JakartaGreater.com - Forum Militer
Feb 272017
 

Pesawat Tempur F-16 TNI AU (RAAF)

Magetan – Pangkalan Udara Iswahjudi Magetan, Jawa Timur, menambah satu penerbang pesawat tempur F-16, Lettu Pnb Fulgentius Dio Prakoso untuk memperkuat pertahanan udara Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Dengan bergabungnya Lettu Pnb Dio Prakoso diharapkan semakin memperkuat pertahanan udara di tubuh TNI AU Lanud Iswahjudi Magetan,” ujar Komandan Lanud Iswahjudi Magetan Marsekal Pertama TNI Andyawan MP, 23/2/2017.

Penerbang baru F-16 Lettu Pnb Fulgentius Dio Prakoso telah lulus menjalani pendidikan transisi (konversi) dari penerbang pesawat latih Charlie dan tempur T-50 Golden Eagle selama satu tahun.

Lettu Pnb Fulgentius Dio Prakoso sebelumnya telah memiliki 127 jam terbang menjadi pilot di pesawat latih Charlie. Dia juga telah memiliki 240 jam terbang menjadi pilot pesawat tempur T-50 Golden Eagle dan 130 jam terbang dengan pesawat tempur F-16.

Dengan bertambahnya satu penerbang, kini Skadron Udara 3 TNI AU Lanud Iswahjudi Magetan telah memiliki 14 penerbang pesawat tempur F-16.

Sebelumnya, Pangkalan Udara Iswahjudi hanya memiliki 13 penerbang dan selama setahun TNI AU hanya berhasil mencetak seorang penerbang F-16 tersebut.

Selain ada penambahan penerbang baru pesawat tempur F-16, rencananya pertengahan Maret mendatang, TNI AU Lanud Iswahjudi Magetan juga akan mendapat kekuatan baru dengan kedatangan lima unit pesawat tempur F-16 dari Amerika Serikat.

Lima pesawat tempur F-16 yang akan datang merupakan bagian dari program “Peace Bima Sena II” dalam kontrak FMS LOA ID-D-SAL yang dilakukan Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat dengan total pesawat tempur F-16 yang diberikan mencapai 30 unit.

Dengan kedatangan lima pesawat tempur F-16 tersebut akan semakin menambah kekuatan militer Indonesia khususnya alutsista TNI AU dalam melindungi dan mempertahankan NKRI.

Antara Jatim

Berbagi

  16 Responses to “Lima Pesawat Tempur F-16 TNI AU Tiba Maret 2017”

  1.  

    Hibah pertamax buat yang berminat.

  2.  

    Mana su 35? Mana gripen? Mana tejas?

    •  

      Sisa Barang pesenan lama semua yang dateng, mana barang baru?? Ini kan MEF II masi lanjut kok g beli apa-apa..
      Su35/Gripen(pemgganti F5), Iver class(pengganti van spijik), tambahan Leo 2A6, Pengganti Hercules,dll..
      🙁

  3.  

    kata2 terakhirnya sangat menyinggung ini.

  4.  

    Dan su35 masih simpang siur, terombang ambing bagaikan gabus kuning di tengah arktik yg akan menjadi lahan konflik di masa depan

  5.  

    penghuni gurun tiba

  6.  

    hibah tapi beli akan tibaaaaaa

  7.  

    1 tahun hanya mampu cetak 1 pilot F 16..? lho kalau pespur ada lagi nanti yg celaka bagaimana ya?

  8.  

    Kapan nih nongol berita. “5 unit SU 35 datang di maret 2017”

    Ngarep banget.

  9.  

    Saya nggak heran Iswahyudi hanya bisa cetak SATU orang penerbang F16 selama setahun ini.

    Di Iswahyudi sekarang HANYA ada 7 unit F16 seri A dan 3 unit seri B.

    yang untuk melatih pilot baru adalah yg seri B.

    Jika hanya 3 unit yg digunakan untuk melatih, maka komposisinya 1 unit terbang, 1 unit dibiarkan di hangar untuk cadangan dan 1 unit sedang dalam pemeliharaan.

    Jadi hanya 1 yang operasional.

    Ditambah 3 unit seri B ini jam terbangnya sudah banyak alias sudah tua, sehingga jam terbang dalam setahun sangat terbatas tidak lebih dari 150 jam setahun untuk per unitnya.

    Jadi 3 unit x 150 jam = 450 jam.

    Jika masing2 digunakan untuk melatih seorang calon penerbang maka ada 3 calon penerbang yg dilatih dalam setahun.

    Namun dari 3 calon itu rata-rata hanya sepertiga alias satu orang yg lulus.

    Kalau mau banyak yg lulus maka pespur seat ganda harus banyak juga (puluhan unit) dan harus beli baru supaya bisa digeber 450 jam setahun.

    450 jam setahun per unit bisa melatih 3 calon pilot tempur dan luluskan satu pilot tempur. Jika ada puluhan pespur seat ganda yg baru, maka pilot yg dicetak juga akan ada puluhan pilot tempur baru.

    •  

      Pan kate orang2 sini kita itu kaya, bisa beli ini beli itu apalagi cuma duit buat training.

      Ga pernah mikir F-16 kita sudah old fashioned, rudalnya pun dapat dihitung jari, buat training waktunya di pas-pasin. Tapi komentator lagaknya seperti orang kaya selangit tembus dunia akhirat.

      •  

        72 kadet dilatih 24 grob.

        24 orang gagal, jadi staf darat.

        24 orang jadi pilot angkut / heli.

        24 orang calon pilot tempur.

        24 orang calon pilot tempur itu dilatih pakai KT1B akrobatik.

        12 orang gemetaran nggak tahan manuver akrobatik jadilah pilot angkut ringan.

        12 orang lainnya dilatih lanjut jet Golden Eagle.

        6 nggak lulus, jadi pilot angkut / heli / Tucano.

        6 orang dibagi ke Sukhoi dan F16.

        1 orang lulus Sukhoi. 2 orang F16 RSN. 1 orang F16 IWJ.

        2 orang lainnya ? Jadi pilot Hawk / golden eagle.

        Jadi dari 72 orang kadet, saya prediksi hanya ada 6 orang yg jadi pilot jet tempur yaitu 1 orang jadi pilot heavy fighter, 3 pilot medium fighter, 2 light fighter.

        Kalau mau banyak pilot tempur ya mesti dibanyakin dulu pesawat latih baling2 dan jet trainingnya.

 Leave a Reply