Lithuania Sediakan € 100 Juta Untuk Beli NASAMS 2

Sistem pertahanan udara NASAMS II berbasis truk 8×8 Sisu E13TP Angkatan Bersenjata Finlandia. © MKFI via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Menurut Menteri Pertahanan, Juozas Olekas, Angkatan Bersenjata Lithuania akan dilengkapi dengan dua baterai sistem pertahanan udara jarak medium.

“Kami telah menyediakan anggaran sebesar €100.000.000 (US $112.000.000) untuk membeli sistem pertahanan udara jarak menengah, NASAMS 2 (Norwegian Advanced Surface-to-Air Missile System 2), dan saat ini sedang dirundingkan”, menurut Olekas kepada Baltic News Service.

Saat ini Lithuania hanya mengoperasikan sistem pertahanan udara jarak pendek. Pada bulan Mei 2016 yang lalu, Kementrian Pertahanan Lithuania telah memulai negosiasi dengan Norwegia untuk kemungkinan mengakuisisi sistem pertahanan udara jarak menengah NASAMS 2.

Tahun ini pemerintah Lithuania mengalokasikan anggaran sebesar €575.000.000 (US $644.000.000) untuk pertahanan, tahun depan Kementrian Pertahanan berharap dapat anggaran pertananan bisa mencapai €725.000.000 (US $812.000.000).

Negara pengguna sistem pertahanan udara jarak menengah NASAMS 2 ini antara lain Chili, Finlandia, Belanda dan Norwegia.

Sistem Pertahanan Permukaan-ke-Udara Canggih Norwegia (NASAMS 2) adalah sistem pertahanan udara jarak menengah berbasis modul, terdistribusi dan terhubung ke jaringan, dirancang oleh Kongsberg Gruppen Norwegia yang terdiri dari Kongsberg Defence & Aerospace dan Raytheon.

NASAMS 2 adalah versi pembaharuan dari NASAMS dan telah beroperasi sejak tahun 2007. Sebuah baterai lengkap dari NASAMS 2 terdiri dari 12 peluncur rudal (LCHR), masing-masing membawa 6 rudal AIM-120 AMRAAM, dilengkapi dengan 8 radar 3 dimensi AN/MPQ-64 F1 Improved Sentinel X-band, sebuah pusat kendali peluncuran (CTOC) dan sebuah kendaran kendali taktis (TCC).

Sistem pertahanan udara NASAMS 2 memiliki jangkauan antara 55 km hingga diatas 180 km (tergantung konfigurasi rudal yang terpasang).

  • AIM-120A/B memiliki jangkauan 55 – 75 km
  • AIM-120C memiliki jangkauan > 105 km
  • AIM-120D memiliki jangkauan > 180 km

Catatan: Jangkauan rudal udara-ke-udara diatas adalah sebagai perkiraan untuk pertemuan hulu ledak dengan pesawat yang bergerak cepat di ketinggian, dan jangkauan secara signifikan akan lebih pendek ketika rudal yang sama diluncurkan dari platform stasioner darat. Pengukuran lebih lanjut untuk sistem peluncur rudal stasioner adalah jangkauan ketinggian maksimum yang mengikuti kaidah ibu jari yaitu sepertiga dari jangkauan maksimum horisontal.

Dedi Andika © JakartaGreater.com

Tinggalkan komentar