Jul 132017
 

Fincantieri Bangun LHD Canggih AL Italia (Fincantieri)

Trieste – Upacara pemotongan baja untuk kapal amfibi multiguna LHD atau Landing Helicopter Dock, Angkatan Laut Italia, berlangsung di galangan kapal Fincantieri di Castellammare di Stabia, Italia.

Unit baru ini akan dikirim pada tahun 2022 dan termasuk dalam rencana perpanjangan jalur operasional kapal Angkatan Laut Italia, yang telah disetujui oleh Pemerintah dan Parlemen dan dimulai pada bulan Mei 2015.

Program multi-tahun ini, untuk pembaharuan armada Angkatan Laut Italia, yang pekerjaannya secara resmi dimulai 12/7/2017. Selain LHD tersebut juga dibangun tujuh kapal patroli lepas pantai serbaguna / Multipurpose Offshore Patrol Ships (PPA), dengan tiga opsi lainnya, serta kapal dukungan logistik (LSS) “Vulcano”.

LHD akan diklasifikasikan oleh RINA Services sesuai dengan konvensi internasional tentang pencegahan pencemaran seperti Konvensi MARPOL, dan juga yang belum dipersyaratkan, seperti Konvensi Hong Kong tentang daur ulang kapal.

Fincantieri Bangun LHD Canggih AL Italia (Fincantieri)

Karakteristik kapal: LHD – Landing Helicopter Dock

Kapal ini akan memiliki panjang 200 meter dengan kecepatan maksimal 25 knot. LHD ini akan dilengkapi dengan mesin kombinasi diesel dan turbin (CODOG) dan dapat menampung lebih dari 1.000 orang, yang mana 700 tentara atau sipil, merupakan penumpang.

Misi utama LHD adalah pengangkutan orang, kendaraan dan muatan dari berbagai jenis dan mengirim mereka ke wilayah pelabuhan atau pantai yang tidak dipersiapkan, dengan berbagai jenis kapal (seperti unit pendarat LCM kecil dengan Kapasitas beban hingga 60 ton, empat di antaranya dapat diluncurkan dan ditarik kembali, yang terletak di buritan kapal.

Profil LHD ini menggunakan untuk transportasi dan pendaratan, di area yang dilengkapi dan tidak dilengkapi sarana berlabuh, untuk pasukan, kendaraan militer, peralatan logistik, dengan menggunakan fitur dan sarana transfer yang tersedia.

Fincantieri Bangun LHD Canggih AL Italia (Fincantieri)

Profil Penggunaan sipil menyediakan:

1). Dukungan kesehatan dan rumah sakit.
2). Transfer dan pendaratan orang dan sarana transportasi di area yang dilengkapi dan tidak dilengkapi.
3). Pasokan air minum untuk darat melalui fasilitas desalinasi onboard atau penyimpanan.
4). Pasokan listrik untuk darat dengan daya 2000 kw dan distribusinya melalui unit konversi dan distribusi kontainer.
5). Menampung staf khusus di kapal atau menampung 700 personil sipil, ditambah jumlah yang sama di unit perumahan kontainer.
6). Operasi penyelamatan melalui helikopter dan kapal (boar staffing vessels).

Dilengkapi dengan area embarkment luas sekitar 4500 meter persegi dengan garasi dermaga (dock-garage) dan garasi hanggar (hangar-garage) dan dek terbuka, yang dapat menerima kendaraan beroda dari berbagai jenis, kontainer dan helikopter, unit ini dapat melakukan beberapa misi militer dan sipil.

Area kargo yang berbeda dapat diakses melalui stern dan ramp samping, dan penanganan kargo akan dikelola oleh internal ramps dan lift.

Di atas kapal akan ada rumah sakit yang lengkap, lengkap dengan ruang operasi, ruang radiologi dan analisis, kantor dokter gigi, dan kamar rumah sakit yang mampu menampung 28 pasien luka parah (penerimaan pasien lebih lanjut dimungkinkan lewat modul kontainer, dilansir Fincantieri.com, 12/7/2017.

  6 Responses to “LHD Canggih Fincantieri, untuk AL Italia”

  1.  

    LHP dr PT.PAL kapan?

  2.  

    wah banyak yg bikin LHD indo kapan nih Xixixixixi

  3.  

    Nah kalo punya LHD…bisa ditata kontainer…jadi inget kontainer2 ploduk2 lussia…xixiixixi

  4.  

    Di saat Negara2 yg sdh punya LHD menambah julah kepemilikannya… & d saat negara2 yg blm punya rame2 pengadaan LHD spt mesir & sutrali… Indonesia msh tenang2 saja & berpuas diri dg LPD yg sdh d miliki walaupun hanya 4 ekor & 1 ekor rumah sakit…. aq g akan bertanya kapan Indonesa akan punya LHD… krn kepuasan thdp suatu barang (spt Indonesia yg sdh puas dg LPD) itu tdk berbatas waktu… aq hanya bisa berkata bhw Indonesia itu sangat luas… & sebagia besar wilayahnya adalah lautan… sementara Heli serbu TNI AL g jelas jumlah & kelebihannya… sedangkan Heli AKS yg d rencanakan baru 11 ekor untuk pengamanan seluas Indonesia… cukup apa tdk ya d anggap cukup saja…

 Leave a Reply