Lima Kekuatan Selalu Mengawasi Indonesia

26
8

tni-al

Surabaya – Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur (Pangarmatim) Laksamana Muda (Laksda) TNI Darwanto, S.H.,M.A.P., mengumpulkan seluruh Perwira Mako Koarmatim dalam rangka menyampaikan pengarahan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, di Gedung Panti Tjahaja Armada (PTA) Koarmatim, Ujung Surabaya, Jawa Timur (08/11/2016).

Pangarmatim menyampaikan bahwa Presiden RI Ir. Joko Widodo memberikan apresiasasi kepada jajaran TNI-POLRI atas keberhasilan mengatasi aksi demo pada tanggal 4 November 2016. Selain itu, Presiden juga memberi apresiasi kepada para Pangkotama TNI-POLRI yang bisa menciptakan keamanan yang kondusif di wilayah masing-masing.

Lanjutnya, akhir-akhir ini dengan berbagai kecanggihan teknologi Bangsa Indonesia mampu dipengaruhi dari berbagai aspek kehidupan. Nilai kejujuran dilandasi Agama akan membuktikan seseorang yang tidak memegang teguh kejujuran dapat menimbulkan kehancuran.

Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur Laksamana Muda TNI Darwanto
Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur Laksamana Muda TNI Darwanto

Sebagai generasi muda bangsa Indonesia harus bangkit, menghalau ketidakbenaran yang bisa menghancurkan negara Indonesia. “Kita saat ini berperang dengan Proxy War, apalagi narkoba yang masuk ke negara kita untuk merusak generasi muda, maka kepada para Perwira jadilah pemimpin masa depan yang benar, tetapi jangan menjadi pemimpin yang salah dengan berbagai aspek yang tidak benar”, ujar Pangarmatim.

Sebagai seorang Perwira harus memiliki nilai-nilai keberanian menjadi seorang pemimpin menghadapi setiap persoalan yang menyangkut hak dan martabat Bangsa dan Negara Indonesia. Seperti kita ketahui saat ini negara Indonesia dikelilingi Five Power Defence Arrangement (FPDA) yang melibatkan Inggris, Australia, Selandia Baru, Singapura dan Malaysia, yang selalu mengawasi persoalan yang terjadi di Indonesia. Oleh karenanya kepada prajurit TNI selalu waspada dan jaga ketat konflik Sipadan – Ligitan dan Blok Ambalat, melaksanakan reklamasi pantai ke arah Indonesia, serta laksanakan patroli laut dengan menerjunkan kapal-kapal perang di wilayah tersebut.

Pangarmatim menyampaikan pesan Panglima TNI, dalam menghadapi kompetisi global kepada seluruh komponen bangsa agar jangan mau diadu domba, pahami situasi, bersatulah dengan dasar Pancasila, dan bersama-sama wujudkan Indonesia sebagai bangsa pemenang.

pangarmatim-1

Hhadir pada acara ini : Kasarmatim Laksamana Pertama (Laksma) TNI I.N.G. Ariawan, S.E., M.M., Danguspurlatim Laksma TNI Dadi Hartanto, M.Tr (Han)., Danguskamlatim Laksma TNI I.N.G. Sudihartawan, S.Pi., Irarmatim Kolonel Laut (P) Eko Gudhi Wahyono, S.Sos., Para Staf Ahli Pangarmatim, Para Pejabat Utama Koarmatim, Para Komandan Satuan Jajaran Koarmatim, Para Komandan Unsur yang berada di Pangkalan dan seluruh Perwira Koarmatim.

Sumber : Dispen Armatim

26 COMMENTS

      • Namanya kehidupan bertetangga pastilah selalu ada saling intip layaknya tetangga sebelah rumah kita. Kita beli TV baru diintip dicari tau besarnya brp merk apa, kita beli kursi baru jg dimonitor kursi jati apa sofa. Demikian jg negara tetangga. Kitapun ngintip mereka jg punya apa, biar kalo berkelahi basa senjata yg sesuai tandingan senjata mereka.

        • Jangan Mengintip Tetangga yang lagi Ekonominya Bagus…Terus Panas ,Demam …Dapat darimana , duitnya Dari Mana….TerusMenebar Pitnah…Mengadu sesama Anak Bangsa…Agar Bertikai …Ini Namanya Tetangga yg Kurang Baik….Harus Dikemplang Kepalanya…Biar Tidak Usil dan Ngomong Sembarangan…..Jayalah NKRI…..

  1. Ini udah kiblabnya proxsy war..,,
    Jadi udah sepatutnya was was terhadap bangsa serumpun menusuk dari belakang.
    Mereka negara pesemakmuran. Yaa jelas bangsa indonesia jadi santapan targetnya dengan cara menggadu domba antar agama.rass suku bangsa.narkoba,teroris.
    Hanya pancasila yang didirikan oleh proklamator bangsa indonesia menjadi tumpuan persaudaraan antar keutuhan NKRI.

  2. Kalo begitu posisi NKRI sama dengan Vietnam (dalam ancaman ) ………… lha kenapa beli alutsista gahar nya seperti ogah2an, itu pun disertai dgn syarat2 ini itu yg memberatkan, ……….. , ingat keutuhan NKRI dipertaruhkan pak !!!

  3. Adalah sebuah kenyataan bahwa Indonesia secara militer tidak bersekutu dengan negara manapun, kebijakan seperti ini mengharuskan militer Indonesia untuk menjadi yang terkuat di kawasan dengan ditopang industri pertahananan dalam negeri yang juga kuat, tidak ada pilihan lain

LEAVE A REPLY