Mar 172015
 
Pameran senjata dan alat pertahanan. TEMPO/Prima Mulia

Pameran senjata dan alat pertahanan. TEMPO/Prima Mulia

Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI) merilis data terbaru soal perdagangan senjata dunia. Dalam siaran pers 16 Maret 2015, SIPRI mencatat bahwa Amerika Serikat masih memimpin sebagai eksportir senjata utama global. Secara keseluruhan, volume transfer internasional senjata konvensional utama naik 16 persen antara 2005-2009 dan 2010-2014.

Volume ekspor senjata utama AS meningkat 23 persen antara 2005-2009 dan 2010-2014. Volume ekspor senjata AS secara internasional itu sebesar 31 persen pada periode 2010-2014, lebih besar dibandingkan dengan Rusia yang mencapai 27 persen. Ekspor senjata utama Rusia meningkat 37 persen antara 2005-2009 dan 2010-2014. Selama periode yang sama, ekspor senjata utama Cina meningkat 143 persen, sehingga negara ini menjadi pemasok terbesar ketiga dalam periode 2010-2014, meski secara signifikan masih di belakang Amerika Serikat dan Rusia.

“Amerika Serikat telah lama melihat ekspor senjata sebagai alat utama dalam kebijakan luar negeri dan keamanannya. Namun dalam beberapa tahun terakhir ini ekspor semakin dibutuhkan untuk membantu industri senjata AS mempertahankan tingkat produksinya saat pengeluaran militer negara itu menurun,” kata Dr Aude Fleurant, Direktur Program Senjata dan Pengeluaran Militer SIPRI.

SIPRI juga mencatat perkembangan lain, yaitu meningkatnya impor senjata ke Dewan Kerja Sama Negara Teluk (Gulf Cooperation Council-GCC) sebesar 71 persen pada 2005-2009 dan 2010-2014. Arab Saudi juga tercatat sebagai pengimpor senjata utama terbesar kedua di seluruh dunia pada 2010-2014 karena meningkatkan volume impor senjatanya empat kali lipat dibandingkan dengan periode 2005-2009.

“Terutama dengan senjata dari Amerika Serikat dan Eropa, negara-negara GCC telah mengembangkan dan memodernisasi militer mereka,” kata Pieter Wezeman, peneliti senior di Program Senjata dan Pengeluaran Militer SIPRI. “Negara-negara GCC, bersama dengan Mesir, Irak, Israel dan Turki dan beberapa negara di Timur Tengah dijadwalkan untuk menerima pesanan besar senjata lebih lanjut dalam tahun-tahun mendatang.”

Di Asia, impor senjata juga tercatat meningkat. Dari sepuluh importir terbesar senjata utama selama periode 2010-2014, lima berada di Asia: India (15 persen), Cina (5 persen), Pakistan (4 persen), Korea Selatan (3 persen) dan Singapura (3 persen).

Kelima negara ini menyumbang 30 persen dari total volume impor senjata di seluruh dunia. India menyumbang 34 persen dari volume impor senjata di Asia, lebih dari tiga kali lipat Cina. Sedangkan impor senjata Cina justru turun 42 persen antara 2005-2009 dan 2010-2014.

“Dimungkinkan oleh pertumbuhan ekonomi yang berlanjut dan didorong oleh persepsi ancaman yang tinggi, negara-negara Asia terus memperluas kemampuan militer mereka dengan penekanan pada aset maritim,” kata Siemon Wezeman, peneliti SIPRI. “Negara-negara Asia umumnya masih bergantung pada impor senjata utama, yang telah meningkat tajam dan akan tetap tinggi dalam waktu dekat.”

Berbeda dengan perkembangan di Asia, impor senjata Eropa turun 36 persen antara 2005-2009 hingga 2010-2014. Menurut analis SIPRI, perkembangan perang di Ukraina dan ancaman Rusia kemungkinan bisa mencegah kecenderungan ini setelah beberapa negara yang berbatasan dengan Rusia meningkatkan impor senjata mereka pada tahun 2014.

