Jul 292017
 

Kairo – Liga Arab mengatakan pembatalan penggunaan pemindai logam oleh Israel di masjid Al-Aqsa, Yerusalem, bisa menyelesaikan krisis dengan segera namun mendesak Israel untuk belajar dari pengalaman itu demi mencegah kejadian serupa pada masa depan.

Perselisihan meletus setelah Israel memasang pemindai logam, kamera dan penghalang baja di pintu masuk umat Muslim ke kompleks Al Aqsa, yang dikenal umat Muslim sebagai Tempat Suci, menyusul pembunuhan dua polisi Israel pada 14 Juli oleh orang Arab bersenjata, yang menyembunyikan senjata di dalam plasa berdinding itu.

Langkah tanpa pemberitahuan itu memicu kerusuhan berhari-hari, dengan bentrokan di jalan di Yerusalem Timur. Pasukan Israel menembak mati empat warga Palestina dan seorang pria Palestina menusuk serta membunuh tiga orang Israel di rumah mereka di Tepi Barat, yang diduduki Israel.

“Penarikan Israel dari tindakan provokatif dan ilegalnya memecahkan krisis, yang mereka ciptakan,” ujar Sekretaris Jenderal Liga Arab Ahmed Aboul Gheit pada pertemuan darurat menteri luar negeri Arab, dilansir Reuters/Antara, 28-7-2017.

“Berurusan dengan tempat suci Islam dengan langkah tidak bersahabat semacam itu menimbulkan ancaman nyata untuk memicu perang agama, karena tidak ada seorang pun Muslim di dunia menerima penodaan Al-Aqsa atau penutupannya di hadapan jamaah atau menempatkannya di bawah kendali Israel,” kata Aboul Gheit. Kompleks ini adalah situs paling suci ketiga dalam Islam.

“Saya meminta negara penjajah untuk mengambil pelajaran dari krisis ini dan pesan yang dibawanya,” Aboul Gheit menambahkan.

Israel merebut Jerusalem Timur, termasuk Kota Tua yang berdinding dan kompleks al Aqsha, dalam perang Timur Tengah 1967. Israel mencaplok area tersebut dan menyatakannya sebagai bagian dari “tak terpisahkan dari ibu kota”, sebuah langkah yang belum pernah diakui secara internasional.

Warga Palestina menginginkan Jerusalem Timur sebagai ibu kota negara Palestina masa depan, dan sangat peka terhadap kehadiran pasukan keamanan Israel di dalam dan sekitar Tempat Suci.

Keputusan Israel untuk memindahkan pemindai logam dan perangkat keamanan lainnya menandai kemajuan yang signifikan oleh pemerintah sayap kanan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

Langkah ini mengikuti hari-hari upaya diplomatik oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa, keterlibatan utusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Timur Tengah dan tekanan dari negara-negara di kawasan ini termasuk Turki, Arab Saudi dan Jordania.

Sebelumnya Liga Arab memperingatkan Israel “bermain dengan api” atas “garis merah” Jerusalem.

Ketegangan seringkali meningkat di sekitar kawasan tersebut, yang di dalamnya berdiri Masjid al Aqsa dan Kubah Batu Emas. Gesekan terjadi sejak Israel merebut dan mencaplok Kota Tua, termasuk kawasan suci itu, dalam perang Timur Tengah 1967.

Gelombang serangan jalanan oleh warga Palestina, yang dimulai pada 2015, berkurang, namun belum berhenti. Sedikit-dikitnya 255 warga Palestina dan satu warga Yordania tewas sejak kekerasan dimulai.

Bagikan:

  12 Responses to “Liga Arab Desak Israel Belajar dari Krisis Al-Aqsa”

  1.  

    Jangan cuma basi basi kalau memang kalian peduli sama palestin ayo siapkan pasukan

    •  

      Dengan bosa basi gitu kelihatanya dr luar kan ikut membantu…

    •  

      Mau kemana? apa kalaian tidak membaca Ts dan berita yang dengan jernih, kamu jangan melihat sisi anak palestina yang di bunuh tentara Israel kalau mau beprikir adil lihat dengan seksama kejadianya, kronologi kejadian ada 3 pemuda palestina tiba tiba menusuk 2 pilisi Israel dan 1 polisi Israel ada yang mati, naah mau tahu polisi Isreal yang mati itu, walau polisi Israel tapi agamanya Islam, Gayama ayo berangkat ayo berangkat berangkat kemana, kamau lihat yang mati dari pihak polisi Israel itu agamanya ISLAM,

  2.  

    2 orang ngebunuh tentara israel

    Balasannya membatasi umat islam palestina masuk ke mesjid al-aqsa

    kemana badan HAM dunia ini sekarang?

    Udah 50 tahun rakyat palestina disiksa!!

    •  

      semua juga pada Aneh di satu Sisi membenci Iran yang notabenya membantu perjuangan Palestina walu tidak secara langsung tapi keterlibatan Iran sanngat nyata dengan menyokong Hiszbulloh di lebanon, dan negara Arab yang selalu di sanjung sanjung oleh kebanyakan muslim din indonesia justru malah Pacaran terus sama Israel dan amerika, Lihat Arab Saudi negara Waria itu, bukanya ikut mmerangi palestina malah memerang sesama negara Islam hhhhh

  3.  

    Godar israel teroris the world dampot jaran

  4.  

    Liga Arab mengutuk..
    Indonesia memprotes..
    Isis bangke kaga ada tuh masuk Palestina bela al asqa…

  5.  

    Pada muter muter pemikiran umat islam di indonesia dan gak jelas kebenaranya, kalau palestiana di colek Israel pada geger, Justru Iran dan Suriah yang Anti pati terhadap Israel karena selalu membantu palestina. dengan tangan HISZBULLOH malah selalu di benci umat Islam di indonesia, yang selalu di bangga banggakan oleh umat Islam di indoneisa justru malah Pacaran terus sama Israel dan dan amerika itulah negara WARIA Arab saudi yang di bangga banggakan oleh kebanyakan umat Islam di Indonesia, hhhhhhh

  6.  

    liga arad me cap hamas dan hizbollah sebagai teroris global, kecuali iran suriah dan libanon negara yg mendukung, yg aneh 3 negara yg mendukung pejuang palestina di benci liga arad belum termasuk qatar,.. israel anak emas liga arad,..

  7.  

    duh arab ini kapan sadarnya… tuh sodaramu sesama arab kalo beda pendapat aj.. langsung di embargo..tp giliran israel berulah dan jelas musuhmu.
    eh cuma bisa megutuk doang..ah payah…

  8.  

    liga Arab di kadalin israel

  9.  

    Liga arab itu sepintas mengesampingkan asal-muasal blokade isroil di al-aqso, apa salahnya menekan warga keturunan iran di isroil utk mengurangi perhatian trhdp hamas/simpatisannya, krn hy itu caranya agar palestina benar2 berdiri, dn jerusalem tdk mungkin di bagi dua (duit byk, tapi mikirin masa depan koq susah)

 Leave a Reply