Dec 302017
 

Gray Wolf will operate in highly contested environments, and will be capable of collaborative, networked “swarming” behaviors to address air-defense system threats. (© Lockheed Martin)

DALLAS, JakartaGreater.com – Lockheed Martin menerima kontrak Fase 1 selama 5 tahun senilai $ 110 juta, dari Laboratorium Riset Angkatan Udara AS (AFRL) untuk mengembangkan dan mendemonstrasikan rudal jelajah berbiaya rendah terbaru yang disebut Grey Wolf, seperti dilansir dari laman Lockheed Martin. (27/12/2017)

Program Grey Wolf berusaha mengembangkan rudal jelajah subsonik yang ekonomis dengan menggunakan arsitektur terbuka, desain modular untuk mempercepat prototipe dan kemampuan pertumbuhan yang cepat. AFRL mengembangkan rudal untuk menampilkan perilaku kolaboratif dan terhubung untuk mengatasi ancaman sistem Pertahanan Udara Terintegrasi (IAD) di seluruh dunia.

Desain rudal Grey Wolf akan memungkinkan fleksibilitas misi maksimum.

“Konsep Lockheed Martin untuk rudal Grey Wolf akan menjadi rudal anti-IAD ekonomis, yang akan beroperasi secara efisien di lingkungan yang sangat diperebutkan”, kata Hady Mourad, Direktur Program Rudal Tingkat Lanjut untuk Lockheed Martin Missiles and Fire Control.

“Dengan menggunakan kemampuan yang dibayangkan untuk spiral-spiral yang akan datang, sistem kami dirancang untuk memaksimalkan modularitas, yang memungkinkan pelanggan kami menggabungkan teknologi maju seperti hulu ledak yang lebih mematikan atau mesin yang lebih hemat bahan bakar, pada saat sistem tersebut tersedia”, tambah Mourad.

Program Grey Wolf terdiri dari 4 fase pengembangan spiral yang memungkinkan percepatan prototipe teknologi dan banyak peluang transisi. Tahap pertama ini, yang didefinisikan oleh kontrak Indefinite Delivery/Indefinite Quantity (IDIQ), diperkirakan akan berlanjut sampai akhir 2019.

Demonstrasi awal akan dilaksanakan dari pesawat F-16. Selain F-16, sistem ini akan dirancang untuk memiliki kompatibilitas dengan pesawat tempur lainnya seperti jet tempur F-35, F-15, F-18, pesawat pembom B-1, B-2 dan B-52.

“Pelanggan AFRL kami akan mendapatkan keuntungan dari pengalaman Lockheed Martin selama beberapa dekade dalam membangun sistem berbiaya rendah dan berkualitas tinggi, serta memanfaatkan pengalaman tim kami dalam mengembangkan dan mengintegrasikan rudal jelajah canggih seperti JASSM dan LRASM di pesawat militer”, sebut Mourad.

Bagikan Artikel :

  35 Responses to “Lockheed Dapat Kontrak Rudal Jelajah Ekonomis”

    • Waduh !!??….

      *manjat pohon dulu aaahh….. 😆

    • Makanya jng remehin rudal petir dalam negeri.
      Indonesia sdh memahami lebih dahulu konsep ini. Murah, modular, open source, sub sonik, 40 km, ….

      Bahkan USA pun mulai masuk ke medium tank dengan fitur modular seperti Harimau Item

      • Bedanya sama rudal petir, tuh Grey wolf dibuat dg sistem komunikasi dan koordinasi bersama antar Rudal buat ngancurin hanud musuh yg diperkuat S-500, S-400, S-300, Buk M, Pantsir secara bersamaan atau dipilih.

