Nov 202018
 

MQ-9 Reaper, UAV bersenjata buatan General Atomics, Amerika Serikat

JakartaGreater.com – Pesawat udara tanpa awak (UAV) MQ-9 Reaper, yang menurut Menteri Pertahanan Australia Christopher Pyne adalah paling memenuhi persyaratan kemampuan untuk RPAS bersenjata pertama Australia akhirnya dipilih daripada drone bersenjata Heron TP buatan IAI, seperti dilansir dari Israel Defense.

Adanya tekanan dari Amerika Serikat dan fakta bahwa Australia adalah anggota Lima Mata alias Five Eyes tampaknya telah mendukung mainan produksi General Atomics

Departemen Pertahanan Australia mengumumkan telah memilih MQ-9 Reaper, yang diproduksi oleh General Atomics, Amerika Serikat untuk memenuhi kebutuhan Project Air 7003 Phase 1 untuk persyaratan UAV MALE bersenjata.

Pesawat terbang tanpa awak (PTTA) Heron 1 buatan IAI © Angkatan Udara Australia via Israel Defense

Dalam sebuah pernyataan pada tanggal 16 November, Menteri Pertahanan Australia Christopher Pyne mengatakan bahwa MQ-9 Reaper ini paling memenuhi persyaratan kemampuan untuk sistem pesawat terbang bersenjata pertama yang dikemudikan oleh Australia.

Departemen Pertahanan mengatakan bahwa sekarang akan mendekati pemerintah AS untuk meminta harga dan ketersediaan pada varian Reaper di dukungan pengambilan keputusan di masa depan pada akuisisi tersebut.

Reaper akan menggantikan UAV Heron 1 buatan IAI, Israel, milik Royal Australian Air Force (RAAF), yang pensiun dari layanan sejak tahun lalu. Untuk menggantikan Heron 1, perusahaan Israel telah menawarkan UAV Heron TP ke Kemenhan Australia.

Namun, karena Australia dan AS sama-sama merupakan anggota dari aliansi intelijen Five Eyes, peluang Israel untuk dapat mengalahkan tawaran Amerika Serikat sangatlah tipis.

Ruang lingkup proyek Australia ini diperkirakan mencapai $ 1,45 miliar.

Bagikan:

  6 Responses to “Lika-Liku Seleksi Drone Terbaru Australia”

  1.  

    Indonesia hrs secepatnya mengembangkan UCAV drone quinjet SVTOL PT.Lundin

  2.  

    AS tetap menang banyak apalagi pake jurus sangsi bg negara pesaing dan pembelinya. Gmn dgn kerjasama drone RI dgn prof.Josaphat jg dgn Turkey ya kok gak ada kbr perkembangannya lg.

  3.  

    SAAT NYA MELIHAT KEMAPUAN DRONE TNI SANG PENJAGA NUSANTARA

 Leave a Reply