May 232012
 

Pasukan Hezbullah di Lebanon Selatan


Setelah terjadi peperangan sporadis di Bin Jabil Lebanon Selatan, tank tank Merkava Israel naik ke bukit Jabil, untuk memburu pasukan Hezbullah. Tanpa diduga, tank-tank terhebat di dunia itu, rontok dihantam misil anti-tank Hezbullah. MBT Merkava benar benar tidak berdaya dan akhirnya ditarik mundur. Israel kalah dalam perang tersebut. Sejumlah pimpinan militer Israel dicopot dari jabatannya.

Tank Merkava Israel dihajar ATGM Metis-M


Peperangan di Lebanon Selatan tahun 2006 itu, mengingatkan kita dengan Perang Yom Kippur 1973 antara Mesir dan Israel.

Serangan dadakan Mesir melintasi Terusan Suez, direspon Israel dengan mengirim ratusan tank gelombang demi gelombang. Mereka bermaksud memukul mundur pasukan Mesir, kembali ke belakang Terusan Suez.

Perang Yom Kippur 1973


“Di tengah hari yang terik, kami melihat sosok bayangan hitam berdiri sendiri di gurun. Kami ragu apakah itu batang pohon atau infanteri. Kalaupun Infanteri, mengapa dia sendirian. Tak lama kemudian tank kami hancur dihantam sosok hitam tersebut”, ujar veteran perang Yom Kippur (Buku: War in the Gulf; Arab-Israeli Conflict).

Misil AT 3 Mesir - Yom Kippur War


Strategi Israel tidak berjalan. Sekitar 1000 tank Israel rontok yang sebagian besar dihantam misil anti-tank yang dibawa Infanteri Mesir. AT-3 Sagger.

Dari dua peperangan itu, terlihat peranan manpads anti-tank infanteri, menjadi sangat penting, untuk menghadapi keunggulan teknologi dan mesin perang Israel.

MBT Leopard 2A6 VS PT 91
Menyambut HUT TNI nanti, bulan Oktober 2012 gelombang pertama MBT Leopard 2A6 Indonesia tiba di Jakarta. Sekitar 40 dari 100 Leopard 2A6 akan ditempatkan di perbatasan Indonesia-Malaysia, Kalimantan.

Leopard 2A6 Firing


Kehebatan tank buatan Jerman ini tidak perlu diragukan. Untuk urusan mesin perang lapis baja, Jerman telah memilikinya secara turun temurun.

MBT Leopard 2A6 akan berhadapan dengan MBT PT 91 Malaysia buatan Polandia di perbatasan Kalimantan. Siapa yang lebih kuat ?. Saya tidak ingin menjawabnya. Yang jelas, situasi tersebut mengingatkan kita dengan pecahnya perang dunia kedua, 1 September 1939.

Melalui serangan Blietzkrieg, Jerman hanya membutuhkan waktu 2 minggu, untuk melumat seluruh tank Polandia, sekaligus mendudukinya.

Secara kuantitas, jumlah pasukan Jerman dan Polandia tidak jauh berbeda. Jerman mengerahkan 60 Divisi, sementara Polandia 39 Divisi, 10 Brigade ditambah milisi. Namun keunggulan strategi dan teknologi Jerman tidak bisa ditandingi Polandia.

PT 91 Malaysia


Bisa jadi, kru MBT 91 akan sedikit nervous ketika berhadapan dengan MBT Leopard 2A6. Tapi bagaimana dengan anti-tanknya ?

Di medan pertempuran yang penuh pepohonan dan bunker (kalau ada) anti-tank Infanteri akan sangat penting. Mereka bisa bersembunyi di balik pepohonan/bukit/ bunker, untuk membidik MBT lawan.

Situasi tersebut terjadi di dalam perang Israel- Hezbullah di Lebanon Selatan tahun 2006.

Anti-Tank PF-98
Salah satu andalan anti-tank TNI AD adalah roket 120mm PF-98 Norinco China.

