai pada 2019. Fasilitas itu sendiri akan didanai melalui kemitraan publik-swasta dan disewa oleh Leonardo selama T-100 di produksi.

“Membangun pesawat latih T-100 di Alabama akan menciptakan lapangan kerja di Amerika Serikat sambil memberikan Angkatan Udara AS dengan jet pelatih terbaik di dunia”, kata CEO Leonardo DRS William Lynn dalam sebuah email.

Eksekutif Leonardo DRS mengumumkan rencana lokasi pabrik dalam upacara tanggal 30 Maret 2017 di Moton Field, yang dihadiri oleh Gubernur Alabama Robert Bentley dan tokoh masyarakat, termasuk walikota Tuskegee, Tony Haygood.

“Proyek Leonardo akan memiliki dampak ekonomi besar-besaran di Macon County di seluruh wilayah melalui penciptaan pekerjaan bergaji tinggi”, kata Bentley. “Selain itu, pesawat latih T-100 akan mempersiapkan pilot pesawat tempur generasi baru yang misinya adalah untuk menjaga negara kita tetap aman”, tambahnya.

30 Maret juga menandai batas waktu bagi pesaing TX untuk mengajukan proposal, menjelang pemilihan akhir tahun ini. Leonardo T-100 akan melawan Lockheed Martin-KAI T-50A, jet pelatih desain baru dari tim Boeing-Saab serta tim Sierra Nevada Corp-Turki Aerospace Industries.

Jet pelatih T-100, didasarkan pada pelatih M-346 yang digunakan oleh Angkatan Udara Italia, Israel, Singapura dan Polandia, dan merupakan salah satu pesawat paling matang yang diusulkan dalam kompetisi.

Sementara itu, dalam panggilan telepon dengan wartawan pada tanggal 29 Maret, manajer program TX dari Boeing Ted Torgerson mengatakan bahwa perusahaan telah mengajukan tawaran pada hari Selasa. Perusahaan juga telah selesai mengumpulkan semua data penerbangan dan kinerja yang dibutuhkan untuk memenuhi persyaratan Angkatan Udara AS.

Boeing telah memprioritaskan pengumpulan data yang baik sebelum batas waktu bulan Juni, Togerson menjelaskan. Karena proses yang sekarang telah berakhir, maka dapat difokuskan pengujian penerbangan awal dari prototipe TX kedua, yang diharapkan dapat dilaksanakan pada 3-4 minggu ke depan.

  6 Responses to “Leonardo Akan Membangun TX di Alabama”

  1. Leonardo d carpion …..

  2. Berarti Scorpion kalah tender dong.

  3. Ohh alabama.. Sekilas bc td alam baka..

    Giliran yg berteknologi tinggi gk mau bangun pabriknya di negara berkembang..

  4. mirip yak papa rusky

  5. makin ketat pmilihan Jet Trainer AS. Potensi kuat bukan hanya lagi milik KAI T-50..
    Nasib Sorpion blm cemerlang..

    http://kasamago.com/jet-latih-t-50-tni-au-diubah-menjadi-fa-50-apa-perbedaannya/

  6. liat jet latih ini jadi ingat tim aerobatik TNI AU tahun 1999-2000an, dimana kita dulu punya tim aerobatik jet, bukan baling2 macam jupiter saat ini, tim aerobatik kita dulu seperti tim black eagle korea selatan saat ini, makanya ane rada nyangsi, jet T50 TNI kok mau dipersenjatai dan dikasih radar, jet tempur pemburu macam sukhoi,F16, hawk mungkin udah cukup, bahkan katanya mau ada pengganti f5, apa segitunya ri kekurangan jet pemburu ya, bahkan sekarang pembelian T50 agak di permasahkan, karena ga ada radarnya(lah emg niat awalnya dulu beli T50 emg buat latih tempur bukan tempur murni) yg harusnya dipikiran tuh F5 gmna pengganti nya smpe skrg ga jelas ksian pilotnya, bukan maksain rubah jet latih jadi tempur murni, susah sih pemerintah sekarang ngeluarin uang buat pertahanan… Cuma opini aja gan

 Leave a Reply