Oct 272018
 

F-16 Israel. (photo: Nir Ben-Yosef – IAF)

Kota Gaza, Jakartagreater.com – Jumlah orang Palestina yang tewas pada Jumat (26/10/2018) di sepanjang zona penyangga Israel-Jalur Gaza telah naik menjadi lima orang, ujar Kementerian Kesehatan di Jalur Gaza, dirilis Antara, 27/10/2018.

Di dalam satu pernyataan, Juru Bicara Kementerian Itu Ashraf Al-Qidra mengidentifikasi orang-orang yang gugur adalah Mohamed Khaled Abdel-Nabi (27), Nassar Abu-Tayem (22), Ahmed Abu Lebda (22), Ayesh Shaeth (23) dan Jabr Abu Hemeisa (25).

Al-Qidra menambahkan 85 orang Palestina lagi telah cedera akibat tembakan tentara Israel, demikian laporan kantor berita Anadolu –yang dipantau Antara di Jakarta, Sabtu pagi.

Pada Jumat pagi, ratusan orang Palestina berkumpul di zona penyangga tersebut sebagai bagian dari demonstrasi yang dilancarkan guna menentang pendudukan Israel selama beberapa dasawarsa.

Sejak protes dilancarkan pada 30 Maret, lebih dari 200 orang Palestina telah tewas –dan ribuan lagi cedera– akibat tembakan tentara Israel di dekat zona penyangga itu.

RS Indonesia di Gaza Rusak

Beberapa bagian Rumah Sakit Indonesia (RSI) di Jalur Gaza, Palestina, mengalami kerusakan sebagai dampak gempuran serangan militer Israel di kawasan itu, demikian dilaporkan sukarelawan organisasi kegawatdaruratan kesehatan “Medical Emergency Rescue Committee” (MER-C) Indonesia.

“Sejak Jumat (26/10/2018) malam hingga detik ini, Sabtu(27/10/2018), militer zionis Israel masih menggempur sejumlah wilayah di Jalur Gaza,” kata Reza Aldilla Kurniawan, sukarelawan MER-C yang berada di Jalur Gaza, Sabtu siang.

Melalui Manajer Operasional MER-C Rima Manzanaris, kepada Antara, ia menjelaskan bahwa pesawat tempur F-16 Israel mengirim tidak kurang dari lima roket yang jatuh tidak jauh dari lokasi RS Indonesia. yang berada di Bayt Lahiya, Gaza Utara, Palestina.

Ia mengemukakan, bahwa dentuman keras roket tersebut menyebabkan guncangan keras di area sekitar, bahkan mengakibatkan kerusakan di beberapa bagian RS Indonesia. Ruangan yang mengalami kerusakan di antaranya kantor administrasi, toilet, koridor, ruang gawat darurat (ICU), dan beberapa lainnya.

Reza Aldilla Kurniawan — yang saat serangan terjadi berada di dalam bangunan Wisma Rakyat Indonesia — yang terletak di belakang RS Indonesia, mengatakan guncangan terasa besar sekali.

“Guncangan besar sekali, debu-debu jatuh dari atap. Saya langsung keluar dari wisma dan melihat kondisi Rumah Sakit Indonesia mengalami kerusakan di beberapa bagian,” katanya.

Sebagai dampak dari pengeboman yang terjadi di dekat RS Indonesia, pasien-pasien dipindahkan dan ditempatkan di lorong-lorong yang aman untuk menjaga keselamatan mereka.

Ia menambahkan hingga berita ini dilaporkan suara deru pesawat tempur masih terdengar jelas mengitari langit Gaza.

Pembangun RS Indonesia di Gaza berawal dari misi tim bantuan kemanusiaan Indonesia yang membawa bantuan obat-obatan dari pemerintah dan rakyat Indonesia untuk warga Gaza, Palestina, akhir 2008 hingga awal 2009.

Ketika itu misi dipimpin dr Rustam S Pakaya, MPH yang saat itu menjabat Kepala Pengendalian Krisis (PPK) Departemen (Kementerian) Kesehatan dan Direktur Urusan Timur Tengah Departemen Luar Negeri Aidil Chandra Salim.

Dalam perkembangannya, kemudian MER-C menggalang dana dari masyarakat Indonesia hingga akhirnya terwujud RS Indonesia di Gaza, yang lokasinya berada di di Bayt Lahiya, Gaza Utara. Sebenarnya, peluncuran secara resmi RS Indonesia di Gaza akan dihadiri relawan dan jurnalis yang pernah ikut menjadi saksi mata saat misi delapan tahun silam.

Namun, karena izin masuk ke Gaza saat ini masih mengalami kendala, kemudian penyerahan itu telah dilangsungkan di Indonesia, pada 9 Januari 2016.

Wakil Presiden Jusuf Kalla menghadiri penyerahan secara simbolis Rumah Sakit Indonesia dari Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) untuk rakyat Palestina.

Acara penyerahan secara simbolis RS Indonesia di Gaza itu digelar di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Sabtu (9/1/2016) malam.

Acara itu dihadiri pula Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Wakil Gubernur Aceh (saat itu) Muzakir Manaf, Menteri Kesehatan Palestina Hani Abdeen, serta Duta Besar Palestina untuk RI Fariz Mehdawi.

  One Response to “Lima Warga Gaza Tewas Akibat Tembakan Tentara Israel”

  1.  

    masing2 belum bisa menyampingkan ego utopia theokrasi demi moralitas altruistis utk kepentingn bersama seperti konsesi musyawarah kita semasa perjuangan meraih kedaulatan

 Leave a Reply