        Menghadapi hanud berlapis kalo pake 2-3 rudal gak akan tembus. Kalo pake Tomahawk bisa tapi bakal susah karena mahal, butuh puluhan rudal buat bisa nembus. Makanya yg dipilih adalah Grey wolf apalagi kalo dipasang ke pespur Siluman gen.5 seperti F-35 dan F-22. Jelas itu jadi ancaman yg luar biasa buat hanud musuh. Ada pula drone kamikaze/bom terbang yg bisa menyerang secara bersamaan dan terkoordinasi dalam menghadapi hanud musuh.

        Makanya akan sangat bagus bila rudal petir dibuat dg konsep seperti grey wolf, mampu menyerang secara bersamaan dan terkoordinasi antar rudal. Itu akan jadi loncatan strategis dan ampuh, bahkan untuk menghadapi armada China di LCS sekalipun.

        • Kurang efektif bung. Kemampuan per pespur F-35 dan F-22 utk angkut rudal ini brp banyak.? Kalo saya gak salah (mohon koreksi) weapon bay F-22 blom bisa dimuatin rudal serang darat.
          Kalo dicentelin disayap bakal mengurangi tingkat silumannya dan itu artinya baik F-22 atau F-35 akan mudah terendus pilot2 musuh duluan, ente pasti sdh tau jawabannya kalo si kalkun terhadang pespur lawan.. Disamping itu kecepatannya yg rendah jd problem tersendiri yg akan mudah dihadang CIWS kalo dilaut, atau si Mbok Me, Pantsir yg membentengi keluarga S itu dr serangan jarak sedang dan dekat.

          • Sebagian rudalnya kan bisa dicantolin didadamu ruskye, wuaow, hahhaahaaaa

          • Menarik, Weapon bay F-35 dan F-22 memang gak bisa muat banyak. Dalam sebuah serbuan rahasia jarang melibatkan 1 armada kecuali kalo serangan mendadak ala serbuan Jepang ke Pearl Harbour. Nah, sekarang gimana kalo yg nyerbu buat pembukaan adalah 1 flight B-2 atau B-21 yg lagi dalam pengembangan. F-35 dan F-22 sebagai pembersih sekaligus penghancur target, masalah muatan jelas bisa diatasi kan Bung Ruskye?? Hhhhhhhhhh

          • Hmmmm….B21 Raider ya.? Masuk akal jg. Spt skenario yg perlihatkan di Youtube menggunakan rudal ini. Dmn dlm skenario tsb dianggap rudal ini karakteristiknya jg siluman.

            Pesawat dng kemampuan angkut 20 ton bom berati bisa gotong sekitar 8 unit rudal ini. Lebih dr cukup utk melakukan serangan sendiri.

            Antidotnya.?
            Walaupun siluman, tetap meninggalkan tanda tangan panas mesin/roket. Apalagi datangnya secara bersamaan. Sistem pertahanan udara yg terintegrasi (IAD) milik Rusia dng mudah melacak jejak sekawanan rudal ini. Apalagi kecepatan rudal bersifat subsonic.

            Betulkan bung Agato.?…. Hehehe

            Hanya akan jd bahan lelucon saja bung buat Rusia. Mending anda sarankan ke LM utk focus ke rudal jelajah hypersonik sebagaimana yg dikembangkan Rusia dan China bung.
            Salam

  1. Daya jelajahnya berapa nih ??….

    Walaupun murah tetep saja cuma negara2 yg sepaham sama beliau yg boleh memilikinya………

    Tapi bagus dah, repolosioner….

  2. LGCM… versi murah meriah, sepertinya mengikuti trend perakitan mobil di Indonesia…

  3. …………………………..HAPPY NEW YEAR 2018…….,…….,..UTK WARJAG SEMUA…………,………….SEMOGA DI TAHUN 2018 INI, KITA SEMUA MAKIN SOLID, KOMPAK DAN SUKSES,,,,,,,,,………

    • Masih tahun 2017 Bung GP. Hhhhhhhhhh… Btw Resolusi tahun depan apa nih Bung GP?? Mungkin kalo resolusi tahun depan Bung Jimmy itu TTD SU-35 kelar kali ya. Hhhhhhhhhh

      • Bukan bung. Resolusinya 2018 ingin pindah SAAB

      • Kayaknya dibatalin tuh.

