Nov 152018
 

Senjata laser terarah yang dipasang pada USS Ponce milik Angkatan Laut AS © US Navy via flickr

JakartaGreater.com – Militer AS butuh lebih banyak uang untuk mengembangkan laser yang lebih kuat, pancaran gelombang mikro dan senjata energi terarah lainnya sehingga dapat menembak jatuh drone dan rudal, kata insinyur persenjataan Pentagon pada hari Selasa.

Dilansir dari laman Defense One, pada ajang Center for Strategic International Studies di Washington, Wakil Menteri Pertahanan AS untuk Penelitian dan Rekayasa Michael Griffin mengatakan bahwa ia sedang mendesak “peningkatan kekuatan senjata laser dengan beberapa teknologi” dalam anggaran pertahanan yang akan datang.

Pengeluaran Departemen Pertahanan AS pada senjata energi terarah telah meningkat secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir, dan lebih dari dua kali lipat sejak 2017 menjadi $ 1,1 miliar, menurut catatan majalah National Defence akhir bulan lalu.

Griffin, yang menempati posisi pada Februari tahun ini, membawa antusiasme untuk senjata laser dan anti satelit dari badan antariksa AS, NASA. Sekarang, sebagai kepala Penelitian dan Rekayasa, ia memiliki kemampuan memanfaatkan Badan Pertahanan Rudal (MDA) dan Lembaga Proyek Penelitian Pertahanan Lanjutan (DARPA) termasuk inisiatif penelitian dan pengembangan lainnya guna mendorong pengembangan senjata energi terarah.

“Menurut pendapat saya, tidak lebih dari beberapa tahun lagi kita memiliki senjata laser dari utilitas militer”, kata Griffin, dan mencatat bahwa tingkat perkembangan teknologi laser saat ini akan berguna dalam medan tempur, melawan pesawat terbang atau kapal perang.

Griffin sebelumnya juga telah melontarkan gagasan tentang berkas partikel berbasis ruang angkasa yang dapat membakar sistem kelistrikan dari rudal sesaat setelah itu diluncurkan, namun ide itu masih jauh dari realisasi, setidaknya satu dekade lagi, tulis Defense One.

“Kita perlu memiliki senjata laser kelas 100 kW untuk kendaraan Angkatan Darat. Kita perlu memiliki senjata laser kelas 300 kW pada tanker Angkatan Udara”, kata Griffin, seperti ditulis oleh Military Times. “Kita perlu memiliki senjata energi terarah kelas MW (Megawatt) untuk pertahanan dalam ruang angkasa. Ini adalah hal-hal yang dapat kita lakukan di dekade berikutnya jika kita dapat mempertahankan fokus kita”.

Meskipun tampaknya senjata laser telah ada di dalam jangkauan, para pejabat militer telah menegaskan mereka tidak terburu-buru untuk memaksa teknologi itu ke dalam produksi.

Utilitas senjata laser itu harus ditunjukkan terlebih dahulu, sebelum bisa memasukkan lebih banyak uang ke dalam program, kata Asisten Menteri Pertahanan untuk Riset dan Rekayasa, Mary Miller dalam Konferensi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi bulan lalu.

Ketergantungan AS kepada pemasok “asing” juga menghambat produksi laser, karena logam langka yang diperlukan untuk membangun sistem laser canggih sebagian besar ternyata berasal dari China.

Bagikan:

  12 Responses to “Litbang Senjata Laser, Pentagon Butuh Banyak Duit”

  1.  

    “…karena logam langka yang diperlukan untuk membangun sistem laser canggih sebagian besar ternyata berasal dari China” ya sudah aneksasi aja tuh cina,kalo ameer emang jagoan.

  2.  

    100 KW
    300 KW
    DARI TYPE DAN MEREK SUDAH MENCURIGAKAN …………..BAHAHAAAAA

    •  

      Peluang usaha pada industri batrey…seharusnya BUMN mulai mengarap nya…karna kedepan kemajuan tehnologi diiringgi dengan sumber tenaga besar dan terbaharukan…batrey jadi pemain dalam peran penting didalamnya…baik industri sipil maupun militer…!!!

      •  

        Permasalahanya terkait kebutuhan negara ??

        soal Sarana dan informasi sangat mudah bagi kita… begitulah jika berteman dengan eropa….

        jika kebutuhan dlm negeri membutuhkan batray pasti LITBANG akan melakukan itu…. jika saat ini kita mengmbangkan batray untuk rudal saya rasa pada saat eksport org akan bertanya tentang KW atau bukan nih ploduk bhahahahaaa………….

        •  

          Taiwan buka cabang perakitan batrey lithium untuk smartphone…di indonesia…tapi kita belum memaksimalkan manfaat tersebut…karna tidak bisa mengandalkan investasi pada konotasi bisnis semata…karna bagi pengusaha adalah keuntungan semata mata…dan negara harus bisa memanfaatkan dan melihat dalam jangka panjang atau kedepan nya…bagai mana kita mampu mengambil maanfaat dari industri tersebut…yang ada selama ini penguasa lebih melihat unvestasi dari segi komersil dan ekonomi semata…contoh pemberatan ijin usaha dan tidak ada dukungan seperti negara tetangga yang menawarkan kemudahan dan keuntungan bagi investor…!!!
          Dan tidak berpikir bagai mana dengan adanya industri tersebut kita bisa meraih keuntungan dan kemandirian kedepan nya…!!!

          •  

            BENUR.. PADAHAL OBJEK INDUTRI KITA MELALUI PERINDUSTRIAN PADA TH.2025 MENJADI TERBESAR DI ASIA…MAMPUKAH ITU

            BAHAN BAKU UNTUK BATTRAY LITHIUM… EUROPIUM…THORIUM…. CASEDARIUM…. MONAZIT……… ILMINITE…… ADALAH SUMBER TERBESARNYA ADA DI INDONESIA (NUSANTARA)

            KNAPA BAHAN BAKU DI EKSPOR DAN DI KELOLA OLEH INDUSTRI CHINA DAN EROPA……

    •  

      Pertanyaan tersebut tidak pada tempatnya…mungkin hanya dimari orang teriak kw…karna status sosial yang bak tangga(tidak merata)…jadi ada kecendrungan penyebutan kw konotasinya merendahkan pengguna ketimbang barang itu sendiri…!!!

      •  

        BHAHAHAAA………. USA KEHABISAN AKAL UNTUK MENCIPTAKAN PLODUK.. KW = KILO WAT

        •  

          Kata produk kw lebih cendrung digunakan pada prodak gaya atau kecantikan…semisal tas sepatu dan lain sebagai nya…karna yang ber merk tentu yang tak terjangkau pada masarakat lapisan umum…jadi kaum hedonis yang mempopulerkan kata kw…!!!
          Dan para pans boy memasuk kan kedalam ranah militer terutama alutsista…!!!

        •  

          Kata produk kw lebih cendrung digunakan pada prodak gaya atau kecantikan…semisal tas sepatu dan lain sebagai nya…karna yang ber merk tentu yang tak terjangkau pada masarakat lapisan umum…jadi kaum hedonis yang mempopulerkan kata kw…!!!
          Dan para fans boy memasuk kan kedalam ranah militer terutama alutsista…!!!

  3.  

    Amer kalah teknologi sama China

    😎

  4.  

    Walah secara tdk lgsg tergantung dgn China bahan baku logam khususnya! Silahkan dibuat skenario untuk ngobok2 china demi SDA strategisnya itupun klu AS mampu! He3

 Leave a Reply