Jalur Produksi Boeing “Super Hornet” Sibuk Hingga 2025

Jet tempur F/A-18F vairan Super Hornet berkursi tandem Angkatan Laut AS © US Navy via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Dalam perputaran keberuntungan yang cepat, lini produksi untuk Boeing F/A-18 Super Hornet akan sibuk selama 7 tahun ke depan, setelah dalam kurun 2 tahun terakhir mengalami kekurangan pesanan, seperti dilansir dari Flight Global.

Pada bulan Maret, Kuwait memesan sebanyak 22 unit F/A-18E Super Hornet berkursi tinggal dan 6 unit F/A-18F Super Hornet berkursi tandem untuk pengiriman hingga tahun 2022, dengan opsi tambahan 12 unit lainnya.

Dalam bulan yang sama, Kongres AS memuncaki daftar permintaan Angkatan Laut AS dengan 10 unit Boeing F/ A-18 Super Hornet senilai $ 739 juta. Secara keseluruhan, US Navy membeli sebanyak 24 unit Super Hornet dengan total biaya $ 1,8 miliar di tahun fiskal 2018, dan lebih dari 100 jet tempur tambahan direncanakan untuk pengadaan selama lima tahun ke depan.

Perusahaan yakin produksi pesawat bisa melampaui 2025, mengutip potensi penjualan pesawat tempur sejenis kepada India dan Finlandia.

Untuk kasus India, dalam diskusi dengan pemerintah, perusahaan Boeing mengatakan bahwa itu untuk membuat jalur produksi terpisah didalam negeri, yang nantinya dapat digunakan untuk memproduksi pesawat lainnya.

“Kami pikir pabrik itu dapat digunakan oleh India untuk membangun jet tempur generasi berikutnya”, kata Dan Gillian, wakil presiden program F/A-18 dan EA-18G. India berada ditahap awal pengembangan pesawat tempur siluman dibawah program Advanced Medium Combat Aircraft (AMCA).

Dia mencatat bahwa Boeing F-15E Strike Eagle dan F/A-18 Super Hornet memiliki suku cadang dan peralatan elektronik yang bersumber dari pabrikan India seperti Hindustan Aeronautics dan Tata.

“Kami memiliki rantai pasokan yang sangat kuat di India, untuk mampu mendukung produk komersial dan pertahanan kami”, kata Gillian.

Boeing juga mengklaim biaya operasi jet tempur F/A-18 Super Hornet yang rendah dan kemampuan untuk dapat di upgrade dengan cepat membuat pesawat tempur itu terus menarik.

“Apa yang benar-benar membuatnya kompetitif adalah pada kemampuan untuk dapat mengadopsi teknologi baru dengan cepat dan biaya yang terjangkau”, kata Jennifer Splaingard, manajer program pengembangan Boeing F/A-18.

Dia mencatat bahwa upgrade atau peningkatan Blok III pada pada jet tempur Super Hornet seperti jangkauan diperpanjang yang berasal dari tangki bahan bakar internal konformal, penambahan karakteristik siluman dan Sistem Kokpit Mutakhir.

Tinggalkan komentar