Jul 102017
 

Peringatan hari Bhayangkara ke-17, di Monas, Jakarta (photo : Rob Swartbol @robswartbol)

Jakarta – Presiden Joko Widodo memimpin upacara peringatan HUT Polri ke-71 pada Senin 10-7-2014  di Lapangan Silang Monumen Nasional, Jakarta Pusat.

“Efisiensi. Tahun lalu di Mako Brimob. Di Monas lebih dekat dan lebih terbuka untuk masyarakat bisa menyaksikan,” kata Kadivhumas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto.

HUT Polri yang jatuh pada 1 Juli, baru diperingati pada 10 Juli 2017 karena Polri masih melaksanakan Operasi Ramadniya sampai 4 Juli 2017.

“Upacara ini jadi momentum Polri untuk mengevaluasi dan meningkatkan kinerja serta program yang direncanakan Kapolri yakni Promoter,” kata Irjen Pol Setyo Wasisto.

Peringatan HUT Bhayangkara ke -71 ini dilaksanakan oleh seluruh kesatuan Polri dengan mengikutkan semua peralatan modern.

Sejumlah 2.408 personel gabungan Polri, TNI, Satpol PP dan Pramuka ikut serta dalam upacara ini. Sementara sedikitnya 6 Kepala Kepolisian Negara sahabat dan sejumlah perwakilan dari Kepolisian Negara tetangga turut  dalam upacara ini. Rangkaian upacara dimulai dari pemeriksaan pasukan yang dipimpin oleh Presiden RI Joko Widodo dan pidato presiden sebagai inspektur upacara.

Presiden Joko Widodo memberikan 5 instruksi kepada Kepolsian Republik Indonesia (Polri) pada peringatan hari Bhayangkara ke-17.

“Saya akan memberikan instruksi kepada seluruh jajaran Kepolisian untuk terus meningkatkan kinerjanya melalui usaha-usaha sebagai berikut:

1. Perbaiki menajemen internal Polri untuk menekan budaya negatif seperti korupsi, penggunaan kekerasan yang berlebihan dan arogansi kewenangan,” ujar Presiden pada Senin 10-7-2017 di lapangan silang Monas, Jakarta.

2.  “Mantapkan soliditas internal dan profesionalisme Polri guna mendukung  terwujudnya Indonesia yang berdaulat, yang mandiri dan yang berkepribadian,” ujar Presiden, menembahkan.

3.  Mengoptimalkan modernisasi Polri dengan penggunaan teknologi informasi dalam pelayanan publik.

4. “Tingkatkan kesiapsiagaan operasional melalui usaha deteksi dini dan deteksi aksi dengan strategi profesional proaktif dengan demikian Polri tetap dapat lincah bertindak dalam menghadapi perkembangan situasi yang meningkat secara cepat,” ungkap Presiden Joko Widodo.

5.  “Meningkatkan kerja sama, koordinasi dan komunikasi dengan semua elemen baik pemerintah maupun masyarakat serta kolega internasional sebagai implementasi kedekatan dan sinergi polisional guna mewujudkan situasi Kamtibmas yang kondusif.

“Saya selaku Kepala Negara tetap komitmen untuk mendukung terbentuknya Polri yang kuat Polri yang handal, Polri yang profesional supaya tugas Polri dalam menjaga stabilitas kamtibmas (keamanan dan ketertiban masyarakat), menegakkan hukum, sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat dapat dilakukan secara optimal,” ucap Presiden, menegaskan.

Presiden berharap agar Polri benar-benar dapat melakukan pengabdian kepada masyarakat, Bangsa dan Negara.

“Dirgahayu Kepolisian RI yang ke-71 terus tegaklah menjadi Rastra Sewakottama, Abdi Utama Nusa dan Bangsa,” kata Presiden, dilansir ANTARA, 10-7-2017.

Presiden Joko Widodo menyampaikan ini sewaktu menjadi Inspektur Upacara peringatan hari Bhayangkara ke-71.

Selain Presiden Joko Widodo, hadir juga Ibu Negara Iriana Jokowi, Wakil Presiden Jusuf Kalla beserta istri Mufidah Jusuf Kalla, Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri, mantan wakil Presiden Try Sutrisno, para pimpinan lembaga Tinggi Negara, Duta Besar dan pejabat Kepolsian RI.

Bagikan:

  3 Responses to “Lima Instruksi Presiden Jokowi untuk Polri”

  1.  

    13

  2.  

    polisi yang jujur juga paklik hihihi

  3.  

    Oktober…rampung prototipe..mungkin dipamer waktu hut tni nanti..

 Leave a Reply