Di Afrika, trennya sama dengan Asia. Impor senjata Azerbaijan meningkat 249 persen antara 2005-2009 dan 2010-2014. Impor senjata Afrika meningkat 45 persen pada 2005-2009 dan 2010-2014. Antara 2005-2009 dan 2010-2014 Aljazair menjadi pengimpor senjata terbesar di Afrika, yang diikuti oleh Maroko di posisi berikutnya.

Kamerun dan Nigeria menerima senjata dari beberapa negara untuk melawan Boko Haram. Irak, untuk melawan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS), menerima senjata dari berbagai negara seperti Iran, Rusia, dan Amerika Serikat pada tahun 2014.

Perkembangan penting lain yang dicatat SIPRI adalah soal pengiriman dan pesanan untuk sistem pertahanan rudal balistik meningkat secara signifikan pada 2010-2014, terutama di Negara Teluk dan Asia Timur. (tempo.co)

Bagikan :
 Posted by on March 17, 2015  Tagged with:

  30 Responses to “Lima Negara Asia Jadi Importir Terbesar Senjata”

  1.  

    Lima negara broo..

  2.  

    Pertama

  3.  

    Kalau tidak salah Indonesia masuk 10 besar importir senjata di dunia. Si Vis Pacem Parabellum… If you want peace, prepare for war… Jika ingin damai (tenteram) bersiaplah untuk perang!

  4.  

    persiapan ww3….

  5.  

    Singapore selalu mengejutkan ane . . .
    kadang2 iri ama tetangga sebelah hehe, keknya negara dgn ekonomi kuat yg militernya lemah cuma kita ya . . .
    Semoga program Frigate, Rudal Nasional serta IFX bisa berjalan lancar

  6.  

    Militer kuat harus tegas dam berani perang
    .jangan perang omong doank

  7.  

    manusia oh manusia… Senjata ga akan menciptakan kedamaian

    •  

      Lagian kapan senjata menciptakan perdamaian? Senjata itu untuk menjaga perdamaian, bukan menciptakan.

      Tapi kalo gak punya senjata, seperti bung dacil kena operasi tertib lalu lintas, Berhadapan dengan polisi yang bersenjata ya terpaksa “Damai” 😆

  8.  

    Nyimak…

  9.  

    Heheheee…sepertinya dunia di persiapkan untuk saling perang

  10.  

    Jadilah ezportir jgn importir ga bangga lah kalo menang imprott. Cina luar biaaasa.

  11.  

    Gpp skrg RI skrg lbh banyak impor senjata, tp besok hrs banyak ekspornya.
    Agar banyak pekerjaan. Hahaha!

  12.  

    itu termasuk impor suku cadang enggak ya?

  13.  

    Sebenarnya Indonesia masuk urutan importir terbesar asia,

    tp banyak yang GOIB…..

    jd gak keliatan di daftar …..

    klo gak percaya liat posisi Indonesia di GFP

    (Global Fire Power) 2015 Indonesia posisi 12 Dunia = belum semua alutsista dikeluarin looh udah no 12 dunia

    •  

      semoga 2019 masuk 10 besar dunia ……. setelah masuk alutsista ke indonesia :

      – 08 super tucano,
      – 19 F-16 block setara 52
      – 16 sukhoi 35
      – 07 CN 295
      – 07 C-130
      – 03 B-737 AWACH
      – 02 A-400 Meriit

      – 08 Apache
      – 11 Heli AKS Dauphin 565
      – 12 Heli Fenec
      – 20 Heli Black Hawk
      – 08 Heli Chinock
      – 24 Heli Bell 412 E
      – 24 Heli Colibri


      – 070 MBT leopard + 30 marder
      – 200 Anoa
      – 050 Badak
      – 024 Anoa Amphibi
      – 020 MLRS ASTROS MK2
      – 024 MLRS R-HAN 122 dan R-HAN 122b

      dll …….. dll …….. panjang banget …….

  14.  

    Wait and see

  15.  

    Bung Gajah Sura, yakin cuma itu aja? Kayaknya gak deh, lha wong supra tukino aja ada 16 alias satu skuadron, hehe…

  16.  

    Ada yang tau info, kapan kelanjutan pengiriman F-16 52ID kita ? Kan baru ada 5 tuh ?

  17.  

    mau perang juga gak bisa dipake, semua tank ma alutsista kejebak macet di seluruh persimpangan kota :mrgreen:

 Leave a Reply