Roket Anti-Tank PF 98


Anti-tank ini belum memiliki guide system. Namun komputer PF-98 secara otomatis mampu melacak jarak sasaran untuk dikonversi ke kalkulasi balistik yang ditampilkan di layar LED petembak.

Anti tank PF 98 ini ibarat kamera SLR profesional. Dia membutuhkan operator yang handal, bukan sekedar jepret atau fire and forget.

ATM PF-98


Anti tank PF 98 juga dilengkapi night vision berjarak 300- 500 meter (4X optical sight standard), dengan fire-control computer dan laser rangefinder. Komputer tersebut bertugas mengkalkulasi kordinat target yang bergerak, lalu menyuplai sasaran (spot) ke lensa bidik petembak.

Andalan amunisinya Dual HEAT (High Explosive Anti Tank) (hulu ledak ganda) dengan electronically timed fuse system. Roket ini mampu menembus selimut reactive armor main battle tank lawan. Untuk amunisi HEAT jarak tembaknya 800 meter. Pengguna roket anti tank ini adalah: China (pembuat), Indonesia dan Zimbabwe.

Metis-M
TNI AD juga memiliki peluru kendali ant-tank 9K115-2 Metis-M buatan Rusia. NATO menyebutnya AT-13 Saxhorn-2.

Misil anti-tank ini biasanya dioperasikan 3 infanteri. Satu membawa peluncur, dua lainnya membawa paket amunisi, masing-masing 2 misil.

ATGM 9K115-2 Metis-M yang dipakai TNI AD


Dengan menggunakan sistem kendali SACLOS, anti tank ini bisa diisi peluru: HEAT hulu ledak ganda, serta hulu ledak Thermobaric anti-personnel/anti-material. Dengan berat 13,8 KG, anti tank ini bisa menembak sasaran hingga 2 km.

Anti-tank C-90

Roket Anti-Tank C 90


Anti-tank TNI AD lainnya adalah C-90 buatan Spanyol. Sama dengan PF 98, anti tank ini juga jenis roket, belum dilengkapi sistem kendali.

C-90 merupakan jenis RPG yang bisa dipasang piranti VN38-C, untuk kemampuan perang malam (night vision).

Infanteri dan pasukan khusus Indonesia memiliki jenis: C-90CR anti-armor, C-90-CR-RB (M3), C-90AM anti-personnel serta C-90BK bunker buster.

Roket anti-tank 90mm ini dilengkapi amunisi tandem HE dengan jarak tembak 300 meter untuk target bergerak. Ada sekitar 10 negara pengguna roket anti-tank ini, termasuk Malaysia.

Sekarang kita lihat anti-tank yang dimiliki Malaysia.

Baktar Shikan
Saat ini Angkatan Darat Malaysia memiliki dua tipe misi anti-tank ATGM, yakni Baktar Shikan (Pakistan) serta Metis-M (Rusia). Keduanya dilengkapi wire-guided dan SACLOS (Semi Automatic Close Lock On System) missile. ATGM akan mencari sendiri sasaran, ketika diarahkan ke target yang dituju.

ATGM Baktar Shikan Malaysia


ATGM Baktar Shikan Malaysia memiliki jarak tembak hingga 3 km, dengan kemampuan penetrasi 850mm RHA. ATGM Pakistan ini merupakan pengembangan dari HJ-8 China.

Baktar Shikan dibawa oleh kendaraan taktis seperti land rover, Wagon atau ACV 300 Malaysia.

ATGM Metis-M
Selain Indonesia, Malaysia juga memiliki Metis M atau AT-13 Saxtron-2. Beratnya setengah dari Baktar Sikan.

ATGM Metis-M Malaysia


Metis M ini telah terbukti merontokkan MBT Merkava Israel dalam perang dengan Hezbullah tahun 2006 di Lebanon Selatan.

Selain itu, Angkatan Darat Malaysia juga memiliki anti-tank/anti-armor: RPG7V, Carl Gustav M2 RCL, C 80, M106 RCL serta AT4/AT4CS.

