Mar 212019
 

Desain jet tempur Tempest Inggris © Leonardo Co.

JakartaGreater.com – Leonardo berharap Italia dapat bergabung dengan program tempur generasi keenam “Tempest” Inggris, membangun keterlibatannya dalam divisi elektronik pertahanannya dalam upaya tersebut, seperti dilansir dari Flight Global.

Meskipun perusahaan ini berkantor pusat di Roma, ia memiliki kehadiran besar di Inggris, termasuk dalam operasional Selex sebelumnya.

Norman Bone, direktur pelaksana divisi elektronika Leonardo, mengatakan bahwa selama pengarahan laporan keuangan 14 Maret: “Kami sangat jelas sebagai perusahaan bahwa itu akan menjadi preferensi kami untuk kolaborasi yang termasuk Italia dalam jangka panjang di Tempest”.

Tim eksekutif senior grup yang bermarkas di Roma melakukan upaya “untuk membantu memposisikan Leonardo sehingga Italia bisa menjadi mitra” dalam proyek tersebut, yang dimaksudkan untuk menggantikan Eurofighter Typhoon pada jangka panjang, kata Bone dan menambahkan: “Itu preferensi yang kuat”.

Desain jet tempur generasi ke-6, Tempest buatan Inggris © BAE Systems

Leonardo adalah mitra dalam konsorsium Eurofighter, memproduksi sekitar 20% dari setiap pesawat – terutama sayap sisi kiri – dan melakukan perakitan akhir mereka untuk Angkatan Udara Italia dan beberapa pelanggan ekspor lainnya.

Pada pameran dirgantara Farnborough 2018, pemerintah Inggris mengungkapkan rencana untuk proyek pengembangan Tempest sebagai bahagian dari strategi tempur udara masa depan negara itu.

Sebuah konsep untuk pesawat dikembangkan melalui kolaborasi bernama “Tim Tempest”, yang mencakup Leonardo bersama BAE Systems dan Rolls-Royce – sebagai pemasok dari airframe pesawat dan mesin – MBDA dan Rapid Capabilities Office Royal Air Force.

Desan jet tempur generasi keenam FCAS dari © Airbus Defense System

Saab menunjukkan minatnya untuk bergabung

Lucio Valerio Cioffi, direktur pelaksana divisi pesawat Leonardo, mencatat bahwa tujuan utama pabrikan adalah untuk berperan dalam pengembangan pesawat tempur generasi keenam di bawah “konsep pertahanan Eropa yang baru”.

Namun dia mengatakan: “Kami memiliki banyak kesamaan dengan inisiatif Inggris, juga dalam hal platform yang ada di atas meja”. Dalam pandangan Bone, “tidak ada hubungan yang lebih dekat” antara Angkatan Udara Eropa selain antara Inggris dan Italia.

Ketika kedua negara beroperasi atau pun menggunakan armada tempur Panavia Tornado, Eurofighter Typhoon, Lockheed Martin F-35 dan UAV Predator dari General Atomics, Bone mengatakan bahwa Angkatan Udara Italia dan RAF sangat selaras serta bagaimana mereka membayangkan jet tempur masa depan.

Untuk dukungan teknis armada Eurofighter Typhoon mereka, kedua negara bekerjasama dalam cara yang sangat terintegrasi dan memiliki “saling ketergantungan satu sama lain”, katanya.

Prancis, Jerman dan Spanyol juga bersama-sama mengejar dalam proyek terpisah untuk mengembangkan pesawat tempur generasi baru yang disebut sebagai Future Combat Air Systems (FCAS) untuk Angkatan Udara mereka.