        Si Rusia ogah ngasih daftar belanjaan komiditi yang bisa diimbalbeli dengan RI.

        Ganti Viper ajalah.

        • Dibatalin sih gak mungkin.

          Ribetnya ini karena beli pespur mau dibayar pake kopi, karet dan sawit.
          Pemerintah Rusia minta schedule pembayaran dng nilai yg tetap. Artinya kalo bulan ini dibayar pake sekilo karet disaat harga karet 12 rb, lalu bulan depan hrg karet cuma 7 rb sisa kekurangannya dibayar pake apa.?
          Tp dr pihak RI kalo bulan dpn karetnya naik jd 15 rb per kilo kuotanya gimana. Itu yg masih diributkan. Krn hrg komoditi pertanian cenderung berubah perminggunya, apalagi minyak sawit. Menurut sumber di kementrian BUMN. Gak tau lg klo ada masalah yg lain….xixixi

          Benar gak bung jimmy.? Kok mbulet aja, ojo ngisin ngisini RI lhooo…

          • Makanya ganti aja, kalo gak mau F-35 ya F-16V aja. Hhhhhhhhhh

          • Lagian siapa juga yang minta pake barter? Resiko ditanggung penumpang dong… 😆 wkwkwkwk

          • Bung Agato, mau ganti F-16V atau bahkan F-35 klo skema barter yg dijadikan prioritas ya hasilnya bahkan sama aja, sama-sama garuk kepala yang mau jual produknya kesini… Klo mau aman ya pakai cara Turki, bayar sebagian dan sebagian lagi ngutang. Sehingga tidak terpengaruh fluktuasi harga produk pertanian yg semula akan dibarter.

          • Barter dgn kue tahun baru mungkin bisa dapat f35 broo

            Hahhaahaaaa

        • Rusia pengen yang mentah agar bisa dimasak sesuai citarasa negeri beruang merah, sementara kita maksa harus sudah dimasak disini dulu dengan citarasa nusantara 😆

          Kan lidahnya berbeda, seleranya juga beda, meskipun bahan dasarnya sama 😆 xixixixi

          Sudah tau karetnya mau dibuat melapisi kapal selam masa depan rusia, emngnya kita bisa mengolah karetnya sesuai keinginan Rusia? Andai bisa, berarti butuh mengupgrade fasilitas produksinya yg sudah tentu butuh waktu dan biaya…

          Bila demikian berarti bakal moloooor lagi dan lagi… wkwkwk

  4. ASU gitu loh,
    Paling cma negara2 yg seblok ama dia aja yg diberi spek “nyaris” sama dgan dia, kalau yg lain mau beli mah dptnya … ehem

    • asal ada duit.. pasti di kasih.. skrg ASU di pegang nya sama pengusaha.. pasti lebih mata duitan..

    • Fasis kok ngomongin negara’lain, mati digantung lagi. Hhhhhhhhhh

    • Secara nalar, kalo yg namanya sekutu/teman mau bela kita waktu perang, tentu kita kasi senjata yg mumpuni sama dng kita spy musuhnya cepat koit. Demikian jg saat masa damai, antisipasi klo ada perang, kawan2nya/genknya dibekali senjata mumpuni semua. Spy lawan takut dng genk tsb.
      Lha kalo cuma kenal secara say hello saja mau dikasi senjata mumpuni, lalu ternyata besok dia jadi musuh gmn hayooo…
      Ingat kisah kedekatan IRan dng AS yg bikin AS jera. Indonesia dng Rusia jg gitu.

      Indonesia pun akan berbuat demikian kalo punya senjata yg hebat. Pasti yg dijual kelasnya sedikit dibawah. Lumrahlah itu.

  5. laa rudal ada juga paket ekonomis…kayak
    makanan siap saji…!!! 😆

 Leave a Reply