Baik Indonesia maupun Malaysia saat ini, sedang mencoba mendatangkan ATGM generasi ketiga, seperti K-ATGM Korea Selatan, FGM-148 Javelin Amerika atau Naq buatan India. ATGM generasi ketiga ini dipandu laser dan memiliki sistem fire and forget. (Jkgr).

  12 Responses to “Leopard 2A6 Versus Baktar Shikan”

  1. saya saran setelah Leo di beli, mulai disiapakan untuk dilengkapi dengan Tropy defense system atau yang sejenis.

  2. Ada beberapa point yang saya cermati, dari 50-an Merkava yang jadi korban selama perang Hizbullah-Israel 2006, kebanyakan merkava II dan III, tidak semua terpenetrasi ATGM dan RPG, ada juga yang terkena IED dan ranjau. 50-an unit tersebut, 20 rusak terpenetrasi tetapi masih bisa diperbaiki dan kembali beroperasi, hanya 2 unit yang hancur total ( totally damage ). Angkasa, Edisi Koleksi No. XXXVI, “Perang Hizbullah-Israel”, 2006

    ATGM russia yang kita punya adalah yang dipasang di Mi-35 Penerbad, yaitu 9K114 Shturm alias AT-6 Spiral, belum jelas kita punya Metis-M

    Kontakt-5 adalah generasi ke 3 lapisan blok pelindung reaktif atau Explosive Reactive Armor ( ERA ) buatan Russia, bukan ATGM

  3. Terima kasih masukannya tentang Kontakt-5 Rusia, Bung Puguh. Sudah direvisi. Salam

  4. pergerakan MBT dikombinasi dengan sniper dan UAV terbukti mantap mengalahkan infanteri berat. UAV dan sniper menjejak posisi2 yang dicurigai sebagai sarang ATGM kemudian Sniper dan MBT meng eleminasinya.

  5. Pake komet dijamin Ancur hehhe………..

  6. Mending gunakan produksi lokal..
    insinyur kita juga sudah bisa buat roket..

    Jaya terus TNI kita

  7. MBT dan ATGM sama-sama dibutuhkan, keduanya saling melengkapi bukan menggantikan. Mengingat TNI AD memilih salah satu MBT terbaik di dunia yaitu Leopard 2 Revolution, dan membeli ATGM ringan NLAW dan ATGM berat FGM-148 Javelin maka TNI AD sudah berada di jalan yang benar. Benar-benar kombinasi mematikan antarai Leopard 2, Javelin, dan nantinya AH-64E Apache “Guardian”

  8. Artikel yang menarik

  9. tank itu kalo di perkota’an padat dan hutan rawa,tidak bisa di andalkan.justru hanya akan jadi sasaran misil anti tank.kalo di padang pasir baru cocok.tapi lagi lagi masih gampang di kibulin pasukan anti tank berpeluncur roket.tank itu hanya di takuti oleh sesama tank.tapi kalo udah ketemu seorang pasukan pembawa bom rakitan atau misil anti tank.udah pasti keok tanknya.tank itu kurang pas kalo untuk perang gerilya yang pasukannya sembunyi di balik pohon atau rumah,yang ada tank itu cuma jadi rongsokan oleh proyektil roket.secanggih apapun tanknya.

  10. JKGR tempo doeloe..
    Blum padet, lum bnyak penghuninya..

    Bung JonO Lum dpt Pencerahan Dr Bung Wehrmarch/ sarkem nih…
    Bung Jono ane mau Tanya kalo Tenk nya di dukung Ma Infanteri/artileri dll gmn?

  11. yang jelas semua sistem senjata harus terintegrasi antara 1 dan lain nya. kalo sendiri2 ga bakal sukses…

  12. blogger brengsek!! tak abis2 suka gandingkan kekuatan militer dengan malaysia…
    kalau Indo kena serang kami bantu…
    kalau M’sia kena serang Indo juga bantu..
    kita lawan musuh sebenar..si KUFFAR!
    PEACE NO WAR..

 Leave a Reply